PANTAS

PANTAS
Bab 74 - Seminggu Lagi Jadi Istri


__ADS_3

Satu minggu lagi Intan dan Devano akan menikah. Sejak pertama kali Devano datang melamar, waktu seolah cepat sekali putar. Namun, tiada hati yang tak senang saat hari bahagia akan segera datang. Termasuk Devano dan Intan, mereka berdua juga teramat senang dan menanti-nantikan momen sah itu datang.


"Thanks sudah datang, Bro. Satu minggu lagi gantian kami berdua yang datang ke pernikahanmu," ucap Reynal.


Hari ini, Devano dan Intan menghadiri acara pernikahan Reynal dan sang istri. Reynal yang lebih dulu telah mengatur jadwal pernikahan, kini dia dan sang kekasih sudah sah menjadi pasangan halal.


"Rey, selamat, ya. Selamat berbahagia." Intan memberi ucapan selamat. Dia tampak cantik dengan pakaian warna senada seperti yang dipakai Devano.


"Terima kasih, Tan. Apa Gion dan Jefri datang bersamamu?" Reynal menyempatkan diri untuk bertanya pada Intan.


"Tidak. Aku berdua saja sama Dev," terang Intan.


Tak lama kemudian, muncullah sosok yang sedang menjadi perbincangan. Jefri melangkah gagah dengan setelan jas ala-ala bodyguard, sementara Gion melangkah di sampingnya. Gion juga memakai setelan jas ukuran anak-anak. Gion juga memakai kaca mata hitam yang semakin mendukung penampilan kece-nya.


Datang dengan penampilan seperti itu, Jefri dan Gion menjadi pusat perhatian. Apalagi saat Jefri menggendong Gion menuju ke kursi pelaminan demi bisa mengucapkan selamat pada Reynal dan istrinya.


"Selamat, Bro. Doakan aku bisa segera menyusul. Masa iya tinggal aku saja yang jomblo," celetuk Jefri.


"Jomblo itu apa, Kak Je?" tanya Gion dengan polosnya.


"Gion sayang, jomblo itu tidak laku." Devano dengan PD-nya menjawab seperti itu, tapi dia lekas mendapat deheman super jitu dari Intan.


"Iya, Tan. Tegur si Dev biar tidak jadi contoh buruk buat Gion." Jefri mengompori Intan agar lebih serius lagi menegur Devano.


"Eh, sudah-sudah. Mending kita foto bersama dulu, yuk!" ajak Intan yang seketika itu langsung diiyakan.


Sesi foto bersama dilakukan. Setelahnya, Reynal menyuruh teman-temannya itu untuk menikmati hidangan. Devano segera menemani Intan, sedangkan Jefri menemani Gion mengambil beberapa makanan dan minuman.


"Dev, lihat tuh!" Intan meminta Devano memperhatikan Jefri dan Gion.


"Ah, senangnya melihat mereka dekat seperti itu." Devano tersenyum senang.


Yang terlihat oleh Devano dan Intan, Jefri sedang menyuapi Gion tanpa paksaan. Sesekali Jefri bahkan menunjuk-nunjuk ke arah beberapa tamu undangan, membuat candaan, kemudian tertawa riang bersama Gion.


Kedekatan Jefri dan Gion dimulai sejak dua minggu lalu. Karena Reynal akan segera melangsungkan pernikahan, jadilah Gion tidak lagi tinggal bersama Reynal. Saat itu, dengan polosnya Gion meminta Jefri untuk tinggal bersamanya di rumah mendiang ayah ibunya. Awalnya Jefri mengira ajakan itu tidak serius, jadi Jefri menolak dengan tegas. Baru setelah melihat Gion menangis, Jefri pun sadar bahwa ajakan Gion bukanlah candaan.


Sebenarnya kasus kejahatan paman Gion sudah berhasil terurus. Paman yang jahat sudah mendapat hukuman yang setimpal, dan Gion bisa kembali tinggal di rumah mewahnya beserta harta tahta warisan. Namun, Gion tidak serta merta mau menempati rumah mewah itu lagi kalau tidak karena Jefri. Gion akan tinggal asalkan Jefri juga ikut tinggal bersamanya. Akhirnya, Jefri mengiyakan dan hingga kini turut merasakan nikmat luar biasa atas harta tahta Gion yang saat ini juga diamanahkan kepadanya. Jefri juga berniat berhenti dari tempatnya bekerja dan membuka bisnis baru sesuai dengan arahan tangan kanan almarhum ayah Gion. Tentu saja bisnis yang digeluti tidak jauh-jauh dari bidang yang dikuasai. Jefri juga sudah berbincang dengan Devano dan berniat menggandengnya untuk mengembangkan bisnis bersama.


"Kakak cantik, kata Kak Jeje minggu depan kakak cantik jadi pengantin ya?" Tiba-tiba saja Gion menghampiri dan bertanya demikian.

__ADS_1


"Kak Jeje?" Intan kaget dengan perubahan sapaan yang dibuat Gion untuk Jefri.


"Iya sayang, kakak cantik akan menikah sama Kak Dev. Gion datang ya? Jangan lupa bawa kado buat kakak cantik," sahut Devano yang langsung mendapat teguran lagi dari Intan.


"Deeev, ngomongnya kok gitu sih?" Intan gemas.


"Tidak apa-apa. Nanti Gion bawakan kado buat kakak cantik yang selama ini sudah baik sama Gion. Tapi nanti Gion datang sama Kak Jeje ya?" Gion menanggapi dengan nada polos.


Intan mendekatkan wajah ke arah Gion, kemudian mengusap kepalanya dengan penuh kasih sayang.


"Boleh deh kalau begitu. Terima kasih ya," ucap Intan sambil mengembangkan senyuman.


Setelahnya Gion terdiam, mematung di hadapan Intan. Tentu saja Intan dan Devano terheran melihat perubahan sikap Gion, yang semula riang membahas kado pernikahan untuk Intan, tapi tiba-tiba saja langsung terdiam.


"Gion kenapa, Sayang?" tanya Intan.


"Gion boleh minta tolong nggak, Kak?"


"Apa itu? Kalau kakak bisa, pasti nanti akan dibantu."


Seketika itu Gion berlarian kecil menuju Jefri yang masih asik menyantap makanan. Gion menarik lengan Jefri perlahan kemudian mengajaknya menghampiri Intan dan Devano.


"Tolong bantu Kak Jeje ketemu sama kakak cantik ya, Kak. Biar Kak Jeje laku." Gion dengan polosnya berkata demikian.


"Dev, tawamu gitu amat, sih?" sindir Jefri.


"Sorry, Jef. Gion polos sekali."


"Eh, tapi ... Gion ada benarnya, sih. Reynal sudah menikah. Minggu depan kamu nikah sama Intan. Benny, rivalku itu juga sebentar lagi nikah sama Fani. Tahu-tahu nanti adiknya Intan nyusul nikah juga. Lah terus aku gimana ya? Masa masih sendiri?"


"Ya sabar, Bro. Nanti juga ketemu sama jodoh."


"Ya tapi siapa, Dev?"


"Em, mungkin saja ...." Devano tidak melanjutkan kata-katanya. Dia melihat seorang tamu undangan yang tidak asing baginya. "Rose?" ucap Devano setengah terkejut juga.


"Ha? Siapa itu Rose?" Tanya Jefri.


Devano lekas menggeleng. Segera meluruskan juga bahwa yang sedang dia maksud adalah tamu undangan yang baru saja datang.

__ADS_1


"Dev, bukankah wanita itu yang waktu itu ngantar kamu dari terminal?" Intan memastikan.


"Iya. Dia Rose." Devano membenarkan.


Sebenarnya Devano dan Rose hanya saling kenal. Sempat akrab juga tapi hanya sebentar. Lama tidak bertemu, tahu-tahu mereka kembali dipertemukan saat Devano di terminal. Kini, pertemuan itu terjadi lagi di pernikahan Reynal. Akan tetapi, seingat Devano, Reynal tidak mengenal Rose. Lalu, kenapa Rose bisa hadir ke pesta pernikahan Reynal? Itulah yang saat ini menjadi pertanyaan.


Dan ... Devano semakin bertanya-tanya ketika mendapati Rose berjalan mendekat ke arahnya. Devano sampai melirik ke arah Intan demi bisa mengetahui adakah rasa cemburu yang tergambar.


"Hai Dev," sapa Rose.


"Hai. Kamu diundang juga?" tanya Devano yang ingin segera memecah rasa penasarannya.


"Nggak juga. Aku bahkan tidak kenal sama mereka berdua," aku Rose.


Deg!


Seketika Devano dan Intan saling tatap. Jika Rose tidak mengenal Reynal dan istrinya, lalu untuk apa Rose datang ke acara pernikahan Reynal dengan memakai baju khas tamu undangan?


"Aku ke sini mau ketemu kamu, Dev. Boleh bicara sebentar?" pinta Rose.


Devano tidak langsung mengiyakan. Pandangannya kini fokus kepada Intan. Ada aura cemburu yang kembali bisa Devano rasakan.


"Silakan saja. Mau bicara apa?" Devano mengiyakan.


"Tapi tidak di sini. Aku ingin kita bicara empat mata. Berdua saja. Di dalam mobilku, yuk!" ajak Rose tanpa sungkan.


Dengan tegas Devano menggeleng. Dia sama sekali tidak ingin membuat celah apa pun yang bisa membuat hati Intan jadi tidak baik-baik saja. Apalagi acara pernikahan mereka tinggal hitungan hari saja.


"Aku tidak menyembunyikan apa pun dari Intan. Bicaralah di sini atau tidak sama sekali," tegas Devano.


Intan, Jefri, bahkan Rose sendiri seketika terkejut mendengar penegasan itu. Rose sampai terdiam untuk beberapa saat lamanya.


"Oh. Oukey. Kalau begitu lain kali saja. Aku permisi dulu ya. Bye-bye, Dev." Rose tersenyum kepada Devano, kemudian menoleh sebentar ke arah Intan tanpa senyuman. Selanjutnya, Rose pergi tanpa meninggalkan kejelasan maksud dan tujuan.


"Nggak jelas banget, sih!" celetuk Jefri. "Bibit pelakor, tuh!" imbuh Jefri yang seketika itu langsung diberi kode mata oleh Devano agar lebih berhati-hati dengan kalimatnya.


Intan terlanjur menangkap celetukan Jefri. Pelakor, Intan paham betul apa artinya. Sungguh, Intan tidak ingin ada ujian seperti itu dalam rumah tangganya.


"Semoga ke depan akan baik-baik saja," doa Intan.

__ADS_1


Apa maksud Rose? Dan, acara pernikahan Intan tinggal seminggu lagi akan diadakan. Apakah semua akan berjalan lancar? Nantikan lanjutan cerita ini!


Bersambung ....


__ADS_2