
Kevin duduk di meja kafe dengan perasaan campur aduk. Dia tidak ingin Lana cerita pada orang lain jika dia sudah mutusin Kevin,mana harus diletakkan wajah Kevin di depan teman-temannya nanti.
Lana cantik tapi dia tidak boleh menjadi bumerang untuk Kevin, tidak boleh.
Saat Lana kembali dari toilet, Kevin mencoba menarik perhatian lana dengan mengimbas memori mereka berdua.
Lalu dengan wajah yang pura pura tegar Kevin mengajak Lana untuk pergi jalan-jalan. "Lana, bolehkah aku mengajakmu terakhir kalinya berkeliling dengan sepeda motorku?" ucap Kevin dengan suara lembut.
Lana terlihat terkejut dengan permintaan Kevin, namun dia bisa melihat keputusan itu sebagai cara Kevin untuk mengungkapkan perasaannya. Lana setuju dengan senyum kecil di wajahnya, "Baiklah, Kevin. Sekali terakhir, ya."
"Makasih Lana, akan aku ingat selalu kenangan malam ini, sekali dan untuk selamanya "Kata Kevin yang tersenyum tipis penuh kelicikan.Tapi di mata Lana , dia pikir itu senyum penuh kepahitan atas putus nya hubungan mereka berdua. Mereka bangkit dari kursi mereka dan berjalan menuju pintu keluar kafe.
Mereka keluar dari kafe dan berdiri di trotoar. Matahari sudah tidak ada lagi di langit tapi suasana di kota masih terasa hidup dengan kegiatan malam nya.Kevin melirik ke arah Lana dengan senyum lebar di wajahnya.
"Ayo, Lana. Aku punya tempat yang ingin kubicarakan denganmu," ajak Kevin sambil mengarahkan pandangan mata mereka ke sebuah parkiran sepeda motor di dekat sana.
Lana mengangguk, mencoba mengontrol kekhawatirannya. Dia tidak tahu persis ke mana Kevin akan membawanya, tetapi dia memilih untuk memberikan kesempatan ini dan melihat apa yang akan terjadi.
Mereka berjalan bersama menuju sepeda motor Kevin yang terparkir di sana. Kevin memberikan helm kepada Lana dan mempersiapkan sepeda motornya. Dia melihat Lana dengan perasaan senang dan sedikit gugup.
"Duduklah, Lana. Aku akan membawamu ke tempat yang menurutku akan menyenangkan untuk kita jelajahi hari ini," kata Kevin dengan suara penuh semangat.
Lana mengenakan helm dengan hati-hati dan naik ke belakang sepeda motor Kevin. Dia merasa sedikit tegang dan gelisah, tetapi juga merasakan semacam kegembiraan dan keberanian dalam mengikuti Kevin. Dia memeluk Kevin dengan erat saat sepeda motor melaju meninggalkan kafe dan mereka memulai petualangan baru bersama.
Kevin membantu Lana memasang helm dengan penuh perhatian. Mereka berjalan keluar dari kafe dan menuju ke tempat parkir di dekatnya, di mana sepeda motor Kevin terparkir. Motor sport berwarna hitam itu terlihat keren dan memancarkan aura petualangan.
__ADS_1
Kevin dan Lana naik ke sepeda motor tersebut, duduk berdampingan. Kevin menghidupkan mesin dan mereka mulai melaju meninggalkan kafe. Angin malam yang sejuk menerpa wajah mereka, menciptakan sensasi yang berbeda.
Mereka berkeliling kota dengan kecepatan sedang, menikmati pemandangan dan kesunyian malam yang menenangkan.
Tidak ada yang bicara dalam waktu ini karena mereka berdua penuh dengan pemikiran masing-masing.
Lana memeluk pinggang Kevin erat-erat, berusaha menikmati setiap detik dari perjalanan terakhir ini. Dia melihat ke depan, melihat jalanan yang melintas di bawah mereka dan menyerap segala keindahan yang ada di sekitarnya.
Tapi tiba-tiba saja Lana merasa kepalanya sedikit pusing dan sedikit berat.
"Eh kepala ku kenapa sih,kok gini amat" pikir Lana.
Lana merasa tidak nyaman ,dia ingin minta pulang aja tapi mengingat Kevin dengan permintaan terakhir nya Lana hanya bisa menahan kepala nya yang terasa berat.
Lana merasakan angin berhembus di wajahnya saat mereka melaju melewati gedung-gedung tinggi dan lampu-lampu kota yang berkilauan. Meskipun ada ketegangan di antara mereka, Lana juga menikmati momen ini. Dia mencoba melupakan ketegangan dan fokus pada sensasi kebebasan yang diberikan oleh Kevin.Yang anehnya memberi kan Lana sebuah kenyamanan.
Lana yang berada di posisi belakang sepeda motor memeluk Kevin dengan erat,dia bahkan tidak ingin melepaskan pelukannya sama sekalipun.
Semakin erat dan semakin erat saja di tambah lagi kepalanya yang pusing agak mendingan ketika dia memeluk Kevin.
"Apa aku masih cinta ya?"pikir Lana.
Kevin yang di depan tentu saja merasakan pelukan Lana yang makin rapat itu.Dia pikir reaksi obatnya mulai terlihat.
Obat Kevin memang berkerja lambat sehingga mangsa tidak pernah mengira mereka sudah di jebak.Tapi akan larut dan menikmati dengan dugaan cinta seperti yang di rasakan oleh Lana sekarang.
__ADS_1
awalnya Kevin hanya memikirkan tentang Lana yang masuk dalam daftar calon istri.
gadis-gadis yang masuk dalam daftar calon istri ini tidak akan pernah diganggu oleh Kevin. tapi yang tidak akan jadi bulan-bulanannya.
awalnya Lana masuk pilihan daftar tapi salah Lana sendiri kenapa dia melanggar garis batas Kevin dengan minta putus duluan.
"Kena kau Lana,hahaha"kata Kevin dalam hati.
Kevin segera mengemudikan sepeda motor dengan hati-hati melintasi jalan-jalan kota menuju area SMP terpencil. Lana duduk di belakangnya, merasa bingung dan penasaran dengan tujuan mereka. Dalam hati, dia bertanya-tanya mengapa Kevin membawanya ke tempat ini.
Setelah beberapa saat perjalanan, mereka tiba di area SMP yang sepi dan sunyi. Lana memandang sekeliling dengan pandangan heran. Kevin mematikan mesin sepeda motornya dan menoleh ke arah Lana.
Lana, tanpa bicara, merasa ingin tahu apa yang sebenarnya Kevin rencanakan dengan membawa mereka ke tempat ini. Kevin melihat ke dalam matanya, menangkap kebingungan dan tanda tanya yang ada di wajah Lana. Dia memutuskan untuk menjelaskan.
Lana tidak sadar jika dia sedang menatap Kevin dengan bingung tapi Lana sama sekali enggan melepaskan kan pelukan nya pada pria itu.
"Kita berada di sini karena tempat ini adalah tempat kenangan kita dulu, Lana," ujar Kevin dengan suara lembut.
Lana terdiam sejenak, mencoba memahami apa yang Kevin maksudkan dengan "tempat kenangan." Mereka pernah mengunjungi area SMP ini beberapa kali saat mereka masih bersama, menghabiskan waktu berdua dan menciptakan kenangan-kenangan indah. Tapi sekarang, semuanya berbeda.
Lana mencoba menyembunyikan kekecewaan dan kekhawatirannya. Dalam hatinya, dia bertanya-tanya apakah Kevin membawa mereka ke sini untuk mengenang masa lalu atau untuk mengungkapkan sesuatu yang lebih dalam.
Kevin melihat ekspresi Lana yang berubah, dan dia tahu bahwa dia harus menjelaskan lebih jauh. "Saya membawa kita ke sini karena saya ingin kita mengingat saat-saat indah yang pernah kita lalui bersama. Meskipun semuanya berubah, saya ingin kita menghargai masa lalu kita dan melihat apakah kita masih bisa menemukan kilasan kebahagiaan di sini."
Lana mendengarkan dengan hati-hati dan merenungkan kata-kata Kevin. Meskipun masih bingung dan ragu, dia merasa sedikit lega karena Kevin tidak membawa mereka ke tempat ini dengan maksud jahat seperti yang dia duga sebelumnya.
__ADS_1
"Baiklah, Kevin. Ayo kita mengenang masa lalu kita," ucap Lana dengan suara lembut, mencoba membuka hati untuk menerima apa pun yang akan terjadi selanjutnya.
Mereka berjalan berdua di sekitar area SMP yang sunyi, berbagi cerita tentang kenangan mereka yang dulu pernah ada. Lana masih merasakan kekecewaan dan pertanyaan dalam hatinya, tetapi dia juga merasa sedikit lega karena Kevin tidak menunjukkan tanda-tanda yang dia takutkan.