Pasrah Saja

Pasrah Saja
Status pelakor


__ADS_3

Meskipun dikelilingi oleh perbincangan dan gosip yang tidak sedap, kemeriahan pernikahan Lana masih terasa kental di udara. Hari yang telah lama dinantikan itu akhirnya tiba, dengan semua persiapan yang telah dibuat untuk merayakan ikatan suci antara Lana dan Raihan.


Kedatangan pihak laki-laki ke rumah Lana diiringi dengan riuh rendah suara kendaraan dan tawa bahagia. Raihan dan keluarganya datang dengan pakaian yang elegan, mengenakan busana adat modern Surabaya yang memancarkan nuansa keanggunan.


Di pelataran rumah, tenda-tenda putih menjulang tinggi, dihiasi dengan hiasan bunga-bunga segar yang berwarna-warni. Suasana penuh semarak dengan warna-warna cerah dari dekorasi, membuat setiap sudut terasa hidup dan bersemangat.


Raihan mengenakan baju adat Surabaya dengan desain modern yang tetap mempertahankan keindahan dan keelokan tradisi. Sementara Lana, memakai kebaya cantik dengan bordiran yang rumit dan elegan. Gaun putihnya mengalir anggun, memancarkan pesona dan keanggunan seorang pengantin.


Kedatangan para pihak laki-laki diiringi oleh suasana yang haru dan khidmat. Langkah mereka terdengar beriringan di lorong menuju rumah Lana. Dan di tengah-tengah mereka dengan senyum lebar di wajahnya, berdiri lah Mia. Dalam balutan kebaya dengan warna lembut, dia terlihat anggun dan memesona.


"Mia, kenapa dia ikut sih?"pikir Lana dalam hatinya.


Ada kamera di depan sehingga Lana melihat dengan jelas kedatangan rayhan dan rombongannya meskipun dia belum keluar dari dalam kamar pengantin nya.


Mia tampak begitu akrab di tengah keluarga Rayhan, seolah-olah dia adalah bagian dari mereka. Dia berdiri di samping Raihan, menjadikannya tanda bahwa dia adalah pendampingnya dalam acara ini. Lana melihatnya dengan perasaan yang campur aduk. Meskipun dia berusaha menutupinya, tetapi cemburu dan rasa tidak enak mulai merayap di dalam hatinya.


"Kurang ajar, Mia, apa yang sedang dia lakukan sekarang hari ini adalah hari pernikahanku, apakah dia mencoba ingin mengganggu?" pikir Lana


apa yang dipikirkan oleh Lana juga terpikirkan oleh para tamu undangan yang sedikit akrab dengan keluarga Raihan.


seseorang segera menyeletup jika itu adalah pacar Raihan yang rencananya akan menikah akhir tahun. jadi kabar Ini segera menyebar di antara para tamu undangan.


"Hah itu pacar nya? orangnya begitu cantik tapi kok bisa ya Rehan malah menikah dengan Lana, Ckckck"bisik seorang tamu.


"Hem jelas lah,kan di kasi "apam"duluan, kalau tidak, mana mungkin bisa menikah seperti sekarang?"


"Is kasihan tuh cewek ya, Ckckck...


di sini semua tamu fokus pada sosok Mia. Dia tidak kalah cantiknya dengan pengantin wanita. Apalagi nasibnya begitu malang karena ditinggal nikah oleh calon suami.


Eh malah begitu tegar dan kuat, bahkan bisa datang menjadi tamu undangan pada pernikahan mantan kekasih.


Pakaian Mia adalah kebaya modern dengan warna pastel yang menonjolkan keanggunan dan pesona. Baju kebaya dengan detail bordir halus memberikan sentuhan elegan pada penampilannya. Perhiasan yang dipilihnya dengan bijak juga memberikan kilauan yang indah pada penampilannya.

__ADS_1


Lana tidak mendengar apa yang dibacakan dibicarakan oleh para tamu tapi dia justru sudah merasakan pandangan mereka begitu nanar dan begitu menohok sekali.


jelas saja menurut semua orang jika dirinya adalah seorang pelakor seseorang yang mengambil pacar temannya sendiri.


Tapi tidak ada yang berpikir jika Lana sebenarnya juga tidak rela melakukan ini .Tapi mau bagaimana lagi dia tidak bisa membohongi dirinya sendiri, jika dirinya memiliki perasaan yang lebih terhadap Raihan dan ingin memilikinya seumur hidup.


Ini hanya lah takdir dan sudah jodoh nya dengan rayhan.


Kenapa orang orang tidak bisa mengerti itu, kenapa.


Lana sedih tapi dia terpaksa menelan air mata nya karena tidak ada orang yang mau mengerti Lana


Tidak ada


Saat upacara berlangsung, Lana mencuri pandang pada mereka berdua. Mia dan Raihan terlihat akrab, ada momen ketika Mia membisikkan sesuatu di telinga Raihan. Tertawa ringan menghiasi wajah Mia dan itu membuat Lana semakin merasa kesal.


"sialan Mia, rayhan juga, apakah dia tidak bisa menjaga hatiku hanya untuk hari ini?"kata Lana dalam hati nya.


Lihat lagi,mama rayhan terlihat dekat dengan Mia, seolah-olah mengatakan osa dunia jika Mia adalah menantu yang dia inginkan bukan Lana.


Meskipun dia tahu bahwa hari ini adalah hari pernikahannya dengan Raihan, namun kehadiran Mia dan interaksi mereka membuat perasaan cemburu sulit untuk diabaikan.


Perasaan campur aduk ini semakin menciptakan perasaan yang rumit bagi Lana di tengah-tengah kebahagiaan pernikahannya yang seharusnya.


Ketika upacara ijab kabul dimulai, suasana hening dan khidmat menghiasi acara. Para tamu yang hadir memandang Lana dan Raihan dengan beberapa bisikan aneh.


"Pelakor,yah pelakor sekarang di depan nya Bun"Bisik seseorang yang entah bagaimana ke bawa oleh angin.


Deg...


Jantung Lana jadi tidak enak,dia sedang duduk di samping rayhan menunggu ijab kabul berlangsung.Tapi alih-alih bahagia dia sekarang sedang terluka .


Dalam rasa sakitnya, Lana tidak fokus dengan ucapan ijab kabul yang diucap kan oleh Rayhan.

__ADS_1


Dia hanya tersentak sebentar mendengar kata kata sah dari mulut saksi.


Baru kemudian dia sadar jika sekarang statusnya sudah berubah menjadi istri nya rayhan.


Tubuhnya sedikit bergetar ketika, rayhan memasangkan cincin di jari manis nya.



Segera air mata Lana tumpah ketika rayhan mencium kening nya pertanda mereka sudah sah.


Tidak ada yang tahu jika ini adalah tangis kesedihan dan kecemburuannya yang sudah ditahan sejak tadi.


hanya saja beberapa bisikan mengatakan jika Lana munafik, tidak tau malu dan sebagainya.


Sementara itu mata Mia terpaku pada mereka, senyuman lebar menghiasi wajahnya meskipun perasaan campur aduk terasa dalam hatinya.


Namun begitu Mia tidak pernah berbicara dengan Lana. Dia lebih banyak mendampingi Raihan, membantu dalam berbagai hal dan senyumnya tak pernah pudar sepanjang acara.


"Selamat Ray,aku menunggu giliran untuk menjadi istri mu"Bisik mia pada telinga rayhan.


Mia berkata seperti main main, tapi rayhan jelas merasakan betapa terlukanya Mia ketika dia mengatakan hal itu.


Rayhan tidak bisa menjawab bahkan tidak bisa menganggukkan kepala juga.Tapi dari ujung matanya dia jelas melihat jika mamanya melihat dia dan Mia.


Mau tidak mau , rayhan hanya bisa tersenyum pahit dan menganggukkan kepalanya sedikit. Reaksi ini yang ditunggu oleh Mia dan dia tersenyum lagi dengan lebar.


Lana merasakan cemburu yang meluap-luap dalam hatinya, meskipun dia tahu bahwa ini adalah hari miliknya dan Raihan.


Meskipun perbincangan dan gosip mungkin masih menghantui, kemeriahan pernikahan ini tetap hadir sebagai perayaan cinta dan ikatan suci di antara Lana dan Raihan.


Rayhan milik Lana dan akan menjadi Lana selama-lamanya.


Pelakor, hehehehe.

__ADS_1


Kata-kata itu satu hari akan disematkan pada Mia bukan pada dirinya.Mia tunggu saja pembalasan ku.


__ADS_2