Pasrah Saja

Pasrah Saja
pilih satu atau dua


__ADS_3

Mia terduduk di bangku taman dengan tatapan kosong yang hilang dalam kehancurannya. Wajahnya pucat dan mata merah akibat tangis yang terus mengalir. Rambutnya terurai indah sekarang jadi berantakan, mencerminkan kekacauan dalam hatinya. Tubuhnya gemetar tak terkendali karena amukan emosi yang merobek hati dan jiwanya


"Rayhannnn..tega nya kau Ray!!"


Dalam keheningan taman yang sepi, suara tangisan Mia memenuhi udara seperti melodi sedih yang menusuk hati. Dia merasa terjebak dalam mimpi buruk yang tak kunjung berakhir, dan kenyataan pahit meresap begitu dalam. Semua harapan dan mimpi indah tentang masa depan bersama Rayhan hancur berantakan, seperti pagar-pagar yang hancur dimakan oleh waktu.


Rayhan sudah lama meninggalkan tempat itu seperti dia meninggal karena hatinya yang hancur.


Siapa yang bisa disalahkan dalam hal ini, salah Mia sendiri karena menitipkan pacar dengan sahabatnya.Salah Mia sendiri yang selalu mengumbar kebaikan Raihan sehingga Lana jadi termotivasi.


Salah kan Mia huhuhu.


Saat matahari mulai tenggelam di ufuk barat, Mia merasa dirinya juga tenggelam dalam lautan kesedihan dan kekecewaan. Perasaannya tercabik-cabik oleh pengkhianatan yang datang dari sahabat terbaiknya sendiri. Bagaimana mungkin Lana, yang selama ini begitu dekat dengannya, bisa merayu dan merebut kekasihnya dengan cara yang tidak terpuji?


Dalam keheningan yang menyayat hati, Mia membiarkan marah dan kecewa memenuhi batinnya. Dia merasa dikhianati oleh dua orang yang paling dekat dengannya, dan itu adalah pukulan berat bagi hatinya. Dia memejamkan mata, mencoba mengatasi gelombang emosi yang meledak-ledak di dalam dirinya.


"Bodoh! Mengapa aku harus percaya padamu, Lana? Kau adalah sahabatku, tapi kau malah menghancurkan hidupku dengan kebohongan ini!" Batin Mia meledak-ledak dalam kemarahan yang mendalam. Rasa sakit dan amarah berbaur dalam hatinya, menciptakan badai emosi yang tak terkendali.


"Lanaaaa kau ja..hat hiks..hiks..!"


Tapi seiring dengan amarahnya, Mia juga merasakan kekosongan yang mendalam. Kepergian Rayhan dan pengkhianatan Lana telah menciptakan luka yang dalam dalam hatinya. Dia merasa seperti bagian dari dirinya telah dirobek dan hilang. Rasa sakit itu merasuki setiap serat tubuhnya, membuatnya merasa hancur dan terluka.


Tangisnya semakin keras, mencerminkan perasaan yang tak terurai dalam hatinya. Air mata mengalir deras, menggambarkan penderitaan dan kekecewaannya.


beberapa beberapa kali Mia mencoba menelpon Lana tapi sayang nomor teleponnya sudah tidak aktif lagi. ini mengatakan jika Lana benar-benar memutuskan hubungan pertemanan mereka.


"Huh Lana,kau ..kau sengaja melakukan ini kan? kau sengaja menghancurkan hatiku Lana?"


Lama Mia tinggal di taman itu sampai dia tidak kuasa lagi untuk pulang ke rumah


Tidak lama kemudian, Mia masuk ke dalam rumahnya dengan kondisi lesu wajah pucat dan mata yang bengkak. jelas saja mamanya khawatir dan pergi menyapanya.

__ADS_1


" Mia, kenapa matamu bengkak seperti itu? Apa yang terjadi?x


Mia terduduk di sofa, berbicara pelan. "Mama, semuanya hancur... Mah Huhuh"


Mama Mia terkejut melihat reaksi anaknya itu dan dia segera duduk di samping Mia, memegang tangan Mia. "Ceritakan pada mama, Nak. Apa yang terjadi?"


"Mama, Rayhan... Dia... dia meninggalkanku"Kata Mia dalam tangis nya dan memeluk mamanya dengan keras.


" Meninggalkanmu? Bagaimana bisa ,nak?kalian putus?


" Dia... dia pergi untuk menikah dengan Lana. Lana, sahabatku sendiri. Mereka berdua... mereka mengkhianatiku, Mama. Mereka berdua...bla... bla.. bla...


Segera saja kisah Lana dan Rayhan yang tertangkap basah dibicarakan olehnya dalam tangis dan air mata.


Mama Mia tentu saja terkejut dan marah. dia sudah mengenal Rehan cukup lama sejak Mia memperkenalkannya sebagai pacar. Dia pikir Raihan adalah pria baik-baik yang tidak mungkin menghianati putrinya. apalagi pergi dengan sahabat Mia dan ketangkap basah.Dan lana, sudah puluhan kali Mia memuji Lana sebagai sahabat yang baik.Tapi sekarang...


"Apa? Lana? Bagaimana mungkin? Mereka berdua...?


" Aku tidak percaya, Mama. Aku merasa seperti dunia ini runtuh. Rayhan adalah cintaku, Mama. Dan Lana... oh, Lana... dia...


Mama Mia segera memeluk Mia."Oh, Sayang... mama tahu ini sangat sulit bagimu. Tapi ingat, jika memang seperti ini yang terbaik, kamu pasti akan menemukan yang lebih baik di masa depan"


Mia menangis sambil memeluk Mamanya. Tidak apa-apa jika mereka putus secara baik-baik tapi Mia menyadari jika dia sudah tidak perawan dan laki-laki mana yang bisa ditemui dalam kondisi seperti ini.


"Tapi kenapa, Mama? Kenapa semua ini terjadi?"


"Kita tidak pernah tahu mengapa beberapa hal terjadi, Nak. Tapi yang pasti, semuanya memiliki rencana Allah yang lebih besar. Mungkin ini adalah ujian bagimu, untuk menjadikanmu lebih kuat dan bijaksana"


"Tapi Mama, aku .hiks..aku..aku tidak pernah berpikir Lana akan melakukannya ini padaku huhuhu "


"Mama Mia menyentuh pipi Mia dengan lembut dan menghapus air matanya "Itu adalah kejutan yang menyakitkan, Sayang. Tapi ikhlaskan dia nak dia bukan jodohmu"

__ADS_1


" Aku tahu, Mama. Tapi....rasanya begitu sulit"


Malam itu, adalah malam yang paling berat untuk Mia. Perasaan sakit yang hanya bisa ditulis dan dibaca tapi tidak pernah bisa dirasakan oleh orang lain.


Kenapa harus rayhan.. kenapa?


Malam itu, Mia tidak menyerah dia masih mencoba mengirimkan pesan singkat kepada Raihan.


...^^^Rey, aku ingin kau ingat kenangan kita selama 5 tahun. Tidak mudah untuk ku melupakan itu.jadi Ray, aku akan selalu menunggumu Ray walaupun aku hanya akan menjadi yang kedua"^^^...


Sebuah pesan yang dikirimkan oleh Mia ini langsung dibaca oleh Rayhan. Bagaimana mungkin dia tidak mengerti bagaimana sakitnya Mia hari ini.


Dia merasakan beban moral yang berat atas apa yang telah dilakukannya terhadap Lana, sahabat baik Mia dan juga keputusan yang harus diambilnya terkait hubungannya dengan Mia, cinta sejatinya.


Rayhan merefleksikan kenangan bersama Mia selama lima tahun ini. Bagaimana senyumnya yang indah selalu mampu menghangatkan hatinya. Bagaimana setiap perjalanan dan petualangan mereka membentuk sebuah cerita cinta yang khas. Namun, kini saat dia melihat Mia menangis karena pengkhianatan ini, hatinya tercabik-cabik.


Dalam pikirannya, tergambar jelas senyum Mia yang pernah menghiasi hidupnya. Suara tawa mereka saat berdua menjalani hari-hari. Tetapi juga terpampang jelas air mata Mia yang tumpah karena perasaan dikhianati. Ini bukan hanya perasaan Mia yang hancur, tapi juga perasaannya yang ikut terhantam.


... Mia sayang ini tidak mungkin, lupakan saja karena kita tidak berjodoh. Mungkin aku bukan terbaik untukmu dan kau akan menemukan sosok yang lebih baik daripada aku di masa depan.Mia maafkan aku ,aku tahu seribu kata maaf pun tidak mungkin bisa mengobati luka hatimu tapi , rayhan mu ini tidak berdaya.Mia maafkan aku "...


Rayhan merasa serba salah. Dia tahu bahwa apa yang dia lakukan kepada Lana adalah tindakan yang tidak pantas, dan dia harus bertanggung jawab atasnya. Tapi di sisi lain, hatinya tidak ingin melepaskan Mia. Mereka telah menjalani begitu banyak bersama, dan dia tidak ingin merusak hubungan yang sudah terjalin selama ini.


Dia merenungkan pilihan-pilihannya dengan penuh keraguan. Dia berusaha mencari jalan keluar yang paling baik tanpa menyakiti lebih banyak orang. Namun, apapun yang dia pilih, pasti akan ada luka yang tersisa.


...^^^"Tidak Rei jika Lana tidak pernah peduli dengan perasaan aku .aku juga tidak akan pernah peduli dengan perasaan nya. Yang penting kau masih mencintai aku dan kita akan tetap bersama seperti dulu. Aku ikhlas Jika kau akan menikahi dia tapi berjanjilah kau akan menikahi aku setelah itu. Sama seperti lana kau juga harus bertanggung jawab atas diriku karena kau sudah menggauli aku sejak lama.Rayhan aku tidak peduli Rehan yang jelas aku ingin bersamamu.Kau rela Ray,aku cinta dan akan mati tanpa kau "^^^...


Setelah pesan itu Mia tidak aktif lagi. Rayhan berapa kali mengirim pesan tapi tidak ada tanggapan dari pihak sana.


Di sini Rayhan bingung, apa yang harus dia lakukan. Dia harus menikahi Lana karena percakapan antar orang tua sudah dilakukan tapi Mia juga bersikeras untuk minta dinikahi.


Haruskah aku menikahi keduanya.

__ADS_1


Harus kah itu m


__ADS_2