
Lana turun dari sepeda motornya dengan hati-hati dan mengamati sekelilingnya. Dia berada di pintu gerbang universitas, tempat yang biasanya ramai dengan aktivitas para mahasiswa. Pada pagi hari yang cerah ini, suasana terasa segar dan penuh semangat.
Di depan pintu gerbang, Lana melihat Raihan dan Mia yang sedang berbicara dengan mesra. Sorotan mata mereka penuh dengan kehangatan dan keceriaan. Lana merasakan kecanggungan tiba-tiba melanda dirinya dan berusaha untuk menghindar dengan pura-pura tidak melihat. Dia ingin memberikan mereka ruang untuk berdua, tanpa mengganggu kemesraan mereka.
"Ohh semoga saja Mia nggak lihat aku disini "Pikir Lana.
Sejak pembicaraan antara dia dan Mia tiba-tiba saja Lana jadi tidak nyaman setiap kali berdekatan dengan Raihan. Lana bukanlah anak kecil jadi dia tahu apa arti debaran jantung ini.
Karena pertemanannya dengan dia jadi Lana tidak ingin menjadi duri di dalam daging. Benih-benih cinta yang tumbuh di dalam hatinya harus dipangkas dan dibunuh sebelum dia berkembang dan memiliki cabang alih-alih berbunga.
Karena itulah saat ini Lana berjalan dengan hati-hati dan bergerak cepat agar tidak diketemukan oleh pasangan itu.
Namun Mia dengan cepat menyadari kehadiran Lana dan langsung menyapanya dengan senyuman cerah. "Lana, kamu sudah datang! Selamat pagi!" sapa Mia dengan suara riang.
Lana tersenyum dan membalas sapaan Mia, mencoba menyingkirkan perasaan canggung di dalam hatinya. "Selamat pagi, Mia! Apa kabar? Siap untuk hari yang menyenangkan?"
Mia menjawab dengan antusias, "Tentu saja! Hari ini kita akan belajar banyak hal baru. Ayo, masuk ke ruang kelas kita dan mulai hari ini dengan semangat!"
melihat keceriaan mia tiba-tiba saja lama tidak kuasa.Rayhan menyapa Lana sebentar dan tidak menyadari keanehan yang terjadi pada gadis ini.
Setelah beberapa patah kata pada akhirnya Raihan harus memisahkan diri dari Lana dan mia karena dia memiliki kelas yang berbeda.
Namun begitu nalurinya mengatakan jika hari ini ada sesuatu yang berbeda dari lana dan sampai sekarang Raihan belum menyadari apakah itu.
Sementara itu Lana mengikuti Mia masuk ke dalam gerbang universitas, melewati area yang dipenuhi dengan mahasiswa yang sedang berjalan menuju ruang kelas masing-masing. Pintu gerbang yang besar dan kokoh memberikan kesan kuat dan menjadi simbol awal perjalanan pendidikan mereka.
__ADS_1
Mia terus mengobrol dengan Lana, menunjukkan sifatnya yang ceria dan manja. Dia menggoda Lana dengan berbagai lelucon dan membuat suasana menjadi lebih hidup. Kehadiran Mia memberikan kehangatan dan kenyamanan bagi Lana, membantu mengatasi kecanggungan yang dirasakannya sebelumnya.
Dalam perjalanan menuju ruang kelas, Lana berusaha menikmati momen bersama Mia, membiarkan keceriaan dan semangat Mia menular kepadanya.
Tapi sialnya di sini topik pembicaraan dari Mia tidak jauh-jauh dari yang berkisah tentang Raihan pacarnya. Lana yang awalnya ingin membiarkan pikirannya hilang dengan topik itu tiba-tiba jadi fokus lagi dan menghayal yang tidak-tidak.
"Stt.. Mia stop dulu itu dosen udah tiba" bisik seorang gadis yang berada di kursi sebelah Mia. Mia menyengir dan akhirnya tutup mulut mengakhiri pembicaraannya bersama Lana.
Baru setelah itu Lana merasa lega dan tidak mendengar lagi, Mia yang berbicarakan kemesraannya dengan sang pacar.
Di dalam ruang kuliah yang penuh dengan mahasiswa, seorang dosen berdiri di podium dengan serius. Dia mengatur mikrofon dan membuka presentasinya, siap untuk memulai pembicaraan tentang materi hari ini yang berkaitan dengan keuangan perbankan dan perbandingan mata uang antar negara.
"Selamat pagi, mahasiswa-mahasiswa tercinta! Hari ini kita akan melanjutkan pembahasan mengenai keuangan perbankan dan perbandingan mata uang antar negara. Seperti yang kalian ketahui, topik ini sangat penting untuk memahami dinamika ekonomi global. Mari kita mulai dengan melihat beberapa aspek yang perlu kita bahas hari ini."
Bagaimana mungkin dia bisa serius jika saat ini telepon genggamnya terus menerus bergetar dari balik satu celana.
Sementara itu dosen di depan terus saja menjelaskan isi materi hari ini. "Pertama-tama, kita akan membahas tentang peran perbankan dalam perekonomian dan bagaimana mereka beroperasi di dalam sistem keuangan. Perbankan memiliki peran yang vital dalam menyediakan layanan keuangan kepada individu dan perusahaan. Kita akan melihat bagaimana bank-bank beroperasi, termasuk fungsi utama seperti pemberian kredit, pengumpulan deposito, dan transaksi keuangan lainnya."
Beberapa mahasiswa mencatat dengan saksama, mencoba menyerap informasi yang disampaikan oleh sang dosen.
Dosen: "Selanjutnya, kita akan membahas tentang perbandingan mata uang antar negara. Dalam era globalisasi, perdagangan internasional menjadi semakin penting, dan pemahaman tentang mata uang asing sangatlah krusial. Kita akan mempelajari bagaimana kurs mata uang ditentukan, faktor-faktor yang mempengaruhinya, dan pentingnya memahami fluktuasi nilai tukar."
Suasana kelas menjadi semakin serius, seiring dengan pentingnya topik yang sedang dibahas oleh sang dosen. pada saat itu Lana mengintip telepon genggamnya dan mendapati itu adalah pesan dari Raihan. kali ini Lana benar-benar tidak menanggapi pesan itu tapi membiarkan pesan itu di sana.
"Terakhir, kita akan melihat beberapa studi kasus yang relevan dalam bidang keuangan perbankan dan perbandingan mata uang. Studi kasus ini akan memberikan gambaran nyata tentang penerapan konsep yang telah kita pelajari dalam situasi dunia nyata"
__ADS_1
Para mahasiswa mulai merasa antusias dan penasaran dengan studi kasus yang akan dibahas oleh sang dosen.
Tapi tidak dengan anak karena kesan dari Rayhan terus menerus membuat dia jengah.
Mungkin karena terus-menerus seperti ini maka Lana membuka juga pesan yang dikirimkan oleh Raihan.
^^^"Lana ada apa sama kamu ?kenapa kamu terkesan seperti menghindar Hem ?"^^^
Lana membacanya dan menatapnya berkali-kali sebelum dia mengetik jawaban untuk pacar sahabat itu.
..."Ray bukannya aku ingin menghindari tapi akhir-akhir ini. Aku merasa tidak nyaman dan merasa sedang menghianati sahabatku sendiri. jadi Ray mulai saat ini aku putuskan kita tidak akan ketemuan lagi secara diam-diam jika ingin bertemu juga harus ada Mia di antara kita oke"...
Dilihat dari ke penggenggam sepertinya Rehan sedang menulis sesuatu jadi Lana menunggunya selagi dosen di depan masih mengoceh.
..."aku tahu itu Lana dan aku akan coba mengerti tapi jangan terus menghindar membuat aku berpikir jika kita memiliki masalah dan sedang bertengkar"...
Setelah itu Lana tidak menjawab apapun tapi dia membukukan emoji dengan kata-kata terima kasih dan begitu banyak bunga.
Setelahnya Lana menutup telepon . Di sini Lana merasa sedikit sedih dan tidak tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Rayhan .Yang jelas kesedihan Lana melebihi kesedihan ketika dia putus dengan Kevin kemarin.
Tapi keputusan Lana sudah bulat dan berpikir persahabatannya lebih solid dibandingkan dengan perasaan sementaranya kepada Raihan. Sedangkan dia jelas menyadari jika Raihan adalah pria yang tidak akan mudah berpaling hati.
Seperti kata Mama tidak ada pertemanan sejati di antara pria dan wanita.
Mama memang selalu benar.
__ADS_1