
Lana bekerja keras dan gigih untuk menyelesaikan skripsinya. Dia menghabiskan banyak waktu di perpustakaan dan di depan komputer untuk melakukan penelitian, menganalisis data dan menulis dengan penuh konsentrasi.
Meskipun ada banyak waktu untuk Lana terganggu dengan ingatan nya tentang rayhan, tapi Lana bisa mengalihkan perhatian dengan membuat skripsi.
Setelah perjuangan panjang, akhirnya tiba hari yang dinanti-nanti, hari sidang skripsi. Lana merasa campuran antara gugup dan bersemangat. Dia mempersiapkan diri dengan baik, memeriksa ulang presentasinya dan mencari tahu pertanyaan yang mungkin diajukan oleh dosen penguji.
Sehari sebelum sidang, dia berlatih presentasi di depan teman-temannya untuk mendapatkan masukan dan tips.
"Mana kau pasti bisa"kata Mia.
Lana sudah jarang ngumpul dengan Mia, tapi mereka masih bertemu sesekali.
"Mia kau juga,kau harus berhasil oke"kata Lana dengan tulus.
mereka masih bersahabat baik meskipun ia tidak tahu apa yang terjadi di balik itu .Saat ini Mia benar-benar menghabiskan waktu untuk skripsinya sama seperti lana.Jadi dia tidak pernah memikirkan hal apapun selain daripada skripsi ,skripsi dan skripsi.
Saat hari sidang tiba, Lana mengenakan pakaian formal dengan rasa percaya diri. Dia memasuki ruang sidang dengan hati yang berdebar, tetapi tetap tegar dan siap menghadapi pertanyaan dan kritik dari dosen penguji.
Pada awal sidang, ketua sidang memberikan kata pembukaan dan memperkenalkan Lana sebagai peserta sidang. Lana dengan tenang lana memulai presentasinya, dia menjelaskan dengan jelas dan lugas tentang penelitiannya. Dia menunjukkan pemahaman yang mendalam tentang topik skripsinya dan menyajikan data dan hasil penelitiannya dengan baik.
Setelah presentasi selesai, giliran dosen penguji untuk mengajukan pertanyaan. Mereka mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang sedikit menantang, tetapi Lana dengan penuh keyakinan menjawab setiap pertanyaan dengan baik.
Dosen Penguji "Bagaimana Anda menangani keterbatasan dalam data penelitian Anda?"
"Terima kasih atas pertanyaannya. Saya menyadari bahwa ada beberapa keterbatasan dalam data yang saya kumpulkan. Untuk mengatasinya, saya melakukan triangulasi data dengan menggunakan metode lain dan mencari referensi tambahan untuk mendukung temuan saya."
Dosen Penguji 2 "Apakah Anda memiliki saran untuk penelitian selanjutnya dalam topik yang sama?"
"Ya profesor, tentu saja. Saya berpikir bahwa penelitian lebih lanjut bisa dilakukan dengan memperluas cakupan sampel dan menggali lebih dalam pada aspek-aspek tertentu yang belum saya bahas dalam skripsi ini."
Ketua Sidang "Baik, terima kasih atas jawaban Anda yang baik. Sekarang, kami akan melakukan rapat tertutup untuk mengevaluasi dan memberikan hasil sidang. Anda bisa menunggu sebentar di luar ruangan."
__ADS_1
Beberapa saat setelah diskusi berlangsung, ketua sidang memberikan kata penutup dan memberikan selamat kepada Lana karena telah berhasil melewati sidang skripsinya dengan sukses. Warna wajahnya berubah dari gugup menjadi bahagia dan lega. Sebuah senyuman bangga menghiasi wajahnya, dan ia merasa sangat bersyukur atas hasil yang dia capai.
Setelah sidang selesai, teman-temannya termasuk dengan Mia, segera berhamburan menghampirinya dengan senyum dan pelukan hangat. "Selamat, Lana! Kamu hebat!" ucap mereka dengan antusias. Lana tersenyum lebar, merasa sangat bahagia dan terharu atas dukungan dan semangat dari teman-temannya.
Mia memeluk Lana sambil tersenyum ceria "Lana, selamat ya! Aku sangat senang kamu berhasil meloloskan sidang skripsimu. Kamu hebat!"
Lana tertawa dan berkata"Terima kasih, Mia. Aku juga sangat senang dan berharap kau juga akan sukses"
"Kita harus merayakannya dengan pesta selamatan di cafe.Lana mari pesta kecil di sana oke"
Lana langsung diam mendengar nya, bukannya Lana tidak mau tapi sebenarnya jika diadakan pesta kecil bukankah hatinya Raihan juga akan datang.Jadi lebih baik tidak pergi saja.
"Ehm, sebenarnya aku punya beberapa hal mendesak yang harus kuselesaikan di rumah. Jadi, mungkin lain kali ya."
Mia sedikit mengernyitkan dahi dan bertanya "Serius? Bukankah itu bisa ditunda sebentar? Ini momen spesial, Lana. Ayo lah Lana, lagian kita sudah lama banget nggak ngumpul-ngumpul seperti dulu"
"Tapi, aku janji akan kembali ke kota kelahiranku hari ini juga. Ada beberapa urusan keluarga yang harus kukerjakan." kilah Lana.
Mia sedikit manyun tapi dia.cukup pengertian sih orang nya."Baiklah, jika begitu. Tapi aku sedih karena kamu tidak bisa ikut merayakan bersama-sama. Semoga urusannya berjalan lancar ya."
"Tidak apa-apa, Lana. Semoga urusanmu segera selesai. Ayo, mari kita berpelukan sebagai tanda selamat atas skripsimu."
Lana dan Mia berpelukan erat seperti panda saja layaknya, seketika rasa cemas akan hilang dengan pelukan hangat Mia.
"Terima kasih, Mia. Aku menghargai dukungannya selama ini."
"Kamu tahu, kita tetap punya waktu untuk merayakannya nanti bersama-sama. Tidak apa-apa."
Lana tersenyum lembut. "Iya, aku janji nanti kita pasti merayakannya dengan lebih meriah."
"Deal. Ayo, hati-hati dalam perjalananmu."
__ADS_1
"Aku akan berhati-hati. Sampai jumpa, Mia."
"Sampai jumpa, Lana. Sukses untuk urusanmu."
Lana meninggalkan pelataran universitas dengan perasaan campur aduk.. Dia harus segera kembali ke kota kelahirannya untuk melanjutkan hidup seraya menunggu waktu untuk wisuda.
Sedangkan Mia menatap Lana sampai punggung itu tidak bisa di lihat lagi. Baru kemudian dia pergi berbicara dengan teman teman yang lain.
Tapi tidak ada yang tahu jika sebenarnya ada rayhan yang melihat kejadian tadi.
Dia berdiri di satu sudut yang jauh tanpa bergerak.
Dia juga senang dengan Lana yang sudah lulus sidang skripsi. Seandainya dirinya bisa Raihan juga ingin maju dan mengatakan selamat untuk Lana. Tapi siapa yang bisa memikirkan Jika hubungan mereka saat ini adalah hubungan yang tidak benar.
Jadi rayhan hanya bisa mengucapkan kata-kata selamat itu dan berharap angin akan menerbangkannya ke telinga Lana.
"Lana ,aku akan merindukan kamu dan berhati hati lah di jalan" Bisik rayhan.
"Lana...
Lana yang pergi sudah menjauh tiba-tiba mengalihkan pandangannya. entah apa yang terjadi tapi dia mendengar seseorang menyebut namanya.
Tapi sayang sekali tidak ada seorangpun yang berada di dekatnya, sehingga mungkin Lana hanya salah mendengarnya.
Ataukah angin yang saat ini sedang bercanda dengan Lana, sehingga suara itu lebih mirip seperti suara Rayhan yang membuat jantungnya berdebar.
Lana menekan dadanya sendiri dan berbisik,"selamat tinggal Ray, i will be miss you"
Lana tahu Rayhan tidak mungkin mendengar apa yang dikatakannya jadi dia hanya berbisik dan melangkah meninggalkan gedung universitas.
Bukan saja gedung ini yang ditinggalkannya tapi juga memorinya tentang Rayhan.
__ADS_1
Memori yang mereka habiskan di Jogja.
Lana hanya tidak ingin lupa, tapi dia harus melupakan Rayhan karena rayhan milik Mia, sahabat baiknya sendiri.