Pasrah Saja

Pasrah Saja
kehidupan kampus


__ADS_3

Di dalam ruang kelas yang cerah dan penuh semangat, Lana duduk di antara teman-temannya dengan bukunya dan pulpen siap untuk mencatat. Dosen jurusan keuangan, Profesor Williams, berdiri di depan ruangan dengan papan tulis besar di belakangnya. Dengan penuh antusias, beliau memulai sesi pembelajaran hari ini.


"Selamat pagi, semua! Hari ini kita akan membahas tentang manajemen keuangan perusahaan. Kita akan memahami bagaimana mengelola arus kas dan aset agar perusahaan tetap berjalan dengan lancar. Mari kita mulai!"Kata profesor William dengan nada yang membuat suasana lebih hangat.


Para mahasiswa mendengarkan dengan serius, termasuk Lana. Dia sangat tertarik dengan bidang keuangan dan selalu bersemangat untuk memahami konsep-konsep yang kompleks. Profesor Williams menyampaikan materi dengan cara yang menyenangkan, menggunakan contoh-contoh dari kehidupan nyata untuk memperjelas setiap konsep.


Beberapa kali, ada mahasiswa yang mengajukan pertanyaan atau memberikan tanggapan terhadap materi yang diajarkan. Diskusi pun terjadi, dan Lana ikut aktif dalam memberikan pendapatnya. Dia merasa senang bisa berinteraksi dengan teman-teman sekelasnya dalam belajar, karena di sinilah dia merasa terlibat dalam proses pembelajaran.


Sesekali, suasana belajar pun dibuat lebih santai oleh beberapa mahasiswa. Setelah diskusi serius, mereka tertawa bersama dan saling berbagi cerita ringan. Lana ikut tersenyum mendengar cerita-cerita lucu yang membuat suasana kelas semakin menyenangkan.


"Bagus, anak-anak! Saya senang melihat semangat belajar kalian. Sekarang mari kita lanjutkan dengan analisis laporan keuangan perusahaan. Ini akan membantu kalian dalam mengambil keputusan yang tepat dalam dunia bisnis."


Materi tentang analisis laporan keuangan pun disampaikan dengan jelas oleh Profesor Williams. Para mahasiswa mencatat dengan tekun, termasuk Lana yang berusaha mencerna setiap informasi dengan seksama.


Beberapa waktu kemudian....


Adegan:


Di dalam ruang kuliah yang penuh dengan mahasiswa dan mahasiswi, Profesor William selesai memberikan penjelasan terakhirnya. Dia menggeser kacamata di hidungnya dan tersenyum kepada para mahasiswa.


"Baiklah, itu semua penjelasan dari saya. Saya harap kalian semua memahami materi yang telah saya sampaikan. Ini adalah semester ke-7, jadi persiapkan diri dengan baik karena ini akan menjadi semester yang menantang. Jangan ragu untuk mencari bantuan dari teman sekelas atau saya jika ada pertanyaan."


"Terima kasih, Profesor William. Kami berterima kasih atas penjelasan dan nasehatnya. Kami akan bekerja keras untuk menghadapi semester ini."ada seorang mahasiswa yang benar-benar serius dengan pembelajaran nya.

__ADS_1


"Sangat baik. Ingatlah bahwa penting untuk memanfaatkan waktu dengan baik dan menjaga keseimbangan antara studi dan kegiatan lainnya. Semoga kalian sukses dalam perjalanan akademik kalian."


Setelah Profesor William selesai memberikan nasehat terakhirnya, mahasiswa dan mahasiswi mulai berhamburan keluar dari ruang kuliah. Lana, yang masih fokus dengan pikirannya, melihat Mia yang berdiri di depannya dengan senyum ceria.


Mia dengan lembut menggoyangkan lengan Lana. "Ayolah, Lana! Ayo pergi ke kantin. Aku ingin makan sesuatu yang enak. Kita bisa beristirahat sejenak setelah kuliah yang serius tadi."


Lana tersenyum dan menggelengkan kepala, dia berkata."Aku sebenarnya masih harus menyelesaikan beberapa pekerjaan, Mia. Tapi... ya, mungkin aku butuh istirahat sebentar."


"Oh, come on! Kamu bisa menyelesaikannya nanti. Sekarang, mari nikmati waktu kita bersama dan berbagi cerita di kantin. Aku janji akan membuatmu tertawa!"


Entah kenapa Lana merasa terhibur dengan candaan renyah dari temannya ini. Sehingga dia tidak kuasa menolak ajakannya untuk pergi ke kantin.


"Baiklah, kamu memang suka memanjakanku. Ayo, kita pergi ke kantin!"


Ketika mereka tiba di luar ruang kuliah, Lana merasa kehangatan matahari sore yang menyenangkan. Mia memegang tangan Lana dan mereka berjalan bersama-sama menuju kantin, sambil bercanda dan tertawa di sepanjang jalan.


Tidak lama kemudian,Lana dan Mia masuk ke dalam kantin yang ramai di universitas, di mana berbagai meja dan kursi dipenuhi oleh mahasiswa dan mahasiswi yang sedang makan, berbicara, dan tertawa. Aroma makanan yang lezat tercium di udara, menciptakan suasana yang hidup dan penuh semangat.


Saat mereka mencari tempat duduk, tiba-tiba mata Lana tertuju pada Rayhan yang sedang duduk di salah satu meja dengan beberapa temannya. Mia dengan spontan melihat Rayhan dan tersenyum ceria, tanpa merasa malu karena semua orang di universitas tahu tentang hubungan mereka.


Mia sambil memegang tangan Lana, menunjuk ke arah di mana Rayhan berada. "Lihat, Lana! Rayhan ada di sana. Mari kita bergabung dengan mereka."


Tapi entah kenapa Lana merasa agak gugup, tapi dia masih mengiyakan kan,kasian Mia jika dia menolak."Ehm, baiklah. Ayo pergi."

__ADS_1


Mereka berjalan menuju meja di mana Rayhan dan teman-temannya berada. Ketika mereka mendekati meja itu, Rayhan melihat Lana dan Mia dengan senyuman hangat di wajahnya.


Rayhan menyapa mereka berdua dengan mengangkat tangan. "Hai, Mia! Hai, Lana! Bergabunglah dengan kami."


Mia sambil tersenyum dan berkata."Hai, Rayhan"


"Hai, Rayhan. Bagaimana hari kamu?" sapa Lana juga.


"Hari ini baik-baik saja. Ayo, duduklah di sini. Ini teman-temanku, Rian dan Sarah."


Rian dan Sarah dengan ramah memberikan sapaan pada Lana dan Mia, menunjukkan kehangatan dan keramahan mereka. Lana merasa sedikit lebih tenang dan nyaman dengan kehadiran Mia, Rayhan, dan teman-temannya di sekitarnya.


Ini masih lebih baik daripada dia ditinggal jadi lampu petromak untuk Mia dan Rayhan. Dengan begitulah anda tidak begitu canggung seperti kemarin di dalam acara kampus.


Kantin itu sendiri adalah ruangan yang luas dengan berbagai meja dan kursi yang tersusun rapi. Dindingnya dihiasi dengan gambar-gambar inspiratif dan beberapa papan pengumuman mengenai acara-acara kampus. Di sekitar kantin, terdapat berbagai loket makanan yang menawarkan pilihan hidangan mulai dari makanan ringan hingga makanan berat.


Lana duduk di antara Mia, Rayhan, Rian, dan Sarah di sebuah meja di kantin. Mereka sedang asyik berbincang dan tertawa bersama. Lana merasa hangat dan nyaman di tengah kebersamaan ini. Meskipun hanya berada di universitas yang baru, dia merasa seperti telah menemukan teman-teman yang sejalan dengannya.


Mereka saling berbagi cerita, tertawa bersama, dan memberikan dukungan satu sama lain. Dalam kegembiraan itu, Lana merasa benar-benar melupakan masa kelamnya bersama Kevin yang kini berada di kota yang berbeda.


Dengan setiap tawa yang terdengar, setiap senyuman yang ditunjukkan, dan setiap tatapan penuh kehangatan, Lana merasakan bahwa masa depannya di kampus ini penuh dengan kesempatan baru. Dia melihat bahwa ada begitu banyak hal yang bisa dia capai dan nikmati di sini, dengan teman-teman baru yang menerimanya apa adanya.


Dalam kehangatan dan keceriaan itu, Lana melepaskan masa lalunya yang menyakitkan dan memandang ke depan dengan harapan dan semangat yang baru. Universitas ini adalah tempat di mana dia dapat menciptakan identitas dan kehidupan yang baru, dan saat ini, bersama teman-teman barunya, dia merasa sungguh diterima dan dihargai.

__ADS_1


Lana benar-benar ingin melupakan Kevin tapi bisakah dia.


__ADS_2