Pasrah Saja

Pasrah Saja
Dari sahabat menjadi musuh


__ADS_3

Hari yang seharusnya menjadi momen penuh kebahagiaan bagi Lana dan Raihan malah terasa dirusak oleh kehadiran Mia. Para tamu undangan hadir dengan penuh sukacita, tapi suasana menjadi tegang terutama bagi Lana dan Raihan yang bersanding di pelaminan.


Lana mengenakan gaun pengantin yang indah dengan hiasan riasan yang menonjolkan kecantikan alaminya.


Gaun putih murni melambangkan kesucian dan kebersamaan, mengalir indah menutupi tubuh Lana. Gaun ini dipercantik dengan detail bordir halus di sepanjang hem dan lengan panjangnya. Kerapian gaun tersebut mencerminkan keanggunan dan keindahan Lana, serta semangatnya dalam menyambut pernikahan ini.


Namun wajah Lana yang seharusnya penuh cahaya dan kegembiraan saat ini terlihat muram. Dia merasa seperti cahaya itu terhalangi oleh bayang-bayang Mia yang terlihat sibuk berkeliling di antara para tamu, berbaur, tertawa dan berbicara dengan senyum lebar. Lana merasakan kehadiran Mia seperti angin yang menerpa segala kebahagiaannya, membuat hatinya semakin berat.


Di tengah sorotan lampu pelaminan yang memancarkan cahaya keemasan, Lana dan Raihan berdiri bersama, tetapi hati Lana seolah-olah terpisah. Perasaan muram dan cemburu menciptakan nuansa yang berbeda dari apa yang seharusnya. Mata Lana terus terpaku pada Mia yang secara sadar merusak kebahagiaannya pada hari yang begitu berharga ini.


Kehadiran Mia yang begitu mencolok dan riuh memotong keintiman momen Lana dan Raihan. Namun, walaupun hati Lana hancur oleh perasaan tersebut, dia tetap berusaha untuk tersenyum dan menjalani pernikahannya dengan kemampuan yang terbaik, meskipun di dalam hatinya ada perasaan yang tak terungkapkan.


Panggung hiburan di tengah acara pernikahan Lana bersinar terang dengan lampu-lampu berwarna. Suasana penuh kegembiraan dan haru memenuhi ruangan saat para tamu bersorak-sorai menyambut momen tersebut. Setelah sejumlah penyanyi amatir dari para tamu menghibur, tibalah saatnya pembawa acara memangil seseorang untuk naik ke atas panggung.


Pembawa acara dengan suara yang riang memanggil dengan suara keras


"Dan sekarang, mari kita beri salam untuk penyanyi berikutnya yang juga sahabat dari pasangan pengantin kita hari ini, Mia!" Sorak sorai para tamu semakin keras ketika nama Mia diumumkan.


Awal nya Mia sedikit terkejut dan tidak mau tapi entah kenapa dia tiba-tiba saja berubah pikiran.


Segera Mia berjalan menuju panggung dengan senyuman tipis di bibirnya. Dia memakai gaun yang elegan dan rambutnya diatur dengan cantik, mencerminkan keindahan yang tetap dia miliki meskipun dalam kondisi hati yang rumit.


Saat dia berada di atas panggung, Mia mengambil mikrofon dan tersenyum ke arah para tamu. Suaranya terdengar lembut saat dia berbicara, "Assalamualaikum, semuanya. Saya sungguh merasa terhormat bisa menyanyikan sebuah lagu di acara pernikahan sahabat saya ini." Sorakan meriah dan tepuk tangan hangat menyambut ucapannya.


Tiba-tiba, panggung hiburan berubah menjadi panggung emosional.


Yang mengejutkan dia melantun kan lagu lawas nya Evie Tamala, yang berjudul,Aku Rindu Padamu .


Awal nya tidak ada apa apa, tapi ketika Mia mulai membuka mulut nya semua orang segera jatuh pada atmosfer gosip yang semakin panas membara.


Dimanapun ada bayanganmu


Di semua waktuku ada bayangmu


Ku menangis, menangisku karena rindu

__ADS_1


Ku bersedih, sedihku karena rindu


Ku berduka, dukaku karena rindu (karena rindu)


Ku merana, meranaku karena rindu


Mau tidur teringat padamu, mau makan teringat padamu


Mau apapun teringat padamu, kekasihku


Kemanapun ada bayanganmu, dimanapun ada bayanganmu


Di semua waktuku ada bayangmu, kekasihku


Ku menangis, menangisku karena rindu


Ku bersedih, sedihku karena rindu, aku rindu, rindu padamu.


Bagi diriku melupakanmu


Tak mudah pula bagi diriku


Untuk tak membencimu


Lelah diriku mencoba


Mempertahankan semua demi cinta


Walau terkadang diri rendah terhina


Suara indahnya merdu melodi dan kata-kata lagu yang menggambarkan perjuangan cinta dan pengorbanan. Di tengah-tengah lagu, Mia melirik ke arah Lana dan Raihan dengan senyuman penuh makna.


Lana menundukkan kepalanya, merasa berat hati. Hatinya terasa seperti digilas perasaan yang tak terkendali. Tangannya gemetar memegang bunga-bunga yang dihias dengan indah, tetapi tiba-tiba tanpa sadar, dia meremas bunga-bunga itu hingga kelopaknya hancur. Air mata tersembunyi terus menetes di matanya dan dia merasa ingin menangis keras.


Wajahnya yang seharusnya berseri-seri, kini tertutup oleh bayangan kesedihan. Dia berusaha keras menahan perasaannya, tetapi cemburu dan kemarahan yang meluap-luap dalam hatinya sulit ditutupi. Dia tahu betul lagu yang Mia sedang nyanyikan di atas panggung adalah pesan yang tak bisa diabaikan.

__ADS_1


Saat Mia mulai menyanyikan lagu yang menyindir, suasana panggung terasa tegang. Suaranya yang merdu memenuhi udara, tetapi makna liriknya menusuk ke dalam hati Lana dan Rayhan. Lana merasakan jantungnya berdegup kencang, sedangkan Rayhan merasa seakan-akan ada bom waktu yang siap meledak dalam dirinya.


Lagu yang dinyanyikan Mia menyiratkan pesan terselubung tentang kecemburuan dan rasa sakit hati.


Lana mengangkat pandangannya, menatap Mia yang bernyanyi dengan penuh emosi. Hatinya dipenuhi perasaan campur aduk, antara cemburu marah dan juga sedih. Dia ingin menangis, ingin berteriak, tapi dia harus tetap berdiri di atas pelaminan dengan senyuman palsu.


Rayhan juga tak bisa menghindari rasa sakit yang datang dari dalam. Dia memandangi Mia dengan kecemasan, merasakan betapa sulitnya saat ini. Lagu itu seolah-olah menggambarkan segala yang tidak bisa dia ungkapkan dengan kata-kata. Dia ingin merangkul mia, ingin menghapus semua rasa sedih mia, tapi dia tahu dia tak bisa melakukannya di tengah-tengah keramaian ini.


Mama Lana tidak tahan dengan adegan ini,dia pergi kebelakang untuk menghindar, sedang kan mama rayhan hanya bisa mengurutkan dadanya sendiri tanpa bisa berkomentar lagi.


Mia yang baru saja turun panggung tersenyum dengan lebar tapi jelas ada titik air mata di sana. Beberapa orang bahkan merekam momen ini untuk dibagikan ke media sosial.


"Unggah ini yak"Bisik seseorang dengan senyum lebar.Sebuah kabar yang bagus untuk di bagi bagikan.


Mia tau ini akan buruk tapi dia tidak peduli . Meskipun mengerti apa yang dia lakukan sebenarnya tidak pantas, tapi ini adalah masalah sakit hati.Kenapa pagar yang diharap kan, sebenarnya pagar juga lah yang memakan tanaman.


Dia tidak rela Lana bahagia, Mia tidak mau.


Segera Mia naik ke pelaminan di bawah tatapan banyak mata dan jelas ada beberapa handphone yang merekam ini.


Dia berjalan ke arah Raihan dan menyalami nya bahkan memeluk rayhan dengan lugas dan berbisik pelan .


"aku menunggu giliran ku Ray "


Sialnya lagi rayhan juga membalas pelukan itu dan berlama-lama di sana , yang membuat Lana semakin geram.


Merasa sukses, Mia melepaskan pelukannya dan pergi mengambil tangan Lana,dia juga berbisik di telinga Lana dengan cara yang sama.


"selama ini kau melihat aku sebagai sahabat tapi sekarang lihatlah aku sebagai musuhmu. Kau ingin bahagia hehehe itu mimpi"


Mia pergi untuk turun lagi ke bawah, sementara itu Lana tidak lagi bisa tenang,dia merasa pusing dan pergi untuk duduk demi menenangkan diri nya sendiri.


Sekilas dia bisa melihat rayhan yang matanya tidak bisa lepas dari Mia.Sebuah pandangan yang bisa di artikan dengan seribu kata.


Yang jelas Lana sekarang merasa menjadi pelakor paling malang di dunia.

__ADS_1


__ADS_2