
Ketika tatapan tajam dari keluarga Mia jatuh pada Lana, suasana menjadi tegang. Lana merasa seolah-olah dia sedang diadili dan pandangan mereka membuatnya merasa takut dan tidak percaya. Mata mereka menyiratkan seriusitas yang membuat Lana terperangah.
Lana membalas pandangan itu dengan ekspresi campuran antara ketidakpercayaan dan kebingungan. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan atau diucapkan di situasi ini.
Kemudian, Papa Rayhan memutuskan untuk berbicara. Suaranya mengisi ruangan dengan serius dan tegas. "Kami tahu tentang hubungan yang tidak sehat antara Rayhan dan Mia," katanya dengan suara berat. "Ini bukanlah cara yang benar untuk menjalani hubungan pacaran dan sebagai orang tua, kami sangat prihatin."
"Bukan papa menyalah kan Kamu Lana, tapi kau yang lebih tau bagaimana Mia melakukan hal tidak benar itu sementara mereka hanyalah pacaran.Kamu sebagai sahabat bukan nya melarang tapi malahan kamu...
Lana menatap Papa Rayhan dengan tatapan yang semakin tidak percaya. Kata-kata yang dia dengar tidak bisa dia terima begitu saja. Dia ingin membantah, tetapi dia tidak bisa menemukan kata-kata yang tepat.
Ketika Lana memandang pada Mama nya,mama hanya menangis dalam diam dan papa Lana menunduk tanpa tidak bisa membela Lana dalam hal ini.
Jelas saja mama dan papanya juga merasa jijik dengan Lana sekarang.
Papa Rayhan melanjutkan, "Kami tidak menyalahkanmu, Lana. Kami tahu bahwa Rayhan juga harus bertanggung jawab atas tindakannya. Tapi sebagai orang tua, kami telah memutuskan sesuatu."
Lana terdiam, mencoba untuk memahami apa yang sedang diucapkan Papa Rayhan. Dia merasa seperti semuanya berputar di sekitarnya.
"Besok, Mia dan Rayhan akan menikah secara resmi di KUA," lanjut Papa Rayhan dengan suara datar. "Kami tidak minta izinmu, tapi kami merasa perlu memberitahumu."
"Apa?me.. menikah?"
Mendengar kabar ini, Lana hampir pingsan. Dia merasa dunianya runtuh dalam sekejap. Semua perasaan campur aduk muncul dalam dirinya. Kecemburuan, amarah, kesedihan, semuanya bercampur menjadi satu. Lana merasa seakan-akan dia sedang berada dalam mimpi buruk yang tidak bisa dia hindari.
"Tidak,aku tidak akan memberi izin, tidak mungkin.Papa katakan sesuatu pah,Lana..Lana baru menikah hari ini dan...dana besok rayhan akan menikah dengan wanita lain?papa katakan sesuatu pah"kata Lana yang tidak terima dengan pengaturan ini.
Lana berbalik kepada Rayhan, mata penuh dengan harapan dan pertanyaan yang belum terjawab. Namun, Rayhan hanya mampu mengucapkan satu kata, "Maaf," tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.
Hati rayhan juga remuk karena harus menghadapi kedua perempuan yang sangat berarti baginya dalam situasi yang rumit ini.
Tapi dia benar-benar harus bertanggung jawab pada Mia ,daa ini juga janji nya pada Mia sejak dulu lagi.
__ADS_1
Jadi, maafkan aku Lana.
Dengan raut wajah yang basah oleh air mata, Lana berlari menuju Mia yang masih berdiri di sana dengan penuh emosi.
Plop...
"Lana..!"
Lana berlutut dan akhirnya sujud di depan Mia. Dengan suara bergetar oleh tangisnya, Lana memohon, "Tolong, Mia. Tolong urungkan niatmu untuk menikah dengan Rayhan. Kita bisa menyelesaikan ini dengan baik-baik.Ini bukan solusi nya Mia . Tolong mengerti lah Mia,aku..aku baru satu hari menikah dan sekarang kau..."
Lana berbicara dengan penuh harap dan keputusasaan, memohon kepada Mia agar mempertimbangkan ulang keputusannya. Dia juga mencoba mengingatkan Mia tentang persahabatan mereka di masa lalu, tentang semua kenangan yang telah mereka lewati bersama.
Namun, Mia yang tidak kalah terluka dan sedihnya. Dia juga menangis tersedu-sedu, tangisannya memadukan kesedihan, kecewa dan cinta yang begitu dalam. "Aku bahkan siap mati untuk rayhan Lana," gumam Mia dengan suara gemetar. "Tanpa Rayhan, aku tidak tahu bagaimana melangkah lagi."
"sekarang baru kau ingat kita berteman? selama ini ke mana saja pertemanan itu ,sampai kau tega merenggut Raihan dari aku? ke mana pertemananmu itu Lana katakan!" kata Mia menjerit sekuat hati nya.
Dia mencintai Rayhan begitu dalam, tapi pada saat yang sama, dia tidak ingin kehilangan persahabatan yang telah dia bangun bersama Lana. Konflik ini merobek hatinya dan dia merasa seperti tidak ada pilihan yang benar.
"Tidak Mia,aku tidak pernah berpikir untuk memiliki rayhan, ini..ini adalah takdir ku dengar rayhan,dia adalah jodoh yang di berikan Allah terlepas dari sebabnya Mia.Aku..aku hanya pasrah menerima takdir dari Allah.Tapi kau masih bisa menemukan pria lain kan Mia"kata lana terbata bata.
Jika bukan karena ditangkap basah tidak mungkin karena menikah dengan Raihan bukan mungkin dia selamanya lebih suka menyimpan perasaan ini untuk dirinya sendiri.
Tapi ini adalah takdir yang digariskan oleh Allah.
Miris memang apa yang dikatakan oleh Lana itu .Tapi Mia malah tertawa mendengarnya ,tertawa dengan air mata yang menggenang di pelupuk matanya.
"Hah menurutmu menikah karena ketangkap basah itu adalah takdir? jadi apakah aku yang tidak hamil juga dikatakan takdir tidak bisa menikah dengan rayhan? kalau begitu katamu, kau menyalahkan aku karena tidak ketangkap basah seperti kau yang tidak tahu malu?"
"Mia,hati hati kau bicara, sekarang aku adalah istri sah rayhan terlepas dari segalanya.Aku akan mempertahankan rumah tangga ku ini.Mia kau tidak sedang hamil kan? apakah ini alasan kau ingin menikah dengan nya? Hahaha aku ketangkap basah tapi aku hamil anak haram?" kata Lana yang sudah naik pitam.
"Oh jadi maksudnya,aku harus hamil dulu sebelum bisa menikah? hehehe sorry ya,aku nggak akan ketangkap basah dengan masyarakat dan juga tidak akan hamil anak haram.Aku lebih bermartabat dari pada kau , seorang pelakor " pekik Mia dengan keras.
__ADS_1
Sementara itu, pandangan orang tua Lana, orang tua Mia dan orang tua Rayhan dipenuhi dengan perasaan yang bercampur aduk. Mereka merasa sedih melihat dua perempuan muda ini saling berhadapan .
Mereka hanya bisa memandang, membiarkan perasaan mereka berdua menumpahkan segala kebencian. Semua orang bisa merasakan kebingungan dan ketidakpastian yang menggantung di udara.
"Rayhan....
Lana berdiri dengan pandangan nanar, dia merasa semua orang sedang mengejeknya.
Tidak satupun dari semua orang ini berdiri di belakangnya semua menyalahkan dia semua memarahi Lana.
Kesedihan yang begitu dalam meliputi Lana seperti bayangan gelap yang tak pernah pergi. Dia meratapi keputusan-keputusan yang telah dia buat.
Merasa seperti masa lalu yang indah dan tak ternilai dengan Mia tidak dapat dikembalikan. Setiap kali dia memandang masa lalunya, dia berharap waktu bisa diputar kembali dan dia bisa mencegah semua kesalahan yang telah terjadi.
Penyesalan merayap dalam dirinya, menyiksanya dengan berbagai pertanyaan tentang apa yang bisa dia lakukan lebih baik, bagaimana dia bisa mempertahankan persahabatan dan cintanya sekaligus.
Keputusannya memasuki hubungan dengan Rayhan telah mengakibatkan kerugian yang tak ternilai,tidak hanya kehilangan sahabat terbaik, tetapi juga kehilangan kepercayaan orang tuanya.
Lana merasakan dirinya seperti seorang pelakor yang tidak akan pernah mendapatkan kebahagiaan yang sejati.
Pikirannya terus menerus mengembara, membawanya ke titik-titik terpenting dalam hidupnya yang sekarang penuh dengan penyesalan dan kerugian.
"Mama,papa"Bisik Lana kemah.
Jelas bisa lihat jika tidak ada lagi kasih sayang dan kepercayaan di wajah kedua orang tuanya. Dia sudah benar-benar menghancurkan hati pasangan itu sehingga tidak bisa direkatkan lagi seperti semula.
Dalam momen itu, suasana hatinya terasa begitu terfragmentasi, terasa seperti semua mimpi dan harapan yang pernah dia miliki telah hancur.
Saat emosi-emosi ini mencapai puncaknya, tubuh Lana tiba-tiba terasa lemas dan pingsan mendadak di tempat.
Ya seorang pelakor tidak akan pernah bahagia.
__ADS_1