
Lana dan Raihan duduk di atas sepeda motor milik Lana saat malam mulai menyelimuti kota. Jalanan sudah semakin sepi, hanya beberapa kendaraan yang terlihat berlalu-lalang di kejauhan. Lampu-lampu jalan berwarna kuning menciptakan suasana hangat di sekitar mereka.
Raihan duduk di depan sebagai pengemudi, memegang kendali sepeda motor dengan mantap. Dia fokus pada jalanan yang dihadapinya, dengan pandangan tajam memastikan keselamatan mereka dalam perjalanan malam itu.
Sementara itu, Lana duduk di belakangnya, merangkul erat pinggang Raihan.
Deg
Jantung rayhan sedikit bergemuruh ketika merasakan jari jari Lana menyentuh pinggang nya.Dia sedikit gemetar tapi segera sadar, jika itu akan sangat memalukan sekali karena dia adalah laki laki.
Dengan santai nya rayhan mengelus lengan Lana yang ada di pinggang nya, sehingga Lana sedikit gugup tapi segera rileks lagi.
Dengan keberanian yang datang dari mana, Lana memeluk rayhan dengan sengaja, menempel kan seluruh tubuh nya di punggung rayhan.
"Ray,aku kangen kamu"Bisik Lana pelan.
Lana tidak berharap rayhan bisa mendengar suara nya karena bunyi suara sepeda motor ,bisa dekat begini saja,Lana sudah sangat bahagia.
Posisi mereka membuat perasaan canggung dari sebelumnya hilang begitu saja. Lana merasa nyaman dengan kehangatan tubuh Raihan yang membuatnya merasa aman. Seiring perjalanan, rasa canggung yang sempat menghampiri mereka perlahan-lahan sirna.
Jalanan yang mereka lewati terang benderang oleh lampu-lampu penerangan jalan. Beberapa gedung dan restoran di sepanjang jalan juga masih terlihat terbuka, menyambut pengunjung yang ingin menikmati malam dengan berbagai kegiatan.
Angin malam berhembus perlahan, mengiringi perjalanan mereka. Lana merasakan sensasi dingin angin malam di pipinya, tapi hangatnya pelukan Raihan membuatnya tidak merasa kedinginan.
Di keheningan malam itu, Lana dan Raihan tak banyak berbicara. Mereka lebih memilih menikmati kebersamaan satu sama lain dalam diam. Perasaan canggung tadi tergantikan oleh ketenangan dan kehangatan yang tercipta di antara mereka.
Perjalanan mereka berlanjut seiring jalanan yang menikung.
Kedua kendaraan lain yang sesekali mereka temui, memberi kesan seakan mereka menjadi pemeran utama dalam film romantis yang hanya berdua dalam malam yang tenang.
Lana merenung, membiarkan pikiran dan perasaannya bercampur aduk dalam perjalanan ini. Dia merasa bahagia karena bisa merasakan kebersamaan dengan Raihan lagi, meskipun awalnya agak ragu.
__ADS_1
"maaf Mia, izinkan aku egois malam ini"bisik hati rayhan.
Tiba-tiba, mereka melewati taman kecil yang dihiasi lampu-lampu kecil yang berwarna-warni. Pemandangan itu membuat suasana semakin indah. Lana terkesima dengan keindahan malam yang sedang mereka alami.
Rayhan menghentikan sepeda motor dan parkir di tempat yang sedikit gelap.
Lana merasa sedikit ragu untuk melepaskan pelukan pada Raihan, tapi Raihan dengan lembut memegang tangannya yang berada di pinggangnya, memberikan sedikit keberanian pada Lana untuk tidak melepaskan pelukan itu.
Rayhan menuntun Lana untuk duduk di bangku taman, kebetulan di sana lampu penerangan sedang rusak jadi kondisi nya agak gelap.
Hanya saja itu tidak menghalangi rayhan melihat betapa cantik nya Lana malam ini.
Lana juga tidak menolak untuk duduk tapi dia berkata dengan pelan seperti suara nyamuk yang membuat kuping rayhan terasa di gelitik.
"Ray , aku tahu ini salah tapi Ray,aku tidak mau munafik aku...
Cup...
Mata Lana membulat dengan cepat ketika menyadari jika rayhan sedang mencium nya.
Dia takut tapi dia juga masih ingin menikmati sensasi ini, sebuah hal yang sudah dia lupakan sebenarnya.
Dalam sekejap ke-dua insan berlawanan jenis ini segera hanyut dalam ciuman panas.Ketika berakhir,Lana segera kehabisan nafas.
"Ray...
"Lana maaf,aku tidak bisa menahan diri.Kau terlalu cantik untuk aku tolak"bisik Rayhan pelan sebelum dia duduk dengan membuat jarak.
Rayhan mengeluarkan kotak rokok nya dan menarik korek api.Segera rokok terbakar dan udara tercemar dengan itu.
Lana duduk di samping Rayhan, pandangannya terfokus pada pria yang sedang merokok itu. Dalam hatinya, terbersit keinginan untuk lebih dekat dengan Rayhan, terlepas dari kenyataan bahwa pria itu memiliki Mia sebagai pacar.
__ADS_1
Sementara Rayhan tengah menyulut rokok, Lana terus menatapnya dengan pandangan berbeda. Dia merasa egois, tidak bisa mengendalikan perasaannya yang semakin tumbuh untuk Rayhan. Lana ingin memiliki pria itu, tanpa memedulikan perasaan Mia atau konsekuensi lainnya.
Rayhan merokok dengan wajah yang sedikit penuh perhatian, mungkin karena merasa Lana menatapnya dengan begitu tajam. Tetapi Lana tidak bisa menahan diri untuk menarik pandangannya dari pria yang membuat hatinya berbunga-bunga.
Dalam keadaan biasa, Lana mungkin akan menyingkirkan pikiran-pikiran seperti ini, mengingat Rayhan sudah memiliki Mia dan itu adalah hak dan keputusannya. Tetapi kali ini, perasaan egoisnya menguasai dan dia berpikir bahwa dia pun berhak mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari Rayhan.
Sambil merokok, Rayhan memandang Lana dengan sedikit kebingungan. Dia merasa ada perubahan dalam pandangan Lana padanya. Dia menyadari bahwa Lana sedang mengalami sesuatu, tapi dia tidak tahu apa itu.
Di dalam hati Rayhan, dia juga merasa bimbang. Meskipun dia memiliki perasaan khusus untuk Lana, dia juga tidak bisa mengabaikan hubungannya dengan Mia. Dia mencintai Mia, dan tidak ingin menyakiti perasaannya.
Tetapi ada daya tarik di antara Lana dan Rayhan, yang mereka rasakan satu sama lain. Semakin lama mereka bersama, semakin kuat perasaan itu tumbuh. Mereka berdua tahu bahwa ini adalah kisah cinta yang rumit dan penuh dengan rintangan.
Namun, pada saat ini, di samping Rayhan yang sedang merokok, Lana merasa egois dan tidak peduli dengan Mia. Hanya keinginannya untuk memiliki Rayhan yang ada di dalam pikirannya, dan dia belum siap untuk menghadapi konsekuensinya.
Tiba-tiba saja Lana nekad mengambil rokok Rayhan dan membuangnya.
Rayhan tidak marah tapi memperhatikan Lana dengan pandangan tidak mengerti.
"Ray jika kau tidak bisa menolak aku,maka jangan tolak ray.Jika kau mau ,miliki aku sekali lagi.Aku tidak akan meminta kau putus dengan Mia.Hanya saja aku rela untuk jadi pemuas nafsu mu atas nama sahabat.Ray aku ingin sekali Ray, Ray...
Tidak ada kata kata yang bisa cocok dengan perasaan Lana malam ini.Jadi Lana langsung mencium rayhan lagi.
Kali ini dia mengarah kan tangan rayhan untuk masuk ke dalam pakaian nya sendiri.
Sebagai laki-laki,mana bisa Rayhan menolaknya.
Namun rayhan masih bisa berpikir dengan jernih, meski tangannya bermain di balik kaos Lana, tapi dia masih berkata.
"Apa kau tidak menyesal Lana,aku tidak bisa menikah dengan mu di masa depan.aku laki laki Lana "
"Oh Ray,jangan sebut lagi.Aku rela Ray, aku juga bukan perawan lagi,Ray ..ahh Ray...
__ADS_1
Lana tidak mau melepaskan kesempatan ini, masalah Mia, pikir kan nanti saja.Yang penting sekarang dia sudah basah di bawah sana.
"Lana ...