
Lana merasakan tubuhnya memanas secara bertahap entah apa yang terjadi tapi Lana merasa pandangan Kevin memiliki arti yang sedikit ambigu.
Menanggapi perasaan hatinya sekarang, Lana dengan bodoh berpikir mungkin ini adalah rasa bersalahnya pada Kevin karena meminta putus secara mendadak.
Karena itu Lana yang dipenuhi dengan rasa bersalah ini. Tidak pernah berpikir jika dirinya sudah dimanfaatkan oleh Kevin saat ini.
Sementara Kevin menatapnya dengan tajam dan menggenggam tangan Lana seolah-olah genggaman itu adalah genggaman yang paling sakral.
Ketika Kevin menggenggam tangan Lana tiba-tiba saja Lana merasa itu adalah seperti kena setrum yang anehnya terasa nyaman dan hangat
Sebuah kehangatan yang belum pernah dia rasakan sejauh ini. Sangking ingin meresapi perasaan dan kehangatan itu Lana sampai memejamkan matanya sedikit.
Melihat reaksi lana yang seperti itu, tentu saja Kevin tahu jika rencananya sudah menampakkan hasil. Senyum Kevin yang penuh kelicikan bertambah lebar saja.
"Lana aku tahu kau ingin mengakhiri cinta ini . Tapi berikanlah aku sebuah kenangan yang manis ,sebuah kenangan yang tidak apa pernah terlupakan Antara Aku dan kau"
"Hah..
Belum sempat Lama bereaksi tiba-tiba saja Kevin mencium Lana dengan lembut. Perasaan dicium seperti ini terasa agak aneh dan juga janggal.
Bukannya Kevin tidak pernah mencium Lana. Tapi Lana merasakan perbedaan yang sangat kentara antara dulu dan sekarang.
Mungkinkah ini reaksi ketika suasana hati berubah karena akhir cinta mereka berdua, pikir Lana.
Lana awalnya ingin menolak tetapi dia merasa nyaman dan semakin nyaman saja seiring dengan dalamnya ciuman dari kevin.
Anehnya lagi kepalanya yang pusing tiba-tiba seperti mendapatkan sebuah tali untuk dia gapai.
Lana tidak lagi menolak tapi malah memberikan sinyal penerimaan yang kuat. Karena itu Kevin semakin berani saja, siapa suruh Lana memberontak.
Bukannya tambah mereda tubuh pelana semakin panas. Dia bahkan merasa sedikit gerah dengan pakaian yang dipakainya saat ini.
Padahal dia hanya memakai kaos oblong dengan rok pendek sebagai bawahan nya.
Ketika Kevin melepaskan ciuman itu lama merasa ada sesuatu yang hilang dari dalam dirinya. Tidak tahu kenapa dia kesal ketika Kevin melakukan itu.
__ADS_1
Tentu saja kevinnya sudah berpengalaman sangat tahu arti dari pandangan Lana .Dia terkekeh-kekeh dengan penuh kemenangan.
"Lana kupikir sini tidak aman gimana kalau kita pergi ke sudut itu, Hem?"kata Kevin.
Kevin menunjukkan sebuah sudut gelap , sebenarnya area ini memang sudah cukup gelap ditambah lagi tidak ada lampu jalan yang menerangi area.
Hanya mengandalkan beberapa lampu di gedung SMP.
Tempat di mana mereka duduk ini mungkin tidak akan lihat oleh orang lain.Tapi ketika Kevin meminta Lana untuk pergi lebih jauh ke tempat yang lebih gelap.
Lana anehnya masih memiliki penolakan tapi sel-sel di dalam tubuhnya berteriak kegirangan seolah-olah sedang mendapatkan hadiah yang sudah dinanti-nantikan sejak lama.
Dengan patuh Lana mengikuti langkah Kevin pergi ke tempat gelap itu. Memang jika diperhatikan tempat itu lebih gelap bahkan kamu tidak bisa melihat jari kakimu sendiri sangking gelapnya.
Jika ini adalah waktu yang normal mungkin Lana akan berpikir buruk tentang tempat ini. Berduaan dengan pria di tempat gelap adalah sesuatu yang sudah diingatkan oleh mama sebelumnya agar tidak dilakukan.
Lana selalu ingat dengan nasehat mamanya tapi sekarang dia tidak pernah mengingat itu lagi.
Pikirannya hanya dipenuhi dengan kata-kata,hangat pelukan dan ciuman. Bahkan ketika mereka sudah sampai di situ Lana duluan lah yang mencium Kevin.
"Wow Lana kenapa kau jadi tidak sabaran seperti ini sih hehehe"gumam Kevin yang tertawa terbahak-bahak.
"Kevin ...
Mata lana menatap Kevin seperti memohon sesuatu yang mahal. Tentu saja Kevin tahu artinya.
Dia langsung mencium Lana lagi dengan liar dan membiarkan Gadis itu berbaring di atas rerumputan.
Lana tidak sadar apa yang sedang dia lakukan. Yang jelas dia menikmati setiap perlakuan yang dia terima dari mantan pacarnya ini yang baru beberapa menit dia putusin.
Untung saja tidak ada orang yang lewat di tempat itu.Mungkin Kevin sudah memperkirakannya lebih awal.
Mana lana tahu jika Kevin orang yang selicik ini, yang dia tahu sekarang dia sangat menikmati setiap sentuhan demi sentuhan pria di depannya ini.
Kevin bertindak dengan pintar dia tidak membuka pakaian lana tapi menarik nya keatas sedikit saja.
__ADS_1
Lana tidak sadar tapi Kevin melakukan ini dalam kondisi yang sesadar-sadarnya. Kevin hanya tidak inginkan ketangkap basah untuk kali kedua.
Jadi sedapat mungkin dia ingin Lana masih berpakaian secara layak dan normal.
Tiba-tiba saja Kevin menghentikan gerakannya dan menatap Lana dengan lemah setelah puas bermain dengan dua bola lembut Lana.
Tentu saja Lana tidak bisa melihat reaksi wajah Kevin karena kondisinya sedang gelap. Tapi Lana hanya menebaknya seperti itu karena pikirannya yang sudah mulai kotor.
Lana masih saja terengah-engah mendapatkan perlakuan seperti itu. Jadi ketika Kevin melepaskannya dia bertanya-tanya dan memberenggut dengan kesal.
"Kevin ahhh Kevin kenapa ayolah!"kata Lana yang memajukan tubuhnya agar diperlakukan Kevin lagi seperti tadi.
Kevin menatap Lana dan tertawa di dalam hati tapi di permukaan dia berkata," Lana kita sudah terlalu jauh ayo pulang"
Lana yang sudah mendapatkan penawar dari racun yang ditelannya, tentu saja merasa enggan melepaskan penawar ini.
Tidak tahu apa yang terjadi tapi Lana yang marah dan kesal, segera menerkam Kevin dan menjadikan dirinya penguasa dari kejadian itu.
Kevin yang mendapatkan ciuman bertubi-tubi dari Lana tentu saja tertawa kegirangan tapi dia tetap menutupinya dengan berkata."Lana apa kamu yakin?"
Tidak ada jawaban dari Gadis itu tapi lana terkesan liar dan tidak peduli atas apa yang terjadi.
Karena Lana diam itu artinya adalah sebuah jawaban bagi Kevin.
Sekarang Kevin mulai mengambil alih posisi dan dia meraup segala sesuatu yang ingin dinikmatinya dari tubuh Lana.
Lana bahkan merespon balik,dia tidak tahu jika dirinya dalam kondisi terjebak. Tapi ketika Kevin mulai merongrong lokasi intinya dia mulai merasakan kesakitan yang tidak tertahankan.
"Ahhkkk sakit, Kevin ini sakit aakhhhh..
Baru pada saat itulah Lana mulai menyadari jika situasinya tidak baik untuk dirinya sendiri.
Tapi itu adalah saat-saat yang diinginkan oleh Kevin bagaimana mungkin Kevin melepaskan barang yang sudah ada di dalam genggamannya sendiri.
Tidak peduli dengan isak tangis dan permohonan Lana. Kevin terus saja maju , Lana menjerit dan menjerit lagi tapi kemudian sadar jika dia sudah menyerahkan kesuciannya kepada Kevin.
__ADS_1
Percuma saja Lana menangis karena itu sudah terjadi. Ditambah lagi dengan bantuan obat yang masih berada di dalam tubuhnya. Lana melupakan kesedihannya dan menikmati Kevin yang sedang berkayuh di atas tubuhnya.
Nikmati aja lah.