Pasrah Saja

Pasrah Saja
menolak 2


__ADS_3

Di ruang keluarga, Lana duduk di antara kedua orang tuanya, sementara sebuah album foto keluarga terbuka di meja di depan mereka. Kedua orang tua Lana terlihat tegang, mempersiapkan diri untuk mengumumkan sesuatu yang penting.


" Ada apa, Ma? Pa?" tanya Lana tegang,dia heran kenapa Mama dan papa sedikit aneh hari ini.


Ibu Lana menahan napas sejenak Lana lalu berkata." mama sama papa punya sesuatu yang ingin kami bicarakan denganmu"


" Baiklah, apa itu?"tanya Lana yang penasaran.


"Lana,kami telah memutuskan untuk mengatur pertunanganmu dengan Kevin"


duar...


Lana terkejut bukan main seperti mendengar petir di siang bolong saja rasanya. Ini adalah sebuah keputusan besar di dalam hidup lana tapi kenapa lana tidak dimintai pendapat sebelumnya.


" Pertunangan? Tapi... tapi kenapa? Mengapa Lana tidak diberi tahu atau dimintai pendapat?"


" Lana, kami hanya berpikir bahwa Kevin adalah pria ..Hem entah lah Lana. Sebenarnya apa yang kau harapkan setelah kejadian kemarin Hem,apa katakan pada mama?"mama Lana balas nanya.


Lana rau salah tapi pertunangan semacam ini hanya mengatakan jika dirinya berdosa dan ini bukanlah pertunangan tapi adalah sebuah hukuman dari orang tua." Tetapi, Ma, Pa, itu adalah keputusan besar dalam hidup lana.Lana merasa seharusnya Lana juga memiliki hak untuk memilih dan memiliki pendapat kan"


Papa Lana mengerjakan dahinya dia tidak tahu bagaimana cara berpikir putrinya ini. Kemarin mereka ketangkap basah ,sudah seharusnya menikah. ini sudah lumayan bertunangan terlebih dahulu bukan. Namun begitu papa Lana mencoba berdamai dengan putrinya dengan berkata "Kami minta maaf, Lana. Kami seharusnya melibatkanmu dalam keputusan ini. Tapi, keputusan ini dibuat karena sudah yang terbaik atas apa yang kau buat "


"Papa? apa ini hukuman untuk Lana papa? jadi papa pikir Lana memang melakukan kesalahan? tidak papa Lana nggak salah yang salah itu mereka. mereka main tangkap aja pakai nggak tanya duluan.Ohh papa tolong jangan hukum dana dengan cara seperti ini papah tolong lah"kata Lana yang begitu sedih sekali.

__ADS_1


Kenapa tidak ada yang mengerti perasaan mana dia hanya pacaran doang.semua orang pacaran kan, tapi kenapa ketika begitu sampai pada Lana, semua kan berbeda , kenapa.


Mama Lana tidak tahu kenapa Lana merasa dihukum padahal mereka hanya ingin hubungan Lana dan Kevin itu berkelanjutan karena ini buruk jika mereka tidak menikah.


tapi Lana adalah Putri satu-satunya mungkin dia merasa mendadak dan tidak dilakukan dengan cara yang benar . Putrinya ini merasa seperti sedikit dipaksa mungkin."Sayang. Ambillah waktu yang kamu butuhkan. Kami hanya inginmu bahagia"


Lana mengangguk perlahan, masih mencerna berita yang mengejutkan ini. Ia merasa terkejut dan sedikit kesal karena tidak dilibatkan dalam keputusan yang begitu penting dalam hidupnya. Ia merasa perlu untuk memikirkannya dengan matang sebelum mengambil keputusan yang akan mempengaruhi masa depan


setelah lama jadi yang pada akhirnya Lana memutuskan untuk mengatakan isi pikirannya kepada mama dan papa.


Menurut Lana keputusan mendadak ini hanya akan membuktikan pada dunia luar jika dirinya memang melakukan hal-hal seperti itu.


"Ma, Pa, Lana ingin melanjutkan pelajaran Lana di universitas.Lana yakin bahwa skorsing setahun hanyalah sementara, dan saya memiliki nilai yang baik di universitas ini"


Papa Lana mengangguk setuju Dia pikir begitu juga. lama sudah berada di semester 6 dan dia akan tamat sebentar lagi sayang jika berhenti di tengah jalan. Bukankah ini hanya skorsing tahun saja. walaupun begitu Lana dan Kevin tidak bisa ditunda lagi papa takut Kevin akan mencari-cari alasan jika pernikahan ditunda.


"Tapi, Lana, bagaimana dengan pertunanganmu dengan Kevin? Kami pikir itu adalah langkah yang tepat untuk masa depanmu"Kata papa lagi, bagaimanapun caranya Kevin dan Lana harus menikah minimal bertunangan terlebih dahulu.


" Ma, Pa, Lana menghargai niat baik kalian, tapi lana merasa belum siap untuk menikah. Lana ngin fokus pada pendidikan Lana dan membangun karier yang baik. Lana juga sudah menghubungi pihak universitas untuk meminta penangguhan skorsing. lana perlu menunggu kabar mereka.papa mama tunggulah sebentar lagi "


" Tapi, Sayang, bagaimana dengan masa depanmu dan kebahagiaanmu?"Tanya mama. Dari cara mamanya bicara saja sudah diketahui jika mama Lana tetap bersikeras untuk melanjutkan pertunangan.


Lana aneh nya masih menjawab dengan mantap" Ma, kebahagiaan Lana tidak hanya terletak pada pernikahan atau pertunangan. lana ingin mencapai kesuksesan pribadi dan meraih impian saya. Lana percaya bahwa dengan melanjutkan pendidikan,lana akan memiliki peluang yang lebih baik untuk masa depan yang cerah"

__ADS_1


Papa dan Mama tidak membantah pendapat dari putrinya ini .Tapi sekolah lanjut namun pertunangan juga harus lanjut dua hal ini harus dijalankan secara bersama-sama.


Hal inilah yang ditekankan oleh Mama dan papa Lana mereka mengatakan beberapa hal lagi agar Lana mau mengerti.


Nasi sudah menjadi bubur dan mereka tidak bisa tertawa dan melihat saja kehancuran Putri satu-satunya ini.


Keluarga kecil ini berbicara lama sekali sebelum mama dan papa Lana yang menyerah. Putri mereka memang keras kepala dan tidak bisa nasehatin.


pada akhirnya papa juga harus mengalah dan mendukung Lana. tapi dengan janji seandainya skorsing ini masih dilanjutkan maka pernikahan harus dimajukan lebih awal.


Apa salahnya kuliah setelah menikah tidak ada undang-undang yang melarang itu.


mendengar mendengar itu Lana sangat senang sekali dia bahkan memeluk dan mencium mamanya beberapa kali.


bukannya Lana ingin menolak pertunangan tapi dia begitu yakin jika pihak universitas akan berubah pikiran.


Jadi masalah pertunangan say goodbye sajalah.


"Terima kasih, Ma, Pa. lana berjanji akan melakukan yang terbaik dan membuktikan bahwa keputusan Lana ini benar"


"Hem setelah ini tolong jangan kecewakan Mama ada papa lagi. ketika orang-orang pacaran itu tujuannya adalah untuk mengenal sebelum menikah. Tapi kali ini kami mengalah karena kau begitu keras kepala Lana. Tapi ingat janjimu seandainya universitas tetap memberikan skorsing maka itu artinya menikah tidak ada alasan lagi"Kata papanya meminta janji Lana.


"Lana janji pah Lana janji "

__ADS_1


Lana menghela nafas lega setelah menyampaikan keputusannya. Ia merasa yakin dengan pilihan yang dibuatnya untuk melanjutkan pendidikan dan tidak buru-buru dalam masalah pertunangan atau pernikahan. Ia ingin membuktikan pada orang tuanya bahwa ia mampu meraih kesuksesan sendiri dan mengejar impian yang ada di hadapannya.


Lana juga ingin membuktikan pada seluruh dunia jika dirinya bisa.


__ADS_2