
Saat perjalanan menuju lokasi KKN, Lana dan teman-temannya duduk di dalam mobil dan dengan antusias melihat pemandangan di sepanjang jalan. Mereka melihat ke luar jendela mobil dan terpesona oleh keindahan alam sekitar.
Di sebelah kanan jalan, terhampar ladang-ladang hijau dengan tanaman padi yang menghijau. Angin sepoi-sepoi menerpa padi-padi tersebut, membuatnya bergoyang dengan lembut. Warna hijau segar dari padi dan langit biru cerah menciptakan kontras yang memukau.
Di sebelah kiri jalan, terdapat perbukitan yang memanjakan mata. Bukit-bukit hijau membentang luas, ditutupi oleh pepohonan yang rimbun. Beberapa pohon rindang bahkan menyembul ke jalan, menciptakan bayangan sejuk yang menyegarkan.
Mobil melintasi sungai kecil yang mengalir deras. Airnya jernih dan menggelombang dengan riang melintasi bebatuan di dasar sungai. Beberapa anak-anak terlihat sedang bermain air di tepi sungai, tertawa riang sambil mencoba menangkap ikan kecil.
Tak lama kemudian, mobil melewati pemukiman penduduk dengan rumah-rumah yang terbuat dari kayu dan batu. Warga setempat terlihat sibuk dengan aktivitas sehari-hari, beberapa di antaranya sedang bekerja di ladang atau berjualan di warung kecil di tepi jalan. Mereka melambaikan tangan dan tersenyum kepada Lana dan teman-temannya saat mobil melintas.
Pemandangan yang terlihat begitu asri dan alami membuat Lana merasa terkesima. Dia terpana oleh keindahan alam dan keramahan penduduk setempat yang mereka temui di sepanjang perjalanan. Suasana tenang dan damai di daerah tersebut membuatnya semakin bersemangat untuk memulai pengalaman KKN yang bermakna.
Lana dan teman-temannya terus menikmati pemandangan yang menghiasi perjalanan mereka, menyimpan momen-momen indah dalam ingatan mereka. Setiap sudut pemandangan di luar mobil menghadirkan keindahan alam dan kehidupan masyarakat yang berbeda, memperkaya pengalaman mereka selama KKN di daerah baru tersebut.
Setelah beberapa waktu, mobil berhenti di sebuah daerah yang menjadi tempat KKN mereka. Pria pengantar membantu mereka keluar dari mobil dan memberikan pengarahan terakhir sebelum kembali ke Jogja.
"Selamat tinggal dan semoga sukses dalam KKN kalian! Jika ada pertanyaan atau bantuan yang diperlukan, jangan ragu untuk menghubungi kami. Nikmati pengalaman berharga ini!"
Lana dan tim KKN berterima kasih kepada pria pengantar tersebut, merasa antusias dan siap untuk memulai perjalanan KKN mereka di daerah baru tersebut.
Nama Tempat KKN: Desa Harmoni Jaya
__ADS_1
Alamat: Jl. Merdeka No. 10, Desa Harmoni Jaya, Kecamatan Sejahtera, Kabupaten Makmur, Provinsi Bahagia.
Spanduk yang terpampang di depan rumah yang akan menjadi tempat tinggal mereka selama KKN menarik perhatian Lana dan teman-temannya begitu mereka turun dari mobil. Spanduk tersebut terbuat dari kain berwarna cerah dengan tulisan yang terlihat jelas.
Di bagian atas spanduk terdapat tulisan besar bertuliskan "Selamat Datang di Desa Harmoni Jaya". Tulisan tersebut terlihat menarik dengan desain yang kreatif dan ramah. Di sebelah tulisan tersebut, terdapat gambar kelompok mereka berenam dengan senyuman ceria, melambangkan semangat dan kebersamaan dalam menjalani KKN.
Tidak jauh dari gambar, terdapat tulisan nama lengkap mereka dan alamat tempat KKN: Lana, Raihan dan teman-teman lainnya. Tulisan tersebut terlihat rapi dan tercetak dengan jelas, memberikan informasi yang diperlukan tentang identitas mereka dan tempat KKN mereka.
Spanduk tersebut ditempatkan dengan rapi di depan pintu rumah yang akan menjadi tempat tinggal mereka selama KKN. Rumah tersebut terlihat sederhana namun terawat dengan baik, dengan taman kecil di depannya yang diberi beberapa pot bunga yang warna-warni. Lingkungan sekitarnya juga terlihat tenang dan asri, dengan pemandangan perbukitan hijau di kejauhan.
Lana dan teman-temannya merasa penuh semangat saat melihat spanduk dan rumah yang akan menjadi tempat mereka menjalani pengalaman KKN. Mereka merasa diterima dengan hangat oleh desa tersebut dan siap untuk memberikan kontribusi terbaik dalam kegiatan KKN mereka di Desa Harmoni Jaya.
"Selamat datang, anak-anak! Saya Ibu Siti, warga Desa Harmoni Jaya. Kami sangat senang dengan kedatangan kalian semua. Mari, masuklah ke rumah"
Lana dan teman-temannya dengan gembira mengikuti Ibu Siti ke dalam rumah. Setelah membuka pintu, mereka disambut dengan ruangan yang nyaman dan bersih. Ruangan tersebut terdiri dari ruang tamu yang luas dengan perabotan sederhana namun terawat dengan baik. Terdapat beberapa kursi kayu dengan bantal-bantal warna-warni yang tersusun rapi di sekelilingnya.
" Wah, ruang tamunya sangat nyaman ya. Terima kasih, Ibu Siti"
sebelum melakukan perjalanan KKN ini Lana yang dan yang lain sudah pun memberikan biaya untuk rumah singgah. rumah ini disewa sesuai dengan jadwal dan biaya juga dikenai untuk segala peralatan di dalamnya termasuk dengan peralatan dapur.
Jadi ketika Lana dan lainnya tiba mereka hanya tinggal duduk saja tanpa memikirkan barang-barang dapur yang ribet.
__ADS_1
Karena lana dan Raihan, begitu juga dengan yang lain bukanlah mahasiswa miskin .Jadi mereka juga meminta seseorang untuk membuatkan makanan tiga kali makan selama mereka berada di sana.
Dengan begitu walaupun tinggal di pedesaan untuk beberapa waktu pada dasarnya mereka hidup nyaman dengan bantuan uang tentunya.
Lana dan teman-temannya duduk di kursi yang tersedia, merasa nyaman dengan suasana rumah yang hangat dan ramah. Mereka dapat melihat bahwa ruangan tersebut cukup luas untuk menampung mereka berenam dengan nyaman.
Sambil menunggu, Lana melihat beberapa foto keluarga yang tergantung di dinding ruang tamu. Foto-foto tersebut memperlihatkan kebersamaan Ibu Siti bersama keluarganya, dan juga kehidupan di Desa Harmoni Jaya yang penuh keceriaan.
Ibu Siti sebagai tuan rumah tidak lama tinggal di tempat itu dia tahu mereka baru saja tiba dan perlu beristirahat.
"Oh kalian semua istirahatlah dulu. tadi di dapur sudah disediakan makanan. Udah ada nasi di magic com dan lauk pauk di atas meja makan. Silakan nikmati Jika ada yang kurang tolong hubungi ibu lagi, ya"kata wanita tua itu sebelum dia meninggalkan rumah.
"baik ibu Siti jangan khawatir kami bukan anak kecil hehehe"kata Lana sambil melambaikan tangannya.
Setelah itu semua orang sibuk mencari kamar mana yang kira-kira bisa mereka tempati. Uang memang memberikan kekuasaan dan kebebasan untuk beberapa orang.
Contohnya saat ini mereka ada 6 orang .Kamar yang ada di sini juga ada 6 buah yang artinya mereka bisa menempati satu kamar pribadi masing-masing.
Lana sangat senang dengan pengaturan ini karena dia memang tidak terbiasa berbagi tempat tidur dengan orang lain. Bahkan di Surabaya dia juga ngekos tapi sendirian.
Setelah semuanya mengidentifikasi kamar masing-masing, Lana dan yang lain sepakat untuk beristirahat sebelum mereka melakukan aktivitas kkn-nya yang dimulai besok pagi.
__ADS_1