Pasrah Saja

Pasrah Saja
tawaran yang tidak masuk akal


__ADS_3

Kevin menghuni kamar hotel yang sederhana namun cukup nyaman. Kamar itu terletak di lantai atas hotel, dengan jendela yang memberikan pemandangan kecil kota Surabaya di kejauhan. Dinding kamar dihiasi dengan lukisan-lukisan yang sederhana namun menarik, memberikan sentuhan artistik pada ruangan tersebut.


Saat itu, suasana kamar terasa tegang. Lana dan calon istri Kevin, yang duduk di sisi tempat tidur, saling memandang dengan pandangan yang mencerminkan perasaan mereka masing-masing. Lana merasa takut dan gelisah, sedangkan calon istri Kevin terlihat cemas dan penuh penyesalan.


Cahaya lembut dari lampu meja menghiasi wajah mereka yang penuh dengan emosi yang rumit. Tatapan mereka saling bertaut, menciptakan keheningan yang tegang di antara mereka. Lana berusaha mengendalikan getar dalam hatinya, sementara calon istri Kevin mencoba menahan tangisnya yang hampir pecah.


Di dalam kamar yang penuh dengan ketegangan ini, suasana terasa begitu berat dan rapuh. Ada perasaan tak pasti dan kekhawatiran yang melayang di udara, mengisi setiap sudut ruangan dengan ketidakpastian.


"Lana, perkenalkan ini adalah Sarah, calon istriku. Kami telah memutuskan untuk menikah karena ada satu hal penting yang harus kami hadapi bersama"


" Lana, Sarah dan aku telah mempertimbangkan situasi ini dengan matang. Kami ingin memberitahumu bahwa kami telah memutuskan untuk menikah, tetapi tidak akan memutuskan pertunanganku denganmu"kata Kevin dengan wajah yang tersenyum penuh kelicikan.


Dia tidak ingin kecantikan Lana pergi pada orang lain ,secara dia belum puas dengan Lana ,dia ingin memilikinya seumur hidup.


Lana tidak tahu maksud dan tujuan Kevin membawa dia bertemu dengan calon istrinya. Tapi ketika mendengar ini Lana tercengang dan tidak bisa tidak mulutnya menganga dengan lebar."Apa maksudmu? Kau ingin menikah dengannya, tapi juga berencana untuk menikah denganku beberapa bulan setelah itu? Itu tidak masuk akal!"


" Lana, aku tahu ini mungkin terdengar aneh dan sulit dipahami. Tapi, aku sedang hamil .Kevin dan aku ingin memberikan yang terbaik bagi anak ini"kata Sarah dengan mata yang sedikit berair.


Wanita mana yang sudi mengatakan perkataan seperti ini. Dia harus menikah dengan orang yang sudah membuat dirinya hamil .Tapi di saat yang sama dia juga merasa bersalah karena Kevin juga sudah memiliki tunangan saat ini.


" Tapi, bagaimana bisa kalian berdua setuju untuk hidup dalam memadu cinta? Ini tidak adil bagiku dan tidak adil bagimu juga, Sarah. Aku tidak bisa menerima keputusan ini"katalana yang menggeleng-gelengkan kepalanya dengan lemah.

__ADS_1


bagaimana mungkin dia bisa percaya jika Sarah setuju dengan sukarela melakukannya.Oohh apa yang dikatakan oleh Kevin pada Sarah sehingga Sarah bisa setuju dengan ide gila ini.


Tapi tiba-tiba saja Sarah berlutut di depan lana dan memegang kakinya dengan cara memohon. Air mata yang sempat jatuh sebenarnya sudah ditahan sejak awal tapi sekarang dia sudah tidak bisa menyembunyikan rasa sedihnya lagi.


Bagaimana mungkin ada wanita yang senasib dengan Sarah saat ini .Fi mana Dia meminta pertanggungjawaban pada pihak lain tapi sebenarnya dengan waktu yang sama dia harus rela hidup dimadu.


" Lana, tolong coba mengerti posisiku. Aku tahu ini tidak mudah bagimu. Tapi aku ingin memberikan kestabilan untuk anak ini"


"Tidak, Sarah! Aku tidak akan membiarkan diriku menjadi bagian dari sebuah poligami. Aku tidak ingin dimadu dengan siapapun. Aku ingin menjadi satu-satunya wanita dalam hidup pasanganku"Lana mencoba bangkit dan menjauhi dari Sarah yang saat ini memegang kakinya.


Dia benar-benar tidak ingin dimadu oleh Kevin lagi pula Kevin adalah pria yang kasar.


"Lana, aku tahu ini berat bagimu. Tapi kau harus mengerti bahwa aku mencintaimu, dan aku ingin menikah denganmu. Kami hanya mencoba menemukan jalan terbaik untuk mengatasi situasi ini"


"Tidak, Kevin. Aku tidak bisa menerima ini. Aku tidak ingin hidup dalam hubungan seperti itu. Aku ingin mencari cinta dan kebahagiaanku sendiri, bukan hidup dalam bayang-bayang pernikahanmu dengan wanita lain"kata lana yang menolak dipeluk oleh Kevin.


Dia mendorongnya keras-keras dan mencoba menjauh agar lebih dekat ke arah pintu.


" Lana, aku tidak ingin menjadi beban bagimu. Jika ini tidak sesuai dengan keinginanmu, aku akan mencari jalan lain untuk mengatasi situasi ini"kata Sarah yang semakin merasa bersalah dengan situasi ini.


Di sini Sarah benar-benar merasa seperti menjadi seorang penjahat yang mengambil cinta orang lain secara paksa.

__ADS_1


Tapi jika lana menolak apa mungkin pernikahan Ini dibatalkan saja dan anak ini....


Tidak, Sarah tidak mungkin tega menggugurkan kandungannya begitu saja ini adalah darah dagingnya meskipun situasinya tidak baik.


" Itu yang terbaik Sarah. Kalian harus menemukan solusi yang membuat kalian berdua bahagia, tapi aku tidak bisa menjadi bagian darinya"


Dengan perasaan pahit dan berat, Lana meninggalkan rumah Kevin. Ia tahu bahwa keputusannya tidak mudah, namun ia juga sadar bahwa ia harus menghargai dirinya sendiri dan menemukan cinta yang benar-benar tulus baginya.


Adegan dimulai di luar hotel, Lana keluar dengan langkah tergesa-gesa, hatinya penuh dengan kesedihan dan kekecewaan yang mendalam. Wajahnya pucat, dan matanya berkaca-kaca karena air mata yang hampir menetes. Ia merasa terpukul oleh keputusan Kevin dan Sarah, dan bagaimana mereka bisa mempertimbangkan hidup dalam poligami tanpa memikirkan perasaannya.


Lana merasa hatinya teriris oleh pengkhianatan yang dirasakannya. Ia merasa dipermainkan dan diabaikan, serta tidak dihargai sebagai seorang perempuan yang memiliki hak untuk cinta yang eksklusif. Kesedihan dan kekecewaan yang terpendam membuatnya merasa seperti tenggelam dalam kesendirian.


"Kevin sudah gila tapi calon istrinya juga gila"kata Lana dalam hati.


Di tengah-tengah emosinya yang bergejolak, Lana juga merasakan amarah yang memuncak. Ia tidak bisa memahami bagaimana Kevin dan Sarah bisa berpikir bahwa memadu cinta adalah solusi yang wajar.


Rasanya tidak masuk akal bagi Lana, dan marahnya tumbuh dengan kuat karena merasa bahwa keputusan mereka adalah penghinaan terhadap perasaannya dan nilai-nilai cinta yang ia yakini.


Saat Lana melangkah cepat keluar dari hotel, ia tidak menyadari bahwa Raihan, yang sedang melintas di sekitar, melihatnya.


Raihan melihat keadaan Lana yang tergesa-gesa dan ekspresi kesedihannya. Tanpa mengerti secara detail apa yang terjadi, Raihan bisa merasakan bahwa ada sesuatu yang salah.

__ADS_1


Dalam hati Raihan merasa simpati terhadap Lana. Ia tahu bahwa Lana adalah seorang wanita yang kuat dan penuh semangat, dan melihatnya dalam keadaan seperti ini membuatnya merasa prihatin. Tanpa ragu, Raihan memutuskan untuk menyusul Lana, mungkin dengan harapan bisa memberikan dukungan dan mendengarkan cerita Lana.


__ADS_2