Pasrah Saja

Pasrah Saja
teman terbaik


__ADS_3

Di sebuah mal di Surabaya yang modern dan ramai. Mal ini memiliki lantai marmer yang bersih dan berkilau, dengan berbagai toko dan butik di sekitarnya. Lampu sorot yang terang menerangi setiap sudut mal, menciptakan suasana yang hidup dan ceria. Suara riuh dari pengunjung yang berbelanja dan berinteraksi mengisi udara.


Lana dan Mia berjalan berdampingan di tengah keramaian mal, tertawa dan bercanda dengan riang. Mereka berhenti di depan jendela toko pakaian, melihat-lihat barang-barang yang dipajang dengan antusias. Sementara itu, musik pop yang ceria mengalun dari pengeras suara di sekitar mal, menambah semangat mereka.


"Wah, Mi, lihat deh baju ini! Cantik banget, kayaknya cocok buat kita nih"


" Iya, emang cocok banget! Kita bisa jadi twins fashionista"


Lana menggelengkan kepala"Tapi kamu harus tahu, Mi, kamu tetap yang paling cantik di antara kita berdua, serius deh mi "


Mia berkata sambil berpose dengan gaya nya yang biasa ."Ah, stop it! Kamu juga nggak kalah cantik, Lah. Kita berdua emang keren!


Keduanya tertawa riang, menikmati momen kebersamaan mereka di tengah keramaian mal. Mereka melanjutkan perjalanan mereka, melihat-lihat toko-toko lain dan menemui berbagai barang menarik.


Lana tiba-tiba saja berteriak sambil menunjuk ke toko sepatu ,"Mia, coba lihat sepatu ini! Bisa jadi koleksi baru kita"


"Hahaha Serius, Lah? Sepatu baru lagi? Kamu nggak bisa berhenti belanja, ya?"


" Belum tentu! Mungkin aku butuh lebih banyak sepatu untuk mengejar mimpi-mimpi besar kita"


" Ya, kita harus berjalan dengan sepatu yang nyaman menuju kesuksesan!"


Mereka berjalan bersama, terus bercanda dan berbagi tawa di tengah keramaian. Tiba-tiba, pandangan mereka tertuju pada sosok familiar yang berdiri beberapa meter jauhnya. Itu adalah Raihan, pacar Mia, sedang asyik berbincang-bincang dan bercanda dengan teman-temannya yang lain.


Mia sontak saja berteriak dengan keras "Raihan! Hei, Raihan!"


" Kelihatannya Mia senang sekali melihat Raihan"pikir Lana karena dia juga senang dengan kehadiran Rayhan tapi Lana tahu jika dia tidak memiliki hak untuk itu.


Mia melambaikan tangannya dengan semangat, mencoba menarik perhatian Raihan. Raihan melihat ke arah mereka, terkejut melihat Mia dan Lana di tengah keramaian mal.

__ADS_1


Raihan sambil berjalan mendekati mereka," Hei, Mia! Ada apa?"


Tanpa malu Mia langsung mengandeng tangan Raihan di depan umum seolah-olah dia mencoba mengatakan pada dunia jika mereka berdua adalah pasangan.,"Kita lagi jalan-jalan di mal, Raihan. Kamu kenapa di sini?"


" Kebetulan lagi ngumpul bareng teman-teman. Senang rasanya ketemu kalian di sini!"kata Raihan yang melirik ke arah Lana seolah-olah dia mengatakan itu khusus untuk Lana.


"Betul, senang sekali melihatmu, Raihan"jawab lana. Dia menjawab dengan jantung yang deg-degan, tidak tahu kenapa tapi wajahnya memerah dengan cepat.


Mia di sini hanya fokus kepada pacarnya saja tapi dia tidak melihat perubahan wajah dari sahabat baiknya itu.


'dia terus saja menggandeng Raihan dan berkata ,"Kamu bisa bergabung dengan kami kalau mau. Mungkin bisa bercanda bersama"


"Baguslah, aku juga kangen sama kamu Mia hahaha "Raihan mencubit hidungnya yang entah kenapa membuat Lana menjadi iri.


Tapi mereka adalah pasangan ,jadi wajar melakukan kemesraan semacam itu .Jadi Lana mengutuk perasaannya sendiri dan berpikir ini hanya masalah di mana dia hanya merasa nyaman karena Rehan sejauh ini adalah teman terbaiknya tempat dia melakukan curhat.


Berbeda dengan Mia di mana dia membuat topeng bersama gadis ini. Meskipun tidak dipungkiri jika dia bahagia bersama Mia sebagai seorang sahabat. Namun tentu saja ada perbedaan dari perasaan yang dia kembangkan bersama Rehan selama beberapa hari ini.


Raihan bergabung dengan Lana dan Mia, dan mereka melanjutkan perjalanan mereka di mal sambil bercanda dan tertawa bersama.


Tapi ketika Mia dan Raihan berjalan bersama sambil bergandengan tangan dengan penuh keakraban. Dengan ekspresi mereka terpancar kebahagiaan yang tak terbendung. Lana, yang awalnya ikut berjalan di samping mereka, terdiam sejenak ketika melihat kedekatan Mia dan Raihan.


Lana tersenyum dan melihat Raihan dan Mia, meskipun terbesit rasa iri di dalam hatinya tapi Lana bersyukur karena dia memiliki Raihan sebagai seorang teman dan sahabat yang baik.


"Aku benar-benar bahagia, Raihan. Setiap kali bersamamu, dunia terasa milik Kita berdua aja hehehe "bisik Nia ke telinga Reyhan tapi masih bisa kedengaran oleh Lana.


Rayhan menggenggam tangan Mia dengan erat."Aku juga, Mia. Kamu membuat hidupku jauh lebih indah"


Lana, yang sadar akan keberadaannya yang sedikit terabaikan dalam momen tersebut, tersenyum tipis dan berbicara dengan hati-hati.

__ADS_1


"indah karena berbagi ranjang bego"kata Lana di dalam hatinya tapi dia tidak marah hanya tersenyum seolah-olah Itu adalah hal yang lumrah.


Namun begitu pada permukaan Lana masih saja tersenyum manis dan berkata,"Kalian berdua tampak sangat bahagia bersama. Aku senang melihatnya"


Mia tiba-tiba saja menghentikan langkahnya dan menatap Lana. mungkin karena kebersamaannya bersama Raihan jadi dia dalam sekejap melupakan kehadiran Lana dan di sini Mia merasa begitu bersalah.


"Maaf, Lana. Kami agak terlalu terbawa suasana. Bagaimana denganmu? Apa kabar dengan kehidupan asmaramu?"


Lana sama sekali tidak mengharapkan Mia akan bertanya seperti itu tapi dia mengikuti alur dan menjawab." Aku belum menemukan pasangan yang tepat, Mia. Mungkin belum saatnya bagiku"


"Lana, kamu juga berhak mendapatkan kebahagiaan. Jangan menutup hatimu, siapa tahu di luar sana ada seseorang yang akan membuatmu bahagia seperti yang Mia dan aku rasakan"kata Rayhan dengan bersungguh-sungguh.


Menurut Rayhan baik juga jika Lana menemukan pasangan baru. mungkin dia akan cepat melupakan Kevin yang brengsek itu.


" Terima kasih, Raihan. Aku akan terus mencari dan membiarkan takdir mengaturnya"


"Ya Lana, Kau adalah gadis paling cantik yang pernah aku lihat. Tentu akan menemukan pasangan yang cocok untukmu dan kupikir itu pasti akan lebih bahagia daripada aku hari ini"kata Mia yang entah kenapa menambahkan luka di dalam hati Lana.


Di tengah senyuman Lana yang berusaha menutupi kesedihannya, tiba-tiba teleponnya bergetar dan menandakan adanya pesan masuk di WhatsApp. Lana mengambil ponselnya dan membuka pesan tersebut dengan hati-hati. Isinya membuatnya terkejut dan tersenyum kecil.


"Halo Lana! tadi Mia sempat meminta kamu untuk mencari pasangan, tapi jangan terlalu terburu-buru. Aku percaya bahwa suatu saat kamu akan menemukan seseorang yang istimewa. Ingatlah bahwa kamu adalah sosok yang luar biasa dan pantas mendapatkan cinta sejati. Jika butuh teman untuk mendengarkan, aku selalu di sini. Tetaplah kuat, Lana!"


Lana membaca pesan tersebut dengan hati yang hangat. Kata-kata dukungan dari Raihan membuatnya merasa dihargai dan diingatkan bahwa ada seseorang yang memperhatikannya. Meskipun ia harus melupakan Kevin, namun kehadiran Raihan sebagai teman yang selalu ada membuatnya merasa lebih kuat.


Dalam keheningan di dalam mall, Lana tersenyum dan membalas pesan tersebut dengan cepat.


"Terima kasih, Raihan. Aku sungguh menghargai dukunganmu. Kamu adalah teman yang istimewa bagiku dan aku beruntung memiliki kamu di sisiku. Aku akan tetap kuat dan membuka hati untuk hal-hal yang baru. Terima kasih telah selalu mendengarkan dan ada untukku."


Lana menekan tombol kirim dengan perasaan lega. Meskipun masih ada luka yang harus dihadapinya, namun pesan dari Raihan memberikan sedikit sinar harapan dalam hidupnya. Ia berjanji pada dirinya sendiri untuk terus melangkah maju dan membuka hati untuk kesempatan baru yang akan datang.

__ADS_1


Dengan langkah yang mantap, Lana melanjutkan perjalanannya bersama Mia dan Raihan di dalam mall, menyadari bahwa persahabatan yang mereka miliki sangat berarti baginya.


Terutama Rayhan kan.


__ADS_2