Pasrah Saja

Pasrah Saja
Ke kota Jogja


__ADS_3

Setelah itu hubungan antara Raihan dan Lana benar-benar tidak lagi seperti sebelumnya Mereka benar-benar mencoba menghindari dan terlihat tidak ingin berada di satu tempat yang sama.


Lana bahkan fokus untuk menyelesaikan skripsinya yang masih belum kelar meskipun itu hanya alasan tapi dia masih tetap mengusahakan skripsi itu akan lolos.


Segera waktu terus berlalu dengan cepat dan KKN akan segera berakhir. Lana dan teman-teman satu rumah singgahnya telah melewati banyak petualangan dan pengalaman berharga selama waktu mereka di pedesaan. Mereka telah berhasil menyelesaikan proyek-proyek komunitas dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sekitar.


Di hari terakhir KKN, mereka berkumpul di bawah pohon rindang di tempat favorit mereka, tepi sungai, tempat mereka merayakan kesembuhan Raihan beberapa waktu lalu. Semua duduk bersama dengan rasa bahagia dan sedikit sedih karena akan meninggalkan tempat yang telah menjadi seperti rumah kedua bagi mereka selama beberapa bulan.


" Waktu benar-benar berlalu dengan cepat, ya? Rasanya baru saja kita tiba di sini"Kata Lana.


"Iya, betul sekali. Tapi pengalaman yang kita dapatkan selama KKN ini sungguh tak terlupakan"


beberapa anak-anak desa juga berada di lokasi yang sama mereka ikut bersenang-senang dalam acara terakhir di KKN.


" Terima kasih, Kakak kakak! Kalian telah membantu kami dengan begitu banyak hal. Kami akan merindukan kalian semuanya "


Semua tertawa riang mendengar ucapan anak desa tersebut. Mereka merasa senang bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat dan juga merasa terima kasih atas keramahan dan kerjasama yang mereka terima.


" Kita semua akan selalu mengingat kenangan indah ini"


Sebagai kenang-kenangan Lana yang lainnya juga melakukan foto bersama dan memberikan setiap anak sekeping foto untuk mereka ingat.


Begitu juga dengan anak-anak yang diberi sebuah tas dan peralatan sekolah lengkap sebagai penyemangat agar anak-anak ini terus berjuang untuk sekolah.


Anak-anak di desa begitu logo dan polos mereka sangat bahagia dan lebih bahagia lagi ketika mendapatkan hadiah.


Apalagi jika hadiah itu datang secara gratis.


Momen ini penuh dengan kebahagiaan dan canda tawa, namun juga dengan perasaan haru karena KKN yang indah ini akan segera berakhir. Mereka berjanji untuk tetap menjaga hubungan baik dan mengenang semua kenangan indah yang mereka bagikan bersama.


Beberapa keluarga yang sudah memiliki HP bahkan meminta nomor telepon wa agar mereka terus berhubungan.


Tentu saja Lana dan lainnya bersedia untuk itu lagi pula itu hanya nomor telepon.

__ADS_1


"Lana nanti malam Kamu pakai baju apa?"tanya Dea yang tiba-tiba. saat itu Dea ingat jika malam ini mereka ada pertemuan dari seluruh peserta KKN yang ada.


Ini adalah pertemuan mereka untuk mengatakan selamat tinggal.


"Hem pakai aja yang ada, toh ini hanya pertemuan kecil kok " kata Lana acuh tak acuh.


Mendengar itu dia tidak bertanya lagi. mereka tidak membawa pakaian yang dikhususkan untuk acara seperti itu. Jadi pakai aja apa yang ada di dalam koper mu.


"Lana hem, bagaimana kabarmu dengan Raihan apa kalian sudah baikan sekarang?"bisik Lea Dea lagi pelan sekarang mereka sudah menyelesaikan pertemuan terakhir dan bergegas untuk membersihkan diri menghadapi pertemuan nanti malam.


Akan ada mobil jemputan yang akan menjemput mereka langsung ke kota. Di sana mereka akan nginap di hotel sebelum langsung pergi ke bandara keesokan paginya.


Jadi hari ini adalah hari terakhir mereka di pedesaan.


"ada apa dengan Rayhan kami tidak bertengkar kok biasa aja lah!"Kata Lana.


"Lana jangan bohong deh aku kan punya mata. Hari ini adalah kesempatan kamu dan Rayhan berbaikan Jika ada masalah maka bicarakan saja daripada diam-diam seperti ini" Dea juga pernah pacaran dan dia mengetahui ada yang aneh di antara mereka .


Katanya cuma teman tapi dari sikap dan perilaku itu tidak mencerminkan dengan kondisi pertemanan yang sehat.


"Dea aku tuh memang nggak ada masalah sama dia kalian itu hanya berpikiran buruk aja."


"Oke , jangan marah lupakan saja ayo ah aku pengen berbenah dulu sebelum mobil jemputan datang"kata Dea yang berhamburan masuk ke dalam kamar pribadinya sendiri.


Melihat dea yang pergi ke dalam kamarnya sendiri. Di sini Lana bisa menarik nafas lega. Untung saja Gadis itu tidak mencercanya dengan banyak pertanyaan lainnya.


Jadi Lana masuk ke kamarnya sendiri.


Begitu Lana masuk ke dalam kamarnya dia juga membersihkan dirinya sendiri.


Tidak seperti Dea, Lana malah merenungkan nasib cintanya yang digantung di kamar mandi.


Walaupun Lana berusaha menjauh dari rayhan, tapi di sini Lana merasa terhibur ketika dia melihat Raihan.Entah melihat Raihan di meja makan atau ketika Raihan sedang pergi mengikuti KKN.

__ADS_1


Rasanya itu...


Ah tapi sekarang adalah hari terakhir dia bisa memperhatikan Rayhan seperti ini.


Setelah itu mereka berdua bahkan tidak akan pernah bercerita lagi di WhatsApp.Dia benar-benar akan kehilangan Raihan dalam artian yang sebenarnya.


"tidak apa-apa, pulang dari KKN kita langsung menyerahkan skripsi dan jika lolos maka ...aku.. aku mungkin tidak akan pernah melihat Rayhan lagi seumur hidup ini" keluh Lana.


Lana menyentuh dadanya dan menekannya di sana.


"kenapa kau memikirkan masalah Rayhan lagi. hentikan lah,uhh dasar hati yang tidak tahu terima kasih.Mia adalah teman baikmu, tapi kenapa kau meletakkan hatimu pada pacar teman sendiri Hem?"


Lana berlama lama di kamar mandi dan menangis di sana


Bagaimana Lana bisa melupakanmu cinta ini.Bagaimana caranya ya Allah jika rasa ini adalah rasa yang salah.


Lana menghabiskan banyak waktu di dalam kamar mandi dengan menangis. Dia menangis sampai matanya membengkak.


Tidak ada yang tahu itu , bahkan ketika Lana sudah keluar dengan tas dan koper nya juga tidak ada yang melihat jika matanya tadi sempat bengkak.


Lana dan yang lain berikut juga Rayhan sudah siap menunggu kedatangan mobil untuk menjemput mereka pergi ke kota.


Dea tidak ada karena dia ditugaskan untuk pergi ke rumah ibu Siti mengembalikan kunci.


"Hai Lana, sudah siap?" tanya Tommy. sementara itu Rehan yang berada di sebelah Tommy tidak bertanya bahkan dia sibuk memainkan hp-nya mungkin saat ini dia sedang mengirimkan pesan kepada Mia jika mereka akan kembali ke Surabaya besok.


Meskipun berpikir begitu, Lana mencoba untuk tersenyum dan menekan kesedihan hatinya. Matanya fokus menatap ke arah Tommy yang tadinya bertanya.


"Ya seperti yang kau lihat lah.hei mana Dea?"tanya Lana balik.


"Dea dari tadi pergi mengantarkan mengembalikan kunci dengan ibu Siti, eh tuh dia"kata Tommy.


Lana duduk bersama mereka semua di teras, Untung saja Dea cepat datang dan kecanduan yang tadi sempat ada mencair dengan kehadiran gadis itu.

__ADS_1


Kapan mobil jemputan nya datang.


__ADS_2