Pasrah Saja

Pasrah Saja
Bekerja di Syahbandar


__ADS_3

Setelah sidang skripsinya selesai, Lana memasuki fase baru dalam hidupnya.Tanpa sadar dia juga mengakhiri masa kuliahnya dengan acara wisuda.


Lana merasa perasaan knya sudah mulai sedikit pudar ketika bertemu lagi dengan rayhan dan Mia di acara wisuda.


Bukankah ini kabar baik untuk Lana dan semua orang kan.


Segera waktu berjalan dengan cepat


Sekarang Lana mulai mencari pekerjaan untuk memulai karirnya setelah lulus kuliah. Meskipun masih ada sedikit kecemasan dan ketidakpastian menghadapi dunia kerja, Lana mencoba tetap optimis dan berusaha semaksimal mungkin.


Setiap hari, Lana menghabiskan waktunya mencari informasi tentang lowongan pekerjaan yang sesuai dengan bidang studinya.


Dia mengirimkan lamaran ke beberapa perusahaan dan berharap mendapatkan panggilan untuk wawancara. Selain itu, dia juga mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian-ujian seleksi di perusahaan yang tertarik dengannya.


Di tengah-tengah mencari pekerjaan, Lana juga tidak bisa menghindari mendengar gosip-gosip tetangga. Salah satunya adalah tentang Kevin, mantan pacarnya yang sekarang sudah menikah dengan wanita lain dan bahkan sudah hamil 7 bulan. Mendengar kabar ini membuat hati Lana sedikit terpukul, karena dia masih menyimpan rasa penyesalan dan kebencian atas bagaimana hubungan mereka berakhir.


"Kevin bisa bahagia tapi kenapa aku tidak?" pikir Lana.


Ada satu waktu di mana lama berpapasan dengan istri Kevin tapi Lana tidak menyapa nya sama sekali.Begitu juga dengan dia yang meresa tidak nyaman.


Lana bahkan sudah lupa siapa nama wanita itu dan tidak penting untuk Lana ingat juga kan.


Sakit memang sakit.


Namun Lana mencoba untuk mengikhlaskan semuanya. Dia menyadari bahwa dia harus melanjutkan hidupnya dan tidak bisa terus-terusan terjebak dalam masa lalu. Lana mencoba fokus pada dirinya sendiri, mencari peluang untuk berkembang dan mencapai impian-impian barunya.


Di permukaan, Lana masih terlihat seperti seorang putri yang baik, membantu ibunya dengan kesibukan di rumah. Dia membantu menyiapkan makanan, membersihkan rumah, dan melakukan tanggung jawabnya sebagai anak yang berbakti. Namun, di dalam hati, Lana terus mencari kebahagiaan dan makna dalam kehidupan barunya.


Beberapa hari kemudian Lana menerima surat panggilan untuk wawancara dari kantor Syahbandar, pagi pagi sekali di ruang resepsionis di kantor Syahbandar. Lana berdiri dengan penuh harap, mengenakan pakaian formal untuk wawancara magang. Dia melihat sekeliling, mencermati interior kantor yang megah dan modern. Di dinding terdapat lukisan-lukisan yang menggambarkan pemandangan laut dan kapal-kapal yang indah.


Lana berbicara dalam hati "Ya Allah Semoga wawancara ini berjalan lancar. Aku benar-benar berharap bisa kerja di sini"


Tiba-tiba, seorang pria yang tampak berpengalaman dengan seragam rapi datang menyambutnya.

__ADS_1


" Selamat datang di kantor Syahbandar. Anda pasti Lana, bukan?


" Iya, betul. Saya Lana. Senang bertemu Anda"


"Saya Andika, kepala departemen keuangan di sini. Saya yang akan mewawancarai Anda. Ikutlah saya ke ruang kerja saya"


Andika mengantarkan Lana ke ruangannya yang terletak di lantai atas. Ruangan itu memiliki jendela besar yang memungkinkan cahaya matahari masuk, menciptakan suasana yang terang dan nyaman.


" Silakan duduk, Lana"


Lana tersenyum gugup " Terima kasih"


"Jadi, katakan padaku tentang dirimu dan apa yang membuatmu tertarik untuk kerja di sini"


" Saya baru saja lulus dari jurusan keuangan dan saya sangat tertarik dengan industri maritim. Saat saya mendengar tentang kesempatan magang di kantor Syahbandar, saya langsung merasa ini adalah kesempatan yang sempurna untuk belajar dan mengembangkan diri" jawab Lana mantap


"Bagus. Kami memang mencari seseorang yang memiliki minat dan latar belakang di bidang keuangan. Apakah Anda memiliki pengalaman sebelumnya di bidang ini?"


"Ya, selama kuliah saya sudah pernah magang di sebuah perusahaan keuangan dan juga pernah menjadi asisten dosen di mata kuliah keuangan perbankan"


" Papa saya adalah salah satu klien kantor ini"jawab Lana tanpa ragu.


"Itu bagus. Memiliki kenalan bisa menjadi keuntungan di dunia kerja ini. Baiklah, saya akan memberikan kesempatan bagi Anda untuk kerja di kantor kami. Selamat, Lana!"


" Terima kasih banyak, Pak Andika! Saya tidak sabar untuk memulai magang di sini" kata Lana gembira.


"Saya yakin Anda akan melakukan dengan baik. Mulai Senin depan, Anda bisa datang ke kantor untuk memulai kerja besok.Saya berharap Anda akan mendapatkan pengalaman berharga dan menikmati waktunya di sini"


"Saya akan bekerja keras dan belajar sebanyak mungkin. Terima kasih atas kesempatannya, Pak Andika"


"Tidak masalah. Sampai jumpa Senin depan, Lana"


Lana keluar dari ruangan Andika dengan senyum bahagia di wajahnya.

__ADS_1


Lana pulang dengan sepeda motornya dengan penuh semangat menuju rumahnya setelah wawancara magang yang sukses di kantor Syahbandar. Hatinya berdebar-debar dengan kebahagiaan karena dia berhasil diterima untuk magang di perusahaan yang dia impikan.


Jarak antara kantor syahbanda dengan rumah hanya sekitar 30 menit dan dengan sepeda motor.


Begitu dia tiba di depan rumah, dia langsung membuka pintu dengan cepat dan memanggil papa dan mama yang berada di ruang tengah.


"Papa, Mama! Ada berita baik!"


Papa dan mama Lana yang sedang duduk di sofa langsung memalingkan pandangan mereka ke arah Lana. Wajah Lana yang bersemangat membuat mereka penasaran.


Mama Lana sontak bangkit dari duduknya dan tersenyum."Apa beritanya, Nak?"


Lana memeluk mamanya sambil tersenyum lebar."Saya diterima untuk kerja di kantor Syahbandar! Mereka menerima saya sebagai sekretaris keuangan"


Mama Lana mencium dahi putri nya sambil memeluk Lana." Selamat, Sayang! Kamu pasti akan menjadi seorang sekretaris keuangan yang hebat"


" Terima kasih, Papa, Mama. Semua usaha dan kerja keras saya selama kuliah akhirnya membuahkan hasil"


" Kamu memang pantas mendapatkan kesempatan ini. Kami selalu mendukungmu, Nak"


"Pastikan kamu memberikan yang terbaik di kantor Syahbandar, ya"


"Tentu, Mama. Saya akan bekerja keras dan belajar sebanyak mungkin di sana"


Papa juga sangat senang, mencari pekerjaan di zaman sekarang bukanlah hal yang mudah."Nanti malam kita bisa merayakan berita baik ini. Kamu boleh memilih tempat makan kesukaanmu"


"Beneran pah?"


"Hem kenapa tidak sih,kau tau ada begitu banyak orang yang melamar untuk magang di sana tapi hanya segerintir yang diterima dan segilintir itu salah satunya adalah Putri papah.Jadi sayang, Papa bangga sama kamu tapi pertahankan yah"kata papa nya dengan senyum.


Lana segera memutar otak memikirkan restoran mana yang akan mereka kunjungi malam ini.


Sementara itu Mama dan Papa Lana berpikir betapa sedihnya hati Lanang ketika mendengar Kevin menikah dengan gadis lain tapi untunglah Lana bisa cepat move on.

__ADS_1


Mungkin dengan menyita waktunya dengan bekerja Lana bisa melupakan segala sesuatunya dan menemukan seseorang yang benar-benar menjadi pasangan hidupnya kelak.


Lana merasa begitu bahagia karena memiliki keluarga yang selalu mendukung dan mencintainya.


__ADS_2