
Mia dan Rayhan berjalan berdua dengan penuh kemesraan, berbincang-bincang sambil melihat-lihat stand-stand makanan yang tersedia di acara kampus. Mereka tertawa dan saling menggoda saat memilih makanan yang ingin mereka cicipi.
Sementara itu, Lana berjalan canggung di belakang mereka, berusaha untuk tidak terlalu mencolok. Ia merasa seperti pendatang baru di antara kebersamaan mereka. Sesekali, ia mencoba untuk ikut serta dalam pembicaraan mereka, namun rasanya sulit untuk menyesuaikan diri dengan kedekatan mereka.
Lana memperhatikan betapa dekat dan mesranya Mia dan Rayhan. Ia merasa iri, berharap bahwa suatu hari nanti, ia juga bisa merasakan kemesraan seperti itu dengan seseorang yang ia cintai. Namun, pada saat ini, perasaan iri dan kesepian itu membuatnya merasa semakin tersisihkan.
Sambil berusaha menyembunyikan perasaannya, Lana mencoba untuk tetap berpura-pura bahagia dan bersenang-senang di acara kampus ini. Ia berusaha untuk tidak terlalu memikirkan Kevin dan masalah-masalah yang mereka hadapi. Namun, bayangan kemesraan Mia dan Rayhan terus menghantuinya, membuat hatinya semakin sedih.
Lana menghela nafas dan berusaha untuk mengalihkan perhatiannya pada stand-stand makanan. Ia berusaha untuk menikmati momen ini, meskipun hatinya masih dipenuhi oleh rasa iri dan kesepian.
Lampu-lampu sorotan dan lentera menghiasi suasana, menciptakan atmosfer yang hangat dan romantis. Mia dan Raihan berjalan berdampingan, dengan Mia sesekali menyandarkan kepalanya di bahu Raihan. Mereka berdua tersenyum, seperti tidak ada orang lain di sekitar mereka, dan canda tawa mereka terdengar riang.
Mia bersama sang kekasih selalu tersenyum ceria,ada saja hal hal yang membuat dia berbicara dengan berbinar-binar."Rayhan, lihatlah acara ini, begitu meriah dan seru!"
Rayhan juga mengangguk setuju ,"Ya, benar. Kampus kita memang selalu mengadakan acara yang menarik"
Mia mengelus lengan Rayhan dengan manja dan terkikik kikik ."Aku senang bisa menghabiskan waktu ini bersamamu, sayang"
Rayhan memandang Mia dengan penuh kasih."Aku juga, Mia. Kamu membuat setiap momen menjadi lebih berarti bagiku"
Lana berusaha memasuki pembicaraan agar tidak canggung,"Hei, kalian berdua...
Mia tersenyum padanya dengan malu. "Oh, maafkan aku, Lana. Kami sedang asyik dengan acara ini"
Lana kan sudah dewasa pasti mengerti kan hehehe.
"Ya, maafkan kami. Bagaimana denganmu? Apa yang kamu sukai dari acara ini?"kata Rayhan ,dia juga merasa agak memalukan sekarang.
Lana sudah berusaha untuk tersenyum,dia tidak mau menggangu tapi dia tidak punya teman lain di kampus ini , jadi..
__ADS_1
Apa sebaiknya dia mundur ya
"Oh, tidak apa-apa. Aku senang melihat kalian berdua menikmati acara ini"kata Lana berbohong.
"Tapi Mia ,Aku akan melihat-lihat sendiri dulu oke"kata Lana.
" Baiklah, kalau begitu, nikmati acaranya ya, Lana"
"Lana nanti telepon aku ya ,kita pulang sama sama, Hem kan. Datang sama sama, pulang juga sama sama oke"kata Mia malu.
"Tentu, Mia"
Mia tidak pikir jika akan bertemu Rayhan di sini,ohh mereka tidak ada janji untuk ketemuan.Tapi setelah bertemu begini,mia merasa enggan untuk berpisah.
Untung nya Lana pengertian hehehehe.
Lana berusaha tersenyum lebih lebar.
Sementara itu tanpa ada yang menyadari sebenarnya Rayhan sudah melirik Lana berkali-kali dengan pandangan yang sedikit juga.
Meskipun bertanya-tanya, Rayhan mencoba untuk tidak memikirkan hal itu dan fokus pada momen indah bersama Mia. Mereka makan bersama dengan penuh keakraban, berbagi makanan dan cerita tentang hari mereka.
Setelah selesai makan, Mia dan Rayhan duduk berdampingan di bangku di taman kampus yang dihiasi lampu-lampu kecil. Mereka duduk saling berdekatan, tangan mereka terjalin erat.
"Rayhan, kamu tahu, aku sangat bahagia bisa bersamamu."
"Aku juga, Mia. Kamu membuat setiap hari menjadi istimewa."
Mereka saling tersenyum, dan Rayhan mencium lembut kening Mia. Hatinya berbunga-bunga, tetapi bayangan nama "Lana" masih mengganggu pikirannya.
__ADS_1
Mia tersenyum manis dan mencuri ciuman kilat takut ada yang liat."Rayhan, aku senang bisa bertemu Lana tadi. Dia teman barumu, kan? Aku harap dia merasa nyaman bersama kita."
Rayhan berusaha bersahaja "Oh, ya. Lana... dia memang teman baru di kampus. Kami baru saja saling mengenal."
"Aku senang dia bisa bergabung bersama kita malam ini. Kita harus mengajaknya lagi untuk hang out bersama."
Rayhan memaksa tersenyum ,tapi rasa aneh segera menyelimuti hati nya, hanya saja dia harus menjaga hati pacarnya.
"Tentu, kita bisa lakukan itu."
Saat Mia dan Rayhan mengobrol dengan riang, Rayhan mencoba untuk tidak menunjukkan bahwa nama Lana mengganggu pikirannya. Dia berusaha mengalihkan perhatiannya pada Mia dan momen indah yang mereka habiskan bersama.
Namun, di lubuk hatinya, ada perasaan campur aduk tentang apa yang dia rasakan terhadap Lana. Perasaan ini semakin rumit dengan kebahagiaan yang dia alami bersama Mia. Rayhan berusaha untuk tetap bersikap seperti biasa.
Sementara itu,Lana duduk sendirian di bangku taman kampus, sambil mengenang masa-masa indah ketika dia dan Kevin masih bersama dulu. Dalam ingatannya, dia melihat kembali momen-momen kemesraan mereka yang dulu begitu manis.
Mereka sering berjalan-jalan berdua di kampus, tangan mereka selalu saling terpaut erat. Setiap senja, mereka duduk berdua di taman seperti ini, saling berbagi cerita dan tawa. Kevin selalu memeluk Lana dengan penuh kasih sayang, dan Lana merasa seperti dunia ini hanya berputar untuk mereka berdua.
Mereka juga sering menghabiskan waktu bersama di perpustakaan, belajar bersama untuk ujian dan tugas kuliah. Lana merasa nyaman dengan Kevin, dia bisa menjadi dirinya sendiri tanpa rasa takut dihakimi. Kevin selalu mendukung dan memahaminya dengan tulus.
"Aku mencintaimu Lana dan kau adalah masa depanku'
"i love you , honey Hahaha...
Lana teringat tentang wajah tampan Kevin yang tersenyum yang selalu menatapnya dengan pandangan kagum dan pandangan yang penuh cinta.
Terkadang, mereka juga duduk di bawah langit malam, melihat bintang-bintang sambil saling berbagi impian dan harapan. Saat-saat seperti itu membuat Lana merasa begitu spesial, karena dia tahu bahwa Kevin adalah orang yang benar-benar mencintainya.
Namun, saat Lana berhenti mengenang dan kembali ke kenyataan, air mata mulai mengalir di wajahnya. Semuanya berbeda sekarang. Kemesraan itu lenyap, hubungan mereka berdua kini penuh dengan pertengkaran dan kekecewaan. Lana merasa seperti dia telah kehilangan Kevin yang dulu begitu mesra, digantikan oleh sosok yang dingin dan kasar.
__ADS_1
Kenyataan pahit ini membuat hati Lana semakin sedih. Dia berharap bisa kembali ke masa lalu, ketika mereka masih bahagia bersama. Tapi kini, semua itu telah berubah, dan Lana merasa sendirian dalam kenangan indah yang sudah berlalu.