Pasrah Saja

Pasrah Saja
keputusan universitas


__ADS_3

Di kampus universitas, Lana duduk di sebuah bangku di taman kampus. Ia memegang ponselnya dengan harapan menerima kabar yang membatalkan skorsingnya.


Dulu ketika Lana masuk ke universitas ini semua orang akan memandangnya seperti memandang seorang diva yang baru turun dari pesawat.


Ada wajah kekaguman dan juga wajah yang penuh iri menatapnya di saat yang sama.


Tapi sekarang lihatlah di mana semua orang memandangnya dengan tatapan penuh jijik dan bahkan berisik-bisik di balik punggung Lana.


Tidak perlu dikatakan lagi cukup waktu tiga hari kabar sudah menyebar. foto bakana video penangkapan itu benar-benar disebarluaskan melalui media online.


Bahkan nama universitas juga di sangkut pautkan dalam hal ini. Inilah yang menitikberatkan pihak universitas berpikir panjang atas permintaan Lana agar membatalkan skorsing.


Lana bahkan harus berdebat dengan para dekan yang mengatakan dia tidak salah dan surat dari rumah sakit membuktikan segalanya.


Lana juga mengatakan nilai-nilai yang didapatkannya selama di universitas juga harap menjadi pertimbangan.


inilah yang dilakukan oleh Lana sekarang. Semua orang di universitas menatapnya seperti menatap seorang koruptor yang sudah merugikan negara miliaran rupiah.


ini memang memalukan tapi Lana tidak peduli dia hanya ingin melanjutkan pendidikannya dan menamatkan S1.


Lana berbicara dalam hati dengan percaya diri " Aku yakin universitas akan membatalkan skorsingku. Aku telah menghubungi mereka dan menjelaskan situasiku. Mereka pasti akan memahami"


Namun, saat Lana sedang dalam ekspektasi, sebuah notifikasi masuk ke ponselnya. Ia membuka pesan tersebut dan ekspresinya berubah menjadi kecewa dan terkejut.


" Tidak mungkin... Ini tidak bisa dibatalkan. Skorsingku masih tetap berlaku"gumam Lana yang terus saja menatap notifikasi ponsel dengan mata yang sudah mulai berair.


Sejak kejadian itu bahkan sampai keputusan skorsing diturunkan pihak universitas Lana sama sekali tidak pernah menangis.


Dia dengan keras kepalanya berpikir jika ini bukan masalahnya sama sekali. Tapi kali ini hati Lana jatuh bagaikan ditimpa oleh sesuatu yang berat.


Lana merasa terpukul dan kecewa. Ia menyadari bahwa harapannya untuk membatalkan skorsingnya tidak menjadi kenyataan. Seiring berita tersebut menyebar di kampus, nama universitas pun tercoreng dengan reputasi yang buruk.

__ADS_1


"Semua orang akan tahu tentang skorsingku. Universitas ini akan terkenal dengan kasus-kasus tidak bermoral yang terjadi di sini. Aku merasa sangat malu...


Lana merasa putus asa dan malu dengan situasinya. Ia menyadari bahwa skorsingnya masih berlaku dan tidak ada yang bisa ia lakukan untuk membatalkannya. Ia harus menghadapi konsekuensi dari tindakan yang telah dilakukan nya ini di nilai telah merusak reputasi universitas tersebut.


"Mengapa semua ini harus terjadi? Aku merasa sangat marah pada Kevin. Dia yang menyebabkan reputasi universitas menjadi buruk dengan perbuatannya. Aku tidak bisa percaya dia melakukan hal seperti itu padaku"pikir Lana


Lana merasa sedih dan kecewa dengan sikap Kevin yang telah menghancurkan kepercayaannya. Kevin bilang dia akan mencari cara agar skorsing 1 tahun ini tidak terjadi tapi kenapa tidak ada gerakan dari pihak Kevin. apakah dia sedang berbohong atau hanya mengatakan untuk menyenangkan hati saja. Lana memikirkan tentang skorsing setahun yang menantinya jika dia tetap tinggal di universitas ini.


"Apakah aku harus menunggu skorsing selama setahun? Apakah ini benar-benar layak untukku? Aku tidak ingin membuang waktu begitu saja. Aku ingin melanjutkan pendidikanku dengan lingkungan yang lebih baik, di tempat yang aku bisa fokus tanpa beban"


Lana merasa semakin mantap dengan keputusannya untuk pindah universitas. Dia tidak ingin terus terjebak dalam situasi yang tidak mendukung perkembangan dirinya.


" Pindah universitas mungkin adalah langkah terbaik bagiku. Aku bisa mendapatkan kesempatan baru, teman-teman baru, dan lingkungan yang lebih positif. Aku tidak ingin terus terikat pada Kevin dan semua kenangan buruk yang terjadi di sini"Pikir Lana lagi.


Dia merasa bahwa pindah universitas akan memberinya kesempatan baru untuk mengejar impian dan mengubah hidupnya.


" Aku tidak akan menyalahkan diriku sendiri. Keputusan ini adalah tentang masa depanku dan kebahagiaanku. Aku tidak akan membiarkan Kevin atau siapapun menghentikan langkahku menuju kesuksesan. Pindah universitas adalah awal baru bagiku, ya pindah saja kan".


Lana membuka beberapa tab pada browser dan mulai menjelajahi berbagai situs universitas. Dia membaca deskripsi program studi, kurikulum, dan fasilitas yang ditawarkan oleh setiap universitas. Dia juga mencari informasi tentang persyaratan penerimaan dan tenggat waktu aplikasi.


Sambil menelusuri halaman-halaman universitas, Lana membuat catatan tentang setiap universitas yang menarik minatnya. Dia mencatat nama universitas, lokasi, program studi yang relevan, dan informasi kontak untuk menghubungi pihak universitas.


Lana terus mencari dan membandingkan informasi dari berbagai universitas. Dia ingin memastikan bahwa universitas yang dipilihnya dapat mengakui dan memindahkan kredit mata kuliah yang sudah dia ambil sebelumnya.


Setelah beberapa waktu, Lana telah mengumpulkan sejumlah universitas yang menarik minatnya. Dia memilih beberapa universitas yang paling menjanjikan dan relevan dengan minatnya.


"Aku harus menghubungi pihak universitas untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. Aku perlu tahu tentang proses pendaftaran, persyaratan dokumentasi, dan tenggat waktu aplikasi. Juga, aku ingin memastikan bahwa mereka dapat mengakui mata kuliahku yang telah aku ambil sebelumnya"gumam Lana lagi.


Lana mengambil ponselnya dan mencatat nomor telepon dan alamat email dari setiap universitas yang ingin dia hubungi. Dia merasa semakin bersemangat dengan proses ini, karena ini adalah langkah pertama dalam perjalanan baru di universitas yang baru.


Dengan semangat yang tinggi, Lana mulai menghubungi pihak universitas untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap. Dia yakin bahwa melalui proses ini, dia akan menemukan universitas yang tepat untuk melanjutkan pendidikannya dan memulai babak baru dalam hidupnya.

__ADS_1


Lana berjalan dengan langkah tegap menuju ruang dekan. Ia memiliki tekad kuat untuk meminta izin pindah universitas setelah skorsing yang ia terima.


Lana tiba di pintu dekan dan mengambil nafas panjang sebelum mengetuk pintu ruang dekan " Permisi, bisa saya masuk?"


kebetulan sekali dekan memang sedang berada di dalam ruangannya.


"Silakan masuk"Kata profesor Aditya yang menjabat sebagai dekan di universitas ini.


Lana membuka pintu dan memasuki ruang dekan yang terasa hangat dan terang. Ia melihat Dekan duduk di meja kerjanya dengan ekspresi serius.


Lana sedikit canggung dan merasa gugup tidak tahu apakah permintaan ini bisa dilakukan ataupun tidak. tapi ini adalah masalah masa depannya jadi dia harus tegas dan tegar di saat yang sama.


Setelah duduk di atas kursinya Lana mulai membuka mulut dan berkata "Pak Dekan, saya ingin membicarakan hal penting. Saya ingin meminta izin untuk pindah universitas"


Dekan menatap Lana dengan perhatian. sebenarnya memang disayangkan sekali jika karena ini di skorsing namun itulah hukuman yang paling ringan yang diberikan oleh pihak universitas padanya karena mengingat nilai-nilainya yang selalu bagus jika nilainya sedikit rendah kemungkinan besar Lana bahkan mungkin akan di DO dari universitas.


tapi gadis ini datang dengan percaya diri dan mengatakan ingin pindah "Mengapa kamu ingin pindah universitas, Lana?"tanya profesor Adity.


" Saya merasa bahwa situasi di sini tidak lagi mendukung perkembangan akademik saya. Selain itu, reputasi universitas juga tercoreng dengan kasus yang terjadi. Saya ingin mencari lingkungan baru yang lebih kondusif untuk belajar"jawab Lana dengan tegas seolah-olah dia sudah menyusun kata-kata ini sejak lama.


"Saya memahami kekhawatiranmu, Lana. Apakah kamu sudah mencari universitas lain yang sesuai dengan program studi yang kamu ambil di sini?"


"Ya, Pak Dekan. Saya telah melakukan riset dan menemukan beberapa universitas yang memiliki program studi yang sama. Saya berharap bisa melanjutkan studi saya tanpa harus mengulang semester"


Dekan memikirkan sejenak, Lana sebenarnya tidak ingin mengulang semester. ini adalah alasan yang benar untuk pindah universitas " Saya akan mempertimbangkan permohonanmu, Lana. Namun, perlu kau ketahui bahwa jika pindah universitas, ada kemungkinan beberapa mata kuliah yang perlu kamu ulang sesuai dengan kebijakan universitas yang kamu tuju"


"Terima kasih banyak, Pak Dekan. Saya siap menghadapi konsekuensi tersebut. Yang terpenting bagi saya adalah kesempatan untuk melanjutkan pendidikan saya dengan lingkungan yang lebih baik"


Dekan profesor Aditya mengangguk cepat"Saya akan melihat kemungkinan pindah universitasmu, Lana. Namun, jangan lupa untuk melengkapi semua persyaratan yang diperlukan dan mengikuti prosedur yang ada. Saya harap keputusanmu dapat memberikanmu peluang baru untuk tumbuh dan berkembang"


Dekan profesor Aditya juga mengatakan jika dia akan mencoba membantu perpindahan ini dari belakang. karena jujur dikatakan jika profesor juga sangat menyayangkan nilai-nilai bagus yang sudah ditunjukkan Lana selama menjadi mahasiswi di universitas ini.

__ADS_1


Lana mengucapkan terima kasih kepada dekan atas perhatian dan kesempatannya. Ia meninggalkan ruang dekan dengan harapan baru, siap menghadapi proses pindah universitas dengan tekad yang lebih kuat.


__ADS_2