
Di pagi hari yang cerah, Lana dan teman-teman KKN yang lain berkumpul di depan hotel untuk pergi ke bandara. Mereka membawa koper dan tas mereka, siap untuk kembali ke Surabaya setelah menjalani KKN selama beberapa minggu di Jogja.
"Lana?gimana kabar Kamu dan Ray Hem?"tanya Dea dengan wajah sumringah.
Lana tahu jika Dea sengaja tadi malam.Tapi kejadian setelah itu akan jadi rahasia pribadinya sendiri yang tidak akan pernah bisa di bagi pada yang lain.
Di sini Lana pura-pura cemberut
"Dea kupikir kita adalah teman,kau tega banget.Tapi Dea tidak ada masalah apapun sama aku dan Ray.Kita teman sama seperti kau dan aku"
Dea menatap Lana dan mencoba apakah ada yang di sembunyikan Lana dari dia , tapi setelah beberapa detik, Dea tidak bisa membedakan itu.
"Sorry Lana,aku terlalu banyak berpikir kan.Ya udahlah .Jadi gimana kelanjutannya Hem?"
Lana mencubit hidung Dea dengan gemas.Dia berkata jika mereka tidak tinggal lama dan langsung pulang ketika sadar jika sedang di kerjain.
Segera setelah itu Dea tertawa dan meminta maaf sekali lagi.
Begitu juga dengan rayhan yang di tanyain oleh Tommy,dia juga berkata hal yang mirip dengan Lana sehingga tidak ada yang meragukan mereka berdua.
Pembicaraan segera terhenti ketika mobil datang dan semua orang segera masuk ke dalam nya.
Perjalanan menuju bandara berlangsung dengan riang dan canda. Lana berbincang dengan teman-temannya yang lain, tertawa dan bercanda seperti biasa. Namun saat pandangan Lana tak sengaja bertemu dengan Raihan, keduanya sama-sama cuek dan mengalihkan pandangan.
Setiba di bandara, mereka menuju meja check-in dan melakukan prosedur penerbangan. Mereka berbincang lagi tentang pengalaman KKN mereka di Jogja, saling mengingatkan momen-momen seru yang mereka lewati bersama.
Saat naik pesawat, Lana sengaja memilih tempat duduk yang berjauhan dengan Raihan. Dia sibuk menata barang-barangnya di atas bagasi. Raihan pun juga duduk dengan teman-teman lainnya tanpa terlalu memperdulikan keberadaan Lana.
Lana tersenyum sendiri ketika dia menutup matanya.Meski duduk berjauhan tapi Lana justru senang sekali.Dia menutup mata demi mengimbas lagi kejadian indah tadi malam.
"Ray terimakasih "bisik Lana,dia tidak berharap jika Rayhan mendengar bisikan nya.
Penerbangan kembali ke Surabaya berjalan dengan lancar. Tidak ada pembicaraan antara Lana dan Raihan selama penerbangan, masing-masing sibuk dengan aktivitasnya sendiri.
Setelah mendarat di Surabaya, mereka semua turun dari pesawat dan berpisah di bandara. Tanpa basa-basi, Lana dan Raihan saling berpamitan dengan cuek, lalu berjalan masing-masing menuju pintu keluar.
__ADS_1
Rayhan tidak menyimpan nomor Lana begitu juga dengan Lana.Jika ada hari untuk mereka bertemu, itu mungkin karena Mia.
Meskipun ada perasaan canggung di antara mereka, keduanya berusaha untuk tidak menunjukkan apapun. Seperti biasa, Lana dan Raihan mengikuti karakter mereka yang cuek, tanpa mengekspresikan perasaan apa pun.
Mereka berjalan bersama-sama dengan teman-teman lainnya menuju pintu keluar bandara.
Agar situasi tidak terlalu canggungnya,Lana mengeluarkan ponselnya dan mencari nomor telepon Mia untuk menghubunginya.
Dalam satu panggilan saja,Mia langsung mengangkat telepon.
" Halo, lana? Kamu sudah sampai di Surabaya?" jawab Mia yang bersuara ceria
" Halo, mia! Iya, sudah sampai kok. Kami baru tiba di bandara. Tadi perjalanan dari Jogja lancar" kata Lana dengan cerah.
Dea melirik sesaat dan tau itu adalah pacar rayhan.Dengan ini Dea juga percaya jika tidak ada apa-apa yang terjadi antara akan dan Ray kecuali sahabatan doang.
"Baiklah, senang mendengarnya. Aku juga baru saja pulang jadi nggak bisa jemput . Maafkan aku, Lan. Sebenarnya ingin sekali menjemputmu, tapi ada urusan keluarga yang harus kuurus hari ini"
" Tidak apa-apa, Mia. Keluarga memang nomor satu. Kita bisa bertemu nanti saja"
Lana merenung sejenak sebelum menjawab Mia bukan dia tidak ingin bertemu Mia tapi dia tidak ingin menggali lukanya yang baru saja sembuh.
"Mia bukannya aku nggak mau sepertinya setelah ini aku lagi sibuk dengan masalah skripsi deh lagian aku nggak mau mengganggu kamu sama Ray,kau kangen dia kan Hem?"kata Lana terkekeh kekeh.
Padahal hanya Lana yang menyadari jika ada perasaan ngilu di lubuk hatinya yang paling dalam.
Mia di ujung sana juga terkekeh dan berteriak dengan manja jika Lana sedikit usil.
tapi dia segera bertanya kapan Lana memiliki waktu.
"Oh aku nggak janji kapan Tapi kalau ada waktu ya aku akan kabarin"
" Oke, deal! Aku tunggu kabarmu ya, Lan. Aku kangen banget!"
"Aku juga kangen kamu, Mia. Sampai jumpa beberapa hari lagi!"
__ADS_1
"Sampai jumpa, Lan!"
Lana menutup teleponnya dan tersenyum. Dia merasa senang karena bisa bertemu dengan Mia lagi. Meskipun Mia memiliki karakter ceria dan sedikit manja, Lana merasa nyaman dengan kehadiran sahabatnya itu. Lana merasa beruntung memiliki Mia sebagai teman.
Tapi Mia yang tidak beruntung memiliki teman seperti Lana.
Lana menarik nafas panjang mengenang bagaimana dia tidak setia dengan sahabat sendiri. Tapi sekarang Lana tidak akan pernah memikirkan Raihan lagi.
Apapun yang terjadi di Jogja itu adalah hal terakhir yang bisa dia pikirkan tentang Raihan.
Dan itu sudah cukup.
Setelah mengambil tas masing-masing semua orang bubar dan pergi ke jalan mereka sendiri-sendiri.
Begitu juga dengan Lana yang langsung pergi ke rumah kosnya tempat di mana sudah tidak dia tempati selama 6 minggu.
Namun, hatinya sedang dalam keadaan campur aduk. Rasa sedih dan bingung terus menghantui dirinya karena perasaan yang dia rasakan terhadap Raihan. Dia merasa bersalah karena mengembangkan benih-benih cinta pada pacar sahabatnya sendiri.
Saat melihat foto-foto mereka berdua bersama rayhan di KKN, hati Lana berdebar kencang. Dia menyadari bahwa perasaannya tidak bisa diabaikan. Namun, setiap kali dia merenungkan perasaan itu, dia merasa bersalah dan khawatir menghancurkan hubungannya dengan Mia.
Namun, meskipun hatinya sedang dalam keadaan bingung dan sedih, ada kebahagiaan yang tumbuh di dalam dirinya saat melihat kedekatan antara Mia dan Raihan.
Dia tahu bahwa Mia adalah gadis yang baik dan cocok untuk Raihan. Lana menginginkan yang terbaik untuk sahabatnya itu, dan jika itu berarti bersama dengan Raihan, dia akan bahagia untuk mereka.
Saat melihat foto-foto Mia dan Raihan, dia mencoba untuk meyakinkan dirinya sendiri bahwa dia harus tetap bersikap netral dan menjauhkan perasaan yang tidak pantas ini. Lana ingin bahagia untuk mereka berdua dan tidak ingin perasaannya menjadi penghalang.
Dengan tekad yang kuat, Lana kembali menyibukkan diri dengan skripsinya. Dia berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia akan terus mendukung hubungan Raihan dan Mia dengan tulus, tanpa merasa cemburu atau berharap lebih.
"Mia ..kau pantas mendapatkan dia, semoga bahagia selalu ada untuk mu selamanya, sahabat ku"Bisik Lana pelan.
Lana sekarang butuh istirahat, istirahat secara batin tentunya.
Selamat tinggal cinta.
Selamat tinggal.
__ADS_1