Pasrah Saja

Pasrah Saja
keinginan Kevin


__ADS_3

Lana tiba di rumah Kevin, yang terletak di sebuah lingkungan perumahan dengan rumah-rumah berderet. Rumah Kevin terlihat cukup sederhana, tetapi masih tergolong dalam kategori menengah. Fasad rumah yang terbuat dari bata merah terlihat kokoh dan terawat dengan baik. Taman depan rumah dihiasi dengan beberapa tanaman hijau yang segar, memberikan kesan yang menyegarkan.


Lana turun dari Honda Beat-nya dengan langkah mantap, meskipun perasaannya masih terasa kacau dan terbebani. Ia menatap rumah Kevin dengan campuran perasaan penasaran dan ketidaknyamanan. Lana mengambil napas dalam-dalam, berusaha mengumpulkan keberanian dan menghadapi apa pun yang akan terjadi di rumah ini.


Langkah-langkahnya bergerak menuju pintu depan rumah, menghasilkan suara langkah yang terdengar pada tiap pijakan kakinya. Pintu depan rumah terlihat cukup sederhana, dengan warna kayu alami yang memberikan kesan hangat dan ramah. Lana mengangkat tangannya dan mengetuk pintu dengan lembut, menunggu dengan ketegangan yang terasa di setiap serat tubuhnya.


Tidak menunggu lama tiba-tiba saja Pintu terbuka dengan kasar, dan Kevin dengan ekspresi sinis menarik Lana masuk ke dalam rumah. Lana merasa sedikit terkejut dengan sikap kasarnya, tetapi dia mengikuti Kevin masuk ke dalam rumah.


Kevin memimpin Lana menuju kamar pribadinya, dan saat mereka tiba di sana, Lana tidak bisa menahan kekesalannya lagi.


"Demi apa kau memintaku datang ke sini ketika orang tuamu tidak ada?" seru Lana dengan suara yang penuh amarah. "Apa tujuanmu, Kevin? Apa lagi yang ingin kau lakukan?"


Kevin menatap Lana dengan tatapan tajam, tetapi ia tetap tenang. "Aku ingin "membicarakan"sesuatu denganmu," jawab Kevin dengan nada dingin. "Tapi pertama-tama, aku ingin kau mendengarkanku dengan baik. Ayah dan ibuku sedang pergi membawa adikku berobat. Mereka tidak akan ada di sini selama 2 atau 3 jam. Jadi, kita punya waktu untuk "berbicara" tanpa gangguan." kata Kevin pelan dengan nafas panas nya di pipi Lana.


Lana cukup tau apa arti "berbicara" itu di mulut Kevin. Karena hanya tidak percaya jika Kevin sanggup memintanya datang ketika orang tuanya tidak ada di rumah hanya demi melakukan hal terlarang itu.


Lana muak diperlakukan Kevin seperti pelacur Lana muak dengan Kevin yang kasar seperti ini. Tapi dia sudah hancur gara-gara Kevin apa yang harus dilakukan.


Lana merasa marah yang semakin memuncak karena kekecewaan atas pengkhianatan Kevin. Dia merasa ditipu dan dimanfaatkan. Mata Lana berkaca-kaca dan tangan gemetar karena emosi yang meluap.


"Kamu berani-beraninya memanipulasi aku, Kevin!" seru Lana dengan nada tinggi, suaranya terdengar penuh kemarahan. "Aku tidak pernah percaya kau mengundang aku untuk melakukan maksiat saat orang tua mu tidak ada di sini? Kamu memanfaatkanku, mengelabui aku Kevin!"


Kevin mencoba menjaga ketenangan meski wajahnya terlihat tegang. "Lana, aku hanya mencoba memberikanmu kesempatan untuk bertemu tanpa ada gangguan orang tua kita. Aku pikir itu akan lebih intim dan spesial."


Lana memandang Kevin dengan pandangan tajam. "Jangan mencoba mengelak, Kevin! Kamu hanya ingin menguji batas-batasku dan menguasai diriku. Apakah ini caramu untuk mengendalikanku?"

__ADS_1


Kevin tersenyum sinis. "Apa yang kau pikirkan tentangku, Lana? Aku mencintaimu, tapi jika kau tidak menuruti keinginanku, maka siapa yang akan mau menikahi gadis seperti kamu? Kau adalah gadis yang sudah kehilangan pesonanya, habis manisnya."


Lana terkejut mendengar kata-kata tersebut, luka hatinya semakin dalam. Dia merasa hancur dan terpojok. Air mata jatuh tanpa bisa ia tahan lagi. "Jangan kau berbicara seperti itu! Aku adalah seorang perempuan yang layak mendapatkan cinta dan penghargaan. Aku tidak akan menyerah begitu saja pada ancamanmu!"


"Kevin, aku menyesal bahwa aku pernah mencintaimu," ucapnya dengan suara lirih yang penuh kekecewaan.


Belum sempat Lana menjauh tiba-tiba Kevin berkata ,"Lana sayang kenapa kau begitu bodoh menipu dirimu sendiri, hehehe aku tahu kau masih menikmati hubungan ini kan. hahaha tubuhmu menipu dirimu sendiri lama"


Kevin berjalan ke arah pintu kamarnya dan menutup pintu kamar itu dengan hati-hati.


Dia mulai membuka pakaiannya satu persatu. Di sini Kevin tidak malu sama sekali jika Lana melihat adegan yang sedang dia lakukan toh dia dan Lana sudah beberapa kali melakukannya.


Lana sedikit terkejut tapi dia juga tersentak ketika Kevin meraih tubuhnya dan memeluknya dengan paksa.


"aku tahu kau menikmati ini Lana, Hem ayolah sayang kita juga akan menikah kan ,nikmati aja lah Hem" bisik Kevin dengan menghembuskan nafas panasnya ke telinga Lana.


Lana tidak kuasa lagi menolak ajakan Kevin untuk berhubungan badan. Dia pasrah ketika Kevin mulai menikmati seluruh tubuhnya tanpa terkecuali.


Tapi Kevin benar, Lana juga menikmati kondisi seperti ini.


Dengan berpikir begitu pada akhirnya Lana tunduk dengan ajakan setan. dia yang awalnya berpikir jika perbuatan yang dia lakukan dengan Kevin Ini adalah sebuah dosa besar. tapi perlahan-lahan Lana juga menikmati sentuhan demi sentuhan itu.


Buktinya saja Lana mengeluarkan beberapa ******* yang semakin lama membuat Kevin semakin bersemangat.


******* ini membuat menjadikan bukti jika Lana benar-benar menikmati kebersamaan mereka berdua.

__ADS_1


Untung saja rumah Kevin saat ini benar-benar hanya tinggal Kevin sendirian jadi keduanya begitu larut dalam ******* setan.


Dan ini hampir lebih dari setengah jam kemudian.


Setelah semuanya berlalu baru kemudian Lana sadar jika dia sudah melakukan kesalahan lagi. Tapi lama-kelamaan Lana juga mampu menghilangkan rasa bersalah itu Dan menganggap apa yang dikatakan Kevin adalah benar.


Lana mulai pasrah dengan posisinya sekarang.


tapi setelah semuanya berlalu barulah Lana menyadari jika Kevin hanya ingin dia melayaninya setelah itu dia akan dibuang seperti sampah.


buktinya sekarang setelah semuanya selesai Kevin buru-buru menarik selimut yang mengatakan jika dirinya sedang kelelahan dan dia mempersilahkan Lana untuk pulang.


Kevin terlihat terbaring di atas ranjangnya, tetapi pandangannya acuh tak acuh, tidak memberi perhatian pada Lana.


Lana memandang Kevin dengan perasaan campur aduk. Dia merasakan kekecewaan yang mendalam namun tak bisa mengeluarkan sepatah kata pun. Air mata kesedihan mulai mengalir perlahan di pipinya, menandakan betapa hatinya hancur dan kecewa.


Namun begitu tangan Lana tetap saja bergerak untuk memakai pakaiannya kembali. Dia hanya berharap hari ini Kevin akan menganggap dirinya sebagai wanita bukan seperti pelacur yang ketika ingin dipanggil, tapi setelah itu disuruh keluar.


Tapi dia kecewa karena itulah yang terjadi saat ini.


Kevin berbicara tanpa melihat Lana sedikit pun."Lebih baik kamu pergi sekarang, Lana. Aku tidak ingin orang tuaku melihatmu di sini. Mereka bisa kembali kapan saja"


Lana merasa dadanya terasa berat. Dia mencoba menahan tangisnya, tetapi tetes-tetes air mata terus jatuh ke bawah. Dia merasakan patah hati yang dalam, karena saat ini dia merasakan betapa sia-sia semua perjuangannya dan harapannya.


Dalam keheningan yang penuh kekecewaan, Lana berbalik dan meninggalkan kamar Kevin dengan langkah tergopoh-gopoh. Air mata kesedihannya terus mengalir, tak mampu dibendung. Dia merasa terjebak dalam keputusasaan dan penyesalan.

__ADS_1


__ADS_2