Pasrah Saja

Pasrah Saja
Raihan yang perhatian


__ADS_3

Saat ini Raihan duduk di kursi di tengah-tengah baris, sedangkan Lana duduk di sebelah kanannya. Pesawat sudah lepas landas dan sedang dalam perjalanan menuju tujuan. Raihan tampak duduk dengan tegak, memperhatikan setiap detail keadaan sekitar. Lana merasa sedikit gugup dengan kebersamaan mereka di dalam pesawat, tapi Raihan tampaknya sangat peduli dengan keadaannya.


Raihan memperhatikan Lana dengan senyuman hangat "Sudah nyaman di sini, Lana?"


"Jangan khawatir, aku akan selalu ada di sampingmu selama perjalanan ini. Jika ada yang membuatmu tidak nyaman, beri tahu aku ya"tambah nya lagi.


Di sisi lain Alana lebih banyak diam ketimbang Raihan yang berbicara banyak tentang hal yang tidak bermutu.


Teman satu tim yang duduk di belakang mereka, memperhatikan interaksi mereka dengan rasa ingin tahu.


Dia berbisik kepada temannya di sebelahnya." Apa kamu juga merasa ada sesuatu yang berbeda di antara Lana dan Raihan? Mereka terlihat begitu dekat kan?"


Teman nya ini berbisik balik." Ya, aku juga merasa seperti itu. tapi itu urusan mereka kita nggak boleh masuk campur"


Apa yang diberikan Raihan kepada Lana di dalam pesawat, yang memancing rasa ingin tahu teman-temannya. Meskipun Lana dan Raihan hanya menganggap diri mereka sebagai teman baik, sikap dan perlakuan Raihan terhadap Lana membuat orang lain bertanya-tanya apakah ada sesuatu yang lebih dari sekadar persahabatan di antara mereka.


Tapi lambat laun semua orang tidak memasukkan hal itu ke dalam hati. Perjalanan masih panjang dan itu berlangsung lebih dari satu jam.


Mereka baru sadar ketika ada suara yang keluar dari arah depan.


"Kami telah tiba di Bandara Internasional Adisutjipto, Yogyakarta. Mohon tetap duduk dengan sabar hingga pesawat berhenti sepenuhnya dan pintu pesawat dibuka. Terima kasih atas pilihan Anda untuk terbang bersama kami."


Pesawat bergerak perlahan menuju terminal. Lana, Raihan dan tim KKN lainnya duduk dengan sabar, siap untuk keluar dari pesawat dan memulai petualangan mereka di Jogja.


Setelah pesawat berhenti sepenuhnya, pramugari membuka pintu pesawat, dan mereka pun mulai bergerak menuju pintu keluar. Saat mereka melangkah keluar, suasana bandara Jogja terasa begitu khas dengan desain arsitektur tradisional dan nuansa budaya Jawa yang kental.


Lana memang pertama kalinya tiba di Jogja ,jadi dia memandang sekeliling dengan kagum."Wah, suasana bandara Jogja begitu khas dan indah. Aku merasa langsung terasa nuansa tradisional Jawa di sini"


Yang tidak dipikirkan oleh Lana, sebenarnya Raihan selalu ada di sampingnya dia juga memberi kekomentarnya sendiri.

__ADS_1


"Ya, Jogja memang memiliki pesona dan keindahan yang unik. Ayo, kita ikuti petunjuk arah untuk keluar dari bandara dan temui koordinator KKN kita"


Mau tak mau Lana diam lagi dan berpikir semuanya pasti baik-baik saja. Namun begitu jantung Lana sama sekali tidak mau berkompromi.


Mereka mengikuti petunjuk arah dan menuju area keluar bandara. Di sepanjang jalan, mereka melihat berbagai ornamen seni dan budaya Jawa yang terpampang dengan indah, menambah suasana khas Jogja yang mereka rasakan.


Bandara Adisutjipto yang mereka kunjungi terletak di lingkungan yang hijau dengan taman dan pepohonan yang rindang. Ada sentuhan seni dan batik yang menghiasi dinding dan dekorasi bandara, menampilkan kekayaan budaya Indonesia.


Raihan, Lana dan tim KKN lainnya berada di area pengambilan bagasi di bandara Jogja. Mereka menunggu tas mereka muncul di konveyor bagasi. Sementara mereka menunggu, Raihan memperhatikan Lana yang tampak sedikit lelah setelah perjalanan panjang.


"Lana, apakah aku bisa membantu membawa tasmu?"kata Raihan tiba-tiba yang membuat Lana terkejut lagi. dirinya sungguh tidak menyangka jika Raihan benar-benar selalu menempel padanya seperti perangko.


"Oh, tidak perlu khawatir, Raihan. Aku bisa membawanya sendiri"Tolak Lana.


Raihan tidak menerima penolakan sama sekali dia terkesan memaksa lana kali ini."Biar aku yang membantu, tidak apa-apa. Tasmu terlihat cukup berat"


Lana sedikit ragu tapi akhirnya menyerahkan tasnya kepada Raihan. Tas Lana adalah tas backpack berwarna hitam dengan banyak saku dan kompartemen, cukup besar untuk menampung semua perlengkapan yang dibutuhkan selama KKN.


" Lihat saja, Raihan terus memperhatikan Lana. Apa mereka benar-benar memiliki hubungan?"


" Sepertinya begitu. Tapi menurutku mereka lebih seperti pasangan yang sedang bertengkar dan saat ini Rehan sedang membujuk Lana.Begitukan?"


Semua orang mengangguk dan setuju dengan ide ini. Sejak dari naik pesawat bahkan sampai sekarang, Raihan begitu antusias berbicara bahkan memamerkan kedekatan mereka berdua tapi Lana sepertinya acuh tidak acuh.


Jadi penjelasan tadi sepertinya masih masuk akal.


Meskipun mereka saling bertukar pandang, teman-teman tersebut memilih untuk tidak membahasnya atau mengutarakan asumsi mereka. Mereka ingin memberikan privasi pada Lana dan Raihan, serta fokus pada tujuan utama mereka dalam KKN, yaitu memberikan kontribusi bagi masyarakat setempat.


Dalam keheningan yang nyaman, Lana dan Raihan melanjutkan perjalanan mereka bersama tim KKN lainnya, sambil membawa tas Lana dengan penuh perhatian.

__ADS_1


Lana dan tim KKN-nya berdiri di depan bandara Jogja, menunggu orang yang ditunjuk oleh universitas untuk menjemput mereka. Di kejauhan, mereka melihat seorang pria dengan papan bertuliskan "KKN Universitas XYZ" diangkat tinggi-tinggi.


Rayhan segera angkat tangan dengan isyarat untuk pria itu.


Pria itu langsung mendekati mereka dengan senyum ramah di wajahnya. Lana dan teman-temannya mengenali dia sebagai orang yang akan menjadi pengantar mereka ke tempat tujuan.


"Halo, selamat datang di Jogja! Saya adalah pemandu dari Universitas XYZ yang akan mengantar kalian ke daerah KKN kalian" Kata nya dengan ramah.


Seorang pria kurus tinggi yang kira-kira usianya di atas 30-an. Dia menjabatkan tangannya pada Lana dan yang lainnya untuk memperkenalkan diri.


Lana dan tim KKN memberikan senyuman dan membalas jabatan tangan perkenalan kepada pria itu.


"Terima kasih banyak ,sudah di jemput,pak" kata Lana tersenyum.


" Baiklah, mari kita segera berangkat. Mobil kami sudah siap menunggu di luar. Semua tas dan perlengkapan kalian bisa dimasukkan ke dalam bagasi mobil"


Lana dan tim KKN menganggukkan kepala mereka dan segera mengumpulkan tas-tas mereka. Mereka mengikuti pria pengantar tersebut menuju area parkir, di mana mobil universitas sudah menanti.


Pria Pengantar membuka pintu mobil dan membantu mereka meletakkan tas-tas ke dalam bagasi. Setelah itu, mereka semua naik ke dalam mobil dan mengikuti pria tersebut untuk menuju daerah KKN mereka.


Selama perjalanan, pria pengantar menjelaskan beberapa informasi penting mengenai daerah tersebut, seperti lokasi tempat tinggal, jadwal kegiatan, dan hal-hal yang perlu diperhatikan selama KKN.


"Kami berharap kalian bisa memberikan kontribusi yang berarti selama KKN ini. Tempat yang kalian kunjungi adalah tempat yang membutuhkan perhatian dan bantuan kalian"


Pria itu berbicara banyak tentang lokasi yang akan mereka datangi sebentar lagi. Tapi pada saat ini Lana sama sekali tidak fokus dengan apa yang dibicarakannya.


Saat ini Lana sedang berpikir tentang Raihan yang begitu perhatian sejak awal sampai sekarang.


Sebenarnya kenapa Raihan melakukan itu padahal jelas Lana sudah mengatakan jika dia ingin sedikit menjauh.

__ADS_1


Kenapa Raihan.


__ADS_2