Pasrah Saja

Pasrah Saja
Menjauh lagi


__ADS_3

Lana berjalan sendirian ke kampus dengan langkah mantap. Dia berusaha melupakan kedekatannya dengan Raihan dan memfokuskan diri pada kuliahnya yang semakin mendekati. Mia juga berjalan di sampingnya, mereka sekelas dan memiliki jurusan yang sama.


Lana terlihat segar dan bersemangat, membawa tas kuliahnya dan berpakaian rapi. Sedangkan Mia tampil dengan karakter cerianya yang khas, tersenyum lebar dan memancarkan energi positif.


"Hai, Mia! Kamu terlihat ceria seperti nya ketemuan dengan Rayhan tadi malam ya " kata Lana dengan senyum palsu nya.


"Tentu saja Lana sayang! Aku senang sampai tidak bisa berhenti tersenyum. Oh ya, Lana, aku penasaran, sudahkah kamu memutuskan judul skripsimu?"kata Mia mengalihkan pembicaraan mereka.


"Belum, Mia. Aku masih dalam tahap mencari topik yang tepat. Tapi aku berharap bisa menemukan judul yang menarik dan relevan dengan bidang studi kita" jawab Lana.


Pembicaraan mengenai skripsi lebih menarik untuk di kulik dibandingkan jika berbicara tentang masalah Raihan yang membuat hatinya amburadul.


Ahh hanyalah saja yang mengetahui bagaimana situasi hatinya begitu menyebut nama Raihan dari bibir ini.


Mia yang tidak tahu pemikiran sahabatnya itu tersenyum manis dan berkata,"Ah, jangan khawatir, Lana! Aku yakin kamu akan menemukan topik yang bagus untuk skripsimu"


Rayhan tiba-tiba muncul di depan Mia dengan senyum lebar di wajahnya, seolah-olah dia sedang tampil sedikit pamer. Lana yang melihat itu segera merasakan kecemburuan yang menggelitik di hatinya.


" Hai, sayang! Kau terlihat cantik seperti biasa" Kata Rayhan yang langsung mencium pipi Mia dengan gemes.


Mia segera terkejut dan senang, jarang Rehan mempertontonkan gerakan intim seperti yang dia lakukan sekarang saat ini di depan umum. Namun begitu Mia masih menjawabnya dengan nada yang tidak kalah manjanya." Oh, hai, sayang! Kamu tiba-tiba muncul seperti ini. Aku kangen kamu, lho!"


" Aku juga sangat kangen padamu. Aku ingin melihat senyum indahmu setiap hari"Kata Rayhan.


Lana yang berada di samping mereka, berusaha menyembunyikan perasaan cemburunya. Dia tahu Rayhan pura-pura tidak tahu kehadirannya, namun tetap saja hatinya terluka.


" Kenapa Rayhan pura-pura tidak tahu kalau aku ada di sini? Apakah dia sengaja memperlihatkan kemesraan mereka padaku?"

__ADS_1


Rayhan tetap melanjutkan sikap mesra dan dekat dengan Mia, tanpa menyadari perasaan cemburu yang ada dalam diri Lana. Mia hanya tersenyum dan merasa bahagia dengan kehadiran Rayhan yang penuh perhatian.


Lana mencoba menenangkan hatinya dan mengalihkan pikirannya ke hal-hal positif. Dia mengingatkan dirinya sendiri bahwa Rayhan adalah pacar Mia dan mereka memiliki hubungan yang mesra. Lana memutuskan untuk menjaga perasaannya sendiri dan tetap fokus pada persahabatan mereka bertiga.


"Aku harus menghargai persahabatan kita dan menjaga sikap profesional. Meskipun hatiku sedikit terluka, aku harus berpura-pura tidak terpengaruh dan tetap memberikan dukungan pada mereka"


Dengan tekad yang kuat, Lana menghadapi situasi dengan senyuman di wajahnya. Dia bergabung dengan Rayhan dan Mia, berusaha menikmati kebersamaan mereka tanpa menunjukkan kecemburuan yang ada di dalam hatinya.


Sial nya lagi,rayhan sengaja masuk keruang kelas dan duduk di samping.mia.


Lana duduk di dekat Mia dan Rayhan memperhatikan betapa sengaja Rayhan memamerkan kemesraan mereka. Awalnya dia mencoba menahan perasaannya, namun lama kelamaan rasa khawatir dan cemburu semakin menguat di hatinya.


Rayhan tersenyum manis kepada Mia,dia menarik rambut Mia dan menyelipkan nya di telinga mia.


"Sayang, kau tahu betapa aku merindukanmu setiap saat. Aku tidak sabar untuk menghabiskan lebih banyak waktu bersamamu"


"Ohh sayang,Aku juga merindukanmu, Raihan. Kita akan selalu bersama, kan?"


Lana yang merasakan beban di dadanya semakin berat, berpikir bahwa mungkin sudah saatnya dia berbicara dengan Mia mengenai perasaannya.


Lana dengan raut wajah serius berkata pada mia."Mia, bisa aku bicara denganmu sebentar?"


Sapaan Lana ini membuat Mia gelagapan dan dia merasa malu karena lagi-lagi dia melupakan keberadaan Lana." Tentu, Lana. Ada apa?"


"Mia Aku perlu fokus pada skripsiku yang semakin mendekat. Aku merasa perlu mengurangi waktu bersama kita, setidaknya sampai aku menyelesaikan skripsi ini"


" Oh, Lana ku pikir apa tadi, aku mengerti. Skripsi memang penting, Tapi, apakah ini berarti kita tidak bisa lagi sering-sering ketemu?"

__ADS_1


" Mungkin tidak se-sering seperti sekarang, Mia. Aku perlu menyeimbangkan waktu dan energi antara kuliah, skripsi, dan kehidupan pribadi"kata Lana.


Namun di ujung matanya Lana menangkap raut wajah Raihan yang seolah-olah mengejeknya dalam senyuman. Dalam hati Lana mengutuk Raihan atas candaan yang tidak bergizi ini.


"Oke Mia, Padahal kita kan masih bisa sama-sama bikin skripsi. tapi udahlah aku ngerti kok"Kata Mia lagi


Lana merasa lega mendengar dukungan Mia. Meskipun hatinya masih cemburu melihat kedekatan Mia dengan Rayhan, dia tahu bahwa mereka memiliki hubungan yang kuat sebagai sahabat.


"Terima kasih, Mia. Aku benar-benar menghargai pengertianmu. Kita akan tetap dekat, meskipun mungkin tidak seintens sebelumnya"


"Lana apakah lupa kita aku kau dan dia sama-sama akan membuat skripsi di waktu yang sama. Jadi wajar kok jika kita tidak ketemu lebih sering seperti dulu ya kan Mia"Kata Rayhan yang masih saja setia memeluk Mia dengan lembut di dadanya yang bidang.


Namun begitu mata Raihan berkedip kedip ke arah Lana yang menunjukkan perilaku yang mengejek.


Ahh kenapa nyaman melihat wajah Lana yang cemberut seperti itu.


"Hem Lana, Aku harap selagi membuat skripsi kau juga bertemu dengan seseorang yang kau suka.Ah lihat betapa bahagianya aku dan Raihan kan"kata Mia yang tidak malu mencium Raihan di depan lana.


tentu saja hati Lana yang sudah membengkak tiba-tiba merasa seperti akan meledak melihat reaksi kimia yang begitu manja di dalam pelukan Raihan. Sementara Raihan terkikik geli dan membalas ciuman itu dengan ciuman bibir yang begitu panas dan hot.


Benar-benar pasangan yang sial. ingin saja Lana menimpuk mereka berdua dengan tas yang saat ini dia pegang. Tapi sayang pada laptopnya.Mahal Cui...


"Ahh kalau kalian begini lebih baik cari kamar noh, ntar dosen datang baru nyaho"Kata Lana dengan kesal.


Wajahnya yang cantik dibuat manyun bukan membuat Mia dan Rayhan takut tapi malahan membuat mereka tersenyum geli dan melambaikan tangan tidak peduli sama sekali.


"Hahaha, Lana Maaf ya kalau buat kamu cemburu. Tapi Mia bener kok cari pasangan saja kalau kamu marah hahaha"Raihan berkata begitu tapi dia benar-benar mundur dan keluar dari kelas.

__ADS_1


Begitu dia keluar suaranya masih saja terdengar sampai ke dalam kelas ,yang membuat Lana semakin geram saja.


Rayhan sial...


__ADS_2