Pasrah Saja

Pasrah Saja
life must go on


__ADS_3

Lana duduk di depan komputer, sibuk meneliti berbagai artikel dan jurnal yang terkait dengan topik skripsinya. Dia sedang mencari judul yang tepat untuk penelitiannya.


Lana membuka beberapa tab di peramban internetnya, mencari referensi dan sumber informasi terbaru tentang bidang studinya. Dia membaca dengan seksama setiap artikel yang menarik perhatiannya, mencatat hal-hal penting, dan mempertimbangkan relevansinya dengan topik skripsinya.


Selain mencari di internet, Lana juga membaca buku dan makalah terkait yang dia pinjam dari perpustakaan kampus. Dia mencatat berbagai gagasan dan pendapat dari para peneliti terkenal di bidangnya.


Lana juga mengikuti seminar dan konferensi yang berkaitan dengan topik penelitiannya. Dia aktif mengikuti diskusi dan bertukar pikiran dengan para ahli di bidangnya. Semua itu dilakukan untuk memperluas wawasan dan mencari inspirasi untuk judul skripsinya.


Saat Lana merasa cukup memiliki pemahaman yang kuat tentang topiknya, dia mulai merumuskan judul skripsi yang sesuai. Dia menggabungkan elemen penting dari penelitiannya dengan bahasa yang jelas dan ringkas. Lana mencoba menghindari judul yang terlalu umum dan mencari yang lebih spesifik serta menarik perhatian.


Lana mencatat beberapa judul yang menarik hatinya di dalam buku catatannya. Dia mengoreksi dan memilih dengan hati-hati, mempertimbangkan aspek-aspek yang penting seperti kelayakan penelitian, relevansi dengan perkembangan terbaru di bidangnya, dan potensi kontribusinya bagi ilmu pengetahuan.


Proses pencarian judul skripsi ini membutuhkan waktu dan upaya dari Lana. Dia menghadapi berbagai tantangan dan ketidakpastian, tetapi dengan tekad dan kesabaran, Lana yakin akan menemukan judul yang tepat untuk penelitiannya.


Lana tersentak saat dia tidak sengaja membuka foto-foto kedekatannya dengan Raihan. Dia melihat gambar-gambar mereka yang penuh tawa, senyum, dan kebahagiaan. Hatinya terasa hangat saat melihat momen-momen indah itu.


Namun begitu di balik senyumnya, ada kebingungan dan kekhawatiran yang merayap di dalam hati Lana. Dia merasa merindukan kedekatan itu, tetapi pada saat yang sama, dia juga khawatir tentang persahabatannya dengan Mia. Perasaan canggung dan dilema menghantuinya.


Dalam diam Lana berpikir, "Aku merindukan momen-momen itu bersama Raihan. Senyuman dan kehangatan yang kami bagikan. Tapi aku juga tidak ingin menyakiti Mia. Dia adalah sahabatku, dan hubungan kami sangat berarti bagiku. Apakah aku egois jika aku terus merindukan kedekatan itu?"


Lana merasa terjebak dalam sebuah pertanyaan yang sulit dijawab. Dia mencoba mencari keseimbangan antara keinginan dan tanggung jawabnya terhadap persahabatan mereka. Hatinya terbagi antara merindukan Raihan dan menjaga hubungannya dengan Mia.

__ADS_1


Dalam kebingungannya, Lana menghela napas dan berjanji pada dirinya sendiri untuk lebih berhati-hati dengan perasaannya dan mempertimbangkan konsekuensi dari setiap tindakannya.


Lana memandangi foto-foto itu sekali lagi sejenak sebelum menutupnya. Sekali lagi Lana memusatkan perhatiannya dalam skripsinya.


Satu minggu kemudian ,Lana duduk dengan buku-buku dan laptopnya. Dia sedang dalam proses menyusun skripsi setelah menemukan judul yang sesuai. Di sebelahnya duduk dosen pembimbingnya, Profesor Martin, yang siap membantu dan memberikan panduan dalam penulisan skripsi.


Lana sedang memandangi layar laptopnya ,dia berkata."Profesor Martin saya sudah menemukan judul skripsi yang saya rasa cocok. Saya ingin membuat skripsi ini menjadi karya yang baik dan layak untuk diserahkan. Bisakah Anda membantu saya?"


"Tentu, Lana. Saya senang mendengarnya. Apa judul skripsi yang telah kamu pilih?"


"Hem Judulnya adalah "Analisis Pengaruh Rasio Keuangan terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan X di Industri Manufaktur". Saya tertarik untuk melihat hubungan antara rasio keuangan dan kinerja perusahaan dalam konteks industri manufaktur"


"Itu adalah topik yang menarik, Lana. Langkah pertama adalah menyusun kerangka kerja skripsi. Kita perlu membaginya menjadi beberapa bagian, seperti pendahuluan, tinjauan pustaka, metodologi penelitian, analisis data, dan kesimpulan"


Profesor Martin dengan senang hati menjelaskan bagaimana cara Lana menyusun skripsi. Dia adalah sosok dosen yang baik bersamanya Lana merasa pemikirannya tentang jalur yang dia pegang sekarang benar-benar terbuka.


Jarang bisa menemukan profesor sebaik profesor Martin ini.


"Terima kasih banyak, Profesor Martin. Saya sangat berterima kasih atas bantuan dan panduan Anda. Saya akan bekerja keras untuk membuat skripsi ini sebaik mungkin"


" Saya percaya pada kemampuanmu, Lana. Jangan ragu untuk meminta bantuan jika ada yang perlu dibahas atau ditanyakan"

__ADS_1


Lana mengambil catatan dan memulai proses penulisan skripsinya dengan bantuan Profesor Martin. Dalam perjalanan ini, mereka saling berdiskusi, menyusun bab demi bab, dan menganalisis data yang relevan. Kerja keras Lana dan panduan Profesor Martin menjadi kunci kesuksesan dalam menyelesaikan skripsi yang layak untuk diserahkan.


Tanpa sadar Lana sudah mulai benar-benar merupakan pemikirannya tentang Raihan.


Dan dia terus mengerjakan urusannya sampai tidak sadar satu bulan berlalu dan cepat.


Satu bulan kemudian di ruang belajar pribadi Lana. Di meja ada tumpukan buku catatan dan laptop yang digunakan Lana untuk menulis skripsi. Dia duduk dengan fokus, membaca kembali bagian-bagian skripsi yang telah dia tulis. Wajahnya terlihat serius dan penuh perhatian.


Lana mengambil pena dan mulai membuat catatan revisi yang perlu dilakukan. Dia mencatat beberapa perubahan yang dianjurkan oleh dosen pembimbingnya, serta memperbaiki beberapa bagian yang masih perlu diperjelas. Setelah menyelesaikan catatan revisi, Lana mengambil laptopnya dan mulai melakukan penyuntingan dan perbaikan dalam skripsi yang ditulisnya.


Selama proses penyempurnaan, Lana memeriksa tata bahasa, ejaan, serta menyempurnakan alur dan keselarasan antara setiap bagian skripsi. Dia juga melampirkan kutipan dan referensi yang diperlukan serta memastikan bahwa sumber daya yang digunakan telah diakses dan dirujuk dengan benar.


Setelah selesai melakukan penyempurnaan, Lana beralih ke persiapan presentasi. Dia membuka presentasi di laptopnya dan mulai menyusun slide yang sesuai dengan struktur skripsi yang telah disusunnya. Dia memilih dengan cermat gambar dan grafik yang mendukung dan memperjelas poin-poin penting dalam penelitiannya.


Lana berlatih presentasi di depan cermin, mengatur intonasi suara dan ekspresi wajahnya. Dia ingin memastikan bahwa dia mampu mengkomunikasikan penelitiannya dengan jelas dan meyakinkan saat ujian skripsi nanti.


Sambil mempersiapkan presentasinya, Lana juga mengunduh dan mencetak bahan-bahan pendukung seperti laporan penelitian, tabel data, dan hasil analisis. Dia mengorganisir materi ini dengan rapi dan memastikan semuanya siap untuk disajikan dalam ujian.


Dunia kuliah benar-benar menguras tenaga dan pemikiran Lana. Namun begitu dia tidak sempat lagi memikirkan tentang masalah percintaannya.


Adapun Mia mereka masih sempat berbicara tapi tidak sempat membahas tentang masalah laki-laki terutama dengan Raihan. Terkadang Lana berpikir ini adalah jalan terbaik untuk mereka lagi pula sebentar lagi dia akan meninggalkan universitas dan menjadi manusia yang baru.

__ADS_1


Ada pepatah mengatakan ,ada begitu banyak ikan di lautan .Jadi kenapa dia hanya memikirkan masalah Raihan.


Ayo selesaikan dulu kuliahmu baru mikirin laki laki.


__ADS_2