
Lana sibuk bekerja di kantor Syahbandar, merasa bahwa hidupnya sudah kembali berjalan normal. Dia bahagia dengan pekerjaannya dan merasa sudah lupa dengan masa lalu bersama Rayhan.
Di sini Lana seperti seseorang yang baru,di mana dia sering tersenyum dan lebih suka tertawa. Beberapa teman kerja bahkan menganggap Lana seperti bunga yang baru saja mekar.
Namun seperti kata pepatah, "Tak ada yang bisa menghalangi datangnya cinta yang telah terpatri di hati."
Atau Lana yang terlalu cepat merasa bahagia.
Suatu hari, saat Lana sedang fokus mengerjakan tugasnya di meja kerja, tiba-tiba dia dikejutkan oleh kehadiran Rayhan yang muncul di depannya.
"Rayhan?"
"Lana?"
Lana terbelalak kaget dan hatinya berdebar kencang. Di balik penampilan profesionalnya, ada perasaan campur aduk yang kembali bergejolak.
Rayhan tersenyum dan berkata, "Hai, Lana. Lama tidak bertemu, ya?"
Pria yang pernah mengisi hati Lana itu tiba-tiba menguburkan tangannya dengan senyum yang semakin merekah.
Lana mencoba menyembunyikan kekagetan dan menjawab dengan senyum tipis, "Ya, memang lama tidak bertemu. Apa yang membawamu ke sini?"
"Mulai hari ini, aku bekerja di kantor Syahbandar. Tapi jujur Lana aku nggak nyangka deh kalau kamu juga kerja di sini. Jika aku tahu ,mungkin ...mungkin aku tidak akan melamar di kantor ini"
Tidak perlu dikatakan,Lana juga mengerti apa yang ingin disampaikan oleh Raihan .Tapi karena sudah terlanjur diterima di kantor bagaimana mungkin Lana menolak kehadiran Raihan kan.
Lana sedikit terdiam, mencoba meredam perasaannya yang kembali berkecamuk. Dia tidak pernah berpikir akan bertemu Rayhan lagi, apalagi di tempat kerjanya yang sekarang.
Lana pun tersenyum tidak berdaya penuh dan berkata, "Selamat datang di kantor Syahbandar,Ray. Semoga kamu betah bekerja di sini."
__ADS_1
Rayhan menatap Lana dengan penuh arti, "Terima kasih, Lana. Aku harap kita bisa bekerja dengan baik bersama."
Perasaan canggung masih ada di antara mereka, tapi juga ada harapan baru yang muncul.
Rayhan bekerja sebagai petugas pencatatan kapal di Pelabuhan Surabaya. Setiap harinya, dia harus melakukan pemantauan dan mencatat data kapal-kapal yang masuk ke pelabuhan. Tugasnya meliputi mencatat nama kapal, jenis kapal, tanggal kedatangan, bea masuk, dan keterangan lainnya yang relevan.
Dia memiliki dua jenis catatancatatan harian dan catatan bulanan. Catatan harian mencatat informasi tentang setiap kapal yang masuk dalam satu hari tertentu. Sedangkan catatan bulanan berisi ringkasan data dari seluruh kapal yang masuk dalam satu bulan penuh.
Karena pekerjaannya membutuhkan mobilitas, Rayhan harus bekerja dengan tempat yang tidak tetap. Dia harus berpindah dari satu pelabuhan ke pelabuhan lainnya untuk mencatat data kapal. Selama masa rolling 6 bulan, dia mungkin akan berpindah ke beberapa pelabuhan di wilayah Surabaya.
Salah satu pelabuhan yang sering menjadi tempat kerjanya adalah Pelabuhan Tanjung Perak, karena merupakan pelabuhan utama di Surabaya.
Di sini, dia akan berada di pos pencatatan yang telah disediakan oleh pihak pelabuhan. Pos tersebut biasanya berada di dekat area masuk kapal, sehingga Rayhan dapat dengan mudah mencatat data kapal yang masuk.
Selama menjalani tugas ini, Rayhan mendapatkan gaji yang layak sebagai pegawai pelabuhan. Gaji yang diterimanya adalah sekitar 6 juta rupiah per bulan. Meskipun pekerjaannya cukup menguras tenaga dan seringkali berpindah tempat, Rayhan merasa bangga dengan pekerjaannya karena dapat berkontribusi dalam kelancaran aktivitas pelabuhan dan membantu mengelola data kapal yang masuk.
Rayhan menghabisi waktu hari ini untuk sosialisasinya. Dalam sosialiasi ini, rayhan harus mengambil dan menyimpan nomor semua orang termasuk nomornya Lana.
Hanya setelah itu Lana buru-buru kembali ke ruangannya sendiri dengan alasan dirinya sedang sibuk.
Rayhan tersenyum dengan yang lain tapi dari ujung matanya dia juga melihat arah ke mana Lana pergi.
Tidak lama kemudian Lana yang duduk di ruang kerjanya. Saat ini wajahnya penuh dengan kecemasan. Informasi tentang pekerjaan Rayhan membuatnya semakin gugup dan bingung. Dia tahu bahwa posisi mereka yang saling berhubungan di bidang yang berbeda akan membuat mereka sering bertemu, bahkan jika hanya melalui telepon. Lana bergerak di bidang keuangan, sedangkan Rayhan harus mencatat data kapal yang masuk dan keluar di pelabuhan.
"Dunia ini benar-benar kecil," gumam Lana dalam hati. Dia ingin menjauh dari Rayhan, tapi takdir sepertinya memaksa mereka untuk saling dekat.
Beberapa waktu kemudian, Lana menerima telepon dari Rayhan.Sebuah nama yang sudah di lupakan.Wajahnya semakin cemas saat melihat nama Rayhan di layar ponselnya. Dia ragu-ragu untuk menjawab, tapi akhirnya mengangkatnya juga.
"Halo, Lana," sapa Rayhan ramah dari seberang sambungan.
__ADS_1
"Halo, Rayhan," jawab Lana sedikit gugup.
"Mohon maaf jika telepon ini membuatmu tak nyaman," ucap Rayhan, "Tapi aku ingin berbicara dengan jujur. Aku tahu betapa sulitnya posisi kita yang sekarang. Tapi Lana , mari kita profesional Oke."
Lana mengangguk mengerti, meski hatinya terasa berat.
"Jadi, aku ingin berjanji padamu," lanjut Rayhan dengan tegas, "Aku akan tetap berusaha menjauh darimu. Aku tidak ingin membuatmu merasa tidak nyaman atau terbebani dengan kehadiranku."
Meski Lana masih merasa bingung dengan perasaannya terhadap Rayhan, dia merasa lega mendengar janji Rayhan tersebut. Dia tahu bahwa mereka berdua harus fokus pada pekerjaan dan tidak membawa masalah pribadi ke dalamnya.
"Terima kasih, Rayhan," ucap Lana dengan lembut, "Aku juga berharap kita bisa tetap profesional dalam bekerja."
Rayhan mengangguk, "Betul, kita harus fokus pada tugas kita masing-masing. Dan siapa tahu, mungkin kebersamaan ini hanya sementara."
Lana menarik napas lega. Walaupun hatinya masih bingung, setidaknya dia tahu Rayhan berusaha untuk menjaga jarak. Dia berharap hal itu akan membantu mereka berdua untuk tetap fokus pada pekerjaan dan menjalani kehidupan mereka dengan tenang.
Dengan perasaan lega, Lana berjanji pada dirinya sendiri untuk fokus pada pekerjaannya di kantor Syahbandar dan berusaha tidak terlalu memikirkan perasaannya terhadap Rayhan.
Tapi kata orang, malang tak berbau dan bencana tidak dapat di elak kan.
Baru saja selesai dengan rayhan, Mia menelpon Lana dan berkata jika rayhan berkerja di kota tempat tinggal Lana.
"Lana tolong titip Ray ya,kami akan lamaran akhir tahun.Ray bilang dia ingin menabung dulu untuk pernikahan kami.Aku juga berpikir begitu, jadi aku juga sedang nabung di sini kok"kata Mia dalam telepon nya
Dia sangat senang ketika mendengar Lana juga bekerja di tempat yang sama dengan Rayhan.
Di sini Mia mulai mengatakan beberapa hal tentang kisah percintaannya dengan Rayhan ,yang justru membuat jantunannya jadi dongkol dan membengkak.
Yang lebih kesalnya lagi, di akhir telepon ,mia masih mengatakan hal yang sama seperti dulu.
__ADS_1
Titip Ray ya.