Pasrah Saja

Pasrah Saja
karaoke


__ADS_3

Mobil yang membawa Lana dan teman-temannya tiba di depan sebuah hotel mewah dengan desain modern. Mereka turun dari mobil dengan gembira, masih merasa bersemangat setelah selesai menjalankan KKN. Para pegawai hotel dengan ramah menyambut mereka dan membantu mengangkut barang-barang mereka ke dalam hotel.


Di resepsionis, mereka diberikan kunci-kunci kamar sesuai dengan pemesanan sebelumnya. Tapi ketika Lana menerima kuncinya, dia menyadari bahwa kamarnya bersebelahan dengan Raihan. Wajahnya sedikit memerah dan dia berusaha untuk tetap tenang sambil mengambil kunci dari resepsionis.


" Ini kunci untuk kamar Anda, Kamar Anda berada di lantai dua, nomor 210"kata resepsionis ketika tiba giliran Lana mengambil kunci.


"Terima kasih"jawab Lana yang kemudian juga terkejut ketika mendengar Rayhan sebenarnya memiliki nomor 211, artinya kamar mereka bersebelahan.


tapi di sini Lana mencoba menetralkan raut wajahnya, hanya saja teman-teman saling pandang dan berpikir hubungan mereka harus diredakan sebelum mereka semua benar-benar berpisah.


Lana tidak tahu apa yang dipikirkan oleh teman-temannya ini. setelah menemukan kamarnya dia langsung masuk ke sana dan menutup pintu setelah melambaikan tangan pada Dea.


Tapi tanpa ada yang tahu Lana menyandarkan tubuhnya di dinding berpikir jika saat ini Rayhan juga melakukan hal yang sama. Meskipun mereka dipisahkan oleh dinding tapi hati lana begitu hangat.


"kenapa cinta itu begitu berat?" pikir Lana.


"Ray...


tidak ingin larut dalam kesedihannya Lana melihat sekitar kamar. Kamarnya luas dan nyaman, dengan pemandangan indah ke taman di luar jendela.


Dia meletakkan tasnya di tempat tidur dan memandangi kamarnya sejenak. Hatinya berdebar-debar karena dia tahu Raihan berada tepat di sampingnya.


Yang tidak diketahui oleh Rana adalah, Raihan yang juga merasakan kecanggungan yang sama. Dia masuk ke kamarnya dan menutup pintu dengan hati-hati. Dia merasa tidak tahu harus berbuat apa.


Rayhan seperti Lana dia juga menyandarkan tubuhnya di dinding mencoba menghirup apakah ada aroma Lana di dinding itu.


Seperti Lana Rehan juga dibingungkan dengan posisi mereka sekarang.


Mereka adalah teman tapi kenapa rasanya begitu aneh dan tidak seperti teman biasa.


"Lana...


"aku tahu kau menyukai aku tapi maaf Lana ,saat ini ada Mia di sisi ku"gumam rayhan.


Tidak mau terjebak dengan situasi yang aneh Rayhan juga bergerak untuk mengganti pakaiannya.


Ketua tim KKN yang ada di Jogja akan menggelar acara perpisahan di sebuah karaoke yang masih seputar hotel ini.


Setelah beberapa saat, mereka akhirnya keluar dari kamarnya untuk bergabung dengan teman-teman lainnya di ruang pertemuan hotel. Mereka semua tanpa terkecuali berkumpul dan menikmati waktu bersama, berbicara tentang kenangan indah yang mereka lewati selama KKN.


"Lana, cepat lah kita akan telat"kata Dea.


"Hei mana telat Dea, ingin masih siang kan "kata lana yang tersenyum.


"Oke jika semuanya sudah ada di sini ayo pergi ke karaoke di atas "kata Tommy.


Dengan gembira semuanya bergerak menuju ke pusat karaoke.


Di pusat karaoke, mereka bertemu dengan tim KKN lainnya dan menyanyi bersama-sama. Semua orang bahagia dan riang, tapi Lana dan Raihan masih merasa ada ketegangan yang tidak terucapkan di antara mereka.


semua orang mulai menyumbangkan satu lagu sebagai kenang-kenangan. kecuali Lana tentunya.

__ADS_1


Ketika tiba giliran Dea dia mulai mengungkapkan sebuah kata-kata yang membuat Lana sedikit malu sekaligus tercengang.


"Aku akan menyanyikan sebuah lagu yang cocok untuk menggambarkan hubungan bertemanan dengan sentuhan cinta di dalamnya. "Friendship" oleh Anne-Marie. Lagu ini menceritakan tentang persahabatan yang kuat dan memiliki nuansa romantis di dalamnya. siapapun yang merasa jangan marah Hem?"


Dea mulai menyanyikan lagu tersebut dengan penuh perasaan dan juga penghayatan tentunya. Mungkin anggota tim KKN lain tidak tahu tapi anggota tim dari sisi Lana dan Raihan jelas mengetahui apa maksud dari ucapan Dea tadi.


Lana agak kesel tapi lama-lama dia juga larut di dalam syair yang dilantunkan dari bibir dia itu.


You say you love me, I say you're crazy


We're nothing more than friends


You're not my lover, more like a brother


I known you since we were like ten, yeah


Don't mess it up, talking that ****


Only gonna push me away, that's it!


When you say you love me, that make me crazy


Here we go again


Pada sisi chorus semua orang menyambutnya dengan menyanyikannya bersama-sama. Sehingga suasananya begitu dapat dan perasaan Lana jadi begitu menusuk.


Padahal lagunya enak banget tapi kenapa air matanya menitis.


Don't go look at me with that look in your eye


You really ain't going away without a fight


I've told you one, two, three, four, five, six thousand times


Haven't I made it obvious? Haven't I made it clear?


Want me to spell it out for you?


F-R-I-E-N-D-S


Haven't I made it obvious? Haven't I made it clear?


Want me to spell it out for you? F-R-I-E-N-D-S


(Bridge)


That's how you f*ckin' spell "friends"


(Chorus)


Don't go look at me with that look in your eye

__ADS_1


You really ain't going away without a fight


I've told you one, two, three, four, five, six thousand times


Haven't I made it obvious? (Have I not made it clear?)


Want me to spell it out for you? (Yeah yeah)


F-R-I-E-N-D-S


plok...Plok..plok .


Suara tepukan yang membuat riuh ruangan juga membuat kemeriahan semakin terasa.


Lana menyaksikan teman-temannya bersenang-senang dengan senyum bahagia di wajah mereka.


Tapi di sini Lana sedang menangis.


Saat hari semakin malam, beberapa teman mulai berpamitan karena ada pekerjaan atau perjalanan pulang yang harus mereka hadapi. Lana mengecup pipi mereka satu per satu dengan perasaan sedih karena kebersamaan yang indah harus berakhir.


"Lana kamu jangan pulang dulu ya, di sini dulu aku mau ke toilet"Kata Dea, Gadis itu tidak menunggu jawaban dari Lana dia langsung kabur yang membuat Lana berpikir mungkin dia benar-benar kebelet.


Jadi mau tidak mau Lana harus menunggu di sini.


Tidak disadari oleh Lana, teman-teman lainnya diam-diam meninggalkan ruangan satu per satu, meninggalkan Lana dan Raihan di sana.


Awalnya Rayhan juga ingin pulang tapi dia langsung ditahan oleh Tomi dengan berbisik.


"Eh, tunggu dulu. Ini malam terakhir kita bersama-sama, jadi bicaralah dengan Lana. Ini kesempatanmu, Ray"


" Tidak, Tomi, aku tidak tahu apa yang harus kukatakan. kami tidak sedang bertengkar kok"kata rayhan tertawa getir.


Tapi Tommy tidak percaya dengan alasan seperti itu dia meletakkan tangannya di pundak Raihan." Sudah saatnya, Ray. Kamu harus jujur dengan perasaanmu"


Sementara itu,Dea yang dikira sedang pergi ke toilet dia sebenarnya sedang merencanakan sesuatu di luar ruangan. Dia berbicara dengan karyawan pusat karaoke untuk mengatur panggung dengan cahaya lampu yang romantis. Dea berharap akan membantu Lana dan Raihan menyelesaikan masalah mereka.


Kembali ke dalam ruangan, Lana mulai merasa cemas karena waktu semakin lama berlalubdan Dea belum kembali. Dia melihat sekeliling dan baru menyadari bahwa semua orang telah pergi, kecuali Raihan dan Tomi.


"hei di mana semuanya?" kata Lana terkejut.


"Mereka sudah pulang, Lana. Mereka memberimu kesempatan untuk bicara dengan Raihan seorang diri" kata Tommy yang langsung berdiri dia juga tidak ingin mengganggu.


"Tom...


"Lana, Aku tidak tahu apa yang terjadi dengan kalian tapi ini mungkin kesempatan terakhir untuk kalian berbicara. dewasalah sedikit"kata Tommy yang sudah berjalan keluar dari pintu ruangan itu.


Rayhan sempat tidak nyaman tapi dia juga berpikir ini adalah hal yang bagus. Jadi dia duduk di sana dengan santai dan meminta Lana untuk tidak grogi.


"Lana , bisakah kita bicara sekarang?" kata rayhan dengan suara yang begitu magnetis di telinga Lana.


Deg..

__ADS_1


__ADS_2