
Lana duduk di samping Rayhan yang sedang istirahat di sofa. Dia memperhatikan dengan seksama keadaan tangan kanan Rayhan yang sedang terbalut gips.
"Rayhan, jika ada sesuatu yang kamu butuhkan, beritahukan padaku. Aku di sini untuk membantumu"
Rayhan tersenyum lembut melihat kepedulian Lana.
"Terima kasih, Lana. Aku benar-benar beruntung memiliki teman seperti kamu yang begitu perhatian. Mia beruntung bisa memiliki kamu sebagai sahabat "
Kata ini membuat Lana jatuh ke dalam lumpur es.Dalam sekejap dia sempat melupakan Mia dan menikmati kebersamaan nya dengan rayhan.
" Tentu saja, Rayhan. Aku dengan senang hati akan membantumu dalam hal itu. Jangan ragu untuk memintaku jika ada yang perlu kamu lakukan"kata Lana dengan tidak wajar.
Rayhan tidak melihat perbedaan itu jadi dia bersandar di sofa dengan sebelah tangan yang bermain hp.
Sementara itu Lana siap sedia membantu Rayhan dengan segala kebutuhannya, termasuk membantu membersihkan dan mengambil barang-barang yang sulit dijangkau akibat gips yang mengikat tangan Rayhan.
Jika orang tidak tau,Lana benar-benar mirip seperti seorang istri yang sedang membantu suami nya yang sakit.
Sebelum gelap , teman teman sudah kembali dengan rutinitas mereka masing-masing.
Dan Bu Siti juga sudah mengirim kan makan malam sehingga orang tidak perlu repot-repot menyediakan makan malam sendiri.
Entah apa yang di masak oleh ibu Siti , yang jelas semua nya sudah di sajikan di atas meja dan di tutup dengan tudung saji yang dibuat dari rotan.
Sedangkan untuk nasi mereka masih harus masak sendiri dengan Magicom, karena Lana di rumah dia sudah menyelesaikan itu sebelumnya.
Menjelang magrib,teman teman serumah sudah kembali. Dua diantara teman serumah ini adalah laki-laki . Hal pertama yang mereka lakukan ketika kembali adalah duduk mendekati Raihan.
Mereka bertanya tentang kronologi kecelakaan dan sekaligus meminta maaf karena tidak bisa menjenguk di rumah sakit secara mereka juga sedang disibukkan dengan kegiatan KKN masing-masing.
"tidak masalah santai aja" kata Rayhan yang justru mengerti kesibukan mereka.
" mulai besok aku pikir tugasku akan dipindahkan di tim Lana. kalian mengerti kan dengan kondisiku sekarang?"kata rayhan dengan mengangkat tangannya yang di gips.
Teman satu tim Lana adalah Dea dan juga Tommy. Dengan masuknya Rayhan itu artinya mereka akan menjadi 4 dalam satu.
"Hem tidak apa-apa malah aku senang bisa menjagamu sambil melanjutkan tugas hahaha"kata Tomi yang tertawa.
"Eh Ray kalau gitu aku masuk dulu ya gerah mau mandi"kata Tomi lagi
Sama seperti Lana dia juga disamperin oleh dua teman satu rumahnya dan menanyakan apakah begitu lelah mah membantu Rehan seharian di rumah sakit.
Begitu juga dengan Dea yang sudah mengetahui hubungan mereka berdua.Rayhan dan Lana ternyata adalah teman biasa saja tidak seperti yang mereka pikirkan sebelumnya.
"Ya aku kan cuman dititipin untuk jaga-jaga jangan sampai ada yang kecantol dengan dia dan aku hanya perlu melaporkan aja pada "pemiliknya" kan hehehe"
Kata pemilik membuat Lana sakit tapi itu adalah kenyataan yang sebenarnya.
"Oh Sebenarnya kita ini masih satu fakultas yang sama tapi kenapa ya kita tidak pernah berkenalan sebelum ini?"mereka bertiga tertawa bersama-sama ketika mengingatnya.
Tapi kemudian mereka berjanji setelah selesai KKN ini mereka masih melanjutkan hubungan meskipun hanya sebatas wa grup.
Ya lumayanlah daripada tidak.
Pada akhirnya mereka semua bubar dan bersiap untuk membersihkan diri masing-masing sebelum sama-sama duduk di meja makan.
meskipun ini pedesaan mereka masih memiliki televisi di sini dan ada juga jaringan wi-fi yang dipasang untuk memenuhi permintaan Lana dan kelompoknya.
Perlu dicatat Lana dan kelompok ini bukanlah mahasiswa yang masuk menggunakan jalur beasiswa. jadi kondisi ekonomi keluarga mereka baik-baik saja.
Itulah kenapa mereka berani mencari hunian yang lebih baik bahkan bisa membayar seseorang untuk memasak. lagi pun tidak ada satu di antara para gadis yang bisa memasak di sini kecuali memasak air.
Lana berpikir panjang untuk melewati hari-harinya bersama Rayhan, tapi kemudian dia juga berharap kedekatan ini tidak akan melekat ke dalam hati.
Namun terkadang hati juga bisa menghianati pemiliknya bukan.
__ADS_1
beberapa waktu kemudian Lana , Rayhan dan teman-teman satu rumah mereka duduk di meja makan di dalam rumah singgah di desa. Mereka sedang menikmati waktu makan bersama setelah seharian bekerja keras dalam pelaksanaan KKN. Rayhan terlihat kesulitan untuk makan dengan tangan kanannya yang terbalut gips setelah mengalami cedera.
Menu yang mereka makan adalah hidangan rumahan ala pedesaan. Pada meja makan terdapat beberapa piring dan mangkuk berisi hidangan-hidangan yang menggugah selera.
Menu makanan yang mereka santap terdiri dari:
Nasi Putih , Ayam Bakar dan sambal Tomat.
Rayhan mencoba untuk makan dengan tangan kirinya, tetapi terlihat kesulitan dalam mengambil dan mengunyah makanan dengan lancar.
"pakai tangan kiri aja Ray"kata Dea pelan.
Teman-teman satu rumah mereka menganggap bahwa Rayhan seharusnya bisa makan dengan tangan kiri, mengingat tangannya yang terbalut gips adalah tangan kanannya.
"Ya Rayhan, kamu kan bisa makan dengan tangan kirimu, kan? Ayo, coba saja"
Lana melihat Rayhan yang terlihat kesulitan dan dia merasa kasihan. Ia kemudian mengambil inisiatif untuk membantu Rayhan dalam makan.
Lana: Rayhan, biar aku yang membantu kamu makan ya. Jangan khawatir, aku akan memotong ayam dan menyuapimu"
" Terima kasih, Lana. Aku benar-benar kesulitan dengan tangan kananku yang terbalut gips ini. tapi nggak apa-apa aku bisa kok hehehe "kata rayhan pelan.
Masa udah gede pakai disuapin segala yang sakit kan tangan kanan sementara tangan kiri masih bisa digunakan. Orang makannya pakai sendok juga.
" Tidak apa-apa, Rayhan. Aku mengerti bahwa hal ini bisa membuatmu merasa kesulitan. Aku akan membantu kamu"kata Lana ya setengah memaksa.
Lana kemudian dengan lembut memotong potongan ayam bakar dan sayur asem, lalu menyuapinya ke mulut Rayhan.
"Wow, Lana. Kamu benar-benar perhatian.Ray kamu tuh ya bisa banget sih sama cewek hehehe"
Lana tersenyum sambil membantu Rayhan dengan penuh kehangatan.
Rayhan awalnya menolak kan karena sedikit risih dan juga malu tapi tidak lama kemudian dia ketagihan disuapin sama cewek.
Semuanya menertawakan Rayhan yang buat lana tersipu-sipu.
Setelah menyelesaikan makan malam mereka biasanya bergantian untuk membersihkan dapur dan mencuci piring tapi saat ini Lana mengambil tugas Raihan.
Tidak ada yang menganggap itu kalau keterlaluan karena Rehan saat ini memang sedang membutuhkan bantuan. Tapi di sini Rayhan mulai terganggu dengan layanan yang sedemikian tulus.
Untuk pertama kalinya Raihan menerima kehadiran lana tanpa memikirkan tentang hubungan mereka yang sedikit aneh.
Dan secara bertahap Rayhan mulai tidak merasakan rasa bersalah di dalam hatinya karena kebersamaan itu. bahkan Raihan terkesan menikmatinya.
Keesokan harinya lana dan Rayhan sedang berjalan di sepanjang jalan desa menuju lokasi KKN mereka. Rayhan terlihat kesulitan untuk membawa barang bawaan karena tangannya yang terbalut gips.
"Rayhan, tunggu sebentar. Aku bisa membantu membawa barang-barangmu. Tanganku masih bebas dan aku bisa mengurus ini"kata Lana yang langsung mengambil alih barang-barang rayhan tersebut.
"Terima kasih, Lana. hanya buku dan beberapa hal itu tidak merepotkan "kata Raihan yang mencoba menolak kebaikan hati lana.
Lana tidak peduli dengan penolakan Raihan dia langsung saja mengambil beberapa barang bawaan Rayhan dan membantu membawanya sepanjang perjalanan. Ia memperhatikan kebutuhan dan kesulitan yang dihadapi Rayhan karena tangan yang terbalut gips, dan dengan sukarela membantu Rayhan dalam kesehariannya.
lalu ada adegan di mana Lana duduk di dekat Rayhan saat mereka sedang mengerjakan tugas KKN di sebuah gazebo di desa. Rayhan mencoba menulis dengan tangan kirinya, tetapi terlihat sedikit kesulitan.
" Rayhan, apakah kamu butuh bantuan dalam menulis ? Aku bisa membantu jika kamu mau"lagi-lagi Raihan menolak ini karena dia cukup malu dibantu terus-terusan di bantu oleh Lana. Dia bukan orang cacat Oke hanya sedang terluka saja.
Tapi lana benar-benar tidak menerima penolakan.
Lana dengan cermat menuliskan catatan yang dibutuhkan oleh Rayhan sambil memperhatikan petunjuk dan penjelasan yang diberikan.
Ia membantu Rayhan agar tetap produktif dan dapat menyelesaikan tugasnya meskipun dalam kondisi tangannya yang terbalut gips. Lana baik kan.
Di lain waktu Lana dan Rayhan duduk di pinggir sungai di sore hari setelah selesai menjalani rutinitas KKN. Rayhan terlihat sedikit tertekan dan frustrasi dengan kondisi tangannya yang terbatas.Jadi Lana pergi untuk menghibur rayhan.
Lana menyentuh lengan Rayhan dengan lembut, menunjukkan dukungannya dan membuatnya merasa lebih baik. Perlahan-lahan, Rayhan mulai merasakan hatinya bergerak ke arah Lana karena perhatian dan bantuan yang diberikan olehnya. Ia merasakan adanya ikatan yang tumbuh di antara mereka dalam perjalanan KKN mereka.
__ADS_1
"perasaan ini tidak benar, tidak boleh ada perasaan lain Antara aku dan Lana.tidak bisa!"pikir Rayhan dalam hati.
Baru sekarang Rayhan rasakan apa yang dirasakan oleh Lana. Sama seperti Lana ,Raihan juga memiliki komitmen dengan Mia jadi dia tidak ingin menghianati Mia, hanya karena perasaan sesaat.
"aku harus coba menjauh dari Lana tapi bagaimana caranya agar dia tidak tersinggung ya?"pikir Rayhan lagi.
Mungkin karena dorongan dengan berpikiran seperti itu, Raihan mulai menolak bantuan dari Lana. Bahkan perilakunya cenderung menolak untuk berbicara empat Mata bersama lana.
Awalnya tidak apa-apa tapi setelah dia melakukan berkali-kali pada akhirnya Lana mulai menyadari ada yang salah di sini.
Berencana boleh saja tapi terkadang takdir melakukan pergerakan satu langkah jauh di depan mereka.
Buktinya semakin mereka berdua menjauh maka semakin dekat pula mereka sekarang.
Lana tidak tahu apa yang dipikirkan oleh Raihan yang jelas dia berjalan bersama-sama yang lain untuk kembali ke rumah singgah. Karena masih di desa yang sama jadi mereka tidak menggunakan sepeda motor melainkan berjalan kaki.
"Ray ...
"Tidak usah Lana,aku bisa sendiri " kata rayhan sebelum sempat Lana mengatakan apa yang ingin dia lakukan.
Mendengar penolakan itu tentu saja Lana menjadi sedikit canggung. Ada desisan lembut di dalam hatinya.
Namun begitu Lana mencoba untuk tersenyum walaupun senyum itu adalah senyum yang pahit.
Tanpa terasa mereka tiba lagi di rumah singgah, dan kembali melakukan rutinitas di dalam rumah itu tanpa ada perbedaan.
Namun begitu sejak kembali dari KKN Raihan mulai mundur dan selalu menolak apa yang ingin dilakukan oleh Lana meskipun itu dalam upaya untuk membantunya.
Walaupun Raihan tidak bicara tapi Lana mulai sadar jika Raihan juga mulai menjaga jarak.
Hati Lana jadi sedih tapi bisakah dia ikhlas dengan ini.
Apakah Rehan menganggapnya wanita kurang ajar yang mencoba mengambil pacar teman sendiri. Apakah Raihan mulai membenci lana.
Ada kalanya Lana ingin membantu Raihan dengan lebih, tapi ketika dia sendiri Lana mulai menyadari jika apa yang dia lakukan adalah hal yang salah.
"Ray...
Lana duduk sendirian di kamarnya, merasa terkoyak oleh rasa bersalah yang mendalam. Dia menyadari bahwa perasaannya terhadap Raihan , pacar temannya Mia semakin dalam dan ini membuatnya merasa seperti dia sedang mencuri pacar temannya sendiri.
Rasa bersalah itu membebani Lana, dan dia merasakan tekanan emosional yang tak terbendung.
"kenapa aku melakukan seperti ini kenapa hatiku tidak jujur? ya Allah kenapa harus ada perasaan seperti ini?"pikir Lana sedih.
Hatinya terasa terluka oleh paradoks ini, karena dia tidak pernah berniat untuk menyakiti Mia atau merusak hubungan mereka.
Setiap kali Lana melihat Mia, dia merasa gelisah dan penuh penyesalan. Dia berharap bisa menghapus perasaan ini dan kembali ke waktu sebelumnya, ketika semuanya sederhana dan hubungan mereka masih murni sebagai teman. Namun, kenyataan sulit diubah, dan rasa bersalah terus memenuhi hati Lana.
Lana mengerti bahwa persahabatan mereka berharga dan dia tidak ingin merusaknya. Dia tahu bahwa cinta adalah sesuatu yang tidak bisa dikendalikan, tetapi merasa tidak pantas dan egois karena perasaannya terhadap Raihan telah melanggar batas yang seharusnya ada dalam hubungan persahabatan.
"apa yang harus aku lakukan? aku sudah mencoba menjauh tapi kenapa hatiku....
"kenapa hatiku tidak mau berkompromi, kenapa?"
Lana berusaha menenangkan hatinya dengan berpikir bahwa dia tidak bisa mengontrol perasaannya, tetapi dia bisa mengontrol tindakannya.
Dia bertekad untuk menghormati hubungan antara Mia dan Raihan, dan tidak akan pernah mengambil langkah yang dapat merusak persahabatan mereka. Lana bahkan sudah mencoba menjauh agar hatinya tidak lagi terpaut.
Tapi kenapa semakin dia ingin menjauh tapi mereka menjadi semakin dekat saja.
"kenapa hati ini tidak bisa mengikuti perintahku? kenapa begini?"
Namun rasa bersalah terus menghantui Lana, mengingatkannya bahwa dia telah terjebak dalam perasaan yang rumit dan penuh konflik.
Dalam hati yang penuh rasa bersalah, Lana berharap dapat menemukan cara untuk mengatasi perasaan ini agar tidak merusak hubungannya dengan Mia dan Raihan.
__ADS_1
Dia berharap bahwa dengan kejujuran dan ketulusan, mereka dapat menemukan jalan untuk menghadapi situasi ini dengan baik, tanpa merusak persahabatan yang telah mereka bangun selama ini.
Tapi bagaimana.