Pasrah Saja

Pasrah Saja
Ada apa dengan Lana


__ADS_3

Taman Bungkul dihiasi dengan pepohonan rindang dan bunga-bunga yang berwarna cerah. Suasana sejuk dan tenang membaur dengan aroma segar dari tanaman-tanaman di sekitar. Suasana taman memberikan kenyamanan dan ketenangan bagi Lana dan Raihan saat mereka duduk di kursi taman yang nyaman.


Lana duduk di kursi dengan wajah yang penuh kesedihan, mata yang berkaca-kaca. Dia menangis dengan tersedu-sedu, sementara Raihan duduk di sebelahnya dengan penuh perhatian.


" Lana, lihatlah sekeliling kita. Taman ini begitu indah, penuh dengan kehidupan dan keindahan alam. Biarkan keindahan ini menghapus kesedihanmu, setidaknya untuk sesaat"Kata Rayhan.


Saat ini Lana sedang menyandarkan kepalanya di bahu Raihan yang hangat. Posisi ini membuat Lana merasa sedikit nyaman.


Lana mengangkat kepalanya ,dia menatap Raihan dengan mata yang berair dan penuh kebingungan.


" Aku merasa hancur, Raihan. Kekejaman yang dilakukan Kevin terhadapku begitu menyakitkan. Aku tidak tahu bagaimana menghadapinya"


Raihan segera menggenggam tangan Lana dengan penuh kasih seorang sahabat."Lana, aku mengerti betapa beratnya situasi yang sedang kamu hadapi. Tetapi, ingatlah bahwa keindahan ini di sekitar kita adalah simbol bahwa hidup terus berjalan. Meskipun saat ini kamu sedang merasa hancur, jangan biarkan itu mengalahkanmu. Kamu kuat lana dan aku di sini untukmu"


Tiba-tiba saja hati Lana menghangat dengan kata-kata yang dilontarkan oleh pacar sahabatnya itu. Bukan saja kata-kata tapi genggaman tangan Raihan malah memiliki dia bersemangat.


Lana menghirup udara segar taman, mencoba menenangkan diri dan juga mencoba menenangkan jantungnya yang berdebar tidak tentu arah. Dia memandangi bunga-bunga yang bermekaran dan merasakan kedamaian dalam suasana taman tersebut.


"Terima kasih, Raihan. Aku bersyukur memiliki kamu di sampingku, memberiku dukungan dan kehangatan di saat-saat sulit seperti ini"


Raihan segera melepaskan pelukannya dengan lembut lalu dia berkata."Kamu tidak perlu berterima kasih, Lana. Kamu adalah sahabatku dan mia.Aku akan selalu ada untukmu. Sama seperti keindahan taman ini, kita akan melewati kesedihan ini dan menemukan kebahagiaan yang sejati"


Lana menghapus air mata di wajahnya, menghela nafas dalam-dalam. Dia merasa tenang dengan kehadiran Raihan dan kata-kata penyemangatnya.


"Terima kasih, Raihan, karena selalu mendengarkan dan memberiku kekuatan untuk melangkah maju"

__ADS_1


Lana dan Raihan duduk di taman Bungkul, melihat keindahan di sekeliling mereka dan merasakan kedekatan yang erat antara satu sama lain. Dalam pelukan Rayhan yang hangat, Lana menemukan dukungan dan ketenangan di tengah-tengah keadaan sulit.


Tapi kemudian dia menyadari jika perasaan yang dia rasakan ini sebenarnya adalah salah. Salahnya karena pacar sahabat terbaik. Hal ini membuat dia menertawakan dirinya sendiri. Tentu saja Rayhan merasa aneh pada perilaku lana padahal baru saja dia menangis.


"Lana ada apa Hem, apa sekarang otakmu sudah mulai error"


"Hahaha Ray Mungkinkah benar otakku sudah mulai error.Ahh Rayhan entah kenapa aku merasa nyaman dipeluk sama kamu.Hahaha aku jadi ingat apa yang dikatakan oleh Mia"kata Lana dengan jujur yang membuat Rayhan juga terkekeh-kekeh.


"Mia bilang begitu sama kamu? ah sebenarnya dia adalah gadis yang jujur ya hahaha" Kata Rayhan yang merasa tersanjung dipuji oleh pacar sendiri.


Tapi dia juga merasa tersanjung karena dipuji oleh teman pacarnya ini. Meskipun mereka tidak berteman begitu lama .Tapi keduanya tidak memiliki begitu banyak rahasia. Jadi mungkin ini menyebabkan Lana nyaman berbicara seperti itu pada Rayhan.


"Ah tapi kau tahu lama aku juga senang memeluk kamu. tapi aku ikhlas kok kalau kamu merasa nyaman aku dengan tulus akan memeluk kamu lagi.Ah hitung-hitung ini masih gratis hahaha"kata Rayhan bercanda.


"Eh mia juga cerita tentang itu ?astaga Mia, ngapain sih bicara yang masalah kayak gituan sama kamu, cis Mia...Mia!"Reyhan yang langsung pucat mendengarnya.


Lana menatap wajah Raihan dan berpikir sejenak. Sepertinya dia memiliki banyak kata untuk menggoda Raihan sekarang.Ahh lihatlah wajah Rayhan yang cemberut seperti itu. Malah bikin Lana menjadi semakin berpikir jika Rayhan itu tampan.


"Ya Ray iya sama aku tuh nggak ada rahasia sama sekali. dia juga cerita kapan dan Gimana kalian melakukan ehem ehem.Ah terkadang yang bikin aku penasaran sih katanya..Hem katanya..


"katanya apa sih, emang iya cerita apa sih tentang aku lagi?"tanya Rayhan yang merasa Lana tidak serius ingin mengatakannya


"Hem gimana mau cerita ya ini sih masalah yang rahasia banget kok.Ah nggak jadi aja ah bilangnya"kata Lana lagi.


Belum bilang aja wajah Lana sudah memerah dan dia menelan air liurnya tanpa sadar. Reaksi ini malah memicu rasa penasaran Rayhan tentang apa yang dikatakan oleh Mia pada lana sehingga Lana memiliki pikiran seperti itu.

__ADS_1


"Ray gimana kalau kita pulang aja sepertinya hari udah sore, pulang yuk ray "kata Lana yang tiba-tiba saja merasa gerah tentang hal yang dia pikirkan. Dia bangkit dan berjalan pergi.


"Nggak bisa, katakan dulu dong apa maksud kamu tadi. apa jangan-jangannya itu bicara yang nggak nggak sama kamu?"kata Raihan yang menarik jangan lana ketika Lana ingin pergi dari lokasi.


Akibat dari tarikan yang tidak sengaja itu. Pada dasarnya Lana jatuh dan mereka secara otomatis saling berpelukan.


"Ah Ray, apaan sih kamu pada narik-narik tanpa aba-aba lebih dulu . kan jadinya gini deh"kata Lana merasa nyaman tapi sekaligus malu dengan gaya pelukan mereka. jadi lana-lana burung Lana buru-buru bertugas untuk melepaskan diri dari pelukan Kevin.


"Eit emangnya nggak sengaja padahal doyan kan.Hahaha maaf ya neng, kamu nggak akan aku lepaskan. Kecuali Kamu cerita emangnya apa yang dikatakan oleh Mia" kata Rayhan.


Dengan wajah sedekat ini dan pelukan sehangat ini ,Lana harus mengakui jika dia kalah telak.Di sisi Rayhan pula, dia tidak melepaskan pelukannya tapi malah mempererat pelukan itu.


"Ray lepasin ray.kamu jangan macam-macam ya,aku laporkan pas Mia ntar "kata Lana dengan gugup.


"Lapor aja, siapa takut . Paling aku akan mengatakan jika Lana yang mengatakan itu duluan" kata rayhan tersenyum.


"Ahh jantung ku"pikir Lana.


"Ray ini..Mia bilang kalau kamu itu Hem .. ukuran.. ukuran nya gede,bikin puas Mia hehe"kata Lana malu.


Sontak saja Raihan terkejut dan melepaskan pelukannya secara otomatis .Ini membuat Lana bisa kabur secepatnya dengan wajah yang memerah karena malu.


Namun begitu dari kejauhan Lana bisa mendengar suara tawa Rayhan yang tiba-tiba membuat jantungnya serasa ingin jatuh.


Ahh suara tawa Rayhan saja rasanya semakin buat Lana segar.Ohh ada apa dengan Lana.

__ADS_1


__ADS_2