Pasrah Saja

Pasrah Saja
Teman tapi ...


__ADS_3

Kedekatan antara Lana dan Rayhan terlihat dalam setiap tatapan dan senyuman yang mereka berikan satu sama lain.


Saat mereka bertemu di belakang Mia, ada keintiman yang terpancar dari bahasa tubuh mereka. Mereka saling mengenal dengan baik dan memiliki kedekatan yang khusus.


Ketika mereka berbicara, tatapan mata mereka penuh perhatian dan pengertian. Mereka saling menyentuh secara lembut, seperti menyapu rambut Lana dari wajahnya atau merapikan pakaian Rayhan. Ada sentuhan kecil yang mengungkapkan rasa perhatian dan kenyamanan satu sama lain.


Kedekatan mereka juga terlihat dari cara mereka saling mendengarkan. Mereka terlibat dalam percakapan ringan dan sering saling berbagi cerita. Ada kecocokan dalam pandangan hidup mereka yang membuat mereka nyaman berbagi satu sama lain.


Tapi yang aneh adalah mereka juga tidak sungkan bercanda tentang masalah ranjang.Di mana Lana terkadang bertanya tentang ukuran badan stamina Rayhan.


Bukan nya marah tapi ini membuat keduanya tambah dekat lagi.


Meskipun mereka berusaha menjaga batas sebagai teman, ada getaran romantis yang sulit disangkal. Terkadang mereka tersenyum secara penuh arti atau berbagi candaan yang membuat mereka semakin dekat.


Terdapat kebersamaan yang membuat mereka merasa nyaman dalam keintiman ini, meskipun mereka tahu pentingnya menghormati hubungan pertemanan.


"Ray aku nyaman sama kam tapi kamu merasa bersalah nggak sih sama Mia ?"


"Kenapa bersalah juga sih, kita cuman temenan kan bukan selingkuh"kata Rayhan satu pagi dalam pesan singkatnya.


"Ohh kau benar tapi..ah sudahlah.ups itu Mia datang.by nanti sambung lagi oke"


"Oke ,ohh jadikan sore ini di danau?"


"Jadi lah,eh Mia gimana,kata nya kalian udah seminggu nggak ketemu,dia kangen katanya"


"Hihi Mia sih kangen yang lain kali,uh udahlah,nanti nyambung di danau!"


"Oke "


Kedekatan antara Lana dan Rayhan adalah perpaduan antara persahabatan yang erat dan getaran romantis yang tak terelakkan.


Mereka menikmati momen ketika bisa bertemu dan berbicara dengan intim di belakang Mia, meski mereka juga menyadari kompleksitas dan kerumitan situasi yang ada.


Mia yang malang tidak tau,dia tersenyum melihat tingkah Lana.Pikir nya , sahabat baiknya itu menemukan pria yang sedang mengalami diajakan dengannya.

__ADS_1


Sebagai seorang sahabat dia juga senang seandainya Lana mendapatkan pasangan. Nanti jika mereka berjalan tentu nyaman jika di dampingi dengan pasangan masing-masing.


"Lana ,kiar HP mu, siapa dia ,apa kau kenal?"tanya Mia .Dia berjinjit untuk mengambil HP Lana dengan centil.


"Ah Mia, bukan seperti yang kamu kira kok.Ini privasi tau"kata Lana yang tiba-tiba saja jadi deg degan kan.Dia takut jadi ketahuan gitu.


Kan jadi gawat.


"Lana , privasi apa sih di antara kita?kau kau tega nya ya sama aku.Aku nggak ada rahasia sama sekali dengan kamu Kana tapi kamu...


Lana merasa bersalah dengan ini tapi dia tidak bisa jujur dengan Mia . Takutnya akan berbahaya dengan hubungan pertemanan ini.Jadi dia merubah wajah nya dengan cepat.


"Mia ini bukan gebetan kok.Hanya teman doang, cewek lagi.Ini temannya di Kota ku dia sama seperti kamu mia.My best friend" kata Lana yang langsung mengamit lengan Mia lagi.


Mia dengan bodoh nya mengedip kan mata nya seolah-olah sedang berpikir panjang.


Lana adalah orang yang mengetahui seluk beluk dirinya sekarang. nyatanya dia juga memiliki seseorang yang seperti itu di kotanya.


Apakah mungkin Lana ini jenis orang yang akan membuka rahasia orang lain dengan orang ketiga. Dengan begitu Mia langsung tersenyum lagi dan memeluk lama seolah-olah mereka tidak bertengkar adanya.


"Oh jadi temanmu itu memiliki rahasia dan kamu nggak mau cerita sama aku begitu? Ah Lana kalau begitu aku jadi tambah nyaman deh bicara sama kamu.Lana you are my best friend to "


"Ya begitulah Mia, temanku itu memiliki rahasia dan dia juga sering cerita masalah pribadi nya.Nggak baik kan kalau aku itu cerita sama orang lain tentang rahasianya dia. Sama sama seperti rahasia kamu nggak mungkin juga aku cerita sama temanku yang lain. Kamu ngerti kan apa yang aku maksud dengan privasi tadi?" kata Lana.


Hanya tuhan saja yang tahu bagaimana perasaan Lana karena sudah membohongi Mia. Tapi dia juga belum siap untuk membedakan rahasia ini.


Tidak dia harus membicarakan masalah ini dengan Rayhan agar Mia tidak terus-terusan dibohongi seperti sekarang.


Kasihan Mia kan.


"Oh Lana ,aku minta maaf ya.hem gimana sebagai kompensasi nanti aku traktir kamu makan di Kantin? pesen aja deh kan"kata Mia bersungguh sungguh.


Lana yang mendengar itu buru-buru lega. Paling tidak dia selamat hari ini. Agar rahasianya tidak terbongkar , Lana dengan cepat ,langsung menganggukkan kepala dan setuju dia traktir oleh Mia.


Mereka berdua segera berlari kecil menuju kantin.Lana senang karena bisa membuat lama melupakan masalah HP.

__ADS_1


Namun di sisi lain Mia malah senang karena pikirnya Lana adalah tempat curhat yang paling aman di dunia.


Tapi hari ini dia merasa bersalah dengan Lana dan dia bersediaan traktir Lana sebanyak yang lama.


"Ah kehilangan sedikit uang demi teman terbaik, tidak masalah"pikir Mia.


Lana dan Mia memasuki kantin kampus yang ramai dengan suara gemuruh percakapan dan tawa dari para mahasiswa yang sedang menikmati waktu istirahat mereka. Suasana kantin terasa hidup dan penuh semangat.


Di sekitar kantin, terdapat berbagai jenis meja dan kursi yang tersusun rapi, memberikan pilihan tempat duduk yang nyaman. Dinding kantin dihiasi dengan mural warna-warni yang mencerminkan semangat kreativitas dan keberagaman.


Di bagian belakang kantin terdapat berbagai gerai makanan yang menawarkan beragam hidangan. Ada gerai nasi goreng dengan wangi harumnya, gerai mie ayam dengan kuah kental yang menggugah selera, dan gerai pecel lele dengan sambal pedas yang menggigit.


Lana dan Mia berjalan melewati gerai-gerai tersebut, mencermati setiap pilihan menu yang tersedia.


" Hari ini giliran aku yang traktir, Mia. Jadi, pilih saja makanan apa yang kamu suka!" kata Lana yang bikin Mia tidak enak hati.


"Lana kan aku bilang aku yang traktir kamu. Gimana sih, apa kamu pikir aku itu nggak punya uang untuk traktir my best friend?" kata Mia cemberut.


"Nggak gitu Mia, Kamu sendiri yang bilang kita itu best friend bukan. Jadi kenapa dipermasalahkan siapa yang traktir siapa. kebetulan Hari ini aku dapat kiriman uang dari rumah jadi ayolah biarkan aku traktir my best friend kan hahaha " jawab Lana bersungguh sungguh.


Mia jadi terkejut dan senang hati. "Serius? Terima kasih, Lana! Baiklah, aku ingin mencoba nasi goreng yang terkenal enak di sini"


"Baik, aku juga akan memesan nasi goreng. Tapi jangan lupa tambahkan extra sambal ya, Mia!"


Mia tersenyum lebar dan dia berkata "Pasti! Aku juga suka sambal pedas"


Sambil mengantri di gerai nasi goreng, Lana dan Mia saling berbincang dan tertawa.


"Mia , makanan yang enak jika dimakan bersama teman yang baik adalah hal yang paling mengagumkan yang pernah ada.Ya kan"kata Lana.


"Aku setuju. Terima kasih sudah traktir, Lana. Kita bisa menikmati makanan enak sambil menghabiskan waktu bersama"


" Tidak perlu terima kasih, Mia. Teman seperti kamu adalah hadiah terbaik. Ayo, sekarang giliran kita memesan dan menikmati makanan kita!"


Mereka berdua melanjutkan perjalanan mereka ke depan gerai nasi goreng, memesan hidangan yang mereka inginkan, dan duduk di salah satu meja kantin. Sambil menikmati hidangan mereka, mereka melanjutkan percakapan dan tertawa.

__ADS_1


Segera Mia melupakan kemarahannya yang singkat. Dan segera juga Lana melupakan rasa bersalahnya karena sudah menghianati teman terbaik.


Tapi sampai kapan.


__ADS_2