
Di ruang keluarga, Mama dan Papa Lana duduk di sofa sambil membicarakan rencana pertunangan antara Lana dan Kevin. Mereka saling berpandangan, tampak agak bingung dan terkejut.
"Papa, apakah kamu juga merasakan perubahan pada Lana akhir-akhir ini?"tanya Mama Lana yang sedikit terkejut.
"Ya, Mama. Aku juga merasakannya. Lana sepertinya jadi lebih penurut daripada sebelumnya. Tidak ada reaksi penolakan atau bahkan keberatan ketika kami membicarakan rencana pertunangan mereka"jawab papa Lana yang sama bingungnya.
"Aku benar-benar terkejut. Sejak kecil, Lana selalu memiliki watak yang keras dan keras kepala. Tapi sekarang, dia terlihat lebih patuh dan tidak menunjukkan sikap yang sama seperti dulu"
"Papa juga tidak tahu apa yang bisa menyebabkan perubahan ini. Mungkin Putri kita sudah dewasa mah"kata papa Lana menimpali.
"Tapi pah, Kita harus berbicara dengan Lana, mencoba memahami apa yang sebenarnya terjadi. Apakah dia merasa terpaksa dengan rencana pertunangan ini atau ada alasan lain di balik perubahannya?"
" Ya, kita perlu mendekatinya dengan hati-hati dan mencoba mendengarkan perasaannya. Mungkin ada hal-hal yang tidak kita ketahui yang sedang dia alami"
Tepat pada saat itu, Lana keluar dari kamarnya dengan pakaian yang tampak seperti dia akan keluar rumah. Lana mengenakan blus putih simpel dengan lengan panjang, dipadukan dengan rok hitam yang panjang hingga sebetis. Rambutnya tergerai dengan rapi dan sedikit diikat di belakang.
Mama buru buru mengamati pakaian Lana," Lana, mau kemana kamu? Kenapa kamu berpakaian seperti itu?"
"Oh, maaf, Mama, Lana hanya akan pergi sebentar. Ada beberapa urusan yang harus aku selesaikan di luar"kata Lana berkilah Padahal dia tadi ditelepon oleh Kevin yang meminta dia keluar.
setelah kejadian kemarin Lana benar-benar dijadikan sebagai budak nafsu dari Kevin. kapanpun dia kepengen dia hanya tinggal telepon tanpa berpikir apakah Lana setuju atau tidak.
__ADS_1
Di sini Lana serba salah, jika dia menolak, Kevin mengancam tidak akan menikahinya. Tapi di sisi lain mana tahu apa yang dia dan Kevin lakukan itu adalah sebuah dosa besar.
Namun begitu apa kan daya Lana untuk menolak kehendak Kevin. Sementara Lana tidak ingin papa dan Mama tahu jika putrinya sekarang adalah gadis yang sudah tidak suci lagi.
Papa entah kenapa memiliki firasat buruk dia memandang Lana dengan khawatir. "Lana, tunggu sebentar. Ayo duduk, kita ingin berbicara denganmu dari hati ke hati.
Lana dengan patuh duduk di antara Mama dan Papa Lana, tetapi senyum di wajahnya terlihat pahit dan ada sedikit kepedihan dalam matanya.
" Nak, kami melihat perubahan dalam sikapmu akhir-akhir ini. Kami ingin tahu apa yang menyebabkan perubahan itu. Mengapa kamu tiba-tiba bersikap seperti ini?"tanya Mama Lana mencoba berbicara selembut mungkin agar anak tidak tersinggung. Tentu saja dia mengerti dengan watak asli dari putrinya ini yang cepat tersinggung dan mudah marah.
" Mama, Papa, aku sudah mulai memahami konsekuensi dari tindakan yang aku lakukan kemarin. Aku menyadari bahwa hidup bukanlah hanya tentang keinginan dan nafsu pribadi. Ada tanggung jawab yang harus aku pikul, termasuk menghormati dan menghargai keputusan yang telah kalian ambil untukku"bisik Lana dengan pelan.
Jarang Lana berbicara dengan nada serendah ini tapi itulah dia sejak kejadian di mana dia sudah dilecehkan oleh Kevin.
Lana hanya bisa tersenyum pahit sambil menahan air mata agar tidak jatuh."Aku... Aku hanya menyadari bahwa dalam proses mencapai keinginan kita, kita juga bisa melukai orang-orang terdekat yang kita cintai. Dan aku tidak ingin melihat mama dan papa terluka gara-gara Lana "
Mama memeluk Lana dan menyeka air mata Lana dengan lembut " Oh, sayangku... Kamu harus tahu bahwa kita selalu ada di sini untukmu. Kami ingin melihatmu bahagia, tidak peduli apa pun yang terjadi"
Lana tersenyum lagi ketika dia mencoba menahan tangis"Terima kasih, Mama dan Papa. Aku benar-benar mencintai kalian, dan itulah sebabnya aku berusaha untuk mengubah diri"
Mama dan Papa Lana merasakan kepedihan dalam kata-kata dan senyuman Lana. Mereka memeluk putri mereka dengan erat, menunjukkan dukungan dan cinta mereka dalam menghadapi perubahan yang tengah Lana alami.
__ADS_1
Setelah berbicara dengan Mama dan Papa Lana, Lana meminta izin untuk keluar dari ruang tersebut. Dengan langkah penuh percaya diri, Lana berjalan menjauh, tetapi di dalam hatinya, hanya dia yang tahu betapa sakitnya dia merasa. Setiap langkahnya terasa seperti menapak di atas pisau yang tajam, tetapi dia tetap berusaha menahan perasaan itu.
"Maafkan aku, Mama dan Papa. Aku tahu betapa kalian telah berusaha dan memberikan segalanya untukku. Tapi keputusan yang aku ambil sekarang sulit dan penuh darah,mama papa maafin Lana "Bisik Lana di dalam hati.
Lana pergi dengan Honda Beat-nya ke arah tempat Kevin ingin bertemu. Honda Beat-nya terlihat segar dan terawat, dengan warna merah terang yang memancarkan keceriaan. Body motor yang halus dan mengkilap menunjukkan bahwa Lana sangat menjaga kendaraannya dengan baik. Lampu-lampu depan dan belakang yang terang menyala memberikan pencahayaan yang cukup saat perjalanan malam ini.
Dalam perjalanan, Lana tidak bisa menahan amarahnya. Dia merasa terhina dan terluka oleh perilaku Kevin yang telah mengecewakannya. Suara mesin motor dan suara angin yang bertiup menyertai kata-kata marah yang keluar dari mulut Lana.
Lana berteriak di dalam hati dia juga membentak dengan penuh kemarahan, Tapi sayangnya Lana hanya bisa melakukan itu di dalam hatinya saja. Di permukaan dia sangat takut Kevin marah dan tidak ingin menikahinya.
" Kevin, kau pria bejat! Bagaimana bisa kau melakukan hal-hal seperti itu? Kau telah mengkhianati kepercayaanku dan membuatku hancur! Aku tidak akan pernah memaafkanmu!"
"Kevin, ingat Kevin kau juga punya adik perempuan, aku tidak berdoa tapi aku berharap kau juga akan merasakan apa yang aku rasakan. apa yang terjadi hari ini biarkan adikmu juga merasakan mengalaminya"
"Kevin....kau jahat Kevin...
Suara keras motor Honda Beat yang meluncur di jalan bersama dengan teriakan marah Lana menciptakan kombinasi yang memenuhi ruang di sekitarnya. Lana tetap fokus pada perjalanannya, meskipun hatinya dipenuhi oleh perasaan kesal, kekecewaan, dan rasa sakit yang mendalam.
Tapi sayang seribu kali sayang Lana yang sekarang bukalah Lana yang dulu seorang gadis penuh percaya diri dan dengan emosi yang meledak-ledak.
Lana sekarang adalah Lana yang memiliki mental kerupuk. Betapa takutnya Lana dengan Kevin ketika mendapat ancaman jika Kevin tidak ingin menikahinya.
__ADS_1
Dirinya sudah dirusak oleh Kevin alasan apalagi yang bisa dia buat untuk itu, selain daripada mengalah.