Pasrah Saja

Pasrah Saja
jujur


__ADS_3

Lana dan Mia keluar dari kelas , mereka berjalan berdampingan di lorong yang ramai dengan siswa yang sedang bergegas menuju kelas lain atau kegiatan lainnya. Sinar matahari pagi yang terang memasuki lorong melalui jendela-jendela yang terbuka.


" Lana, bagaimana pendapatmu tentang kuliah tadi? Materi yang diajarkan cukup menarik, kan?"


"Ya, memang menarik. Tapi, ada beberapa hal yang masih membuatku bingung. Mungkin aku perlu lebih banyak belajar dan mempersiapkan diri"kata Lana tersenyum.


Mia di sini memeluk lengan Lana dan dia memang bersikap sedikit manja saat ini. inilah ciri khas dari Mia yang disukai oleh Lana.


" Tenang saja, Lana. Kita bisa saling membantu dalam memahami materi. Kamu tahu, kita selalu bersama untuk saling mendukung"


"Tentu, Mia. kau tahu Mia Kau adalah sahabat terbaikku dari dulu sampai sekarang bahkan sampai kapanpun"kata Lana dengan jujur.


"Oh, jadi kamu sudah mulai memberikan pujian tentang aku ya? Kapan nih, kamu akan menemukan seseorang yang cocok untukmu?"


" Ah, tentang itu, Mia... Aku masih merasa sedikit bingung dan belum siap untuk itu" kata Lana beralasan .


" Ada apa, Lana? Apakah ada yang mengganggumu? Kamu tahu, kamu selalu bisa bercerita padaku. Aku di sini untukmu" lagi lagi Mia merasakan jika Lana menyembunyikan sesuatu pada dirinya. Sebagai seorang teman, Mia merasa dia tidak begitu perhatian dengan Lana sehingga Lana menyembunyikan itu.


Lana tentu saja tidak nyaman jadi dia berusaha menutupi nya dengan berkata."Oh, tidak ada yang spesial, Mia. Hanya perasaan yang campur aduk tentang masa lalu aja"


" Baiklah, kalau kamu merasa tidak siap, aku mengerti. Ingatlah, Lana, jangan terburu-buru. Semuanya akan datang pada waktunya"


Saat mereka berbicara, Lana merasakan getaran dari telepon genggamnya. Dia melihat pesan masuk dari Rayhan. Tatapan Lana berubah menjadi bingung dan cemas, mempertanyakan pesan itu.


Mia juga melihat reaksi Lana "Ada yang salah, Lana? Apa itu pesan yang penting?"


"Oh, tidak, Mia. Ini hanya pesan yang tidak penting. Kamu tahu pesan-pesan semacam itu" kata Lana yang mulai deg-degan karena takut Mia curiga.

__ADS_1


bukan maksud Lana untuk menyembunyikan masalah ini tapi dia tidak nyaman saja mungkin akan ada waktunya Jika dia berterus terang dengan Mia dan membiarkan Mia menjadi teman curhat yang lebih baik daripada Rayhan.


Di sini Lana tidak ingin hubungan pertemanan mereka hancur karena salah sangka dari Mia karena gadis ini adalah sosok yang pencemburu dan protektif.


"Baiklah, jika kamu bilang begitu. Tapi jangan lupa, aku di sini untukmu jika kamu butuh bantuan"kata Mia yang tersenyum dengan senyuman manis khasnya.


Lana merasa serba salah. Di satu sisi, dia merasa tertarik pada pesan dari Rayhan, tetapi di sisi lain dia merasa bersalah karena Mia adalah pacar Rayhan. Dalam hatinya, dia berusaha menyeimbangkan perasaannya yang rumit dan mencoba untuk tidak melibatkan Mia dalam masalah ini.


" Kenapa semuanya jadi begitu rumit? Aku tidak ingin menyakiti perasaan Mia, tapi bagaimana dengan perasaanku sendiri? Apakah aku harus mengabaikan pesan ini?"pikir Lana dalam hati.


"Mia bagaimana hubunganmu dengan Rayhan akhir-akhir ini apa kalian baik-baik saja?"tanya Lana tiba-tiba kepada Mia.


Mia tersenyum malu ketika dia ditanya tentang pacarnya itu. Jika bisa Mia tentu saja ingin berdampingan terus selama 24 jam dengan pacarnya. Tapi sayang mereka memiliki kelas yang berbeda dan juga jadwal mereka lebih sering bertabrakan.


"Hem kami baik kok nggak ada masalah apa-apa.hem Raihan itu memang nggak tampan-tampan amat sih tapi hati ini tidak bisa berpaling hehehe"kata Mia.


Tapi tidak mungkin kan dia mengatakan hal ini di depan Mia takutnya Mia akan memutuskan persahabatan mereka berdua.


Tapi Lana berusaha memancing Mia lagi.


"Mia pertanyaan ini memang agak memalukan tapi aku hanya penasaran saja Hem bagaimana cara pacaran kalian apa kalian pacaran sehat atau ehem-ehem?"


"Eh la..Lana kenapa kamu bertanya seperti itu sih kamu kamu apakah kamu mendengar gosip?"wajah Mia mulai membuat perubahan yang kentara.


Ini membuat lana terkekeh , bukannya merasa jijik tapi lana memeluk pinggangnya dengan erat seraya berbisik.


"aku sudah melihat perubahan dari tubuhmu dan melihat jika kau sudah tidak ehem-ehem lagi. Kalau kau tidak percaya coba saja cek pada Google kan"

__ADS_1


"berhubung kau sedang berpacaran dengan Rayhan jadi dengan siapa lagi kau ehem-ehem kan?"


Mendengar itu wajah Mia jadi memerah dan dia berubah menjadi tegang. untuk sesaat dia berhenti berjalan dan dia tidak berbicara apapun lagi.


Di dalam hati jelas Mia merasa tidak nyaman setelah pembicaraan ini diungkit. Dia juga merasa malu dan bertanya-tanya apakah Lana masih mau berteman dengannya jika dia tahu hal ini.


"Mia kenapa kau cemberut seperti itu. Aku tidak bermaksud apa-apa karena aku.. aku juga sudah tidak heh kau tau kan"kata Lana.


Mata Mia langsung membelalak dan dia tersenyum lagi seolah-olah dia melihat teman senasib dan seperjuangan.


"Benarkan itu Lana, Kau tidak sedang membohongi aku kan?"kata mia yang masih sedikit curiga.


"untuk apa aku berbohong ,bukankah hari ini adalah hal yang memalukan aku justru berkata karena aku beranggapan kau melakukan hal yang sama dengan pacarmu itu. jika tidak kenapa aku bertanya ya kan?"


"Ahh Lana kau sempat membuat aku takut"kata Mia.


"Takut kenapa? jangan takut lah kita juga sudah sama-sama pengalaman hahaha"kata Lana tanpa dosa.


Namun kemudian Lana mengatakan jika sebenarnya hal yang dilakukan itu adalah dosa. Sebagai seorang teman Lana tentu mengatakan beberapa nasehat pada temannya itu.


Di sini Mia mulai terbuka tentang hal yang dia lakoni bersama Rayhan. Mia berkata jika sebenarnya Rehan bukanlah yang pertama. tapi Raihan adalah laki-laki yang benar-benar tidak peduli tentang keperawanan.


Mereka bahkan sudah menjalani pacaran dengan gaya ini lebih dari 2 tahun. Selama itu Mia merasa jika Raihan adalah pria yang bertanggung jawab dan dia tidak takut ditinggal oleh Rayhan meskipun mereka melakukan pacaran yang tidak sehat seperti itu.


Mia menjadi terbuka dengan Lana dan bercerita secara bebas tentang hal yang biasanya dilakukan oleh suami istri. terkadang dia terkekeh mengatakan yang ini enak dan yang itu tidak.


Mia sudah mulai membuka diri tapi Lana tidak begitu. Di sini Mia merasa nyaman curhat dengan Lana tapi sebenarnya dia lupa jika Lana belum membuka diri atas rahasia hidupnya.

__ADS_1


Kasihannya Mia karena dia begitu polos.


__ADS_2