Pasrah Saja

Pasrah Saja
ketemuan Lana dan Rayhan


__ADS_3

Cafe "La Belle Vie" terletak di pojok jalan yang tenang di tengah kota. Pintunya terbuat dari kaca besar yang menghadap ke jalan, memungkinkan sinar matahari masuk dan memberikan pemandangan yang indah dari luar. Di dalam, cafe ini dipenuhi dengan suasana yang hangat dan cozy, dengan dinding berwarna netral dan hiasan kayu yang memberikan sentuhan alami.


Meja-meja kayu dengan kursi yang nyaman tersusun rapi di sepanjang ruangan, menawarkan tempat yang sempurna untuk bersantai sambil menikmati minuman dan camilan. Di pojok cafe, terdapat sofa empuk berwarna pastel yang dilengkapi dengan bantal-bantal yang lembut, menciptakan sudut yang nyaman untuk berkumpul dan bercengkerama.


Dekorasi cafe terkesan minimalis namun elegan, dengan lampu gantung yang tergantung di langit-langit, menciptakan pencahayaan yang lembut dan romantis. Dinding-dindingnya dihiasi dengan karya seni lokal yang memberikan sentuhan artistik pada ruangan.


Di ruangan ini Lana duduk sendirian di salah satu meja di sudut cafe, memikirkan pembicaraannya dengan Mia tentang Rayhan.


"Rayhan tuh hebat di ranjang, kau tau pacar sebelum Rayhan tidak sekuat itu. palingan 5 menit udah kelar.tapi Rayhan dia bisa tahan sekitar setengah jam loh" bisik Mia.


Mia juga cerita bagaimana perbandingan pacar dulu dengan yang pacar sekarang. bahkan dia membandingkan tentang ukuran "pisang" nya.


Ohh Entah kenapa pembicaraan itu membuat Lana menjadi penasaran. seingatnya dulu Kevin biasa-biasa saja bahkan tidak ada yang namanya pemanasan.


Tapi Rayhan fenomena memanjakan pasangannya dalam hal berhubungan.Kata Mia..


"Ups kenapa aku jadi kepikiran hal-hal yang jorok sih.hehehe lihat otakku sekarang"gumam Lana sendirian.


Tiba-tiba, pintu cafe terbuka dan Rayhan masuk. Mata mereka bertemu, dan Lana menyambutnya dengan senyuman lembut. Mereka saling pandang sejenak sebelum Rayhan menghampiri meja Lana dengan langkah yang tenang.


Raihan memasuki Cafe "La Belle Vie" dengan langkah yang percaya diri dan tenang. Tingginya yang sedang, postur tubuhnya yang tegap, dan langkahnya yang mantap menambahkan kesan maskulin pada penampilannya.


Sorot matanya yang tajam dan pandangannya yang fokus menambah pesona dalam dirinya. Senyumnya yang lembut dan ramah membuatnya terlihat menarik secara menyeluruh.


Raihan memiliki aura yang menarik dan karisma yang tidak dapat diabaikan. Ada sesuatu dalam dirinya yang membuat mata Lana tertarik dan terpesona, meskipun mereka hanya sebatas teman.


Lana merasa ada magnet yang tak terelakkan di dalam Raihan, yang mengundang rasa ingin tahu dan ketertarikan.


Tiba-tiba saja pandangan mata Lana jatuh ke area ************. Di dalam hati Lana bertanya-tanya apakah memang sebesar yang dikatakan oleh Mia.


Tak..

__ADS_1


Mia menampar dahinya sendiri dan bergumam di dalam hati jika itu adalah pacar sahabatnya.


"Ups apa aku sudah gila membayangkan hal semacam itu dengan pacar sahabatku sendiri.eh Mia kau sudah mulai meracuni otakku yang murni"Kata Lana di dalam hati.


"Lana, udah lama nunggu?"kata Rayhan. dia langsung mengambil kursi dan duduk berhadapan dengan Lana.


"Hem baru aja kok"kata Lana.


Pelayan dengan pakaian seragam yang rapi dan profesional datang ke meja Lana dan Raihan dengan membawa sepasang nampan yang dihiasi dengan estetika yang elegan.


Pada nampan pertama, terdapat dua gelas minuman berisi es teh lemon segar, ditemani dengan irisan lemon yang segar dan daun mint sebagai hiasan. Minuman ini memberikan kesegaran dan kelezatan yang cocok untuk suasana santai di Cafe "La Belle Vie".


Nampan kedua berisi piring cantik yang terhias dengan berbagai hidangan lezat. Ada satu piring makanan pembuka berupa Bruschetta Caprese, dengan irisan roti panggang yang renyah di atasnya terdapat tomat ceri segar, mozzarella, dan daun basil yang memberikan aroma segar dan cita rasa yang menggugah selera.


Selain itu, ada juga piring Mini Quiche dengan isian sayuran dan keju yang lezat, cocok untuk menggoyangkan lidah dengan rasa yang lembut dan gurih.


Tak lupa, ada juga hidangan utama yang terdiri dari Salmon Teriyaki yang lezat dan dihidangkan dengan nasi putih dan sayuran panggang. Potongan salmon yang lembut dengan saus teriyaki yang kaya rasa memberikan sentuhan cita rasa Asia yang memikat. Hidangan ini merupakan kombinasi sempurna antara tekstur dan rasa yang memanjakan lidah.


"Hem kamu sudah pesan makanan terlebih dahulu ya?"kata Rayhan.


"Haha udah aku bayar juga malahan takutnya nanti kita akan bertengkar hanya masalah pembayaran aja"kata Lana terkekeh-kekeh.


"Ohh Lana kau salah menebaknya, Aku bukan pria yang akan memalukan diri sendiri jika kau ingin membayar ya silakan saja. lagi pula dompetku tidak tidak setebal yang kau kira hahaha"kata Rayhan yang terkesan santai.


Lana tersenyum lagi, hal seperti inilah yang membuat Lana suka terbuka dengan Rayhan. Karena dia merasa nyaman dan dia merasa Rayhan berbeda dari pria yang lainnya.


"Jadi ceritakan masalah kamu dan Kevin itu?"kata Rayhan sambil menggigit menu yang sudah disajikan. Walaupun sebenarnya Rayhan sudah makan tapi rezeki sudah ada di depan mata lalu kenapa di sia-siakan.


"Kevin maksa aku untuk jadi istri kedua. terang aja aku ogah kan"


"Hah apa? Kevin bilang begitu sama kamu? Hah nggak ada otaknya memang ya si Kevin"Kata rayhan berdecak.

__ADS_1


Dari sinilah Lana mulai mengeluarkan keluh kesahnya dan pendapatnya tentang hal tersebut.


Dia beranggapan hanya karena dirinya sudah tidak suci lagi maka Kevin begitu arogan dan berniat untuk menjadikan dia istri kedua.


bahkan Kevin nekat untuk membocorkan rahasia ini jika Lana menolak.


"Lana sebaiknya kau biarkan saja dia berkor-koar. kau tahu sebenarnya Kevin itu hanya bertindak kasar dengan orang yang bisa dikasari.hem apa istilahnya ya, ohh dia itu hanya macan ompong. percaya deh" kata Rayhan.


"Begitu kah?"


"Ya Lana..


Tiba-tiba saja Rehan mengambil tangan Lana dan menggenggamnya dengan kuat.Seolah-olah dengan itu dia bisa memberikan semangat perjuangan untuk Lana.


Tapi mana tahu jika apa yang dilakukan Rayhan sebenarnya membuat Lana berdebar-debar tidak karuan. Sebuah perasaan yang tidak pernah dialaminya bahkan ketika dia sedang dekat dengan Kevin dulu.


"Lana jika seorang pria ingin menjadikanmu sebagai istri dia tidak akan pernah mempermasalahkan tentang perawan atau tidaknya. aku yakin suatu hari kau akan bertemu dengan pria seperti itu"kata Rayhan lagi.


"hahaha Ray apa kau sedang membicarakan dirimu sendiri sekarang?" kata Lana setengah bercanda.


Jika laki-laki itu memang ada, bukankah itu adalah Rayhan sendiri.


"aku sih orangnya suka-suka aja tapi sayang sekali udah ada yang punya hahahaha"kata Rayhan santai.


Kata-kata ini memecahkan kecanduan mereka berdua, tapi itu juga mendekatkan mereka di saat yang sama.


Pembicaraan di cafe ini benar-benar membuat Lana bersemangat lagi dan segera melupakan keberadaan Kevin yang menurutnya menjijikan.


Rayhan benar, satu hari dia akan menemukan seorang pria yang bisa menerima dirinya apa adanya. Bukan laki-laki yang hanya peduli tentang sebuah keperawanan.


Tapi siapa dia dan kapan datang nya,itu terserah pada sang pencipta.

__ADS_1


__ADS_2