Pasrah Saja

Pasrah Saja
pelakor


__ADS_3

Mia duduk di dalam mobilnya, pandangan mata fokus pada jalan yang terbentang di depannya. Sinar matahari pagi memancar lewat jendela, menerangi rambutnya yang tergerai. Suara mesin mobil menggema di dalam kabin, menciptakan sebuah alunan yang menemani perjalanan panjang ini.


Jarak antara tempat Mia dan rumah Lana cukup jauh, sekitar lima jam perjalanan. Namun tidak ada jarak yang dapat menghalanginya untuk datang sejauh itu. Keputusannya untuk pergi begitu jauh tanpa memberitahukan terlebih dahulu mengungkapkan betapa besar keinginannya untuk menghadapi Lana dan Rayhan langsung.


Di sepanjang perjalanan, pemandangan berubah-ubah dari hamparan tanah pertanian, hutan lebat dan pedesaan yang tenang. Mia melewati jalan-jalan kecil yang jarang dilalui, menembus sudut-sudut daerah yang mungkin belum pernah dia lihat sebelumnya.


Pikirannya terus menerus terbayang pada pertemuan dengan Lana, sahabat baiknya yang telah mengkhianatinya. Seolah-olah dalam setiap kilometer yang dia lewati, pikirannya semakin mendekat pada momen penyelesaian ini.


Waktu terasa seperti berjalan lambat saat Mia terus menyetir, menaklukkan jalanan panjang yang terbentang di depannya. Dia merasa campuran perasaan - marah, sedih dan bingung. Namun, keinginannya untuk menghadapi Lana dan mengungkapkan segala perasaan dan pertanyaan yang membelenggunya adalah yang terkuat.


Setelah berjam-jam perjalanan, mobil Mia akhirnya memasuki wilayah yang lebih dekat dengan rumah Lana. Bangunan-bangunan perlahan muncul di sepanjang jalan, menandakan kedekatan dengan tujuannya. Hati Mia berdetak lebih cepat, perasaan gugup semakin menguasai dirinya.


Ketika akhirnya mobilnya memasuki lingkungan sekitar rumah Lana, Mia merasakan getaran yang berbeda. Semua kebingungannya, kekhawatiran, dan kemarahan telah mengarahkannya ke titik ini. Dia memandang ke depan, melihat rumah Lana di kejauhan. Matanya memancarkan tekad yang bulat dan penuh rasa ingin tahu, siap untuk menghadapi apa pun yang akan terjadi di pertemuan mereka.


Mia turun dari mobil dengan langkah hati-hati, matanya mencari-cari tanda-tanda keberadaan Lana di sekitar rumah. Begitu dia berdiri di depan pintu rumah, dengan perasaan yang campur aduk, dia mengucapkan salam dengan suara lembut, "Assalamualaikum."


Tidak lama setelah itu, Lana muncul di pintu dengan wajah terkejut. Dia menjawab dengan" waalaikumsalam".


Tapi matanya membesar saat melihat Mia berdiri di hadapannya, seolah-olah tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Tapi Mia sudah memasuki rumah sebelum Lana sempat mengucapkan apa-apa.


"Mia?" Lana terdengar terkejut dan bingung, suaranya hampir seperti bisikan.


Dengan rasa bersalah, Lana terlihat gugup dan sedikit gemetar menghadapi Mia, sahabat nya.


Mia memandang Lana dengan tatapan marah lalu dia menarik Lana dengan lembut dan membawanya ke dalam kamar.


Segera mia dan Lana duduk di kamar, mata mereka bercucuran air mata dan hati mereka terguncang oleh kebingungan dan kehancuran.


Mia berkata sambil menangis yang langsung membuat Lana merasa tersudutkan."Lana... aku tidak tahu harus berbicara dari mana. Ini semua terlalu sulit bagiku.lana kembali kan dia padaku Lana .hiks..hisk.. Kau... kita sahabat tapi kenapa tega.Aku...aku tidak bisa hidup tanpa dia Lana Huhuhu"

__ADS_1


"Mia, maafkan aku... aku benar-benar tidak tahu bagaimana semuanya bisa sampai titik ini.Tapi Mia ..ini mungkin sudah jodoh aku dengan Ray, jadi...


Plop


Mia berlutut dengan penuh air mata,dia bersikap seperti seseorang yang sedang mengemis dengan manengadah kan tangannya dengan permohonan.


"Lana, tolong... kamu tidak bisa menikah dengan Rayhan. Kamu tahu betapa dalamnya perasaanku padanya. Aku mencintainya, Lana. Aku tidak bisa membayangkan kehilangannya"


" Mia, aku tahu kamu mencintainya. Dan aku sangat menyesal. Tapi... semuanya sudah terlanjur rumit. Orang-orang sudah tahu, keluargaku sudah terlibat... kami tidak bisa mundur lagi"


Mia segera menjerit dengan nada penuh putus asa.Ini adalah usaha terakhir nya untuk mempertahankan rayhan.Dia memeluk kaki Lana dengan wajah yang menyedihkan sekali.Mia bahkan merendahkan diri sendiri kali ini." Lana, kenapa kamu begitu tega? Kenapa kamu bisa melanggar hati sahabatmu sendiri? Aku pikir kita memiliki ikatan yang kuat, dan kamu... kamu malah mengambil cinta yang sudah kucurahkan begitu lama.. Kau tau Lana aku sudah hancur, tapi kenapa aku diam diam melakukan hal ini, kenapa Lana, kenapa???"


"Mia, aku tidak pernah bermaksud untuk menyakitimu. Rayhan dan aku... semuanya terjadi begitu saja. Dan aku sangat menyesal. Tapi aku tidak bisa mengubah apa yang sudah terjadi"


Mia masih tidak dapat menerima ini,dia berkata dengan suara terputus-putus. "la...Lana, kamu tahu betapa sulitnya bagiku melihatmu bersamanya. Aku..aku merasa seperti semuanya hancur. Bagaimana bisa kamu melakukan ini padaku? Padahal kita adalah sahabat... sahabat sejati"


Lana tidak kuasa untuk memeluk Mia,dia juga tidak bisa kehilangan Rayhan i saat semuanya sudah di ketahui oleh banyak orang.


" Mia, aku tahu aku salah. Tapi tolong pahami, semuanya tidak sesederhana itu. Ada begitu banyak faktor yang mempengaruhi keputusan kami. Kami juga merasa hancur, Mia"


Hari itu Mia banyak menangis dan juga banyak memohon tapi Lana tidak berguna sama sekali.


Mia bahkan mengatakan jika dirinya rela menikah dengan Raihan setelah Lana.Tapi Lana tidak mau melakukannya karena dia sudah terlanjur egois.


Ketika seseorang menjadi pacar itu wajar untuk putus melalui kata-kata tapi jika mereka sudah diambang pernikahan ditambah lagi jika mereka menikah dia berkewajiban untuk mempertahankannya sampai perjuangan terakhir.


Rayhan sudah ditakdirkan menjadi miliknya jadi, Mia tidak lagi berhak meskipun hak itu dilenggut oleh Lana dengan cara yang tidak baik.


"Lana... huhuhu biarkan aku jadi yang kedua kan.aku..aku... aku akan mati tanpa Raihan"

__ADS_1


"Mia, Allah sudah menciptakan jodoh setiap orang. reihat memang tidak takdirkan bukan untukmu jadi ada seseorang di luar sana yang dikhususkan oleh Allah untukmu jadi terimalah itu"kata Lana yang sudah muak mengatakan tidak kepada Mia.


Plak...


Satu tamparan benar-benar mengenai pipi Lana dengan keras. segera pipi Lana yang putih jadi memerah dan memiliki cetakan telapak tangan.


"Allah katamu? Kenapa kau tidak ingat dengan Allah ketika kau melakukan hubungan bejat itu? Kenapa kau bawa-bawa agama setelah sampai di sini? kupikir Kau adalah teman yang baik tapi rupanya kau tidak lebih baik daripada iblis. pelakor, pezina??"


"Mia kau...


"aku menyesal sudah mengenali kau sebagai sahabat, aku mengutuk hari di mana aku memperkenalkan persahabatan kita.Aku benci kau Lana,aku benci "kata Mia


Dia sudah puas merayu dan sudah puas meminta bahkan pasrah menjadi pengemis cinta di kaki Lana.


Tapi sepertinya hati Lana begitu keras yang tidak bisa dilembutkan lagi dengan air mata.


Mia tidak ingin tinggal di tempat yang memiliki Lana di dalamnya. Jadi dia keluar dari kamar Lana dan terkejut sesaat ketika melihat ada mama Lana di sana.


Sebenarnya Mama Lana sudah pulang dari tadi dan dia mendengar isi pembicaraan mereka.


Awalnya Mama Lana merasa kecewa kenapa Lana bisa melakukan perbuatan itu sampai ketangkap basah oleh Pak RT.Tapi sekarang dia menjadi lebih malu lagi mendengar isi pembicaraan mereka tadi.


Putrinya benar-benar mengambil pacar sahabatnya sendiri.


Mia tidak lagi peduli dengan Lana apalagi dengan ibunya. Jadi dia keluar dari rumah dengan marah dan pergi dengan mobilnya dengan kecepatan tertentu.


Sementara itu Lana dihadapkan lagi dengan wajah mamanya yang terlihat begitu kecewa.


Putri tersayang sebenarnya adalah seorang pelakor.

__ADS_1


Mamanya tidak berbicara sepatah kata pun tapi wajahnya sudah menyiratkan hal itu.


Mama kecewa sama kamu.


__ADS_2