Pasrah Saja

Pasrah Saja
ketemu lagi di restoran


__ADS_3

Lana merasa canggung dan tidak nyaman awalnya ketika tahu Rayhan bekerja di kantor Syahbandar yang sama dengannya. Dia berusaha menjaga jarak dan tetap fokus pada pekerjaannya sebagai sekretaris keuangan. Namun, seiring berjalannya waktu, setiap kali Lana dan Rayhan harus berhubungan karena pekerjaan, perasaan canggung itu mulai memudar.


Kehadiran Rayhan menjadi rutinitas sehari-hari bagi Lana, terutama karena tanggung jawab mereka di kantor yang berhubungan dengan catatan keuangan dan pergerakan kapal. Kebiasaan berinteraksi dengan Rayhan membuat Lana merasa nyaman, dan perasaan canggungnya perlahan menghilang.


Lana mulai menemukan kenyamanan dalam kebersamaan dengan Rayhan, bahkan ketika mereka harus bertemu atau berbicara lebih sering.


Mereka menjadi semakin akrab satu sama lain karena pekerjaan yang sama, dan Lana menemukan dirinya senang dengan hal itu. Meskipun awalnya ada keinginan untuk menjauh, Lana tidak bisa menahan kenyamanan dan kebersamaan yang semakin tumbuh di antara mereka.


Namun, di balik kenyamanan itu, Lana tidak menyadari bahwa perilakunya semakin mencerminkan sebutan "ingkar janji."


Meskipun awalnya dia berjanji untuk menjaga jarak, dia tidak lagi merasa bersalah dan malah menikmati kehadiran Rayhan di kehidupannya. Dia terjebak dalam situasi yang bertentangan dengan keinginannya sebelumnya dan terus melanjutkan tanpa menyadari akibatnya.


Malam itu di Restoran Pinang Sebatang yang ramai dengan pelanggan yang sedang menikmati makanan khasnya.


Pak Barat atau nama aslinya adalah Pak Hutabarat, sedang memasuki ruangan restoran dengan senyum lebar. di dalam ruangan itu semua staf keuangannya yang sudah berkumpul di meja yang disiapkan khusus untuk mereka.


"Selamat malam, semuanya!"sapa pak Barat. dia adalah pria di atas 50-an dengan sosok yang memiliki perut buncit. Walaupun dirinya seperti itu tapi dia memiliki karakter yang hangat dan juga mudah bergaul.


Seperti saat ini contohnya.


" Selamat malam, Pak Barat!


"Terima kasih, Pak Barat. Kami senang sekali bisa diajak makan di restoran ini"kata kak Pitri.


"Sama-sama, ya, Ini adalah cara saya untuk mengapresiasi kerja keras dan dedikasi kalian semua dalam menjalankan tugas-tugas keuangan dengan baik"


" Baiklah, mari kita pesan makanan! Pilih apa saja yang kalian sukai dan jangan ragu untuk memesan makanan khas restoran ini. Semuanya saya yang bayar"


Beberapa staf langsung bergerak untuk memesan hidangan favorit mereka, sementara yang lain masih bingung dengan pilihan makanan. Lana berdiskusi dengan beberapa rekan kerjanya tentang menu yang ingin mereka coba.


"Kita tidak perlu khawatir memesan makanan yang mahal hari ini, kan? Pak Barat yang traktir!"


"Betul juga! Yuk, pesan nasi liwet dan bebek goreng, itu favorit saya di sini"


"Bagus ide! Aku juga ingin mencoba ikan bakar yang katanya enak sekali di restoran ini"


"Oke ,aku juga pesan nasi liwet dan bebek goreng, serta ikan bakar ,pak Barat jangan kapok ya , traktir lagi hahaha "

__ADS_1


Restoran ini menyajikan masakan khas yang menggugah selera dan membuat mereka semakin antusias untuk mencicipinya.


"Nikmati makanannya, ya! Jangan ragu untuk mencoba semua hidangan yang tersedia.


Semua staf ," Terima kasih, Pak Barat!"


Mereka semua menikmati hidangan dengan lahap, berbagi cerita dan tawa di meja bersama.


Saat semua staf keuangan sedang asyik menikmati hidangan di meja yang dipenuhi berbagai makanan lezat. Tiba-tiba, Pak Barat memperhatikan kehadiran Raihan yang baru saja memasuki restoran.


"Hei, Rayhan! Kamu datang tepat waktu! Ayo, ikut makan bersama kami!" panggil pak Barat dengan keras.


Pak barat ini adalah orang Batak jadi suaranya sedikit keras. Tapi hanya suaranya saja yang keras sedangkan hatinya selembut tahu jika sudah kenal dengan orangnya.


Rayhan yang dipanggil oleh barat awalnya pergi ke sana untuk memesan makanan. Karena dipanggil dirinya tidak jadi memesan makanan tapi langsung mengarahkan kakinya ke kelompok mereka.


"Terima kasih, Pak Barat. Saya sebenarnya datang untuk memesan makanan, tapi jika boleh bergabung dengan semua orang, saya senang sekali!"


Kata orang rezeki jangan ditolak musuh jangan dicari.


"Tentu saja boleh! Duduklah di sini, di sebelah Lana. Ada kursi kosong di sana"kata Pak Barat.


Lana tersenyum canggung tapi tetap menyapa Raihan dengan senang hati."Hei, Ray, Kamu datang sendiri?"


"Ya, aku datang sendiri. mau ngajak Mia juga dia jauh kan hehehe ,eh emang ada acara apa sih Lana?"


"Oh, Pak Barat traktir kami tanpa alasan kok, pak Barat memang seperti itu sih orang nya"


Percakapan antara Lana dan Rayhan terdengar santai dan ramah, meskipun canggungnya masih terasa. Namun, mereka berdua berusaha untuk menikmati makan malam bersama teman-teman mereka. Pandangan mereka sesekali saling bertemu, tapi mereka berusaha tidak terlalu fokus satu sama lain.


Sementara itu, suasana makan malam semakin meriah dengan lelucon dan cerita dari Pak Barat dan staf keuangan lainnya. Rayhan ikut bergabung dalam percakapan dengan lancar, membuat dirinya merasa nyaman di tengah-tengah teman-teman sekantor.


Makan malam berlangsung dengan penuh keceriaan dan kehangatan. Tapi semua itu segera berakhir ketika mereka menyelesaikan makan malam.


Dalam sekejap mata, semua orang-orang segera mengundurkan diri satu persatu Begitu juga dengan Pak Barat.


Lana sebagai seorang karyawan yang baru saja memulai karirnya ,dia diberikan tugas untuk membayar makanan hari ini malam ini.

__ADS_1


Jadi sebelum pergi Pak barat juga sudah menitipkan sejumlah uang pada Lana.


Dalam kata lain Lana adalah orang yang terakhir kali keluar dari restoran pinang sebatang.


Setelah membayar di kasir, Lana segera bergegas menuju area parkir. Dia merasa sedikit terburu-buru, ingin segera pulang setelah makan malam bersama di restoran Pinang Sebatang.


Sebenarnya Lana sudah mengabari masalah dia akan pulang telat malam ini kepada mamanya. Jadi tidak perlu terburu-buru juga sih.


Namun segera pandangannya tertuju pada Raihan yang masih berada di sana dan sedang berbicara di telepon.


"Oke, aku tunggu ya di restoran pinang sebatang, Hem Oke"kata rayhan dalam telepon itu.


Menurut isi pembicaraan tadi sepertinya Raihan sedang menunggu seseorang untuk menjemputnya.


Lana mendekati Raihan dengan langkah ragu, apakah dia terlalu agresif atau tidak ya.


Lana berpikir sebentar Soraya memperhatikan bahwa sepeda motornya parkir tidak jauh dari sana. Sepeda motor itu adalah Honda Vario berwarna putih, yang sudah menjadi sahabat setia Lana dalam berbagai perjalanan sehari-hari.


Dengan tegas, Lana menyapa Raihan, "Hai, Ray.Kamu masih menunggu tumpangan? Aku bisa mengantarmu jika kau tidak malu sih dengan sepeda motorku"


Raihan agak terkejut dengan tawaran itu, namun dia terlihat ragu untuk menerima. "Tidak perlu repot-repot, Lana. Aku sudah memesan ojek online kok."


"Tidak apa-apa, hari masih terang dan tempat tujuanmu tidak terlalu jauh. Aku punya sepeda motor, jadi aku bisa mengantarmu dan pulang tepat waktu "


Rayhan memberikan senyuman hangat sebagai respon. Rehan sebenarnya tidak nyaman untuk menerima tumpangan dari Lana tapi, dia masih ingin membuat hubungan mereka yang kaku bisa lebih cair.


Dengan begitu Raihan setuju tanpa berpikir panjang.


Sementara itu Lana berjalan ke arah sepeda motornya dan melepaskan kunci dari dalam tas. kunci itu langsung dilemparkan kepada Raihan sehingga Raihan yang tidak siap sempat terkejut.


"Aku?"tanya Raihan yang tidak menduga ini.


Lana terkekeh-kekeh dan berkata,"kamu diboncengin sama cewek nanti jika dilihat orang-orang apa nggak malu?"


Mendengar itu Raihan juga tertawa geli dan langsung sigap mengambil alih sepeda motor lana.


Di dalam hati Raihan segera senang karena hubungan mereka bisa cair karena pembicaraan yang remeh ini.

__ADS_1


Syukurlah.


__ADS_2