Pengantin Raja Iblis

Pengantin Raja Iblis
Harimau Mengincar Mangsanya


__ADS_3

Daniel mendengus kesal, pria itu masih mengingat bagaimana Cedric dan Mika berpelukan. Darah pria itu seolah mendidih. Menimbulkan rasa panas di seluruh tubuhnya. Tiba-tiba saja tubuh Daniel ambruk, menampakkan sosok pria dengan surai panjang berwarna hitam, dan manik mata hitamnya yang kini sudah berubah menjadi merah.


Ternyata jiwa Demonlah yang kini mengambil alih tubuh Daniel. Ini adalah cara paling cepat untuk Demon bisa merebut cinta Amor di dunia manusia. Meski tindakan Demon melanggar hukum langit. Tapi selama dia tinggal dalam tubuh Daniel. Mereka tidak akan bisa melakukan apapun pada dirinya. Dengan kata lain, Demon menggunakan tubuh Daniel sebagai tameng. Sebab jika para penguasa langit menyerangnya, jiwanya tidak akan terluka tapi tubuh Daniel yang akan terluka bahkan mungkin meninggal.


Demon menggeram marah, seketika cermin yang ada di depannya perlahan menunjukkan keretakan. "Kratak", kratak", "kratak" dan "byaaarr". Serpihan cermin berhamburan begitu benda itu pecah.


"Aku tidak akan membiarkan kalian bersatu.Tidak akan!" tekad Demon, lalu berbalik melihat tubuh Daniel yang tergeletak di karpet.


Sementara itu di dunia langit, terlihat Wind yang berjalan terges-gesa masuk ke aula istana dunia langit. Dilihatnya Ice yang duduk di sebuah meja di sudut ruangan. Sambil mengerjakan pekerjaannya.


"Aku menemukannya," Wind berucap cepat. Ice seketika melihat ke arah Wind.


"Tapi dengan keadaan sekarang, kita tidak bisa melakukan apapun. Atau kita akan melukai tubuh manusianya," ucap Ice. Rupanya pria itu sudah tahu apa yang ingin dilaporkannya.


"Dia benar-benar licik. Bersembunyi di dalam tubuh seorang manusia lalu memanfaatkannya," maki Wind.


"Seperti kau tidak tahu Demon saja," celetuk Ice. Wind pun memanyunkan bibirnya. Ya, siapa sih yang tidak tahu karakter Demon, si raja Iblis. Hampir semua sifat buruk ada padanya. Yang paling kelihatan ya sifatnya yang suka melanggar peraturan. Lihat saja berapa banyak peraturan di dunia langit yang sama sekali tidak mempan terhadapnya. Semua dia langgar tanpa pandang bulu.


"Meski begitu kita harus tetap mengawasinya. Fire jelas tidak bisa melawan Demon dengan wujud manusianya. Kita harus menunggu sampai dia bisa menghancurkan segel ibuku. Barulah keduanya bisa menyadari siapa mereka. Mungkin kali ini, perjalanan Fire dan Amor akan sedikit berbeda. Sebab ada Demon yang ikut campur," ucap Ice sambil menahan wajahnya dengan dua tangannya.


"Justru inilah ujian yang sesungguhnya untuk Amor dan Fire," tambah Wind. Ice mengangguk setuju mendengar ucapan sang sahabat.


"Tapi kau harus ingat, Fire juga punya perisai dalam dirinya. Demon tidak akan bisa macam-macam padanya," Ice kembali mengingatkan Wind.


Sementara itu di dunia manusia. Cedric terlihat mengikuti Mika yang berjalan tertatih. Rasa lemas masih sedikit Mika rasakan.


"Pulang saja sana," pinta Mika begitu mereka masuk ke unit gadis itu.


"Aku lelah, mau istirahat dulu," Cedric melepas jasnya. Lalu masuk ke kamar utama. Terserahlah, toh ini memang apartemen Cedric. Aku cuma numpang di sini. Begitulah isi pikiran Mika. Gadis itu menggelengkan kepalanya lalu masuk ke kamarnya sendiri.


Cedric melepaskan seluruh pakaiannya, lalu masuk ke kamar mandi. Di kamar itu memang ada pakaian miliknya. Sebab dia kadangkala suka tidur di unit ini. Baru saja menyalakan shower untuk mengguyur tubuh atletisnya. Cedric tiba-tiba saja berbalik. Sesuatu dalam dirinya menyuruhnya waspada. Mata Cedric menyipit. Berusaha menajamkan penglihatannya di tengah bilik shower yang mulai berkabut karena uap air panas dari shower.


"Siapa kau?" Cedric cukup peka untuk merasakan ada hal lain selain dirinya di dalam bilik shower itu. Cedric langsung mengambil handuk lalu melilitkannya di pinggangnya. Berjalan keluar bilik itu.


Satu bayangan samar menarik perhatian Cedric. Tidak ada rasa takut sedikitpun dalam diri pria itu. Dari dulu dia memang percaya dengan hal-hal yang ada di luar nalar.

__ADS_1


"Apa kau hantu penghuni tempat ini?" tanya Cedric.


"Hantu? Kau menganggapku hantu? Yang benar saja. Aku ini rajanya hantu!" Gumam Demon kesal.


Bayangan yang ada di depan Cedric adalah jiwa Demon. Raja Iblis itu ingin sekedar mengetes Cedric. Sebagai reinkarnasi Dewa Api, apa pria ini memiliki kemampuan salah satu petinggi dunia langit tersebut.


"Aaaarrgghhhhh!" Cedric berteriak ketika merasakan sebuah cekikan di lehernya. Demon memang ingin melenyapkan Fire sebelum pria itu bisa memiliki Mika.


Cekikan itu semakin menguat. Hal itu membuat nafas Cedric tersengal. Wajah pria itu mulai memerah. Dengan segala cara Cedric berusaha melepaskan diri dari cekikan makhluk tidak kasat mata itu. Hingga kemudian dia teringat pesan seseorang.


Cedric memejamkan matanya. Berusaha menenangkan diri. Fokus. Berikutnya rasa panas tiba-tiba menjalar di tubuh Demon. Semakin lama terasa semakin membakar tubuhnya.


Gubrak, tubuh Cedric terlempar ke belakang dengan kepala membentur wastafel, seiring teriakan mengerikan menģgema di kamar mandi itu. Cedric sedikit merasa pusing. Sejenak pria itu terdiam. Berusaha mengatasi rasa pusingnya. Hingga tiba-tiba suara Mika terdengar memenuhi gendang telinganya.


"Cedric, apa yang terjadi padamu?" Mika berteriak panik. Menghampiri sang atasan yang duduk bersandar di dinding kamar mandi.


"Ambilkan bathrope untukku." Pinta Cedric. Sejenak Mika cengo. Tidak paham dengan maksud Cedric.


"Kau mau melihatku telanjang. Aku tidak masalah kalau kau mau melihatnya," ucap Cedric santai. Meski kepalanya terasa berputar. Mika seketika menyadari kalau Cedric hanya memakai handuk di pinggangnya. Gadis itu buru-buru mengambilkan bathrope untuk Cedric. Lalu membiarkan pria itu memakainya.


"Diam kau! Aku memang berat tapi aku jamin kau tidak akan mati saat kutindih," Mika langsung mencubit pinggang Cedric. Begitu mendengar jawaban absurd dari pria itu.


"Ampun Mika, kepalaku terluka dan kau masih menambah rasa sakitku," keluh Cedric mengusap pinggangnya yang panas akibat capitan maut Mika.


"Salah sendiri, kalau ngomong jangan sembarangan. Dasar raja mesum," maki Mika. Mencari kotak obat di sebuah laci sesuai petunjuk Cedric. Tanpa Mika sadari, Cedric sejak tadi mengulum senyumnya. Menikmati pemandangan indah di depan matanya.


Bokong bulat, padat, berisi milik Mika yang hanya terbalut celana pendek ketat. Juga belahan dada indah milik sang sekretaris yang hanya tertutup tank top nude sewarna dengan kulit Mika. Aahh, otak mesum Cedric langsung berkelana ke mana-mana.


Saking paniknya mendengar suara berdebum dari kamar mandi Cedric. Mika tanpa memperhatikan pakaiannya langsung menerobos masuk kamar sang atasan.


"Hadap sana. Akan kulihat kepalamu. Ada yang luka atau tidak?"


"Kenapa harus berbalik. Begini lebih asyik," tolak Cedric.


"Yang terasa sakit kepalamu kan? Jadi akan kulihat ada yang terluka atau tidak," Mika dengan cepat membalikkan tubuh Cedric lalu naik ke ranjang besar itu. Tangan halus Mika mulai bergerak menelusuri kepala Cedric.

__ADS_1


"Apa yang terjadi?" Mika bertanya setelah menemukan luka di kepala Cedric, sambil membersihkannya.


"Ada makhluk iseng yang mengerjaiku waktu aku mau mandi," jawab Cedric.


"Ha? Memangnya ada hantu di kamar mandimu?" tanya Mika. Dari suaranya, Mika jelas tidak takut dengan kata hantu.


"Ada, tapi baru kali ini aku dikerjai. Awas ya kalau dia datang lagi, aku kerjai dia balik!" geram Cedric.


"Memang kau bisa melihatnya?" kepo Mika. Satu plester sudah tertempel di kepala Cedric.


"Tidak, hanya bisa merasakannya,"


"Sama kalau begitu. Aku dari kecil juga selalu merasa diikuti, tapi entahlah," sahut Mika. Cedric kini telah kembali menghadap Mika.


"Aku tidak masalah jika mereka tidak menggangguku. Tapi kalau sudah seperti tadi. Ya, terpaksa aku beri pelajaran dia,"


"Memangnya...." perkataan Mika terhenti ketika Cedric memberi kode padanya untuk diam.


"Sekarang gantian aku yang tanya. Kau ini masuk ke kamarku dengan pakaian seperti ini, maksudnya apa? Mau menggodaku? Ingin bercinta denganku?"


Mika seketika melirik pakaiannya. Detik berikutnya gadis itu mengumpat kebodohan dirinya sendiri. Bagaimana bisa, dia begitu ceroboh hingga memakai pakaian seperti itu di hadapan si casanova, raja mesum.


"Aku tergesa-gesa masuk ke sini. Mendengar suara "gubrak" dari kamar mandi. Jadi ya pakai baju seadanya," jawab Mika lirih.


"Mati aku! Bagaimana bisa aku malah memperlihatkan tubuhku di hadapan pria mesum ini. Bisa-bisa dia menerkamku sekarang juga," batin Mika.


Tanpa berani manik mata hitam milik Cedric yang menatap intens tubuhnya. Seolah sedang memindai tubuh Mika.


"Dia benar-benar memiliki tubuh yang sempurna. Mika...tubuhmu lama-lama bisa membuatku gila," batin Cedric.


Sembari mata pria itu menatap lapar pada tubuh Mika. Gadis itu perlahan memundurkan tubuhnya. Begitu menyadari tatapan mematikan dari Cedric.


"Beneran seperti harimau yang sedang mengincar mangsanya," batin Mika lagi.


***

__ADS_1


__ADS_2