Pengantin Raja Iblis

Pengantin Raja Iblis
Pemilik Takdir Yang Sebenarnya


__ADS_3

Fire dan Amor saling menggenggam tangan masing-masing. Senyum tidak pernah lekang dari bibir keduanya. Setelah seribu tahun menanti, akhirnya cobaan mereka di dunia manusia selesai juga. Kemarin adalah yang terakhir. Dan pernikahan Cedric dan Mika adalah akhir dari perjalanan mereka di dunia manusia.


Keduanya kini tengah menaiki tangga untuk kembali naik ke dunia langit. Tangga yang mungkin jumlahnya ratusan bahkan ribuan. Namun karena keduanya sudah kembali ke wujud dewanya. Maka perjalanan itu tidaklah terlalu berat.



Kredit Pinterest.com


Stairway to heaven,


Di kiri kanan anak tangga itu, tampak awan yang bergumpal seolah menjadi pagar pembatas bagi tangga itu. Ujung tangga masih belum terlihat, yang terlihat hanyalah gumpalan awan putih yang menyelimuti tangga tersebut.


"Setelah ini, aku akan mengirim upeti pada ayahmu. Aku ingin segera menikahimu," gumam Fire.


"Benarkah?" Amor bertanya setengah tidak percaya. Wanita itu bertanya sambil tersenyum malu.


"Haiiii....sepuluh kali aku bercinta denganmu di dunia manusia. Kini waktunya untuk membuatnya menjadi nyata," bisik Fire.


"Ooo, kau tidak tahan karena itu," canda Amor.


"Ayolah Amor...aku bisa gila jika kau terus menolakku," rengek Fire.


"Aku tidak menolakmu...hanya menunggu waktu yang tepat," balas Amor.


"Kapan itu? Seribu tahun aku menunggu. Padahal jika tidak, mungkin anakku sudah berlarian menghancurkan Sky Castle," gerutu Fire.


"Benarkah? Aku jadi tidak sabar menantikannya," goda Amor. Fire mendelik menatap Amor. "Jangan memancingku!" desis pria itu. Dan Amor terkekeh mendengar kekesalan Fire.


Mereka terus berjalan meniti anak tangga itu. Hingga dari kejauhan tampak sebuah gerbang berwarna emas. Senada dengan cahaya yang memancar dari tangga yang mereka naiki. "Gate of Heaven," gumam Fire.



Kredit Pinterest.com


Gate of Heaven,


Berlatar langit biru dengan sinar matahari yang menyusup masuk melalui sela-sela awan di sekitar gerbang itu, menjadikan Gate of Heaven terlihat begitu megah dan agung. Menggambarkan hal yang ada di sebalik gerbang itu. Dunia langit, dunia para dewa. Dunia yang penuh dengan keindahan, kekuatan besar, kemegahan. Meski segudang masalah juga ada di sana.


Perlahan Fire dan Amor melewati Gate of Heaven. Sejenak Dewi Cinta itu memejamkan matanya saat melalui gerbang surgawi itu. Mengingat cahaya terang yang menyelimuti gerbang itu begitu menyilaukan.

__ADS_1


"Sepuluh kali lewat pun masih sama saja," gerutu Amor. Wanita itu tidak pernah bisa melawan sinar yang sangat kuat. Gerbang surgawi sebagai pintu masuk utama ke dunia langit, tentunya memiliki mantra pelindung khusus yang akan memindai setiap hal yang melewati gerbang itu.


"Itu karena kamu belum aku hangatkan," bisik Fire. "Kenapa kamu jadi ketularan mesumnya Cedric sih," ucap Amor tidak habis pikir.


"Ya, maklumlah tinggal bersamanya selama 28 tahun masak iya tidak ketularan omeshnya Cedric," kekeh Fire.


"Tapi kamu kan tidak tinggal dengannya selama itu?"


"Tidak....aku masuk ke tubuhnya ketika dia umur enam tahun. Bersamaan dengan lahirnya kamu. Meski aku tetap bersama Cedric sejak lahir," jelas Fire.


"Stock umur kita kan cuma 21 tahun di dunia manusia," tambah Amor. Keduanya lantas tersenyum. Hingga langkah keduanya terhenti ketika mereka telah sampai di istana Dunia Langit, Sky Castle mereka menyebutnya.



Kredit Pinterest.com


Sky Castle,


Sebuah komplek istana yang melayang di antara awan berwarna putih. Dengan latar belakang awan berwarna orange senja. Istana langit didominasi dengan warna emas dan merah. Ada beberapa komplek istana langit di sana. Tapi Amor dan Fire langsung melayang menuju istana yang letaknya paling tinggi diantara yang lainnya.


Ketika keduanya masuk ke aula istana langit. Semua dewa langsung berdiri, seolah menyambut kedatangan sepasang dewa dan dewi itu. Bahkan Yue dan Leon pun ada di sana. Dua dewa yang jarang tampil di depan umum. Semua dewa menunjukkan raut wajah leganya. Mengingat dengan kembalinya Amor kali ini, satu bencana berhasil dihindari oleh empat dunia.


Sebuah pelukan langsung The Sky berikan untuk Amor, sang putri. Pria itu tidak bisa menyembunyikan rasa haru dan bahagianya. Setelah sekian lama, akhirnya Amor bisa kembali ke sisinya.


"Selamat datang kembali, putriku," bisik The Sky. Pria itu seolah enggan melepaskan pelukannya pada Amor.


"Terima kasih, Ayah," balas Amor. Selanjutnya, sebuah pesta kecil di adakan untuk merayakan kembalinya Amor dan Fire ke dunia langit. Semua orang terlihat berbahagia. Kecuali satu dewi yang tampak memendam rasa kesalnya.


Dewi itu memandang sengit ke arah Amor, tapi menatap lembut kepada Fire. "Jangan bermimpi untuk merusak hubungan mereka," Leon berkata pada dewi itu.


"Bukan urusanmu!" Dewi cantik itu berlalu dari hadapan Leon.


"Masih belum mendapatkannya?" ledek Yue.


"Kenapa kau buat takdir cintaku begitu sulit. Apa jadinya jika dia mengejar Fire? Ketimbang aku yang benar-benar mate-nya," protes Leon pada si dewa jodoh.


"Aku tidak tahu. Waktu itu aku hanya ingin membuat kisah cintamu seperti drama. Tidak tahunya ternyata kau sangat menderita karena ini. Maaf," jawab Yue sambil nyengir.


"Ubah kitabnya kalau begitu," paksa Leon.

__ADS_1


"Aahhh yang itu agak susah. Kitab jodohmu sudah terlanjur aku stempel dengan stempel resmi. Jadi langsung paten tidak bisa diubah," jelas Yue enteng.


"Kan kamu tinggal buat lagi yang baru. Terus kamu cap lagi,"


"Aahh itu yang susah...capnya sekali pakai saja," balas Yue.


"Kalau begitu katakan padaku! Di mana stempelnya. Biar aku buat sendiri takdir cintaku lalu ku cap sendiri,"


"Capnya susah di dapat. Soalnya stempelnya adalah....darahku sendiri," Yue berlalu dari hadapan Leon sambil tersenyum. Melambaikan tangannya ke arah Fire.


"Sialan! Dewa bulan kau mengerjaiku!" maki Leon. Pria itu menatap dewi yang seharusnya menjadi mate-nya. Tapi karena sebuah kejadian, dewi itu hilang ingatan. Sama sekali melupakan dirinya.


"Sampai kapan aku harus menunggumu Rain," gumam Leon. Menatap penuh kerinduan pada Rain, si Dewi Hujan. Pengendali hujan di alam semesta, putri Dewa Air.


"Jadi Ayah sudah memutuskan, dua bulan lagi kalian akan menikah," ucap The Sky di depan Fire dan Amor. Perkataan itu seperti sebuah pengumuman bagi seluruh penghuni dunia langit. Berita yang menjadi kabar bahagia bagi semua. Tapi tidak untuk Rain. Dewi itu langsung berbalik ingin keluar dari aula itu. Ketika tangan Leon sigap menahan tangan Rain. Menarik dewi itu keluar dari sana.


"Benarkah yang The Sky katakan?" Fire bertanya tidak sabaran. Menatap Amor dengan senyum lebar di bibirnya.


"Iya...siapkan saja upetinya. Kau tahu kan putriku ini sangat berharga," goda The Sky.


"Yang Mulia tidak seharusnya bicara seperti itu," bisik Amor pada sang ayah.


"Waahhh, belum jadi istri saja, dia sudah berani membelamu terang-terangan. Ice sepertinya kita akan jadi pria kesepian mulai sekarang. Adikmu lebih memihak Fire daripada kita," kata The Sky drama.


"Ayahhhh!" Amor merajuk mendengar perkataan The Sky.


"Aku akan berikan semua yang aku punya untuk membawanya pulang ke istanaku," Fire menjawab tegas.


Pria itu sadar, Amor adalah harta tak ternilai bagi pria itu. Terlebih setelah kepergian Dewi Bunga, ibu Amor yang misterius. The Sky jadi sangat protektif pada Amor.


"Aku berharap dengan pernikahan Amor dan Fire, ramalanmu tidak akan menjadi nyata, istriku Nuwa,"


Ramalan Nuwa masih menjadi momok yang selalu menghantui The Sky. Karena ramalan itulah Nuwa, sang istri rela untuk "pergi" agar ramalan untuk Amor bisa menjadi lebih ringan.


"Aku akan menjaganya sampai akhir, seperti janjiku padamu. Aku juga masih berharap kalau kau masih bisa kembali berkumpul bersama kami, Nuwa," sebuah doa, permintaan dari The Sky. Penguasa tertinggi dunia langit. Bahkan setingkat The Sky saja masih berdoa untuk dirinya dan juga seluruh penghuni empat dunia.


Karena dia bukanlah pemegang tampuk kekuasaan tertinggi. Di atasnya masih ada The Lord Yang Agung. Pemimpin dari segala penguasa empat dunia.


"Aku masihlah pion untuk The Lord Yang Agung. Karena dialah pemilik takdir yang sebenarnya," The Sky membatin.

__ADS_1


****


__ADS_2