Pengantin Raja Iblis

Pengantin Raja Iblis
Demon Patah Hati


__ADS_3

Beberapa waktu berlalu, hubungan Amor dan Fire kian dekat. Meski tidak ada cinta di hati Amor. Tapi saat bersama Fire, wanita itu merasa nyaman. Dia merasa Fire sangat spesial untuknya. Hal ini tentunya menjadi kabar gembira bagi semua. The Sky tentu sangat bahagia dengan keadaan itu. Juga bagi Ice dan yang lainnya.


"Bagaimana jika kau melamarnya lagi?" tanya Ice. Fire seketika mengangkat wajahnya. Melihat kepada kakak Amor itu.


"Maksudmu, aku mengajaknya menikah, begitu?"


"Iyalah, apalagi. Yang dulu sudah berlalu sekarang kita mulai dengan lembaran baru," kata Ice.


"Kalau dia menolakku?" Ice terkekeh mendengar keraguan dewa api itu. Pria itu lantas berkata," Pergi ke medan perang saja berani. Masak melamar adikku tidak berani."


"Itu dua hal yang berbeda. Jangan kau samakan," sahut Leon yang sejak tadi hanya diam. Fire termenung, lantas menyahut, "Akan kucoba. Resiko kalau dia menolakku."


*****


Fire menemui Amor di taman wisteria, di mana Amor biasanya berada jika tidak ada tugas. Saat dia datang, dilihatnya sang dewi tengah bermain dengan kuntum bunga berwarna ungu itu. Amor terperangah ketika tiba-tiba kuntum bunga itu berguguran, seperti salju. Tapi berwarna ungu.


"Cantik sekali," gumam Amor. Fire terkesima melihat pemandangan itu. Dewi itu terlihat cantik ketika berputar-putar dengan dua tangannya menangkapi kelopak bunga yang berjatuhan. "Aku akan melakukan apa saja untuk membuatmu selalu tersenyum." Batin Fire dengan senyum mengembang di bibirnya.


"Kau menyukainya?" tanya Fire. Amor seketika menoleh ke sumber suara. "Kau yang membuatnya?" tanya Amor. Fire hanya terdiam, tanpa menjawab. Pria itu perlahan mendekat. Tapi tidak mengganggu kesenangan Amor, bermain dengan guguran bunga wisteria itu.


Fire hanya duduk tanpa banyak bicara. Sekilas dia teringat pernah melakukan hal ini di dunia manusia. Dia juga teringat dengan pesan Yue. Dewa jodoh itu memberitahu kalau dia dan Amor akan tetap bersatu di waktu ini. Tapi keadaan akan berbeda untuk anak-anak mereka. Fire hanya bisa menarik nafasnya pelan. Apalagi yang akan terjadi dalam hidupnya.


Dia sudah cukup bersyukur jika takdir masih mengizinkan dia dan Amor bersatu. Bagi Fire, Amor adalah sumber kebahagiaan dan hidupnya. Wanita itu sudah menjadi poros hidupnya sejak benang itu diikatkan pada jarinya beribu-ribu tahun lalu.

__ADS_1


"Sudah lelah?" tanya Fire. Melihat Amor yang menyusulnya duduk. "Kau membuatku kelelahan," gerutu Amor. Fire terkekeh pelan. "Memang kau ada kerjaan apa hari ini?" tanya Fire.


Wanita itu langsung antusias bercerita kalau dia baru saja mengobati rubah ekor sembilan yang terluka. Terus ada harimau yang menolak makan karena mate-nya mati. Lalu wanita itu menambahkan kalau bayi unicorn yang dia tolong waktu itu mengajaknya jalan-jalan.


Amor mendengus kesal ketika Fire menyebutnya dokter hewan sekarang. Wanita itu menolak habis-habisan sebutan Fire untuknya. Wajah manyun Amor membuat Fire semakin bersemangat untuk menggodanya. Pria itu baru berhenti ketika Amor benar-benar terlihat marah.


"Kenapa hari ini kau menyebalkan sekali!" pekik Amor. Wanita itu bangkit dari duduknya. Fire seketika menahan tangan Amor kala wanita itu berniat pergi dari hadapannya. "Marah beneran? Tidak mau dengar sesuatu yang bagus?" tanya Fire.


Amor menghela nafasnya pelan. Berusaha menahan amarahnya. Fire masih menahan tangan dewi cinta itu, ketika sebentuk cincin tiba-tiba berada di tangan Fire.


"Cepat katakan!" Fire kembali tersenyum melihat kemarahan Amor. Jadi begini kalau wanita tengah marah. "Dengarkan aku baik-baik, dewi cinta. Maukah kau menikah denganku?"


Amor tertegun mendengar perkataan Fire. Dia tidak menduga sekaligus tidak percaya jika dewa api itu sedang melamarnya. "Kau melamarku?" tanya Amor.


Amor mendelik, mendengar pengakuan Fire. Lagi-lagi tidak percaya dengan apa yang Fire lakukan. Sejak kapan pria kaku ini jadi pria yang peka. Tahu kesukaan wanita. "Di dunia kita tidak ada acara tukar cincin, jadi aku akan membuatnya sedikit berbeda untukmu. Jadi bagaimana? Mau menikah denganku?" ulang Fire.


Hati wanita mana yang tidak meleleh, di lamar dengan cara seperti itu. Menggunakan cincin cantik, di bawah guguran bunga wisteria. Romantis, kata bahasa dunia manusia. Meski cara Fire apa adanya. Tanpa banyak kata. Ingin sekali Amor berkata ya, tapi sesuatu dalam dirinya mencegahnya.


Hingga sebuah jawaban membuat Fire sedikit kecewa. "Akan kuberi jawabannya besok," kata wanita itu. Tapi bagaimanapun, Fire paham. Dengan keadaannya yang sekarang, Amor tidak akan mengalami apa itu jatuh cinta. Apa itu rindu dan sebagainya. Jadi dia akan lebih bersabar lagi.


****


Seperti biasa, jika Amor sedang gundah, dia selalu pergi ke makam ibunya. Seperti sekarang, wanita itu tengah meletakkan kepalanya di atas meja. Memainkan helaian mawar putih yang ada di vas besar di hadapannya. "Ibu, aku ingin menerima lamarannya, bolehkan?" gumam Amor.

__ADS_1


Wanita itu menghela nafasnya, dia tidak bingung dengan perasaannya, sebab dia tidak punya rasa apa-apa dengan Fire. Hanya dia belum yakin dengan keputusannya. Pada akhirnya, Amor yang setengah melamun perlahan mulai tertidur. Hingga sebuah bisikan masuk ke telinganya saat dia tertidur. "Menikahlah dengannya."


Amor kembali membuka matanya. "Baiklah Ibu. Amor juga berpikiran sama dengan ibu," sebentuk senyum terbit di bibir wanita itu.


Tanpa dia sadari, seorang pria telah muncul di belakangnya. Rasa rindu membuat Demon nekad menerobos dunia langit, mencari sang pujaan hati. Hingga akhirnya dia menemukan keberadaan sang dewi di depan makam ibunya.


"Senang melihatmu kembali, dewi," ucapan Demon membuat Amor menoleh. Wanita itu memutar matanya jengah melihat kehadiran Demon dihadapannya.


"Apa lagi sekarang? Bukankah kau dilarang masuk ke sini?" tanya Amor tanpa takut.


"Dilarang kalau ketahuan. Kalau tidak, tidak ada masalah," Demon menjawab tenang. Dua sudut bibir pria itu melengkung. Membentuk sebuah senyum yang begitu sempurna di wajah Demon. Untuk wanita lain, mereka akan mengatakan Demon sangat menawan saat tersenyum, tapi hal itu tidak berlaku untuk Amor.


"Kau ini memang biang kerok," maki Amor. Lantas berjalan melewati Demon. Raja iblis itu reflek menahan tangan Amor. "Ada apa? Pergilah sebelum ketahuan," saran Amor.


"Kau tidak merindukanku?" tanya Demon. Mendengar pertanyaan Demon, Amor terkekeh. "Aku ini tidak punya rasa cinta. Jadi tidak punya rasa rindu juga," tegas Amor.


Untuk sesaat, Demon terdiam. Menikmati kecantikan wajah Amor dari dekat. Hingga Amor merasa risih lantas menjauhkan diri dari Demon.


"Jangan dekat-dekat denganku. Aku sebentar lagi akan menikah," bak disambar petir. Ucapan Amor seperti sebuah pisau yang menusuk jantung Demon.


"Kau jangan bercanda. Kau bilang tidak punya rasa cinta. Kenapa sekarang tiba-tiba mau menikah?" tanya Demon gusar. Justru karena tidak punya rasa cintalah yang membuat Amor memutuskan untuk menerima lamaran Fire. Setidaknya dia tahu kalau Fire adalah mate-nya.


Demon serasa tidak percaya mendengar ucapan Amor. Pria itu merasa patah hati untuk kesekian kalinya.

__ADS_1


****


__ADS_2