
"Beraninya kalian menerobos masuk ke istanaku!" Teriak Demon. Sebuah bola api hitam meluncur ke arah tiga orang itu. Yue menghindar ke samping setelah menghempaskan bola api itu menjauh dari mereka. Suara ledakan terdengar dipekatnya malam dunia iblis.
Fire dengan cepat melepaskan pelukannya pada Amor. Lantas maju ke arah Yue. Keduanya berdiri berdampingan, lantas saling pandang satu sama lain. Hingga serangan dari Demon membuat keduanya saling menjauh. "Aku yang akan menghadapinya." Fire berkata, lantas melesat ke arah Demon. Mengabaikan teriakan penuh kecemasan dari Amor.
"Dia pernah mati sekali, jadi jangan pikir dia akan mati dengan mudah kali ini." Kekeh Yue. Sementara Amor, langsung memajukan bibirnya.
"Susah payah aku menghidupkannya kembali, apa gunanya jika dia mati lagi."
Sementara pikiran Yue melayang ke beberapa waktu lalu. Di mana dia kembali berkunjung ke tempat The Lord Yang Agung. Saat itu dia terkejut melihat Lao Yang juga ada di sana. Dua pria itu terlihat bicara sangat santai, seolah mereka adalah teman lama yang tengah reuni.
Dari pembicaraan keduanya, Yue tahu kalau pertempuran besar akan terjadi tidak lama lagi. Pertarungan yang disebabkan oleh perebutan dewi cinta.
"Mungkinkah ini waktunya?"
Di depan sana, Demon dan Fire saling serang dengan sengit. Sinar kuning dan hitam saling menyambar satu sama lain. Mereka tidak lagi mengandalkan serangan fisik tapi serangan menggunakan kekuatan energi dalam masing-masing. Hingga kembali terjadi, Demon terdesak. Pria itu sudah dua kali terkena pukulan energi dalam dari Fire.
Sebuah ringisan terdengar dari raja iblis itu. "Menyerahlah Demon, dan biarkan Amor pulang bersamaku." Fire berkata sembari mengayunkan pedang phoenixnya. Pedang itu berpendar dengan sinar keemasan.
"Tidak akan pernah!" Demon melesat menyerang Fire tiba-tiba. Hingga pukulan dari Demon berhasil membuat Fire terhuyung ke belakang. Fire pun memegangi dadanya yang terasa panas.
"Kau tidak apa-apa?"
Yue bertanya cemas. Sama cemasnya dengan Amor. Wanita itu menyentuh pelan dada Fire, dan kejadian itu sukses membuat api cemburu Demon berkobar. Hingga kemudian pria itu kembali melancarkan serangannya. Yang kali ini di tepis oleh Yue. Duel Yue dan Demon pun berlangsung. Dewa bulan itu tampak lihai menghindari serangan dan balas menyerang Demon.
Dua pedang beradu sengit di tengah pekatnya malam. Pedang kristal dan pedang hitam dua pria itu saling bertarung. "Mengalahlah Demon, untukmu tidak ada kesempatan untuk memiliki Amor."
Ucapan Yue membuat kemarahan Demon mencapai puncaknya. "Kalau aku tidak bisa memilikinya maka tidak seorangpun bisa memilikinya. Akan kuhancurkan kalian semua beserta dunia ini." Ancam Demon.
"Kau jangan macam-macam, Demon!" Desis Yue. Dia tahu benar kalau Demon mampu mendatangkan bencana luar biasa kalau dia mau. Dan sepertinya, dugaan Yue benar. Karena setelah itu, raja iblis tersebut terbang melayang tinggi di angkasa. Matanya menatap tajam ke arah Amor.
"Akan kuhancurkan apa yang tidak bisa kumiliki!"
Demon lantas menutup matanya, tangannya terangkat ke atas. Sebuah mantra dia rapalkan. Dirinya yang telah menguasai Black Rune. Tidak memerlukan ratu iblisnya untuk melakukan hal ini.
__ADS_1
"Dia akan membuka gerbang neraka!" Teriak Ling Er tiba-tiba. Semua orang lantas melihat kepada wanita itu. Lalu melihat kembali ke angkasa. Di mana langit hitam mulai bergulung dan berputar di atas Demon. Suara petir mulai terdengar menggelegar di segala penjuru langit.
Fire, Amor, Yue dan Ling Er sesaat membeku di tempat masing-masing. Melihat apa yang dilakukan oleh Demon. Sama halnya dengan The Sky, Ice, Wind dan Leon. Mereka perlahan melihat ke arah langit yang berubah semakin gelap.
"Dia membuka gerbang neraka."
The Sky, semua langsung melihat panik pada langit yang mulai membuka, membentuk sebuah lubang. Seperti lubang waktu.i
Kredit Pinterest.com
"Kalian bawa pasukan yang sudah siap. Perintahkan untuk menahan apapun yang keluar dari gerbang itu. Ini bencana."
Semua langsung bergerak mematuhi perintah The Sky.
Sementara itu, "Apa tidak ada hal yang bisa kita lakukan untuk mencegahnya?" tanya Amor. Dia tahu, dialah penyebab kemarahan Demon.
Ling Er menjawab sendu. "Gerbangnya belum terbuka sepenuhnya. Masih ada waktu untuk menutupnya kembali."
Amor langsung terbang melayang ke arah Demon. Ketiga orang itu langsung berteriak panik. "Jangan biarkan dia mendekati Demon!" Pekik Ling Er.
Sedang Demon yang melihat Amor terbang ke arahnya, langsung menyeringai puas. "Tutup gerbangnya kembali!" kata Amor begitu wanita itu berada di hadapan raja iblis itu.
"Imbalannya?" tantang Demon.
"Lakukan saja tanpa imbalan."
Fire berdiri di antara Demon dan Fire. Pedang Phoenix siap di tangan dewa api itu.
Demon menarik satu sudut bibirnya. Melihat Fire yang selalu menghalangi untuk memiliki Amor, membuat Demon semakin marah. Tapi kali ini dia tidak akan memberi toleransi lagi. Ribuan tahun menunggu dan berusaha. Tapi sepertinya langit tetap tidak memberinya izin untuk memiliki wanita yang dia cintai, maka bagi Demon tidak ada pilihan lain, selain kehancuran bagi dunia langit dan mungkin semua dunia.
"Aku sudah menutup gerbang ke dunia manusia dan dunia lainnya. Jika mereka datang, mereka tidak akan keluar dari dunia langit."
__ADS_1
Satu pesan masuk dari Ice dan Wind. Fire sedikit lega, setidaknya dunia lain tidak akan menerima ancaman atas ulah Demon ini.
"Kau tetap menolakku?" tanya Demon. Amor membeku di tempatnya. "Jawabannya tetap sama, dia tidak akan menerimamu sampai kapanpun." Fire menegaskan jawaban Amor.
"Kalau begitu terimalah kehancuran dunia kalian!"
Demon seperti tengah membuka pintu, dan benar saja. Teriakan mengerikan langsung terdengar dari lubang besar di atas Demon. Bersamaan dengan itu, ribuan makhluk menakutkan keluar dari gerbang tersebut. "Makanlah sepuas kalian!"
Tawa Demon langsung menggelegar. Sementara Fire dan Amor langsung bersiap menerima serangan dari makhluk bertubuh kurus, tanpa daging. Wujud mereka seperti tulang berbalut kulit. Mereka tidak memiliki mata. Hanya sebuah titik berwarna merah yang terlihat dari lubang mata mereka.
"Berhati-hatilah."
Amor mengangguk mendengar pesan Fire. Wanita itu mulai memasang busur panahnya, menyambut mereka yang langsung menyerang Amor tanpa ampun.
"Kau benar-benar keterlaluan Demon!"
"Kalian yang membuatku jadi seperti ini!"
Balas Demon. Setelah itu, dua pria tersebut kembali melanjutkan duel mereka. Di tengah- tengah serbuan makhluk dari neraka yang mulai menyebar ke seluruh penjuru dunia langit. Mencari makanan.
Di saat seperti itu, dari arah istana langit, Ice dan yang lain mulai terlihat memimpin ribuan tentara langit untuk menghancurkan makhluk mengerikan itu. Mereka semua sudah menerima sihir khusus, hingga makhluk itu tidak bisa memangsa mereka. Hasil penemuan Leon setelah percobaan selama ribuan tahun.
"Aku pikir mantramu efektif." Ledek Wind pada Leon. Ketiganya mulai berperang melawan makhluk menakutkan yang terus saja keluar dari gerbang neraka itu.
"Kira-kira jumlah mereka ada berapa ya?"
Tanya Ice setelah menebas satu kompi penghuni neraka yang mencoba menyentuhnya.
"Uncoutable enemy."
Sahut Leon cepat. Sebab dia menang tidak bisa menebak, berapa penghuni neraka yang akan terbebas jika pintu itu dibuka.
*****
__ADS_1