Pengantin Raja Iblis

Pengantin Raja Iblis
Kebangkitan The Sky


__ADS_3

Di dunia langit, Ice dan Wind tengah bersiap turun ke dunia manusia. Mereka ingin menyaksikan pernikahan Cedric dan Mika yang melenceng jauh dari rencana. Gara-gara jebakan Selia dan Demon. Membuat Mika marah. Terpaksalah dibuat acara bohongan untuk menjebak Mika agar mau menikah dengan Cedric.


Dua dewa itu cukup marah ketika Demon berani menggunakan cara licik untuk membuat Cedric dan Mika salah paham. Tapi mau bagaimana lagi, memang seperti itulah sifat Demon. Licik adalah salah satu sifat raja Iblis itu.


Keduanya baru saja akan keluar dari aula istana dunia langit. Untuk bergabung dengan Leon dan Yue yang sudah menunggu mereka. Ketika seorang prajurit tiba-tiba menyeruak masuk lalu bersujud di hadapan Ice.


"Ada apa?" tanya Wind. Prajurit itu sedikit takut untuk melapor.


"Cepatlah. Katakan ada apa? Kami sedang terburu-buru." desak Ice. Prajurit itu lalu melapor. Sebuah laporan yang memuat Ice langsung melesat pergi ke tempat meditasi The Sky. Keempatnya sesaat terpana melihat cahaya putih yang menyelimuti tubuh The Sky, dengan naga langit yang terus mengitari penguasa dunia langit itu. Petir saling menyambar di seluruh penjuru dunia langit.


"Apa yang sedang terjadi?" Ice bertanya cemas. Dia takut hal buruk akan terjadi pada sang ayah. Keadaan ini sama seperti terakhir kali saat The Sky melepaskan seluruh jiwanya untuk menyelamatkan dirinya dan juga Wind.


"Tenang saja. Bukan hal buruk....justru sebaliknya....dia akan bangun dari tidurnya. Wujud manusianya sudah sempurna," Leon berkata sambil melihat ke arah The Sky yang tubuhnya semakin lama semakin melayang tinggi. Saat naga langit miliknya telah sempurna membelit tubuh The Sky, cahaya putih itu berubah menjadi cahaya keemasan. Warnanya bagai mentari yang tengah terbit di ufuk timur. Merah keemasan, sangat megah, terlihat begitu agung. Dari dalam gumpalan cahaya itu, perlahan muncul sosok yang seketika membuat Ice mengembangkan senyum bahagianya. Seiring dengan mata pria itu yang juga berkaca-kaca.


"Ayah......," tidak peduli dia adalah pria kedua di dunia langit yang sangat disegani dan hormati. Ice menangis dalam pelukan The Sky, ayah yang sudah lama dia nantikan kebangkitannya. Ayah yang rela melepas separuh jiwanya untuk menyelamatkannya.


"Hai....melihat Ayah bangun pun kau menangis?" tanya The Sky sambil mengulum senyumnya. Pria itu sungguh bahagia melihat Ice adalah orang pertama yang dia lihat saat membuka mata. Meski dia pun sebenarnya sangat merindukan putrinya, Amor.


"Selamat datang kembali, The Sky. Penguasa Agung Dunia Langit," ucap Wind, Leon dan Yue kompak sambil membungkuk memberi hormat.


"Aku terima hormat kalian, sekarang bangunlah. Terima kasih sudah membantu Ice mengurus dunia langit selama aku tidak ada," balas The Sky.


Ketiga dewa itu saling pandang sembari tersenyum. Sebenarnya itu hanyalah formalitas semata. Sebab selanjutnya, The Sky sudah memeluk Wind, Leon dan Yue bergantian. Pria itu memang menganggap keempat dewa tinggi selain Ice, termasuk Fire seperti putranya sendiri. Karena itulah keempat dewa itu begitu loyal pada dunia Langit. Jika Leon dan Yue lebih banyak berperan di belakang layar. Maka tiga yang lain adalah ujung tombak pertahanan dunia langit. Ice, Wind dan Fire adalah panglima tertinggi dunia langit. Meski kadang Leon juga ikut serta berperang jika dibutuhkan.


Dan berita kebangkitan The Sky jelas jadi berita paling menggemparkan di seantero penjuru dunia langit. Dalam sekejab, aula istana dunia langit sudah penuh dengan para petinggi dunia langit. Yang ingin melihat The Sky setelah lebih dari seratus tahun bermeditasi untuk mendapatkan kembali wujud manusianya. Harapan dan doa seolah mengalir seiring kebangkitan The Sky kali ini.

__ADS_1


****


Di dunia manusia, Elli langsung mendorong jauh tubuh Mike. Saat pria itu tanpa aba-aba mencium dirinya. Keduanya berada di sebuah villa milik Cedric. Villa yang akan dijadikan tempat pernikahan antara Mika dan Cedric.


"Kenapa kau menciumku?" bentak Elli. Gadis itu lalu mengusap bibirnya yang baru saja dicium oleh kakak Mika itu. Bukan sekedar dicium, Mike bahkan sempat ******* bibir Elli untuk beberapa waktu.


"Kita kan pacaran? Jadi apa salahnya jika aku mencium pacarku sendiri," jawab Mike santai. Pria itu mendekat ke arah Elli yang reflek memundurkan tubuhnya hingga membentur meja di belakangnya.


"Kita hanya pacaran bohongan. Tidak perlu acara cium-ciuman," galak Elli.


"Tapi aku menganggapnya serius," jawab Mike. Tangan kakak Mika itu berada di sisi kiri dan kanan tubuh Elli. Dengan mata Mike intens menatap Elli.


"Jangan pernah melakukannya lagi," Elli memberi peringatan pada Mike. Meski jantungnya berdebar lebih kencang dari biasanya.


"Kenapa? Aku pikir, aku menyukainya," jawab Mike enteng.


"Hei, aku tidak seperti itu ya. Cuma kamu yang bibirnya bikin nagih," teriak Mike. Lantas mengejar Elli karena memang acaranya akan segera dimulai. Lagipula dia tadi melihat mobil Re yang melintas memasuki gerbang. Bisa dipastikan kalau sang adik, Mika sudah sampai di tempat itu.


****


"Kenapa kita ke sini?" Mika bertanya heran. Ketika Re dan Ri membawanya ke sebuah tempat seperti sebuah villa di sebuah bukit. Villa itu sangat cantik dengan hamparan kebun bunga yang mengelilinginya.


"Apa kamu lupa? Photoshootnya kan di sini," jawab Re santai. Pria itu membukakan pintu mobil. Lalu membawa Mika yang sedikit kesusahan karena gaunnya sedikit sempit di tubuhnya. Gadis itu komplit memakai veil juga tiara diatas kepalanya.


"Kami sudah datang," Ri melapor melalui ponselnya. Mika tampak tidak curiga. Gadis itu justru asyik memandangi bunga-bunga yang tengah bermekaran.

__ADS_1


Tak berapa lama, seorang pria berpakaian hitam dan putih datang menyambutnya ketiganya. Lalu mengarahkannya ke sebuah ruangan dengan pintu besar yang masih tertutup. Mika sedikit mengerutkan dahinya. Sebab seluruh tempat itu sudah dihias sedemikian rupa. Seperti sebuah tempat pesta.


"Ini villa siapa sih?" tanya Mika. Mata gadis itu sibuk melirik ke sana ke sini. Sesaat mengagumi tempat itu. Pemiliknya pasti orang kaya. Begitulah isi pikiran Mika.


"Villa yang yang punya property yang mau diiklankan." Lagi Re menjawab. Hingga pria itu mengangguk. Dan pintu di depan mereka mulai terbuka. Re dan Ri langsung membawa Mika masuk ke dalamnya.


Begitu masuk, Mika langsung mengerutkan dahinya. Melihat ayah, ibu, kakaknya Mike, Elli dan mama Cedric ada di sana.


"Dia sangat cantik bahkan dengan make up se-natural itu," puji Catharina. Perempuan itu terlihat sangat cantik, memakai gaun berwarna pastel senanda dengan gaun sang Mama. Amara tersenyum mendengar pujian Catharina.


"Kenapa kalian ada di sini?" tanya Mika heran. "Tentu saja untuk menghadiri pernikahan kita," jawab Cedric yang tiba-tiba muncul di belakang Mika.


"Alamak! Tampannya, casanova buaya buntung ini," batin Mika sesaat terpana pada penampilan Cedric yang memang terlihat tampan dengan setelah tuksedo putihnya.


"Siapa yang mau menikah denganmu?" Mika melepaskan pegangannya pada lengan Re. Lantas berjalan menjauh dari Cedric. "Kau tidak bisa pergi dari sini. Sebelum pernikahan kita terlaksana," ujar Cedric sambil menahan tangan Mika.


"Cedric! Apa kau tidak mengerti juga? Aku membatalkan pernikahan ini," Mika kekeuh pada tekadnya.


"Tapi aku menolak pembatalan sepihak darimu. Jadi hari ini kita tetap akan menikah," desis Cedric penuh penekanan.


"Aku tidak mau!"


"Apa kau tidak dengar ucapannya? Dia tidak mau menikah denganmu!" Tiba-tiba pintu itu terbuka kembali. Cedric dengan cepat menyembunyikan Mika di belakang punggungnya.


Saat tahu, siapa yang berada di depan mereka. Re, Ri dan Mike langsung berdiri di samping Cedric. Menatap tajam pada pria yang mulai melangkah masuk ke ruangan itu.

__ADS_1


*****


__ADS_2