Pengantin Raja Iblis

Pengantin Raja Iblis
Jebakan Daniel Dan Selia


__ADS_3

Ponsel Mika berbunyi, ada sebuah pesan masuk. Sebuah nomor tidak Mika kenal, tertera di sana. Dengan pesan menyuruhnya datang ke sebuah hotel, sebab orang itu ingin menunjukkan sesuatu pada Mika. Ini menyangkut Cedric.


Mika seketika mengerutkan dahinya. Dia dan Cedric baru saja bertemu untuk melakukan fitting gaun pengantin. Dua keluarga itu tetap ingin sebuah pesta meski sederhana di hari pengucapan janji pernikahan mereka. Sedang pesta besar-besaran sedang dalam tahap perencanaan. Dengan Catharina dan Amara yang menghandlenya.


"Berhubungan dengan Cedric? Memangnya Cedric kenapa?" batin Mika penasaran. Wanita itu lantas menghubungi Re, karena tadi Cedric pulang dengan asistennya itu. Setelah mengantarkan dirinya pulang.


"Dia menurunkanku di tempatku. Lalu dia pergi lagi. Katanya ada seorang teman yang memintanya bertemu,"


Jawaban dari Re cukup membuat Mika bingung. Gadis itu melirik jam tangannya. Masih jam delapan, belum terlalu malam pikirnya. Mika lantas keluar kamarnya lagi, menyambar satu kunci mobil.


"Mau ke mana?" Mike bertanya ketika melihat Mika memainkan kunci mobilnya.


"Keluar sebentar. Ada urusan," jawab Mika santai. Mike memicingkan matanya. Lalu tanpa kata, pria itu merebut kunci mobil itu. "Aku akan mengantarmu.Tidak baik calon pengantin keluar sendirian malam-malam," ucap Mike. Mulai melajukan mobil menuju tempat tujuan yang Mika sebutkan.


"Kau yakin dia ada di sini?" Mike bertanya, memastikan apa yang Mika katakan benar. "Benar kok. Ini pesannya," sang adik menunjukkan bukti pesan di ponselnya. Mike mengerutkan dahi kemudian. Berpikir ada yang tidak beres dengan hal ini.


Sementara itu, di sebuah kamar. Tampak Selia yang tengah menatap lapar pada tubuh Cedric yang sudah setengah polos. Wanita itu benar-benar tidak tahan ingin segera merasakan panasnya tubuh Cedric di atas ranjang. Bersama Daniel, wanita itu berhasil mengelabui Cedric. Calon suami Mika itu tanpa sadar sudah menenggak alkohol bercampur obat tidur.


Tidak tahu bagaimana Demon beraksi, tapi dalam keadaan itu baik Re maupun Ri tidak tampak melindungi Cedric seperti biasa. Suara pintu yang dibuka membuat Selia menoleh. Saat itu Daniel masuk. Pria itu berdecih mengejek. Melihat bagaimana murahannya Selia.


"Terima kasih sudah mau bekerjasama. Meski aku tidak bisa memiliki dia. Setidaknya pernikahan mereka akan gagal," ucap Selia.


"Itu bukan urusanku. Yang penting Mika akan jatuh ke tanganku," jawab Daniel dingin. Melirik ke arah Cedric yang tampak tidak berdaya.


"Fire....ternyata di dunia manusia kau bukan apa-apa," batin Daniel.


Selanjutnya pria itu berbalik keluar kamar. "Bersiaplah, dia akan masuk sebentar lagi," pinta Daniel. Tanpa ragu, Selia langsung melucuti seluruh pakaiannya. Wanita itu kini polos tanpa sehelai benangpun.


Tanpa semua orang tahu. Di satu sudut ruangan Re dan Ri terus meronta. Berusaha melepaskan diri dari sihir pengikat milik Demon. Keduanya juga tidak bisa menghubungi Ice dan yang lainnya untuk meminta tolong. Dua dewa itu saling pandang penuh arti.


"Bagaimana ini? Apa yang akan terjadi dengan Cedric?" tanya Re. Ri hanya bisa mendengus geram melihat keadaannya sendiri, yang tidak bisa lepas dari jerat Demon.

__ADS_1


"Raja Iblis sialan!" Ri akhirnya hanya bisa mengumpat Demon. Tanpa bisa berbuat apa-apa.


Bersamaan dengan itu, Mika dan Mike masuk ke kamar di mana Cedric dan Selia berada. Suara-suara aneh, membuat kakak beradik itu penasaran. Lalu, tanpa ragu masuk ke dalamnya. Mika langsung menutup mulutnya, tidak percaya dengan apa dilihatnya.


Di hadapannya, Cedric dan Selia tampak saling bergerak, memacu diri dengan tubuh full naked. Seolah tidak menghiraukan kehadiran Mika dan Mike. Dua insan itu begitu menikmati sesi panas mereka.


"Cedric pembohong!" teriak Mika lantas berlari keluar dari sana. Diikuti oleh Mike. Sementara Selia tersenyum puas, melihat reaksi Mika. Wanita itu memeluk erat tubuh Cedric lantas ikut tidur di samping pria itu.


Daniel langsung tersenyum lebar melihat kekecewaan di wajah Mika. Sebenarnya Cedric dan Selia tidak melakukan apa-apa. Tapi sebuah ilusi, Daniel ciptakan. Membuat Cedric dan Selia seolah sedang bercinta.


Lebih puas lagi, ketika pikiran Mika tengah kosong tadi, Demon berhasil membangunkan jiwa iblis yang tertanam dalam diri Mika. "Hanya tinggal menunggu hari, hingga kau bangun. Saat itulah kita akan menguasai dunia bersama-sama," tawa pria itu terdengar membahana di ruangan itu.


Mika terus berlari, keluar dari hotel itu. Air mata langsung mengalir deras di pipi adik Mike itu. Bagaimana bisa Cedric membohongi dirinya? Dasar brengsek! Menyebalkan! Mika terus memaki Cedric dalam hatinya. Gadis itu terlihat begitu kecewa. Sedih....dia tidak menyangka jika Cedric akan kembali ke kebiasaan lamanya. Suka tidur dengan sembarang wanita.


"Mika...." suara Mike membuat Mika menoleh. Gadis itu langsung masuk dalam pelukan sang kakak. Menangis tersedu di sana. Terisak perih. Gadis itu seolah sedang mengadu pada sang kakak melalui tangisannya.


"Bagaimana bisa dia melakukan ini padaku? Padahal dia sudah berjanji tidak akan melakukan hal itu lagi," Mika berkata di sela tangisnya.


"Mika tidak ingin melanjutkan pernikahan ini. Mika benci padanya," ucap Mika. Mike jelas terkejut. Pernikahan ini harus terjadi, baik Mika suka atau tidak. Mereka tidak punya waktu untuk mencari mempelai pria lain. Sebab Mika akan genap berusia 21 tahun, tiga minggu lagi. Dan pernikahan Cedric dan Mika akan dilangsungkan minggu depan.


"Mika jangan gegabah mengambil keputusan. Besok kita dengarkan penjelasan dari Cedric," saran Mike.


"Tidak mau! Mika tidak mau dengar apapun soal Cedric. Katakan pada Papa dan Mama, Mika membatalkan pernikahan ini!" tegas Mika.


Emosi yang memuncak membuat Mika tidak mampu berpikir jernih.


*****


Hari berganti, Cedric sudah menggedor pintu kamar Mika bahkan ketika Papa dan Mama gadis itu bangun dari tidurnya. Pria itu langsung meluncur ke rumah Mika. Begitu "menghajar" Selia. Pria itu begitu marah. Sangat marah, ketika dirinya bangun. Dia mendapati Selia yang berada di sampingnya, polos tanpa sehelai benangpun. Bisa dipastikan jika wanita itu sudah melakukan hal buruk padanya.


Cedric tentu saja tidak langsung percaya, ketika Selia mengatakan bahwa mereka sudah tidur bersama. Meski wanita itu kekeuh mengatakan demikian. Tapi Cedric menolak untuk percaya. Sebab dia merasa tidak melakukan apapun semalam.

__ADS_1


Cedric masih terus mengetuk pintu kamar Mika, yang tidak kunjung dibukakan oleh pemiliknya. Saat itulah Mike datang.


"Apa yang terjadi?" tanya Cedric.


"Seharusnya aku yang tanya. Apa yang sudah kau lakukan dengan perempuan itu?" Mike balik bertanya.


"Sebenarnya ini ada apa sih?" tanya Cedric. Mike menarik nafasnya. Lantas menceritakan apa yang dia dan Mika lihat kemarin malam.


"Brengsek!" Cedric langsung meninju dinding di hadapannya. "Sekarang aku tanya...kau benar melakukannya atau tidak?" cecar Mike.


"Tentu saja tidak!" sangkal Cedric.


"Tapi kami melihatmu bercinta dengannya," Mike berusaha meyakinkan penglihatannya.


"Aku bilang tidak ya tidak. Sekarang aku tanya, kita sama-sama pria. Kau bisa merasakan bagaimana kita setelah bercinta," todong Cedric. Mike berpikir sebentar. Tentu saja rasanya akan berbeda ketika seorang pria baru saja bercinta.


"Lalu kau?" tanya Mike.


"Aku tidak merasakan apapun ketika aku bangun tadi. Milikku bahkan tidak bangun sama sekali, yang jelas aku tidak akan menyentuh wanita model Selia. Lihat saja, Selia. Kau membuat Mika salah paham. Akan kubalas kau!" tekad Cedric.


"Mika...buka pintunya. Aku mau bicara," Mohon Cedric. Mika masih mengabaikannya.


"Buka pintunya atau kudobrak!" sebuah ultimatum keluar dari bibir Cedric.


"Enak saja main dobrak pintu rumah orang," gerutu Mike yang kini bersandar di dinding samping kamar Mika. Menyaksikan bagaimana frustrasinya Cedric menghadapi Mika, sang adik.


"Bodo! Mika aku hitung ni. Tiga hitungan kalau tidak dibuka, aku dobrak beneran. Satu....dua.....ti...."


Ceklek, pintu terbuka. Cedric langsung menerobos masuk.


"Waktumu lima menit. Setelah itu pergi dan jangan pernah kembali lagi!" Satu rangkaian kalimat Mika, membuat Cedric melongo.

__ADS_1


****


__ADS_2