Pengantin Raja Iblis

Pengantin Raja Iblis
Bisa Membuatku Gila


__ADS_3

Elli langsung memeluk Mika, begitu dia pamit pada orang tua sang sahabat. Elli sangat bahagia, Mika akhirnya bisa mengatasi kebimbangan hatinya. Gadis itu berharap kalau pilihan temannya itu tidak salah.


"Sampai jumpa lagi, bye" Elli undur diri dari hadapan semua orang. Dengan Mika yang mengantarkan sampai pintu depan.


"Elli, tunggu. Aku akan mengantarmu," Mike terlihat berlari. Lalu tanpa ragu menarik tangan Elli. Gadis itu sedikit terkejut. Mengikuti Mike masuk ke garasi mobil keluarga Mika. Di mana beberapa mobil terparkir di sana.


"Naiklah," Mike berkata setelah melihat Elli yang hanya diam saja. Elli mengerutkan dahinya melihat ke arah Mike. Meski pada akhirnya, Elli masuk juga ke dalam mobil.


Suasana di dalam mobil cukup canggung. Ini pertama kalinya Elli berdua-an dengan Mike. Jantung Elli berdebar. Kala melihat Mike yang terlihat tampan malam ini. Meski Mike selalu nampak tampan bagi Elli.


"Aku ingin bicara, bisa?" tiba-tiba suara Mike memecah kesunyian dalam mobil itu.


"Bicara apa?" Elli bertanya heran. Sebab selama ini, dia tidak merasa punya hal yang bisa dibicarakan dengan Mike.


"Soal perjodohanmu? Apa kau serius dengan itu?" pertanyaan Mike membuat wajah Elli langsung berubah sendu.


"Aku bisa apa? Menolakpun tidak ada gunanya," gumam Elli lirih. Mike menatap wajah Elli. Cantik dengan porsinya sendiri. Begitulah Mike menyebut kecantikan Elli. Gadis sederhana yang selalu ada untuk Mika, sang adik. Gadis sederhana yang selalu menolak bantuannya. Pekerja keras, santun...itulah kenapa Elli punya tempat tersendiri di keluarganya. Bahkan Amara, sang Mama sudah menganggap Elli sebagai putrinya sendiri.


Mungkin karena terbiasa dengan kehadiran Elli yang selalu malu-malu saat bertemu dengannya. Mike jadi merasa kalau Elli adalah gadis yang unik. Bila gadis lain berlomba untuk menarik perhatiannya. Maka Elli sibuk menyembunyikan diri di belakang Mika, saat mereka bertemu.


"Jangan menatapnya seperti itu. Kau menakutinya," Mika pernah memperingatkan sang kakak. Soal sikap dinginnya pada Elli.


"Apa kau mencintai pria itu?" tanya Mike. Elli menaikkan satu alisnya. Heran dengan pertanyaan Mike.


"Cinta? Memangnya aku punya hak untuk memilih cinta dalam hidupku?" tanya Elli. Mike seketika menghentikan mobilnya.


"Apa kau sedang menantangku? Apa kau minta solusi padaku? Atau kau sedang curhat padaku?" tanya Mike.


"Aku hanya menjawab pertanyaanmu. Kenapa kau jadi sewot begitu?" Elli menjawab kesal. Tidak tahu kenapa, dia yang biasanya malu dan enggan bicara pada Mike. Malam ini jadi berbeda. Gadis itu seperti seorang pacar yang sedang menumpahkan segala kegalauan dalam hatinya pada sang kekasih.

__ADS_1


Mike sesaat terdiam mendengar kekesalan Elli.


"Tolak perjodohan itu. Bilang pada ayah dan ibumu. Kau sudah punya pacar," pinta Mike serius.


"Oohh halo, Tuan Michael Hermawan. Ayah ibuku tahu dengan jelas, kalau aku ini jomblo akut. Jadi mereka tidak akan percaya kalau aku punya pacar. Siapa juga yang mau pacaran denganku?" kembali, tanpa sadar Elli seperti curhat pada Mike.


"Bilang saja aku pacarmu," ucap Mike santai. Ha? Elli melongo mendengar permintaan Mika.


"Jangan gila ya, mereka tidak akan percaya," Elli berusaha menahan debaran di dadanya. Bagaimana dia tidak seperti mau melompat ke langit, ketika Mike meminta menganggap dirinya sebagai kekasihnya.


"Tidak percaya? Ayo kita temui ayah ibumu. Mereka belum tidur kan jam segini?"


"Whatt??!!" Elli membulatkan matanya mendengar perkataan Mike. Terlebih pria itu tengah menatapnya intens.


"Jangan bercanda, jangan mencampuri urusanku. Itu hanya akan membuatmu repot," tolak Elli. Gadis itu memalingkan wajahnya. Menyembunyikan rona kemerahan di wajahnya.


"Ell, dengarkan aku. Aku tidak ingin kau menerima perjodohan ini. Jadilah pacarku dan kita temui ayah juga ibumu. Kita batalkan perjodohan konyol ini," perkataan Mike terdengar seperti perintah bagi Elli.


Mike mendelik. Dia pikir bagaimana Elli jadi sepintar ini dalam menjawab ucapannya. Sepertinya penilaian Mike salah selama ini. Diamnya Elli bukan karena dia tidak berani. Tapi dia enggan menunjukkan kemampuan beradu argumen alias berdebat.


"Kita coba saja dulu. Siapa tahu lama-lama kau nanti cinta padaku," balas Mike santai. Elli semakin tidak mengerti dengan jalan pikiran Mike. Tadi minta pura-pura jadi pacar. Sekarang disuruh mencoba, siapa tahu dia bisa jatuh cinta.


Ooohh Bang Mike, andai kau tahu. Kalau yang namanya Elli ini sudah menyukaimu sejak lama, kira-kira reaksimu bagaimana?


"Diam berarti iya, hubungi ayahmu dulu. Suruh mereka menunggu kita. Kita akan mampir sebentar di depan," ucap Mike sambil melajukan kembali mobilnya.


"Mike, Mike...Kak Mike...." Elli hampir berteriak memanggil kakak Mika itu. Tapi yang dipanggil seolah menulikan telinganya. Tidak peduli pada Elli.


Sementara itu, Mika menatap tajam pada Cedric yang baru saja keluar dari kamar mandinya. Tidak tahu kenapa pria itu memaksa ingin memakai kamar mandi di kamar Mika. Dan herannya sang Papa tidak keberatan.

__ADS_1


"Kamarmu cantik," komen Cedric melihat kamar Mika yang bernuansa biru cerah itu. Pria itu lantas duduk di tepi ranjang besar Mika.


"Pulang sana. Mau ngapain malah duduk di situ?" Mika menyilangkan tangannya di dada. Protes dengan tindakan Cedric. Sementara yang di ajak berdebat malah dengan santainya merebahkan diri di kasur Mika.


"Pulang sana!" Mika menarik tangan Cedric untuk bangun. Gadis itu ingin agar Cedric segera keluar dari kamarnya. Berduaan dengan Cedric hanya akan membuat pria itu bertindak yang tidak-tidak.


"Aku ngantuk, tidur sebentar ya. Boleh kan?" pinta Cedric. Pria itu sudah memejamkan matanya. Mika akhirnya menyerah untuk membangunkan Cedric. Percuma, dia tidak akan kuat menarik tubuh tinggi besar si bos casanova otewe tobat itu.


Mika menarik nafasnya pelan. Lalu menatap sekeliling kamarnya. Ada kerinduan yang mendadak muncul di hatinya. Tiga bulan dia meninggalkan kamar kesayangannya ini. Tapi hari ini dia akan kembali menempatinya. Karena sang Papa memintanya pulang. Dan Cedric tidak masalah. Toh dua minggu lagi mereka akan tidur sekamar. Sekasur. Satu selimut. Hiiii, Mika bergidik ngeri, mendengar Cedric mengucapkan hal itu, sambil menaikturunkan alisnya.


Meski Mika akui, kalau dia mulai mencintai Cedric. Tapi ada kemungkinan, dia harus maklum dengan isi kepala Cedric yang seorang casanova. Pikirannya pasti tidak jauh-jauh dari yang namanya bercinta dan teman-temannya. Meski pria itu mengaku belum pernah bercinta hanya making out saja.


Gadis itu menghela nafasnya ketika melihat Cedric yang benar-benar terlelap. Mika baru saja mengganti baju dengan piyama kesayangannya.


"Bagaimana ini? Gagal dong acara reunianku dengan kasurku," gerutu Mika kesal. Gadis itu akhirnya mengalah dan tidur di sofa bed dekat balkon kamarnya. Sesaat melirik ke arah Cedric yang tidur pulas di ranjangnya.


"Selamat malam, tuan Van Gough," ucap Mika sambil tersenyum. Lalu ikut memejamkan mata.


****


"Mike kau gila!" Elli langsung memaki kakak Mika itu, begitu keduanya keluar dari rumah Elli.


Bagaimana Elli tidak mengamuk. Ketika Mike dengan entengnya menyanggupi akan menikahi Elli, sebagai ganti dibatalkannya perjodohan gadis itu.


"Aku tidak gila ya," kilah Mike. Menahan tangan Elli yang mencengkeram lengannya. Sesaat dua mata itu saling pandang. Jantung Elli berdebar kencang. Seolah meronta ingin keluar dari dada Elli agar bebas bersuara.


"Aku berubah pikiran. Aku pikir, aku mulai gila karena baru menyadari kalau aku menyukaimu," ucap Mike tiba-tiba. Detik berikutnya pria itu menundukkan wajahnya. Sejurus kemudian, bibir Mike sudah mendarat di bibir Elli. Gadis itu terkejut. Ingin menolak, tapi satu tangan Mike sudah menahan tengkuknya. Seketika membuat ciuman Mike semakin dalam.


"Apa ini? Apa yang tengah pria ini coba lakukan padaku? Menipuku? Atau dia benar-benar menyukaiku. Atau dia hanya ingin bermain-main dengan diriku?" batin Elli.

__ADS_1


Menatap wajah Mike yang matanya terpejam. Menikmati ciumannya. "Elli...kau bisa membuatku gila!" Mike membatin dalam hati. Sesaat keduanya terhanyut dalam ciuman yang masih terasa kaku itu.


****


__ADS_2