Pengantin Raja Iblis

Pengantin Raja Iblis
Ada Saja Masalahnya


__ADS_3

"Apa yang terjadi?" Ice bertanya panik, ketika tiba di paviliun Dewa Bulan. Yue terlihat masih meringis menahan sakit di dadanya. Namun begitu, wajahnya terlihat puas.


"Dia kemari. Sesuai dugaanku," jawab Yue. Lalu pria itu menceritakan apa yang terjadi. Ice, Wind dan Leon mendengarkan dengan seksama.


"Jadi selanjutnya kau meminta kami untuk mencari mate untuk Demon. Kau bercanda kan?" tanya Wind tidak percaya.


"Tentu saja aku serius. Jika dia punya mate alias jodoh, dia tidak akan mengejar Amor lagi. Dan rasa bersalahku bisa kutebus," Yue berkata sendu. Hampir seribu tahun ini, dewa itu merasa bersalah pada Amor dan Fire. Karena kecerobohannyalah, dua temannya itu harus menjalani reinkarnasi sepuluh kali. Harus turun ke dunia manusia.


Ketiga temannya saling pandang mendengar ucapan Yue. Mereka tahu benar bagaimana perasaan Yue, begitu tahu kalau kitab perjodohan Fire dan Amor sudah diubah. Dewa yang aslinya memang pendiam itu, semakin diam dan menutup diri. Lebih banyak menghabiskan waktu di istananya sendiri.


"Jangan berkata seperti. Ambil saja sisi baiknya," seloroh Leon.


"Katakan.... dimana sisi baiknya. Aku bahkan ikut andil jika gerbang neraka sampai terbuka," balas Yue cepat. Seketika hening menyergap mereka.


"Baik, jadi yang harus kita lakukan sekarang adalah mencari mate untuk Demon?" tanya Ice. Yue mengangguk antusias.


"Kalau begitu mari cari." Sambut Wing antusias.


"Tapi kira-kira siapa calonnya?" Kata-kata dari Leon, kembali membuat kesunyian hadir di tengah-tengah mereka. Siapa coba yang bisa tahan menghadapi sikap menyebalkan dan keras kepala Demon, si Raja Iblis.


"Kita akan mencarinya sambil jalan, kalau dipikir sekarang tidak akan ketemu," Wind akhirnya memutus kebingungan mereka.Benar juga, terkadang semua akan bertemu jawabannya tanpa kita sadari.


"Oh iya, kapan-kapan kita akan menyelinap ke istana Demon, kau mau ikut?" tanya Wind iseng.


"Buat apa?"


"Kita mau mencuri balik barang yang dia curi dari paviliunku," geram Leon.


"Kapan?" tanya Yue. Entah kenapa dia jadi ingin mengerjai Demon lagi.


"Nanti kami beritahu," Ice yang menjawab. Keempatnya lalu tertawa.


"Heiii, kapan kau berikan mate untukku. Demon saja kau beri jodoh. Masak aku tidak," protes Wind.


"Sabar saja. Aku saja pakarnya jodoh, jomblo akut," jawab Yue lesu. Jawaban Dewa Bulan sontak membuat yang lain terbahak-bahak.


"Aku tidak tahu kalau juga ingin punya mate," Leon berkata di sela tawanya.


"Sialan kalian!" Maki Yue berikutnya.


****


Sedang di dunia manusia. Hubungan Cedric dan Mika kian hari, kian bertambah dekat. Mika masih belum menjawab lamaran Daniel. Hingga pria itu jadi kesal.


"Benar-benar tidak bisa diharapkan," Maki Daniel di depan Ling Er. Wanita itu bengong, melihat berbedanya penampilan Demon saat menjadi Raja Iblis dan jadi manusia.

__ADS_1


Daniel melihat Ling Er yang tengah memandangnya. "Apa yang kau lihat?"


"Kenapa kau jadi terlihat lebih menggoda dengan tubuh manusiamu," Ling Er hampir meneteskan air liurnya.


"Singkirkan pikiran kotormu itu. Aku sedang tidak ingin bercinta denganmu," sahut Daniel cepat.


"Kenapa? Aku jadi penasaran rasanya seperti apa?" Ling Er merangsek maju. Tapi detik berikutnya, tubuh Ling Er berhenti di tempat. Tidak bisa bergerak.


"Demon lepaskan sihirmu!" Pinta Ling Er.


"Tidak akan! Kau hanya akan menggangguku bekerja," jawab Daniel tegas. Selanjutnya perempuan itu sibuk mengumpat.


"Awas kau! Kau berani menolakku. Lihat saja nanti, aku akan membalasmu!" batin Ling Er.


"Bagaimana kau akan membalasku?" tanya Daniel santai. Pria itu mulai mengerjakan pekerjaannya. Pekerjaan Daniel.


"Sial! Aku lupa, dia bisa membaca pikiranku" Ling Er membatin.


"Jangan mengumpatku,"


Ling Er akhirnya hanya bisa menggeram marah.


****


Sebuah keputusan yang membuat Agra bisa bernafas lega. Sang putri bisa terhindar dari nasib buruk. Sebenarnya bukan Mika yang akan mengalami nasib buruk. Tapi dunia, empat dunia akan mengalami bencana.


Pelayan di rumah Mika langsung menyambut kepulangan sang tuan putri. Terlebih Mika datang bersama seorang pria tampan. Seisi rumah heboh seketika. Pasalnya Nona mereka tidak pernah membawa pulang seorang pria pun. Kalau pun ada yang datang itu pasti hanya Elli, sahabat Mika.


Malam itu Elli juga diundang ke rumah Mika. Begitu masuk ke dalam rumah, Mike, sang kakak langsung memeluk Mika. Rindu jelas tergambar di wajah pria yang lebih tua enam tahun darinya.


"Lama sekali dia mengembalikanmu," seloroh Mike sembari melirik judes pada Cedric.


"Aku tidak menculiknya," jawab Cedric santai.


"Aku yang mengikutinya," bisik Mika. Mike seketika memanyunkan bibirnya. Adiknya sudah berpihak pada Cedric. Ketiganya lalu duduk di ruang tengah. Tak lama Agra dan Amira datang dari lantai dua.


"Bagaimana kabarmu?" tanya Agra basa basi.


"Semua masih aman terkendali," Cedric menjawab cepat. Dia paham ke mana arah pembicaraan Papa Mika. Sesaat pria itu terkekeh.


"Dan kau, tidak mau minta maaf atau mengatakan sesuatu," tanya Agra pada Mika. Gadis itu menggeleng. Meski berikutnya, Mika langsung memeluk sang Papa. Rindu jelas Mika rasakan dalam hati. Meski dia marah, tapi gadis itu tahu kalau yang dilakukan papanya adalah demi kebaikan dan keselamatannya.


Elli mengusap air mata yang turun di pipinya. Dia cukup terharu dengan moment itu. Tangis Elli terhenti ketika seseorang mengulurkan tisu padanya. Mike, yang berdiri di sampingnya, memberikan tisu untuk Elli.


"Ha?" Elli bengong melihat Mike.

__ADS_1


"Jadi kau setuju untuk menikahi Mika?" tanya Agra. Jawaban Cedric, membuat Elli mengalihkan pandangannya dari kakak Mika itu.


"Aku setuju menikahi Mika, dan aku siap menikahinya kapan saja," jawab Cedric mantap.


"Sekarang aku juga siap," tambah pria itu. Mika melotot mendengar ucapan Cedric yang terlihat santai.


"Apa-apaan sih?" bisik Mika.


"Aku serius denganmu. Makanya aku ingin menikahimu secepatnya,"


"Itu bukan serius, tapi kebelet kawin," potong Mike.


"Nah tu tahu," sahut Cedric. Giliran Mike yang mendelik mendengar jawaban calon suami adiknya itu.


"Kalian kan tahu track recordku. Jadi aku tidak bisa lama-lama menganggur," Jawaban jujur Cedric kembali membuat Mike melotot pada pria itu.


"Aku tidak setuju jika kau memakai alasan itu untuk menikahi adikku," tegas Mike.


"Itu hanya alasan pendukung. Alasan utamanya tetap karena aku jatuh cinta padanya," Cedric seketika menatap wajah Mika lembut.


"Buktikan!" desak Mike.


"Ampuuun deh Mike, kurang bukti apa lagi. Sejak bertemu Mika ini, aku stop pakai jasa perempuan bayaran. Aku tidak bernafsu pada mereka. Kepalaku isinya cuma adikmu. Nggak ada yang lain."


Semua orang terdiam mendengar cerita Cedric. Mencoba mencari kebenaran dalam perkataan pria itu.


"Kurang percaya? Kau bisa akses CCTV di kantorku. Aku tidak memanipulasinya," Cedric menyilangkan tangannya di depan dada. Berusaha memberi kesan kalau dia sangat percaya diri dengan perkataannya sendiri.


Sejenak Cedric dan Mike saling memandang dengan sengit. "Ayolah Kak, izinkan aku menikah. Dengan begitu Elli bisa segera menyusulku," Perkataan Mika membuat Mike langsung melihat ke arah Elli.


"Kau akan menikah?" tanya Mike. Perlahan Elli mengangguk. "Dengan siapa?" Mike kepo.


"Dijodohkan sama anak teman Ayah," jawab Elli sendu.


"Itu kita bahas nanti," Agra memotong ucapan Mike dan Elli. "Kita selesaikan urusan Mika dan Cedric, setelah itu baru urusanmu," Agra kembali menegaskan. Mike tahu jelas soal Mika. Akhirnya Mike hanya bisa menatap Elli sendu.


Dalam pertemuan itu, diputuskan kalau Cedric dan Mika akan menikah dua minggu lagi. Pesta akan menyusul. Yang penting, dua orang itu bisa bersatu lebih dulu.


Bisa dibayangkan betapa bahagianya hati Cedric. Sebentar lagi mimpinya akan terwujud. Menikah dengan Mika, dan dia bisa berhenti sepenuhnya jadi casanova.


Meski di akhir pertemuan, Agra menginginkan ibu Cedric juga hadir pada pernikahan mereka. Hal itu membuat Cedric lemas seketika. Sebab dia malas untuk bertemu ibunya. Apalagi dia paling enggan bertemu Richard, pacar sang Mama.


"Ada saja masalahnya," keluh Cedric dalam hatinya.


****

__ADS_1


__ADS_2