Pengantin Raja Iblis

Pengantin Raja Iblis
Demon Dan Ling Er


__ADS_3

Sebuah gelombang kekuatan besar muncul ketika Demon memukulkan kepalan tangannya ke tanah. Seperti ombak lautan, kekuatan itu menghempaskan semua benda yang ada di hadapannya. Meratakannya dengan tanah. Pria itu mengangkat wajahnya, sekilas matanya berkilat menjadi hijau. Melihat puas hasil latihannya.


"Kau sudah menguasai separuh isi dari Black Rune," ujar Ling Er yang muncul di belakang Demon.


"Berapa lama lagi waktu yang kuperlukan untuk menguasai yang separuhnya?" tanya Demon.


"Itu tergantung. Tapi karena kau sudah menguasai dasarnya. Biasanya yang separuhnya akan lebih cepat kau kuasai. Meski tingkatannya akan semakin sulit. Terutama bagian akhirnya," jawab Ling Er. Mereka berada di sebuah dimensi khusus milik Demon. Tempat di mana dia bisa berlatih dengan leluasa tanpa gangguan. Tanpa ada yang tahu, apa yang tengah dia latih. The Black Rune adalah kitab terlarang. Seharusnya tidak boleh dilatih oleh siapapun di alam semesta ini.


"Aku sarankan jangan mempelajari bab terakhir dalam kitab itu," Ling Er memperingatkan Demon.


"Kenapa?" Demon yang tipe pemberontak, justru semakin tertantang ketika ada yang melarangnya. Apalagi ini, dengan separuh isi Black Rune saja, pria itu merasakan kekuatan yang sangat besar bersemayam dalam dirinya. Apalagi jika bab terakhir itu bisa dia kuasai. Bisa dipastikan jika tidak ada kekuatan yang mampu menandinginya.


"Bab terakhir dalam Black Rune adalah sebuah kutukan. Kau bisa menggunakan kekuatan bab terakhir dalam Black Rune untuk melakukan apa saja. Bahkan menghidupkan orang mati yang jiwanya sudah musnah. Tapi orang itu akan hidup berada kutukan. Karena dia diselamatkan dengan sihir terlarang," jelas Ling Er.


Demon terdiam sesaat. Sejak dulu hidupnya adalah sebuah kutukan jadi apa masalahnya jika dia menambah satu daftar kutukan dalam hidupnya. "Hidupku selalu dalam kutukan. Aku sama sekali tidak keberatan dengan hal itu," gumam Demon.


"Jangan lakukan itu. Itu akan sangat berbahaya," Ling Er memperingatkan Demon.


"Bahaya adalah tempat bermainku. Apa kau tidak ingat siapa aku. Aku adalah Demon, makhluk paling dikutuk di semesta raya," ucap Demon. Ada kegetiran dalam suara pria itu. Setelah beberapa waktu bersama Demon, Ling Er menyadari sesuatu. Demon hanya berulah untuk menarik perhatian orang lain. Pria itu kesepian, tanpa seorang teman yang menemani. Kesendirian itulah yang membuat Demon menjadi orang yang rusuh. Suka mengacau, mencuri milik orang lain, memberontak. Semua dia lakukan karena Demon tidak punya teman untuk bicara. Hingga pria itu menjadi kesal, lalu mulailah dia melakukan hal yang melanggar peraturan. Agar dia mendapat perhatian.


Demon menengadahkan kepalanya, menatap langit dan planet-planet juga bintang yang berkelap kelip yang menjadi atap dari dimensinya. Tempat dengan dominasi warna biru itu terasa begitu menenangkan.


__ADS_1


Kredit Pinterest.com


Tempat ini adalah tempat rahasia milik Demon. Dulu, tidak ada yang tahu tentang tempat ini selain dirinya. Tapi sekarang ada Ling Er yang tahu soal tempat cantik tersebut.


"Dimensimu sangat cantik. Tapi pemiliknya tidak," ucap Ling Er. Ikut melakukan hal yang sama dengan tuannya.


"Jangan asal bicara!" sarkas Demon. Ling Er memiringkan kepalanya. Menatap Demon yang di matanya terlihat sangat tampan. Benang merah yang Yue ikatkan pada Ling Er bekerja dengan baik. Menumbuhkan rasa cinta wanita itu pada Demon sedemikian rupa. Hingga bagi Ling Er tidak ada tuan lain selain Raja Iblis, yang tengah berdiri di sampingnya.


"Jangan galak-galak padaku. Aku tidak takut," tantang Ling Er. Demon seketika menoleh ke arah Ling Er. Wanita cantik berambut ungu dengan bola mata berwarna ungu juga. Bergaun putih. Di rambut ungunya tersemat hiasan kupu-kupu berwarna perak. Pun dengan anting wanita itu, berbentuk makhluk bersayap indah itu.



Kredit Pinterest.com


"Kau mengubah penampilanmu?" tanya Demon tiba-tiba. Ling Er menaikkan satu alisnya. Dia pikir Demon tidak pernah memperhatikannya. Tiap kali bersama, pria itu tidak pernah berkomentar apa-apa soal dirinya. Meski selalu bertindak lembut saat menidurinya, tapi Demon sama sekali tidak pernah menyebut apapun soal penampilannya. Pria itu hanya terlihat begitu menikmati tiap sentuhan yang dia berikan.


"Bosan dengan rambut hitam," jawab Ling Er. Dia sebal sebab warna rambut hitam membuatnya teringat pada Amor. Dewi cantik yang sampai sekarang masih menguasai hati Demon. Meski Raja Iblis itu selalu bercinta dengannya. Tapi Ling Er tahu, hati dan pikiran pria itu hanya diisi oleh Amor. Terkadang Ling Er berpikir, siapa yang ada dalam pikiran Demon. Tiap kali pria itu menghentakkan tubuhnya, memacu diri bersamanya. Apakah dirinya atau Amor?


Wanita itu tidak bisa berbuat apa-apa untuk melepaskan diri dari Demon. Sebab dia terikat perjanjian dengan pemilik kitab Black Rune, yang menjadi rumahnya. Pemilik Black Rune adalah tuannya. Hingga tuannya itu bisa melakukan apa saja padanya. Termasuk bercinta. Dan dua tuannya berbeda. Ling Er hanya punya dua tuan selama hidupnya. Tuan yang pertama, dia tidak bisa mengungkapkan identitasnya. Sebab itu salah satu isi perjanjian mereka. Sampai akhir, Ling Er tidak boleh memberitahu siapapun soal siapa tuan pertamanya. Dan tuan yang kedua adalah Demon. Raja Iblis yang berhasil membebaskan dirinya dari segelan tuan pertamanya.


Ya, tuan pertama Ling Er-lah yang mengunci dirinya dalam bejana perunggu. Agar tidak ada yang bisa mengambilnya sekaligus mempelajarinya. Tapi usaha itu gagal ketika Demon yang mencurinya. Sesuai dengan ramalan tuan pertamanya.


"Yang bisa membebaskanmu adalah orang yang akan menghabiskan hidupnya bersamamu. Kau tidak akan bisa lari darinya. Karena takdirmu adalah miliknya selamanya,"

__ADS_1


Ling Er mengusap jari manisnya. Di mana benang merah milik Dewa Bulan terikat di sana. "Jadi maksud dari perkataanmu adalah ini. Dia yang kau maksud adalah mate-ku," batin Ling Er."


"Tapi yang ini tidak buruk juga," ucap Demon dingin. Ling Er sesaat tertegun. Dia pikir bagaimana mungkin Demon bisa mengatakan hal seperti itu. Mengingat pria itu begitu dingin dan sombong untuk sekedar mengomentari penampilan orang lain. Apalagi dirinya. Bagi Raja Iblis itu, tidak ada wanita cantik selain Amor. Pemilik pesona paling sempurna di dunia langit. Meski sayang, pesona itu sekarang sudah menjadi milik Fire, Dewa Api. Dewa yang juga memiliki sejuta pesona bagi para dewi yang melihatnya.


"Memangnya kenapa kalau terlihat bagus?" tanya Ling Er. Masih menatap langit penuh bintang di dimensi Demon, sambil memainkan rambut ungunya.


"Karena itu bisa memperbaiki moodku," jawab Demon.


"Kenapa kau jadi banyak bicara hari ini? Ada yang salah denganmu?" heran Ling Er. Wanita itu kini melihat ke arah Demon yang sudah berada di depannya.


"Kau yang membuatku jadi cerewet. Sebab itulah kau juga yang bisa membuatku diam," ujar Demon penuh teka teki.


"Alah, kau tinggal tutup mulutmu. Lalu kau akan diam tidak bersuara seperti biasanya," Ling Er mulai terbiasa dengan sikap dingin Demon.


"Tapi aku menginginkan hal lain saat ini," Demon mendekat ke arah Ling Er. Mengikis jarak di antara mereka. Hingga tiba-tiba satu tangan Demon meraih tengkuk Ling Er. Satu lagi memeluk pinggang ramping Ling Er. Setelahnya, pria itu langsung mencium bibir Ling Er. Tidak seperti biasanya, kali ini ada segurat rasa marah dalam ciuman Demon.


Pria itu marah mendengar rencana pernikahan Amor dan Fire dua bulan lagi. Karena itulah dia melampiaskan rasa marahnya dengan melatih kitab Black Rune tanpa henti. Hingga akhirnya bisa menguasai separuh isinya.


Ditambah kehadiran Ling Er dengan penampilan barunya yang cukup membuat Demon terpancing. Hingga seperti biasa, dua orang dengan status mate itu. Meski Demon bersikeras menolak Ling Er sebagai mate-nya. Berakhir dalam pergumulan panas penuh gairah. Keduanya memang tidak bisa menolak tiap kali satu dari mereka menginginkannya.


Hentakan demi hentakan diiringi lenguhan penuh kenikmatan mengalun di bawah langit biru yang kali ini dipenuhi cahaya aurora sangat cantik.


Menambah suasana romantis sekaligus panas di tempat itu. Demon selalu bisa membawa Ling Er terhanyut dalam permainan gilanya. Tanpa bisa menolak, wanita itu akan memuaskan hasrat Raja Iblis hingga pria itu dengan sendirinya mengakhiri sesi panas mereka.

__ADS_1


******


__ADS_2