Perjuangan Cinta Tuan Mafia

Perjuangan Cinta Tuan Mafia
Penyesalan Rhadika


__ADS_3

5 tahun kemudian🎊🎊


Seorang pria nampak sedang terduduk di lantai dengan kameja kotor yang terkena tumpahan wine. Namun pria itu tidak peduli sama sekali dan terus meminum wine berbotol yang ada di tangannya.


Dia begitu menyesal karena tragedi itu. Tragedi yang seharusnya menjadi penutup masa kelamnya kini terbuka dan terulang kembali.


Dengan wajah datar, pria itu meminum kembali wine yang ada di tangannya. Setelah kematian istrinya, dia kemudian mendapatkan rekaman di salah satu kamar militer di mana istri kecilnya juga ada di sana.


Ternyata istrinya itu berusaha mengkontrol dirinya dengan menggigit bibirnya untuk menahan gejolak hasrat dalam dirinya. Meskipun tidak berhasil, namun di Vidio itu dengan jelas Leon hanya membalas sebentar perlakuan istrinya saat di ranjang.


Rhadika mengetahui dari rekaman CCTV itu bahwa seorang tentara wanita membukakan baju wanita itu, namun tidak di pakaikan pakaian baru karena istrinya sudah tertidur.

__ADS_1


Sedangkan Leon dia yang sebelumnya sudah panas dingin, memilih membuka seluruh pakaiannya karena rasa panas yang di rasakan tubuhnya.


Dia mengambil satu buah selimut lagi dan menggunakan itu untuk dirinya sendiri agar tidak satu selimut dengan Rosaline dan saling bersentuhan. Tentunya si Leon yang sudah penuh cinta dengn Ros tidak dapat menahan godaan yang kedua kalinya jika di pancing kembali.


Rhadika tersenyum miris mengingat hal-hal indah bersama istrinya di barengi dengan rasa bencinya akan dirinya sendiri ketika mengingat kata gugurkan dari mulutnya.


Miris, dia merasa sangat miris ketika mengingat perilaku biadabnya yang tidak mengakui darah dagingnya. Namun penyesalan selalu datang terlambat bukan? Dia hanya bisa meratapi nasib saat ini.


Rasa penyesalan Rhadika lebih dalam lagi ketika melihat isi sebuah surat yang terselip di bawah tempat tidur ketika dia melampiaskan amarahnya pada benda-benda di sekitarnya.


"Apakah itu juga berlaku ketika aku mengatakan bahwa anak yang kau kandung bukanlah milik ku saat itu?" batin Rhadika tersenyum masam.

__ADS_1


Tiba-tiba suara dobrakan pintu menghentikan aktivitas Rhadika yang lagi dan lagi meminum wine berkadar alkohol tinggi itu.


Pria yang mendobrak pintu itu adalah Levi. Dia sangat amat kecewa dengan sifat kakaknya itu. Dia melihat rambut pria yang biasanya tersisir rapi dan mapan itu kini sudah tak berbentuk lagi. Wajah yang dulunya tegas kini tidak berdaya seperti orang bodoh yang hilang akal.


Rhadika yang melihat siapa yang datang hanya acuh saja. Sudah berapa kali pria itu datang namun tidak di tanggapi sama sekali oleh Rhadika.


"Sampai kapan, sampai kapan kau akan seperti ini kak. Kenapa kau bisa berubah menjadi pria bodoh seperti ini?" Dika kembali acuh dan tidak memperdulikan ucapan meremehkan Levi.


Belum sempat Levi bereaksi, tiba-tiba seorang pria paruh datang dan mendorong pintu dengan kasar dan sangat keras.


"Pria sialan, kau telah mengorbankan putri ku demi ambisimu," marah pria paruh baya itu sambil memberikan bogeman mentah kepada pria muda yang sudah seperti gembel di depannya.

__ADS_1


Jangan lupa likenya πŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ‘πŸ‘


Horas βœ‹


__ADS_2