Perjuangan Cinta Tuan Mafia

Perjuangan Cinta Tuan Mafia
Part 51


__ADS_3

"Kau salah besar Ella berhubungan dengan ku," seru Ella dengan tatapan membunuh nya. Dia sambil memberi dengan todongan pistol dari tangan Ella.


Mike dan Odion ingin bergerak mengambil pistol yang ada di tangan Lily, namun lirikan mata elang Ella, nyali ke dua nya langsung menciut. Tatapan Ella kini beralih ke arah Lily.


"Jangan selalu merusak ketenangan ku hanya karena aku selalu mendiam kan mu, pintar lah sedikit. Orang yang cinta damai tak selalu takut untuk beperang," seru Ella berdiri tegak di depan Lily. Pistol itu tetap berada di dahi Ella.


Setelah mengata kan ucapan bijak nya, Ella langsung memutar tangan Lily ke belakang. Pistol itu jatuh dari tangan Lily dan di tangkap Ella.


"Kau terlibat di situasi yang salah Lily. Hanya karena kau adalah masa lalu Rhadika, kau membuat drama dan membunuh istri nya Rosaline. Bahkan kau berpura-pura menjadi korban dengan kau menolong Dika ketika akan tertembak. Itu semua rencana mu bukan? Sungguh najis wanita kotor seperti mu," ucap Ella panjang lebar.


Ella mengangkat pistol itu dengan penuh emosi. Air mata terus mengalir di pipi mulus Ella.


Rasa sedih nya kini bercampur dengan emosi yang membara karena wanita di depan nya. Andai kejadian itu tidak ad mungkin Ella masih bisa mendengar suara dan merasa kan pelukan hangat suami nya. Yah, dan pelampiasan akan penderitaan ini semua ada bukan?


"Apa kau bilang tadi? Membunuh ku?" Ella tertawa di barengi dengan air mata yang terus saja mengalir di pipi nya.


Lily berdir dan menjauh dari Ella. Dia benar-benar takut melihat Ella saat ini. Dia berlari menuju pintu masnion.


Ella tersenyum smirk melihat itu.


DOR


Satu tembakan meleset ke arah kaki Lily.


Dor


Satu tembakan kembali meleset ke kaki yang sama. Jeritan dari wanita itu semakin kuat.


"Sudah ku kata kan jangan bermain-main dengan ku." Ella berjalan menuju arah Lily yang sudah terjatuh di sana sambil menangisi rasa sakit nya.


Sesampai nya di depan Lily, Ella menarik rambut panjang Lily dan menyeret nya kembali ke tempat semula Lily menodong kan senjata pada nya.


"Odion, aku harus memperketat keamanan mansion, kau jaga Nona Camella," seru Mike lalu pergi dari sana. Dia juga harus memasti kan info itu benar ada nya atau tidak.


Dia juga harus memberi kan info ini pada nona dan tuan nya yaitu Felice dan Levi. Ke dua nya adalah orang terdekat Rhadika. Belum sampai niat nya memastikan berita itu, Mike sudah mendapat kan perintah bahwa dia tidak boleh memberitahu kan berita ini ke pada Levi terutama Felice.


"Jangan beritahu kan pada Felice atau pun Levi, akan ada waktu nya. Akan sangat berbahaya jika mereka tau saat mereka belum ada di sini, terutama Felice dia adalah orang yang menyayangi kakak nya dan hanya Tuan keluarga yang tersisa menjadi ayah sekaligus ibu dan saudara untuk Felice," itu lah pesan panjang lebar Max agar Mike tidak memberi tahukan apa pun pada Felice.


Mike juga menerima foto-foto pemakaman dari Max, foto pemakaman di mana anggota Black Sky secara keseluruhan mengguna kan baju hitam.


Bahkan pemakaman itu di barengi dengan hujan yang seakan ikut merasa kan kepergian Rhadika. Max di sana juga berjongkok lemas di di depan tulisan yang bertuliskan Rhadika Browns.


"Si al, ternyata benar," batin Mike.


**


Bekas seretan dari darah kaki Lyly begitu tercetak jelas di lantai. Kaki itu terus mengeluar kan darah namun tidak di kasihani sedikit pun oleh Ella.

__ADS_1


"Apa kau ingin menyerah?" ta ya Ella tersenyum iblis.


Odion yang berada di sana bahwa Ella sudah mirip seperti almarhum tuan nya saja, membuat tawanan nya mati segan hidup tak mau.


Di tengah rasa sakit Lily dia tersenyum sinis, "Kenapa aku harus menyerah, kau sudah di tendang bukan dari mansion ini. Siapa lagi yang akan menempati mansion ini kecuali aku,' seru Lily dengan tertawa seperti orang gila.


"Bagus," ucap Ella sambil menekan kaki Lily.


Wanita yang sudah mulai pucat itu berteriak sekencang mungkin karena rasa sakit nya.


"Apa kamu tau rasa sakit ini sangat kecil, ah ralat tidak ada bandingan nya dengan rasa sakit yang di alami Rosaline dulu."


"Henti kan! Aku mengalah," teriak Lily, Ella secara otomatis menarik kaki nya. Lily beringsut ke arah dinding, dia bisa menarik napas lega di tengah rasa sakit nya.


"Terlambat," ucap Ella membuat Lily merasa kan ketakutan kembali. "Apa kau gila, kau melukai ku Ella. Dasar wanita gila, apa kau akan menyiksa ku sampai mati?" teriak Lily di tengah kesadaran nya.


Dia tidak percaya dengan wujud asli dari Camella. Di lihat dari luar seperti wanita kelas atas yang tidak tau kekerasan. Lily sudah terlebih dahulu mencari tahu apa profesi dari Ella dan ternyata wanita itu sudah memiliki perusahaan yang di jalan kan oleh orang lain.


Hal yang dapat di simpul kan oleh Lily adalah bahwa wanita itu adalah ambisius harta, Mak nya dia dekat dengan Rhadika.


"Salah, akut Idak sejahat itu Lily, aku tidak akan menyiksa mu sampai mati, tapi aku akan menyiksa mu Samapi ke neraka. Dan catat, bukan aku yang menculik.mu untuk ku siksa, tapi kau datang sendiri. Dan catat bukan aku yang menawar kan darah mu ini keluar, tapi kau lah yang menawar kan diri," seru Ella.


Ella menarik rambut kembali Lily dengan tidak berperasaan ke arah sofa yang ada di sana. Dia duduk di sofa dan menduduk kan Lily tepat di depan nya.


"Apa sebenar mau mu," ucap Lily mulai pasrah.


PLAK


PLAK


Belum sempat Lily menyentuh pipi nya, tamparan kembali melayang. Dan begitu terus, tangan Ella seperti orang gila terus melayang ke pipi Lily. Hingga tak terasa wanita itu akan pingsan. Tangan Ella juga seperti nya sudah di lumuri darah, seperti nya pipi Lily mengeluar kan darah.


Ella berdiri dan meraih pot bunga keramik yang berada di atas meja.


"Mati saja kau sekalian sia lan," teriak Ella sambil mengangkat pot bunga yang ada di tangan nya. Dia benar-benar melampias kan rasa sakit yang dia alami dahulu akibat perbuatan Lily yang turut serta dalam rencana pembunuhan yang di lakukan untuk diri nya.


Namun, berhasil, Odion berhasil menghalangi Ella untuk membunuh Lily.


"Nona, sadarlah, ada yang lebih penting saat ini. Apa anda tidak kasihan dengan Shine?" ucap Odion agar bisa mengalih kan perhatian Ella.


"Shine, Odion di mana Shine?" tanya Ella seperti orang bodoh.


"Dia di kamar nya Nona, jika dengan bertemu dengan tuan kecil saya minta tolong cuci tangan anda terlebih dahulu!" ucap Odion.


Ella melihat tangan nya, kesadaran nya mulai pulih. "Bawa wanita ini ke ruangan penyiksaan di belakang. Aku akan menyelesai kan nya di waktu yang tepat," setelah itu Ella pergi meninggal kan Lily yang sudah lemas itu.


Odion menggeleng kan kepala nya melihat kondisi Lily saat ini. Pada hal dulu, wanita itu adalah salah satu wanita yang paling di jaga eh tuan nya tapi saat ini, seperti samapja yang di injak dan tak berguna.

__ADS_1


Odion memanggil dua pengawal agar me membawa Lily ke tempat sesuai dengan perintah dari Ella.


Ella pergi ke kamar Rhadika. Dia mencuci tangan nya hingga bersih. Notifikasi terdebgar di ponsel milik nya. Max mengirim foto yang sama seperti yang di kirim pada Mike tadi nya.


Foto pemakaman dari Rhadika.


Ella terduduk di lantai kamar mandi. Dia menagis sejadi-jadi nya. Apa yang harus dia lakukan, bagaimana dia hidup tanpa suami nya.


Dia membenam kan kepala nya dia antara kaki nya. Apa dia harus memberitahu kan identitas nya pada Shine, bagaimana jika Shine mengusir nya. Siapa yang akan merawat Shine. Ella semakin di buat frustasi.


Dia memilih masuk ke dalam walk in closet dan memilih pakaian Rosaline. Sama persis, tidak ada yang berubah posisi dari tiap pakaian nya.


Dia mengguna kan pakaian yang tertutup. Sama seperti dulu, ketika diri nya menjadi Rosaline. Dia bergerak cepat meninggal kan kesedihan nya karena ada Shine yang harus dia tenang kan terlebih dahulu sebelum diri nya.


Tok tok tok


"Shine buka pintu nya nak,. mommy mau masuk," seru Ella dari luar pintu kamar Shine.


Tidak ada jawaban atau pun suara.


Ella terpaksa masuk tanpa ijin seperti pertama kali dia memasuki kamar ini dengan identitas sebagia Ella, masuk secara sembarangan.


"Ada apa? Apa mommy puas dengan keadaan saat ini? Bahkan aku tau mommy tidak mau memasangkan dasi dadd, pad hal itu adalah permintaan terakhir daddy, tapi tidak melakukan nya bukan?" cecar Shine menatap Ella.


Kemudian Shine langsung mengambil posisi tidur dan membelakangi Shine. Selama sejam Ella tetap berada di sana dan menatap Shine yang sama sekali tidak berbalik melihat nya.


"Shine, mommy mohon maaf kan mommy,' ucap Ella dengan suara parau nya. Akhir nya dia buka suara setelah melihat Shine sama sekali tidak menggubris nya.


Tetap Saja Shine tidak menjawab Ella. Dia memilih tidur di samping Shine. Tidak ada penolakan dari ank itu.


**


Di sebuah bandara di negara Spanyol, seorang pria baru saja tiba bersama dengan pasukan nya, tidak terlalu banyak, karan mereka akan memanfaat kubu teman, ah ralat kubu pria tua yang pernah menjadi bos nya.


"Siapa nama anak nya? Shine?" tanya lelaki itu memasti kan nama dari anak pria yang telah di lenyap kan nya.


Dia begitu bahagia mendengar bahwa Rhadika sudah mati, bahkan sangat di sayang kan mereka tidak dapat mengubur mayat pria itu. Bagaimana tidak? Hanya tersisa debu saja karena sudah terbakar oleh api.


"Apa ada yang harus kita waspadai di mansion itu?" tanya pria itu pada asisten kepercayaan nya.


"Tidak Tuan, hanya dua anggota bawahan kepercayaan ketua mafia itu saja," jawab sang asisten.


Pria itu tertawa dengan lebar. "Aku, Xavier akan membunuh keluarga mu seperti kau menghabisi kakek ku," seru pria itu tersenyum smirk.


"Besok kita akan ikut menyerang bersama dengan pasu kan tua itu, bagian Shine anak pria itu aku yang akan menuntas kan nya dan dua pria kepercayaan pria itu kita akan menghadapi nya," seru Xavier kemudian berjalan ke arah mobil yang sudah menunggu nya di sana.


Jangan lupa like nya 😊👍👍

__ADS_1


Horas ✋✋✋


__ADS_2