Perjuangan Cinta Tuan Mafia

Perjuangan Cinta Tuan Mafia
Part 17


__ADS_3

Camella yang sedang berada di hotel milik Rhadika memilih pergi dari sana dan menuju apartemen Clasy. Dia sebnarnya ingin mengabari Shine, namun dia juga tidak mungkin langsung menerima begitu saja permintaan Shuine meskipun dia juga menginginkan posisi yang dekat dengan anak itu.


Dia membereskan semua barang-barang nya yang berada di kamr hotel itu. Dia keluar dari sana. Sesampainya di apartemen Clasy, dia nampak melihat-lihat isi ruangan yang mewah itu. Hampir sama dengan apartemen nya yang sebelumnya berada di Barcelona.


"Ck, anak itu, kenapa dia harus mendesain kamar ini ruangan ini sesuai seleraku," batin wanita itu.


Dia mengistirahtkan dirinya sejenak dan menarik napasnya dalam-dalam. Dia masih bingung untuk mengambil langkah selanjutnya.


"Baik, ini keputusan yang paling tepat," batin Camella. Dia kemudian  pergi ke kamar Clasy dan melihat desain ruangan itu yang ramah dan terkesan kalam. Desain warna blue Sky.


Dengan iseng, Camella melihat-lihat isi laci dan make up Clasy. Saat Cammella membuka satu laci terkahir dengan desain yang unik dia melihat sebuah liontin atau semacam kalung berwarna silver dan terlihat  berkelas.


"Wow, ternyata Clasy menyimpan barang-barang berharga. Tapi sepertinya ini milik laki-laki." Camella berbicara sendiri pada dirinya sendiri. "Aku juga belum pernah melihatnya menggunakan kalung ini."


Camella yang di rundungi rasa penasaran berlalu pergi namun dia tidak mengembalikan kalung itu pada posisinya. Dia membawa kalung itu bersamanya.


**

__ADS_1


" Berhentilah bermimpi untuk bisa berada di sisi Dad Rhadika. Berhentilah menghayal terllau tinggi, jika jatuh akan sakit," seru seorang gadis di sana.


"Aurora, apa kau tidak sedikit pun mendukung ku sebagai mommy mu, hah? Apa kau tidak bisa merasakan apa yang ku rasakan saat ini?" Lili sama seklai tidak melihat raut wajah yang berubah di wajah gadis di depannya.


"Sebenarnya aku merasa kasihan. Tapi itu adalah konsekuensi untuk orang yang mengambil profesi sebagai perusak rumah tangga orang," seru Aurora sama sekali tidak menaruh rasa kasihan pada wanita dewasa di depannya.


Lili semakin di buat merasa muak melihat tingkah anaknya yang juga sama sekali tidak membantu nya.


"Hmmm, kau juga harus berusaha lebih besar. Adik ku Shine bukan tipe anak yang mudah di bodohi dan di tipu dengan akal busuk mu. Yah, sebaiknya kau harus berusaha lebih besar," ucap Aurora seperti memberikan nasehat di barengi dengan ucapan merendahkannya.


Lili yang sudah tidak betah memilih pergi dan meninggalkan putrinya di sana.


Dia juga sebenarnya merasa tidak pantas untuk menginjakkan kaki di mansion milik daddynya ini.


Dia teringat kematian mommy Rosaline yang melibatkan ibunya. Yah, setelah Aurora di asingkan ke tempat di mana tidak ada orang dan sinyal, dia sama sekali tidak bisa menghubungi siapapun.


Dia di lepaskan begitu saja ketika mereka sudah berhasil meluncurkan rencana meraka yaitu membunuh Rosaline.

__ADS_1


Aurora sangat marah saat itu, namun dia juga tidak mungkin membunuh wanita yang melahirkannya bukan? Yah, dia merasa bersalah karena darah wanita yang sudah ikut terlibat dalam pembunuhan wanita yang sudah dekat dengannya dan mengerti dirinya.


**


Shine yang sebelumnya meninggalkan Dadnya dan wanita yang paling di bencinya pergi terlebih dahulu ke dapur dan mengambil stroberi kesukaannya.


Sama dengan mommy nya, Shine juga adalah pecinta stroberi. Bisa saja dia menyuruh pelayan untuk mengambil itu, namun sifat mandiri yang sudah di tanamkan oleh bundanya membuat dirinya mandiri. Dia mengambil satu toples kecil untuk di makannya.


Setelah mengambil stroberi itu, Shine berjalan ke arah pintu di mana daddynya juga sedang berjalan ke arah ruang kerjanya. Shine acuh dan berjalan bersama dengan Dadnya.


Rhadika membukakan pintu dan dengan santai Shine masuk terlebih dahulu. Rhadika merasa heran melihat wajah putranya tadi karena wajah anak itu sama sekali tidak berekspresi.


Saat sebelumnya Shine fokus menunduk pada stroberi nya, dan kemudian dia meoleh menatap ke arah depan mencari keberadaan bundanya.


Stroberi yang ada di tangannya jatuh begitu saja bertaburan di lantai Karena melihat pemandangan di depannya.


Rhadika yang baru saja memasuki pintu heran melihat stroberi yang berserakan di lantai ruang kerjanya. Kemudian dia melihat ke arah depan, dengan sigap dia mengulurkan jarinya dan menutup mata putranya.

__ADS_1


Jangan lupa like nya 😊👍👍


Horas ✋


__ADS_2