Perjuangan Cinta Tuan Mafia

Perjuangan Cinta Tuan Mafia
Part 82


__ADS_3

Dika menekan earphone nya,


"awasi istri ku, dia berada di dalam markas Ghost Lion!" perintah Dika. Max yang mendengar itu kaget bukan main.


"Apa kah Tuan diam-diam meminta Nyonya datang ke sini, kenapa bertindak bodoh?" marah Max.


"Diam kau sialan, kau pikir aku akan membahaya kan istri ku, dia wanita keras kepala," jelas Dika.


Dia berbicara sambil berlari untuk mengejar Thomas yang sudah pergi entah ke mana. Begitu juga Max, dia saat ini berlari ke dalam markas Ghost lion, beban nya saat ini double.


Max di buat kaget kembali ketika melihat seorang wanita mengangkat tubuh Rosa dan membanting nya ke dinding. Max hampir saja jatuh ketika Rosadi lempar kan ke arah nya. Untung saja dia berhasil menghindar.


"Siapa?" batin Max.


Dia melihat ke arah lawan Rosa, "Nyo.. nyonya?" ucap Max , tak percaya.


"Nyo..nyonya bagaima...


"wanita sialan, aku akan membalas mu," teriak Selena merasa kan tubuh nya seperti akan remuk.

__ADS_1


Ucapan Max terpotong karena teriakan Selena, dia juga terlunjak kaget mendengar teria kan itu.


"CK, wanita murahan. Apa kah mengingin kan kematian mu saat ini? Bukan kah kau kemaren ingin merasa kan betapa hebat nya suami ku di atas ranjang? Come on, jangan langsung mati oke!" ucap Ros dengan remeh sambil membuat tanda lingkaran di tangan nya.


Rosa merasa di injak harga diri nya. Pada hal dia sebelum nya adalah ahli bela diri, sudah menghabisi musuh-musuh besar mau pun kecil, tapi itu saat tangan nya sudah pulih kembali. Berbeda dengan saat ini, tangan nya sudah patah dan tidak bisa di andal kan.


"Tutup mulut mu sialan," ucap Rosa dengan dingin.


"CK, langsung bertarung saja bukan, wanita memang terlalu banyak drama," batin Max melipat tangan nya dan bersandar ke dinding.


Rosa mulai terpancing emosi, dia menghadapi Ros kembali. Saat ini andalan nya adalah kaki nya.


Ros terpukul mundur, ada bekas goresan di wajah nya. Wajah Rosa mulai terlihat suram ketika merasa kan ada tetesan darah di pipi nya.


Wajah dingin saat pertama kali bertemu dengan Max dan Rhadika Kembali lagi. Bedanya adalah saat itu tatapan Ros sangat dingin tetapi sekarang tatapan itu adalah tatapan yang membunuh yang siap mencabik-cabik mangsa nya.


Rosa mengeluar kan sebuah belati, sedang kan Ros tidak membawa senjata tajam.


Max yang mengerti itu langsung melempar belati milik nya ke arah Ros.

__ADS_1


"Gunakan ini Nyonya!" teriak Max dari sana.


Ros tersenyum smirk, dia tidak akan terima jika wajah nya cantik menjadi cacat hanya karena seorang *** ***.


"Kali ini, kau akan benar-benar berakhir," batin Ros sambil berlari menghadapi Rosa.


Begitu juga dengan Rosa, wanita itu maju dan menghadapi Ros.


Sasaran Rosa saat ini adalah leher Rosaline, dia juga sama seperti Ros berambisi untuk menghabisi Ros.


Namun harapan Rosa tidak seindah realita, Ros langsung menunduk dan menggores lebar kaki Rosa membuat wanita itu terjatuh. Tidak memberi kan jeda, Ros langsung berbalik ingin memutus kan saraf di leher Rosa. Tangan nya belum sampai, sebuah pisau langsung menancap di leher Rosa.


"Jangan mengotori tangan anda Nyonya," ucap Max.


Dor


Tiba-tiba Ros mendengar suara tembakan dari atas, dia langsung berlari ke arah atas di ikuti oleh Max.


Jan lupa like nya 😊👍👍

__ADS_1


Horas ✋✋✋


__ADS_2