Perjuangan Cinta Tuan Mafia

Perjuangan Cinta Tuan Mafia
Part 33


__ADS_3

Setelah Max melihat tuannya turun dia memilih untuk undur diri dari mansion itu. Dia akan pergi ke perusahaan terlebih dahulu untuk mengurus perusahaan.


Inilah seorang Max, dia akan tau bertindak dan situasi mana yang harus ia iku andil dan tidak.


Dia memasuki mobil yang terparkir di salah satu bagasi milik sang tuan, meskipun tidak ada masalah, tapi dia juga harus bertanggung jawab di tengah kesibukan tuannya.


Max nampak melaju dengan santai santai sambil mendengarkan berita- berita terkini yang membahasa tentang pasar saham, dan tuan nya perusahaan dia tempat dia bekerja selalu berada di atas.


**


"CK, apa kau mendapat panggilan dari iblis kecil itu hingga kau langsung datang ke sini?" tanya Clasy tersenyum namun terkesan mengejek pada laki-laki di depan nya.


"Tentu saja tidak, aku berada dekat dengan kota ini, jadi apa salah nya jika aku datang


bermain dan bertemu dengan Shine?" jawab pria itu tersenyum.


"Andai kau tau tujuan uta ma ku datang ke sini Clasy," batin pria itu, namun wajah nya tetap tersenyum.


"Ya, ya, terserah pada mu, tapi aku ingin menanya kan satu hal pada mu. Apa kau benar-benar tidak tau nyonya Rosaline di kubur di mana? Bukan kah kau sebagia penanggung jawab sekaligus walk nya saat itu?" tanya Clasy dengan seirus


Dia terlihat sangat membutuh informasi ini. Pria di depan nya nampak terlihat mengingat ingat sesuatu dan dengan wajah yang serius, Clasy juga bersiap mendengar kan nya.


"Hahaha, jangan terlalu serius Clasy. Kau membuat ku sangat geli karena tatapan mu," seru pria itu dengan tertawa.


"Sialan kau Anderson, tinggal jawab saja pertanyaan ku sialan. Aku sedang seirus," seru Clasy.


"Baik, baiklah, Nyonya di kubur kan di pemakaman umum yang berada di dekat rumah sakit milik ku. Makan itu aman di sana."


Clasy m narik nafas sebentar. "Apa tidak ada hal yang mencuriga kan saat persalinan itu? Dan kenapa Nyonya bisa meninggal kan surat diary seperti itu?" tanya Clasy.


Anderson terdiam. Dia juga tidak tau tentang hal itu. Hanya saja dia berprinsip untuk membalas kebaikan wanita yang sudah menolong nya dulu. Tentang hal lain dia tidak peduli.


Setelah memeriksa kan kesehatan dan kandungan bayi Rosaline saat itu, dia tidak mementingkan hal lain lagi.

__ADS_1


"Aku tidak tau kenapa Nyonya bisa menulis diary seperti itu. Dan tentang apa ada yang mencurigakan, tidak ada sama sekali karena aku selalu memantau keadaan nyonya," jawab Andersond.


Clasy hanya mengangguk angguk kan kepalanya. Dia menghela napa sebentar seperti lega setelah mengetahui suatu kebenaran.


"Kenapa kau seperti selamat dari sesuatu? Apa kau menutupi sesuatu dari ku?"


"Aih, bodoh. Tentu saja aku lega karena sudah tau di mana makam dari Nyonya!" seru Clasy dengan kesal karena dia di tuduh oleh Anderson.


"Oh, iya, kau juga seperti nya di cari oleh Tuan Rhadika. Dia ingin bertanya sesuatu tentang pasca kelahiran Shine."


"Bisakah kita membahas shine nanti saja, apa kita bisa fokus untuk kita berdua saja?" tanya Anderson spontan.


Clasy yang akan minum tadi tiba-tiba menatap pria di depan nya dengan aneh.


"Apa? Maksud mu kita berdua bagaimana?"


Anderson nampak salah tingkah.


"Ti... ti ..tidak, aku hanya salah berbicara saj. Kapan aku harus bertemu dengan Tuan Rhadika? Aku juga ingin bertemu dengan Shine.


"Apa kau cemburu,' tanya Anderson iseng.


"Hahaha, pemikiran yang bodoh sekali," seru Clasy bangkit berdiri dan meninggal Anderson yang tersenyum masam di sana


Di tengah perjalanan, Max melihat seorang wanita yang terlihat familiar sedang duduk di cafe bersama dengan seorang laki-laki.


Dia tambah marah ketika melihat keduanya saling menatap satu sama lain entah menunjukkan kemesraan seperti apa.


"Cih, untuk apa aku berhenti," batin Max. Dia melajukan mobilnya dan ingin abai saja melihat dua orang yang di sana.


Sekali lagi, mat Max tidak bisa terlepas dari wajah ke dua orang itu. Max kembali menginjak rem mobil yang di kendarai nya.


"Bukan kah pria itu, ya benar," batin Max sambil mengambil ponsel nya dari dashboard mobil.

__ADS_1


"Datang ke jalan xx, pantau pria yang bersama dengan Clasy bunda nya tuan kecil. Laporkan tiap pergerakan dan isi pembicaraan mereka!" Tanpa menunggu jawaban dari lawan bicara, Max langsung menutup telepon nya.


Namun hati kecil nya nampak tidak rela melihat Clasy seperti itu. Terlihat dari wajah Max yang sudah semakin dingin saja.


**


Tuan Zevano nampak basah matanya melihat wajah dari Shine. Tanpa ada angin ada hujan, air m mata nya tumpah begitu saja ketika melihat foto wajah anak yang di lihatnya kemaren kini wajah itu sudah berada tepat di depan nya.


"Shine, cucu ku," seru paman Zev


ano dengan penuh haru. Tentu saja hal itu menimbul kan kebingungan pada Shine dan termasuk Ella.


Dengan santai Shine turun dari tangga itu melewati para pengawal yang berada di sana. Namun yang paling terlihat kaget di sana adalah Ella. Dia nampak diam melihat pria paruh baya yang ada di sana.


Rhadika melihat tingkah dari Ella, bagaimana sikap wanita itu terlihat berbeda wajah nya dari sebelum nya ketika membahas tentang tuan Zevano adalah salah grandpa dari Shine.


"Hmmm, selangkah demi selangkah," batin Rhadika.


"Mommy tidak ada memberitahu bahwa aku punya grandpa," seru Shine sambil duduk di dekat daddy nya.


Dia sama sekali tidak terlalu tertarik untuk sekedar memeluk grandpa nya sebagai bentuk salam penyambutan.


Tanpa peduli hal lain, Zevano langsung bangkit dari duduk nya dan memeluk Shine. "Maafkan grandpa baru mengetahui keberadaan mu. Sekarang kita akan pulang ke mansion grandpa dan tinggal di sana," seru Zevano to the point.


"Bisakah lepaskan pelukan mu, tuan, paman, grandpa, aku sesak," seru Shine khas anak kecil yang meronta tidak mau di peluk oleh orang lain.


Mendengar hal tersebut tentu saja Zevano merasa sakit hati ketika di tolak oleh cucu nya sendiri. Dia melepas pelukan Zevano dan menatap sebentar ke arah Shine. Dia menghapus air mata nya dengan kasar.


Kemudian dia melihat ke arah menantu nya. "Apa kau memang tidak pernah menjelaskan sesuatu ke pada Shine?" tanya Zevano.


Rhadika diam dan menatap Tuan Zevano tanpa berbicara sedikit pun. Dia malah beralih melihat wanita yang sedang berada di tangga sana


Sedangkan Ella masih setia di sana seperti orang yang linglung. Tatapannya tiba-tiba berubah ke arah Rhadika yang menatap nya dari sana

__ADS_1


Jangan lupa likenya 😊👍👍


Horas.


__ADS_2