Perjuangan Cinta Tuan Mafia

Perjuangan Cinta Tuan Mafia
Part 50


__ADS_3

Sudah selama satu Minggu Ella tidak melihat Rhadika. Rasa nya hati nya begitu kosong tidak melihat wajah datar dan dingin sekaligus mesum pria itu.


Ella juga merasakan sesuatu yang tidak enak, hari nya berkata sesuatu telah terjadi pada suami nya. Entah itu rasa khawatir nya yang tinggi atau ikatan batin antara diri dan suami nya begitu kental.


Tapi ketika melihat Shine, dia menjadi marah mengingat suami nya itu meninggal kan Shine tanpa ada kabar. Shine juga tidak menunjuk kan reaksi apa pun. Ini semakin membuat Ella kesal.


"Apa dia sudah biasa meninggal kan Shine seperti ini? Pria sialan itu," batin Ella mengumpat Rhadika.


Ella juga sudah menurun kan ego nya. Dia sudah menelepon Rhadika dan Max, tapi tidak ada balasan dari pria-pria itu.


Ingin bertanya pada Shine, Ella takut anak itu tersinggung.


Sejak Rhadika tidak kembali ke mansion, Ella melihat Odion selalu berada di sekitar nya bahkan Mike juga selalu memantau setiap aktivitas yang mereka lakukan.


Ingin bertanya pada mereka, Ella merasa dia terlalu berani atau di Katai sok kenal pada mereka. Secara diri nya sebagai Rosaline datang dengan wajah baru ke mansion.


Odion dan juga Mike juga meras aneh akan perintah Tuan nya, mereka di beri kan perintah seakan Ella adalah nyonya mansion ini. Bagaimana tidak? Perintah yang mereka dapat kan sama dengan perintah jika mereka harus mengawal nyonya mereka yang dulu.


Namun Odion hanya sesekali bisa berjaga bersama Mike karena dia harus mengurus perusahaan raksasa yang sudah di titip kan pada nya.


Di tengah Shine dan Ella sedang berad di ruang tamu, mereka mendengar keributan di luar. Serempak Ella dan Shine beranjak dari duduk nya dan pergi melihat keributan yang ada di luar sana.


Tidak lupa Odion dan Mike berada di samping ke dua orang penting itu.


Ada beberapa pengawal yang menghadang sebuah mobil yang sudah memasuki gerbang. Awal nya gerbang itu tidak di berikan akses pada mobil yang sudah masuk, namun mobil itu terus saja menabrak gerbang hingga mobil itu penyok.


Penjaga m mbuka gerbang ingin memberi kan peringatan, namun mobil itu langsung menerobos masuk.


Terlihat seorang wanita keluar dari mobil itu sambil marah-marah.


Dari jauh Ella menyipit kan mata nya untuk melihat siapa orang itu. Jarak nya terlalu jauh hingga Ella sulit mengenali wanita itu.


"Lily?" seru Ella di dengar oleh Mike dan Odion.


Odion mengambil ponsel nya dan menghubungi penjaga yang ada di sana.


"Singkir kan wanita itu," seru Odion ingin menutup telepon namun langsung ponsel itu langsung di rebut oleh Ella.


"Biar kan dia masuk," seru Ella dengan tegas.


Pengawal bingung siapa wanita yang memerintah kan diri nya. Odion melihat Ella namun tidak di tanggapi wanita itu.


Odion mengulangi perkataan Ella.


Sesuai dengan perintah yang mereka terima bahwa mereka harus melakukan apa pun yang di minta oleh ke dua nya selain keluar dari mansion karena itu sangat berbahaya.


"Biar kan wanita gila itu masuk, tanpa mobil nya," ucap Odion pada akhir nya setelah dia menatap Mike yang juga mengangguk kan kepala nya.


Terlihat jauh di sana Lily berbicara dengan pengawal. Lily yang selalu emosi dan di luar kendali terlihat berjalan cepat ke arah pintu mansion. Jika di lihat wajah itu sedang memerah pertanda marah.


Ella melipat tangan nya melihat Lily yang sedang berjalan ke arah mereka. Dia tersenyum sinis menanggap Dika p marah Lily.


Odion yang banyak bicara mendekat ke arah Mike yang selalu bersikap datar seperti Max. Memang double si kutub Utara.


"Seperti nya perang seru antara wanita yang di buang dan tidak di ingin kan akan beradu dengan wanita yang di pilih dan baru saja di manjaka kan,' bisik Odion di sertai tawa jahil nya.


Mike yang tidak pernah bekerja sama hanya menatap datar Odion yang tertawa jahil.


"CK, kau memang tidak bisa di ajak bercanda," seru Odion malas.


"Wow, wanita yang tidak di anggap dan di ingin kan datang ke mansion milik ku," seru Ella tersenyum kecil.

__ADS_1


Mike menatap datar k arah Ella. "Berani nya wanita ini," batin nya. Odion membola mata nya mendengar ucapan berani Ella.


"Cih, bit ch, apa kau sudah puas menikmati kemewahan calon suami ku?" Lily dengan senyuman sinis. Saat akan melangkah ke pintu mansion, wanita ular itu langsung mengubah ratu wajah nya yang tadi nya penuh emosi menjadi senyum, senyum termanis menurut nya.


"Odion, bawa Shine menjauh dari sini. Aku tidak mau dia melihat mommy nya menghabisi manusia sampah seperti ini,' ucap Ella tanpa mengalih kan pandangan nya dari Lily. Wajah nya sudah mulai datar dan sifat dingin nya kembali muncul.


"Mommy? Apa kau sedang bermimpi? Ouh, ternyata kau melangkah sangat jauh ja Lang si alan," ucap Lily. Sama, ke dua wanita itu mulai menunjuk kan sifat emosi nya.


"Aku bukan lah diri mu yang tidak di anggap Lily, jangan sama kan aku dengan diri mu yang kotor itu," ejek Ella.


Lily selalu telak di buat Ella. "Jika kau ingin hidup, angkat kaki segera dari sini! Aku akan memberi kan mu waktu tiga puluh menit dari saat ini. Jika tidak...."


"Jika tidak kenapa Nona Lily?" Ella mendekat kan diri nya ke arah Lily. Lily bukan lah tandingan Ella. Lily berada jauh di bawah nya dari segi apa pun. Apa semudah itu Ella akan kalah. Hanya dengan ancaman kecil itu? Tentu saja tidak.


Kedua nya tidak ada yang mengalah, namuns senyuman dari Lily persis seperti seseorang yang akan menarget kan pembunuhan.


**


Di Benua Amerika tepat nya di Miami, Max begitu terkejut kala bom meledak kan pesawat yang mereka tumpangi. Dia begitu terkejut, namun dia masih sempat melompat dari.pesawat itu meskipun luka terlihat di tubuh nya.


Satu yang di takut kan oleh diri nya. Tuan nya tidak terlihat sejak tadi. Para anggota lain nya langsung menyusul Max.


"Cari Tuan di sekeliling pesawat yang terkena bom! Beri kan info pada ku!" seru Max merasakan luka di tangan nya perih.


Dia juga ikut berjalan mengelilingi pesawat yang ada di sana. Hampir tiga puluh menit mereka mencari keberadaan Rhadika, namun tidak menemu kan jejak Rhadika sedikit pun.


"Di mana kau sialan?" teriak Max. Dia takut tidak bisa menemu kan Rhadika dalam keadaan hidup-hidup.


Seorang pria jauh di seberang sana tertawa melihat seorang asisten yang biasa nya bijak kini seperti orang bodoh yang tidak berdaya dan pasrah.


"Baru permulaan," batin pria itu.


Yah, target berikut nya adalah anak dari pria itu. Dia tidak akan membiar kan keturunan pria yang sudah melempar mommy nya ke perbudakan dan membunuh kakek nya hidup di dunia ini.


"Siap kan pesawat, kita ke Spanyol sekarang. Anggota pria tua itu juga sudah banyak yang ke sana. Kita juga akan memanfaat kan situasi seperti saat ini" ucap pria itu meninggal kan bandara dengan senyuman puas nya.


Max sangat menyayang kan keadaan ini. Dia terjatuh ke tanah. Pemadam.kebakaran sudah selesai memadam kan api yang ada di sana. Belum semua badan pesawat terbakar, ada harapan tapi tidak terlalu besar.


Max sebenar nya ragu apa dia akan memberi kan perintah ini atau tidak, tapi dia ingin menyelesai kan misi ini meskipun harus sendiri. Ragu, tapi butuh kepastian.


"Cari di dalam pesawat, jika menemu kan sesuatu lapor kan pada ku," ucap Max. Dia adalah pemimpin pengganti saat ini.


Seorang pengawal datang dengan membawa potongan jubah yang sebagian sudah tertelan si jago merah. Potongan jubah hitam itu adalah milik Rhadika, di tambah lagi jam tangan yang berada di tangan pengawal satu nya.


Max yang melihat itu, tatapan nya kosong seperti orang bodoh yang tidak tau apa-apa. Wajah nya mengeras. Dia sudah bisa menebak siapa yang melaku kan semua itu.


Pemimpin nya kini sudah tewas, dia harus bisa menuntas kan misi ini. Terlebih dahulu, Max mengambil ponsel nya dan memberi kan kabar pada pihak mansion.


Max langsung menelepon pada ponsel Ella.


Di tengah perdebatan itu, ponsel Ella berbunyi dan dia segera mengangkat nya ketika melihat siapa nama penelepon yang ada di sana.


"Halo Max, kenapa Rhadika belum.pulqnh sampai saat ini?" cecar Ella. Dia tidak sabaran pada hal Max lah yang menelepon.


"Berikan ponsel nya pada Odion Nona!" pinta Max dengan pelan. "Jawab dulu pertanyaan ku, di mana Rhadika?" tanya Ella sekali lagi.


Max terdiam di seberang sana membuat Ella semakin gencar untuk bertanya.


"Di mana Max, apa kau tida...,"


"Cukup Nona, jangan memperpanjang masalah. Aku hanya meminta pada mu memberi kan ponsel nya. Keadaan saat ini tidak lah baik-baik saja," potong Max dengan suara nya yang sedikit naik membuat Ella terdiam.

__ADS_1


Ella tau ada sesuatu yang terjadi saat ini. Dia sudah mengenal betul bagaimana sifat Max, dia tidak akan pernah membentak wanita tuan nya jika situasi baik-baik saja. Dia memberi kan ponsel nya pada Odion.


"Halo Tuan," seru Odion.


"Pasti kan kalian di dalam mansion!" ucap Max. Odion langsung membawa Ella masuk ke dalam mansion.


"Speaker, tidak boleh ada orang lain yang berada di sekitar kalian terutama mendengar kan percakapan kita!"


"Baik Tuan," jawab Odion.


"Tuan Rhadika sudah tiada, dia terkena bom musuh. Sekarang kami akan melaku kan penghormatan terakhir, ku harap kau dan Odion harus menjaga dengan baik Nona Ella dan Tuan kecil Shine," ucap Max dengan lancar. Dia tidak boleh terlihat lemah saat ini.


Mike dan Odion terkejut mendengar kabar yang begitu tiba-tiba ini. Tapi, jika merak berulang bertanya, mendengar suara Max yang tidak tegas dan dingin seperti biasa nya mereka sudah mengerti bahwa situasi itu juga berat untuk Max.


Ella hampir terjatuh mendengar penjelasan Max Dia merebut ponsel yang ada di tangan Odion . "Jangan bercanda Max sia lan, kau pikir semudah itu mafia itu mati. Bercanda mu tidak lucu sama sekali Max," seru Ros dengan tertawa.


"Percaya atau tidak, itu tergantung anda Nona," ucap Max lalu menutup telepon itu.


Shine yang berada di kursi tempat Ella dan lain nya berdiri hanya menatap orang-orang di depan nya dengan datar. Dia benci dengan situasi ini, namun tangan nya dengan cepat membalas pesan yang masuk ke dalam ponsel nya. Setelah itu dia berdiri dan beranjak dari sofa menuju kamar nya.


Ella yang sadar akan putra nya langsung berlari dan memeluk Shine.


"Shine, yang sabar ya sayang, Mommy bersama Shine," seru Ella. Air mata nya sudah jatuh sejak tadi.


Shine melepas pelukan nya dari Ella.


"Apa mommy sekarang menyesal karena daddy sudah pergi? Sejak kemaren Shine meminta agar mommy menikah dengan Dad, tapi mommy tidak mau bukan. Air mata mommy tidak ada gunanya," ucap Shine meninggal kan Ella yang sedang berjongkok di sana. Hal itu membuat Ella semakin merasa sesak dada nya.


Apa benar ini kesalahan diri nya sepenuh nya?


Ella masih tidak percaya dengan kabar ini. Dia terus menelepon ponsel Rhadika namun tetap tidak di angkat.


Di tambah lagi, Lily yang berada di luar sejak tadi memaksa masuk ke dalam mansion.


Lily yang memaksa masuk melihat Ella yang berjongkok di lantai dengan wajah yang di basahi air mata dan tersedu-sedu tertawa dengan lebar.


"Apa kau sudah di usir? Hahaha. Menangis lah sepenuh nya," seru Lily.


Ella tidak menanggapi omong kosong Lily.


Dia memukul dada nya yang sesak, apa dia sudah kehilangan suami nya sebelum memberitahu bahwa diri nya Rosaline masih hidup?


"Nona, tidak ada guna nya menangis seperti ini, Tuan kecil butuh pelukan saat ini," seru Odion membuat Lily menerka-nerka apa yang terjadi.


"Cepat lah, aku sudah bosan melihat wajah mu. CK, kau sama saja dengan istri Rhadika yang sudah mati mengenas kan itu, heh Rosaline yang malang," seru Lily.


Ella yang mendengar nama nya yang dulu di singgung merasa marah. Hati nya saat ini panas karena merasa kehilangan, di tambah Lily yang membuat nya semakin panas membuat semua itu menjadi emosi yang ingin meledak.


"Pergilah dari sini jika tidak ingin mati," seru Ella.


"Baik lah, sebelum pergi kau harus mati dulu," ucap Lily mendekat ke arah Ella.


Mike dan Odion semakin di buat pusing dengan drama tambahan ini.


Tiba-tiba sesampai nya di depan Ella, Lily mengeluar kan sebuah pistol dari tas nya dan mengarah kan pistol itu ke dahi Ella.


"Ada pesan terakhir?" tanya Lily tersenyum tipis. Ella membalas senyuman tipis Ella dengan senyuman smirk nya. Wajah Ella menjadi gelap seperti seorang pembunuh bayaran.


Jangan lupa like nya 😊👍👍


Horas ✋✋✋

__ADS_1


__ADS_2