Perjuangan Cinta Tuan Mafia

Perjuangan Cinta Tuan Mafia
Part 28


__ADS_3

Ella masuk tanpa mengetuk pintu. Ini sudah kebiasaannya karena sudah biasa berada di apartemen hanya bersama dengan Clasy. Bukannya dia tidak tau aturan, tapi di juga menganggap mansion ini sebagai rumahnya karena sudah biasa di tempat ini sebelumnya terutama saat ini dia berada di kamarnya saat dulu.


Ella langsung masuk dan melihat isi kamar itu. Dia melihat tatanan kamar yang sudah berubah dan berbeda jauh dengan yang dulu saat dia di tempat ini.


"Bisakah kau mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk?" Perhatian wanita itu buyar ketika mendengar suara kecil namun dingin dari seorang anak kecil yang sedang duduk bersandar di bed size kecil yang berada di sana.


Yah, dia tidak memperhatikan bagian ranjang tadi karena dia sedang fokus pada gambar pernikahan di sana. Seorang wanita cantik yang menggunakan dress putih khas pernikahan dan seorang pria dengan setelan jas pernikahan juga.


"Maaf Shine," seru Ella tersenyum manis.


"Aku tidak butuh maaf, aku butuh tindakan," seru Shine tanpa mengalihkan perhatiannya dari iPad yang di pegangnya.


Sebelum Ella masuk, Shine sudah bertingkah seperti orang dewasa. Dia tidak ingin keadaannya di ketahui oleh orang lain terutama orang luar yang tidak atau baru di kenalnya.


"Aish, kenapa semua orang tiba-tiba menjadi dingin dan sensi seperti ini? Rora juga begitu, Rhadika juga begitu, Shine juga begitu. Kenapa semua penghuni mansion ini menjadi seperti pria itu?" batin Camella.


Sebenarnya dia juga tau apa yang di bahas oleh Shine dan Rhadika, tapi dia tidak tau apa Shine juga se bed mood ini.


Mendengar pernyataan Shine, Rora bingung harus melakukan apa. Tapi mendengar Shine butuh tindakan, mau tidak mau dia harus berpikir agar bisa mengembalikan mood anak kecil itu.


Dia mendapatkan ide dan keluar dari kamar itu. Dia mengulangi acara masuknya ke dalam kamar, yaitu dengan mengetok pintu terlebih dahulu.


Tok tok tok


"Boleh aku masuk?" seru Ella di balik pintu.


"Hmmm," jawab Shine.


Namun tidak ada perubahan wajah anak kecil itu. "Aku sudah izin masuk Shin, tapi wajah mu tetap seperti orang yang baru saja di marahi mommy nya," seru Ella kesal sambil duduk di sofa dengan santainya.

__ADS_1


Ya, lagi-lagi dia menganggap bahwa itu adalah rumahnya. Shine hanya menghela napas melihat tingkah wanita dewasa di depannya.


Ella hanya ingin membuat Shine mood kembali. Dia tau anak itu sangat menunggu kehadiran mommy nya dan selalu menyalahkan daddynya, biarlah sementara. Ella hanya bermaksud memberikan pelajaran dan menguji kesetiaan Rhadika.


Yah, jujur saja. Saat mendengar Rhadika mengatakan tidak perlu melihat ke belakang, Ella sangat kecewa. Namun, sampai saat ini menjalani enam tahun Rhadika juga belum menikah, jadi Ella masih mempertimbangkan keadaan saat ini.


Tepat saat itu Shine menyelesaikan program yang sudah lama ia kerjakan. Ia dengan mudah mengontrol emosinya sesuai dengan keadaan. Seperti saat ini dia dengan lancar mengerjakan proyek programnya.


"Berikan tangan mu!" perintah Shine pada Ella. Ella yang di panggil tentu saja bingung. "Tangan? Untuk apa?" tanya Ella dengan bingung.


"Berikan saja, aku tidak meminta mu untuk bertanya,' jawab Shine datar.


Ella berdiri dan mendekat ke ranjang size kecil milik Shine dimana anak kecil itu juga berada di sana.


Ella memberikan tangan kanannya. Dengan telaten dan teliti Shine memposisikan tangan itu ke layar iPad mininya di mana seperti ada scan telapak tangan di sana.


Selama beberapa menit, benda itu berbunyi dan menampilkan beberapa informasi tentang Ella. Namun bukan informasi pribadi.


"Apa kau pernah kecelakaan atau semacamnya?" tanya Shine tiba-tiba. Ella kaget mendengar pertanyaan anak kecil itu. Diantara k bingungannya dia hanya mengangguk.


"Dan kau melakukan operasi plastik sekitar empat atau lima tahun sebelumnya bukan?" tanya Shine kembali.


Jantung Ella sudah berdetak l big cepat. Dia takut, dia takut rahasianya terbongkar begitu saja karena mengikuti perintah anak kecil itu sejak tadi.


"Ti...dak, aku tidak pernah mengalami kecelakaan," jawab Ella gugup.


"Berbohong itu ada batasnya, apa kau pikir program ini ku buat hanya untuk sebuah omong kosong," Shine tentu saja tidak terima dengan pernyataan Ella yang seakan mengatakan bahwa penemuannya salah.


**

__ADS_1


Rhadika yang sudah kembali ke kamarnya mengusap rambutnya kasar. Keadaannya saat ini sedang tidak baik-baik saja.


Dia nampak duduk di ranjang dan membuka ponselnya. Dia terlihat menonton Vidio di ponsel nya.


Dia tersenyum masam ketika melihat isi Vidio itu di mana ketika dia adu otot bersama dengan adiknya Levi.


Dia melihat istrinya menangis ketika Levi justru serius melawan dirinya yang berakhir dengan kehebohan di mansion. Bahkan waktu itu paman Vill merekam semua kejadian itu hingga ia bisa melihat jelas wajah istrinya.


"Baby, kenapa sesulit ini,' seru Dika menekan dadanya yang mulai sesak. Kenapa dia begitu sulit untuk memulai hal baru? Rhadika juga tidak boleh egois, dia juga harus memikirkan putranya Shine yang membutuhkan kasih sayang seorang ibu.


Tiba-tiba pikiran Rhadika sadar akan kejanggalan tentang keberadaan Shine. Bukankah dirinya sedang di permainkan?


Dia berdiri dan mulai berpikir.


Dia lupa bahwa dia tidak pernah bertanya bagaimana kronologi kejadian itu hingga Shine bisa lahir. Dia juga tidak tau persis bagaimana keadaan istrinya setelah pasca melahirkan. Jika benar yang di katakan oleh Clasy, istri kecilnya Rosaline mati di mana kuburan istri kecil nya itu.


Yah dia baru sadar karena fokus memburu Thomas dan pria tua itu. Tiba-tiba mata Rhadika menjadi cerah, otaknya secara alami berjalan lancar. Dia keluar dari kamar itu dan menuju kamar Shine.


Tanpa mengetuk pintu seperti biasanya, Dika langsung berjalan ke arah Ella yang seperti nya dalam keadaan bingung.


"Di mana bunda nya Shine?" tanya Dika to the point. Ella tentu saja bingung, lagi-lagi pertanyaan random di ajukan padanya. Ella menggelengkan kepalanya tidak tau menjawab apa. Dan matanya fokus pada darah yang menetes di lantai.


"Aku tidak suka mengulangi pertanyaan ku untuk ke dua kalinya," Tatapan tajam dan mengintimidasi di berikan Rhadika pada Ella.


"Dad, ada apa dengan bunda?" tanya Shine. Dia sama seperti Ella yang bingung dengan pertanyaan random Rhadika. Pria itu juga datang dengan langkah cepat dan masuk begitu saja dan bertanya tentang Clasy.


"Hmmm, mungkin dia sedang di apartemen atau di kantor." Ella menjawab jujur. Dia juga tidak tau pasti keberadaan sahabatnya Clasy.


"Telepon dia sekarang, panggil dia datang ke mansion!" seru Rhadika kemudian meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


__ADS_2